Media Dinamika Global

Minggu, 19 Juli 2026

Diduga Edarkan Sabu, Seorang Pria Diciduk Polsek Madapangga Tengah Malam

Terduga Pelaku Diapit Anggota Polsek Madapangga, (Ist/Surya)

Kabupaten Bima, Media Dinamika Global - Upaya peredaran narkotika di wilayah Kecamatan Madapangga digagalkan aparat kepolisian. Seorang pria berinisial AF alias BY diamankan jajaran Polsek Madapangga setelah kedapatan menyimpan empat klip yang diduga berisi narkotika jenis sabu-sabu, Jumat malam (17/7/2026).

Penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan aktivitas transaksi narkotika yang kerap terjadi di wilayah di salah satu desa di kecamatan Madapangga kabupaten Bima. Menindaklanjuti laporan itu, petugas langsung bergerak melakukan penyelidikan.

Kapolsek Madapangga, IPDA Ahmad Zulfikar, S.H., menjelaskan bahwa sekitar pukul 23.50 WITA, Kanit Intelkam Polsek Madapangga AIPTU Muhlis bersama anggota Intel Kodam Bali SERTU Iwan Setiawan mendatangi lokasi yang dicurigai.

Saat tiba di lokasi sekitar pukul 23.55 WITA, petugas menemukan AF alias BY sedang berkumpul bersama beberapa rekannya di sekitar pekarangan rumah warga tempat.

"Petugas kemudian melakukan penggeledahan yang disaksikan oleh warga setempat," ujar Kapolsek.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan empat klip yang diduga berisi sabu-sabu. Dua klip ditemukan berada di tangan kanan terduga pelaku, sementara dua klip lainnya ditemukan di dalam sebuah kotak putih yang berada tepat di bawah telapak kaki terduga.

Tak hanya itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika, yakni uang tunai sebesar Rp520 ribu, dua buah korek gas, satu buah kotak putih, dan satu alat takar.

Usai diamankan, AF alias BY langsung dibawa ke Mapolsek Madapangga untuk menjalani pemeriksaan awal. Selanjutnya, sekitar pukul 01.10 WITA, personel Satuan Reserse Narkoba Polres Bima tiba dan membawa terduga pelaku beserta barang bukti ke Polres Bima guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Madapangga memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba AKP Dediansyah membenarkan pihaknya telah menerima terduga pelaku beserta barang bukti untuk dilakukan pendalaman dan proses hukum lebih lanjut.

Redaksi |

Camat Wera Raih Juara I Lomba Catur Antar Camat se-NTB pada Porprov XII 2026


Mataram, Media Dinamika Global.id. – Camat Wera, Kabupaten Bima, Edison, S.E., berhasil meraih Juara I pada lomba catur antar camat se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang digelar dalam rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026.

Porprov NTB XII berlangsung pada 15–25 Juli 2026 dan menjadi ajang olahraga terbesar di Provinsi NTB. Kegiatan ini diikuti sekitar 4.860 atlet yang berkompetisi pada 51 cabang olahraga, dengan penyelenggaraan yang dipusatkan di sejumlah kabupaten dan kota di Pulau Lombok.

Pada perlombaan catur antar camat, Edison tampil impresif dengan mengalahkan para peserta dari berbagai kabupaten dan kota di NTB hingga berhasil keluar sebagai juara pertama. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kecamatan Wera dan Kabupaten Bima. 

Edison mengaku bersyukur atas capaian yang diraihnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dipersembahkan bagi masyarakat yang selama ini memberikan dukungan.

"Saya sangat bersyukur dan berbahagia dapat mengikuti pertandingan ini sekaligus meraih Juara I. Prestasi ini saya persembahkan untuk seluruh masyarakat Kecamatan Wera, dan secara umum bagi masyarakat Kabupaten Bima. Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berprestasi di berbagai bidang," ujar Edison.

Prestasi yang diraih Camat Wera tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa semangat sportivitas dan kompetisi tidak hanya tumbuh di kalangan atlet, tetapi juga di lingkungan aparatur pemerintahan.(Sekjend MDG)

Mirah Midadan Fahmi Hadiri Pekan Olahraga PORPROV XII NTB


Mataram, Media Dinamika Global.id.-- Saya turut menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan olahraga dan pembinaan atlet daerah. 

Harapan saya kedepan agar lahirnya generasi muda NTB yang berprestasi, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Porprov bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga momentum mempererat persatuan, menjunjung tinggi sportivitas, serta menggerakkan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan event olahraga. 

Semoga seluruh atlet dapat bertanding dengan semangat fair play dan memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama daerah. Bersama, kita wujudkan NTB yang semakin maju dan berprestasi.(Sekjend MDG)

MPLS SMAN 2 KOTA BIMA: PEMBERSIHAN LINGKUNGAN SEKOLAH DAN GERAKAN TANAM BIBIT CABAI


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id. — Hari ke 4 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 2 Kota Bima diwarnai dengan aksi nyata kepedulian lingkungan. Tidak hanya mengenal sarana prasarana sekolah, sebanyak ratusan murid baru terlibat langsung dalam aksi pembersihan lingkungan dan gerakan menanam bibit cabai secara massal.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut langsung dari arahan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhammad Iqbal, yang menginstruksikan pemanfaatan lahan sekolah untuk ketahanan pangan lokal serta pembentukan karakter murid yang cinta lingkungan.

Kepala SMAN 2 Kota Bima melalui Ketua Panitia MPLS Sukardin, S.Pd menyatakan bahwa agenda hari ini dirancang untuk menanamkan rasa memiliki (sense of belonging) murid baru terhadap lingkungan belajar mereka yang baru.

"Sesuai arahan Bapak Gubernur NTB, Dr. Lalu Muhammad Iqbal, kami ingin MPLS ini tidak hanya sekadar materi di dalam kelas. Kami langsung turun ke lapangan. Kita mulai dari pembersihan area sekolah agar bersih dan nyaman, kemudian kita manfaatkan lahan kosong dengan menanam bibit cabai," ujarnya di sela-sela kegiatan.


Aktivitas pagi itu dimulai dengan gotong royong membersihkan seluruh sudut halaman sekolah. Setelah lingkungan dipastikan bersih dan rapi, kegiatan kemudian bergeser ke area lahan praktik untuk proses persemaian dan penanaman bibit cabai.

Prosesi penyemaian perdana dilakukan secara simbolis oleh Ketua Panitia MPLS bersama dewan guru senior SMAN 2 Kota Bima. Momen ini menjadi komando dimulainya aksi hijau yang langsung diikuti secara antusias oleh perwakilan dari seluruh gugus peserta MPLS, mulai dari Gugus 1 hingga Gugus 7.

Setiap gugus secara bergantian meletakkan bibit cabai ke media semai yang telah disiapkan di bawah bimbingan para guru pendamping. Aksi ini dinilai sangat positif oleh para murid baru karena memberikan pengalaman praktis di luar jam pelajaran formal.


Pihak sekolah berharap, ratusan bibit cabai yang disemai hari ini dapat dirawat secara berkelanjutan oleh para murid. Selain mendukung program penghijauan sekolah (Green School), gerakan ini juga diharapkan mampu mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya ketahanan pangan secara mandiri sejak dini. (Sekjend MDG)

Wujudkan Generasi Qurani Berkarakter Maja Labo Dahu Mahasiswa KKN UM Bima Sukses Gelar Festival Anak Sholeh di Wenggo


BIMA, Media Dinamika Global.id. – Dalam upaya merawat nilai-nilai spiritualitas dan memperkuat moralitas generasi muda di era modern, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 3 Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) mengambil langkah konkret. Melalui Divisi Pendidikan Keagamaan, mereka sukses menginisiasi dan menyelenggarakan Festival Anak Sholeh yang dipusatkan di Masjid Baburahman, Lingkungan Wenggo, Kelurahan Penana'e, Kota Bima.


Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (17/7/2026) hingga Minggu (19/7/2026) ini, mengusung tema besar: *"Mewujudkan Generasi Lingkungan Wenggo yang Qurani dan Berakhlak Mulia"*. Festival ini dirancang sebagai ruang akselerasi mental dan spiritual bagi anak-anak sejak usia dini.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini tergolong sangat tinggi. Tercatat lebih dari 60 peserta yang berasal dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) kelas 1 sampai kelas 6 terlibat aktif. Panitia membuka tiga cabang mata lomba strategis, yaitu lomba adzan, lomba hafalan ayat-ayat pendek, dan lomba seni kaligrafi. Ketatnya kompetisi sehat ini terlihat dari meratanya keterwakilan peserta, di mana masing-masing mata lomba diisi oleh 16 partisipan.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Ketua Posko 3 KKN UM Bima Lingkungan Wenggo, Ayub Priadin, mengungkapkan bahwa program kerja ini lahir dari sebuah refleksi mendalam mengenai tantangan zaman yang dihadapi generasi penerus saat ini.

"Bagaimana mewujudkan generasi di Lingkungan Wenggo yang punya karakter islami yang kuat, mempertahankan nilai-nilai keislaman sehingga menciptakan karakter *Maja Labo Dahu* sesuai dengan semboyan kita," ujar Ayub menekankan esensi kegiatan tersebut.


Lebih lanjut, Ayub menjelaskan bahwa internalisasi falsafah lokal menjadi ruh utama dari gerakan keagamaan ini. "Alasan kami menitikberatkan pada *Maja Labo Dahu* karena semboyan ini memiliki kedalaman makna filosofis yang berkaitan erat dengan tatanan kehidupan kita sebagai warga Bima, sekaligus menjadi ikon moral untuk masa depan nanti," tambahnya.

Meski berakhir dengan kesuksesan yang menuai apresiasi, jalannya kegiatan ini bukan tanpa hambatan. Panitia sempat dihadapkan pada tantangan manajemen waktu akibat benturan berbagai macam kesibukan internal para anggota. Namun, kendala tersebut berhasil dielementasi secara adaptif melalui kolaborasi yang solid dan integratif. Mahasiswa KKN UM Bima tidak berjalan sendiri; mereka berhasil membangun sinergi lintas elemen dengan merangkul masyarakat lokal, Remaja Masjid Baburahman, serta pemuda dari Karang Taruna Kelurahan Penana'e.


Melalui kolaborasi inklusif di Masjid Baburahman Wenggo ini, benih-benih peradaban yang islami telah ditanamkan. Festival ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial musiman, melainkan mampu menjadi katalisator lahirnya generasi masa depan Bima yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga luhur secara spiritual dan teguh memegang teguh kearifan lokal.

~Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin - Wartawati MDG

SMAN 2 KOTA BIMA GELAR IMTAQ JUMAT PAGI DI MASJID NURUL IMAN


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id. — Dalam upaya berkelanjutan untuk membentuk karakter dan akhlak mulia seluruh murid, SMA Negeri 2 Kota Bima menggelar kegiatan Iman dan Taqwa (Imtaq) rutin pada Jumat pagi . Kegiatan religius ini berpusat di Masjid Nurul Iman lingkungan sekolah setempat dan diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan khidmat.


Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan zikir dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian Kuliah Tujuh Menit (Kultum) yang disampaikan oleh perwakilan siswi kelas XI’1, Indriani. Dalam ceramah singkatnya yang mengangkat tema "Makna Ramadan sebagai Bulan Perubahan", Indriani mengajak rekan-rekannya untuk merefleksikan nilai-nilai Ramadhan sebagai momentum transformasi diri ke arah yang lebih positif, baik dalam ibadah maupun perilaku sehari-hari.



Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kota Bima yang diwakili oleh Pembina Imtaq, Afrudin, M.Pd., memberikan arahan strategis terkait pengembangan diri siswa. Dalam sambutannya, Afrudin menekankan pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama seorang pelajar.

"Disiplin bukan hanya soal menaati aturan sekolah, tetapi modal utama untuk membentuk masa depan. Selain itu, kita juga harus menginternalisasi 8 profil lulusan dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dalam kehidupan sehari-hari," ujar Afrudin di hadapan ratusan murid.

Lebih lanjut, Afrudin menguraikan beberapa poin penting selain dari 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat di antaranya:

• Menjaga Kebersihan: Mengingat kebersihan adalah sebagian dari iman, kebersihan lingkungan sekolah harus dijaga bersama.

• Menjaga Silaturahmi & Sopan Santun: Menumbuhkan rasa saling menghormati antara siswa, guru, dan staf.

• Menjaga Keamanan & Ketertiban: Menciptakan situasi sekolah yang kondusif agar proses belajar mengajar berjalan dengan aman dan nyaman.


Pihak sekolah berharap kegiatan Imtaq rutin ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan mampu melahirkan lingkungan belajar yang harmonis serta mencetak murid yang cerdas secara intelektual dan luhur secara spiritual. (Sekjend MDG)

Pemprov NTB Perkuat Pengawasan MBG, SPPG Tak Patuh Akan Dievaluasi


Mataram, Media Dinamika Global – Menjelang dimulainya kembali operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat pada Senin (20/7), Pemerintah Provinsi NTB memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program guna memastikan tata kelola berjalan sesuai ketentuan, kualitas gizi terjaga, serta rantai pasok pangan semakin berpihak kepada petani dan peternak lokal.

Kebijakan tersebut disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Khalik, di Mataram, Ahad (19/7/26).

Menurut Pria yang akrab disapa Aka ini, Bapak Gubernur menyambut baik langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang melakukan penyempurnaan tata kelola sebelum operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kembali berjalan. Dan  SPPG di NTB pasti akan taat azas, sehingga perbaikan tersebut diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program sekaligus memastikan manfaat MBG benar-benar diterima oleh masyarakat sesuai tujuan yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

"Bapak Gubernur juga memandang penyempurnaan tata kelola ini sebagai langkah positif. Program sebesar MBG harus dibangun di atas tata kelola yang baik agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh penerima manfaat, sekaligus memberi dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Aka.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB telah meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat pengawasan melalui perangkat daerah terkait dan satuan tugas (Satgas) yang telah dibentuk. Pengawasan dilakukan mulai dari kualitas bahan pangan, pemenuhan standar gizi, proses distribusi, hingga kepatuhan setiap SPPG terhadap ketentuan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional.

Selain memastikan kualitas layanan, pengawasan juga diarahkan untuk membangun rantai pasok pangan yang lebih adil. Pemerintah daerah didorong agar kebutuhan bahan baku MBG semakin banyak melibatkan petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal sehingga manfaat ekonomi program dapat dirasakan secara lebih luas.

"Jangan sampai ada praktik yang justru mengurangi manfaat program, termasuk mencari keuntungan yang tidak wajar dari harga bahan pangan. Program ini harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi penerima manfaat sekaligus membuka ruang ekonomi bagi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal," tegas Aka.

Ia menambahkan, Gubernur NTB juga menginstruksikan agar pemerintah kabupaten dan kota tidak ragu mengambil langkah tegas terhadap SPPG yang tidak menjalankan operasional sesuai ketentuan. Apabila masih ditemukan pelanggaran yang dapat diperbaiki, pembinaan harus menjadi langkah pertama. Namun apabila pelanggaran terus berulang dan tidak menunjukkan perbaikan, pemerintah daerah diminta segera melaporkannya kepada Badan Gizi Nasional untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut.

"Kalau masih bisa dibina, lakukan pembinaan. Tetapi kalau tetap tidak mematuhi ketentuan, laporkan kepada Badan Gizi Nasional agar dilakukan evaluasi. Jika memang tidak layak lagi beroperasi, pemerintah daerah dapat mengusulkan penghentian operasional sesuai mekanisme yang berlaku," katanya.

Aka menambahkan, usulan penyempurnaan tata kelola tersebut merupakan bagian dari masukan yang telah disampaikan Asosiasi SPPG kepada pemerintah pusat dan saat ini tengah ditindaklanjuti oleh Badan Gizi Nasional. Pemerintah berharap, setelah proses penyempurnaan selesai, seluruh SPPG yang beroperasi benar-benar memenuhi standar pelayanan, tata kelola, dan akuntabilitas yang telah ditetapkan.

Pemerintah Provinsi NTB optimistis Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjadi instrumen peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga penggerak ekonomi daerah melalui penguatan rantai pasok pangan lokal. Dengan pengawasan yang lebih ketat, tata kelola yang semakin baik, serta sinergi pemerintah pusat dan daerah, MBG diharapkan berjalan lebih berkualitas, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.

Redaksi |

MPLS SMAN 2 KOTA BIMA RESMI DITUTUP


KOTA BIMA, Media Dinamika Global.id. – Rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran baru 2026/2027 di SMAN 2 Kota Bima resmi ditutup dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Aula SMAN 2 Kota Bima. Acara penutupan dihadiri oleh dewan guru, panitia MPLS, pengurus OSIS, serta seluruh peserta MPLS.

Ketua Panitia MPLS, Sukardin, S.Pd, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan MPLS tahun ini diikuti oleh 248 Murid baru. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, aman, dan tertib berkat sinergi yang baik antara panitia, guru pendamping, serta kakak-kakak OSIS yang bertugas sebagai pendamping gugus.


"Alhamdulillah, pelaksanaan MPLS tahun ini berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh panitia, guru pendamping, dan pendamping gugus dari OSIS yang telah mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung," ujar Sukardin.


Pada kesempatan tersebut, panitia juga mengumumkan tiga peserta terbaik dan gugus terbaik selama pelaksanaan MPLS berdasarkan aspek kedisiplinan, keaktifan, sikap, serta partisipasi dalam setiap kegiatan. Peserta terbaik tersebut adalah:

• Terbaik I: Muhammad Firmansyah 

• Terbaik II: Mutia Aura Putri 

• Terbaik III: Yayan Putra

Adapun gugus terbaik adalah:

- Terbaik I : Gugus 6

- Terbaik II : Gugus 7 dan 

- Terbaik III : Gugus I


Sementara itu, Kepala SMAN 2 Kota Bima yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Abdul Gani, S.Pd, menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia atas dedikasi dan kerja keras sehingga seluruh rangkaian MPLS dapat terlaksana dengan baik.


Dalam sambutannya, Abdul Gani mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan MPLS dan secara resmi menjadi bagian dari keluarga besar SMAN 2 Kota Bima.


"Mulai hari ini kalian resmi menjadi murid SMAN 2 Kota Bima. Karena itu, patuhilah seluruh tata tertib sekolah, jagalah nama baik almamater di mana pun berada, dan teruslah mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler," pesannya.

Ia juga berharap para murid baru mampu menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, berintegritas, serta memiliki semangat belajar yang tinggi sehingga mampu membawa nama baik sekolah di berbagai ajang kompetisi.


Mengakhiri sambutannya, Abdul Gani, S.Pd secara resmi menutup kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 2 Kota Bima. Penutupan tersebut menjadi penanda berakhirnya proses pengenalan lingkungan sekolah sekaligus awal perjalanan para murid baru dalam menempuh pendidikan dan mengembangkan potensi di SMAN 2 Kota Bima.(Sekjend MDG)

KEPALA SMAN 2 KOTA BIMA: FIRST IMPRESSIONS CAN INFLUENCE HOW OTHERS EVALUATE US


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Kepala SMAN 2 Kota Bima, Hj. Erot Sutianah, M.Pd, memberikan pengarahan kepada seluruh murid kelas XII di lapangan sekolah, Sabtu (18/7). Dalam kegiatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga kerapian, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai tahapan pendidikan menjelang kelulusan.

Dalam arahannya, Ibu Kepala Sekolah menyampaikan bahwa penampilan yang rapi merupakan salah satu cerminan karakter dan kedisiplinan seseorang. Menurutnya, kesan pertama sering kali terbentuk dari cara seseorang berpenampilan dan membawa diri.

"Penampilan yang rapi mencerminkan kepribadian seseorang. Kesan pertama sering kali menentukan bagaimana orang lain menilai kita. Oleh karena itu, biasakan menjaga kerapian mulai dari rambut hingga pakaian yang dikenakan setiap hari," ujarnya.


Sebagai bagian dari pembinaan kedisiplinan, sekolah turut melaksanakan penertiban rambut bagi murid laki-laki yang belum sesuai dengan tata tertib sekolah. Pemangkasan rambut dilakukan oleh ahli School's Barber Pak Muhilir, S.Pdi sebagai bentuk pembinaan agar murid senantiasa menjaga kerapian dan mematuhi aturan yang berlaku.

Selain menanamkan pentingnya budaya disiplin, Hj. Erot Sutianah, M.Pd juga mengingatkan bahwa murid kelas XII hanya menjalani proses KBM dalam semester 1 ini saja, selanjutnya akan menghadapi berbagai agenda penting pada semester 2 ke depan, mulai dari proses pembelajaran, Bulan Ramadan, Tes Kemampuan Akademik (TKA), Bimbingan Belajar, Assesmen Sumatif, hingga Ujian Sekolah. Karena itu, ia mengajak seluruh murid mempersiapkan diri sejak dini agar mampu menghadapi setiap tahapan dengan baik.

Ia juga mendorong murid untuk terus meningkatkan semangat belajar, memperkuat karakter, serta mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan positif di sekolah sebagai bekal menghadapi pendidikan tinggi maupun dunia kerja.

Selain memberikan motivasi mengenai pentingnya penampilan, Umi Kepala Sekolah juga memperkenalkan jajaran wakil kepala sekolah yang baru. Ia memperkenalkan Hadijah, S.Pd sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Muslim, S.Ag sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat (Humas).


Pada kesempatan yang sama, Umi Kepala Sekolah juga memperkenalkan ekstrakurikuler baru, yakni PODCAST DAN JURNALIS SEKOLAH. Ekstrakurikuler tersebut dibina oleh M. Nurfajrin, S.S, yang akrab disapa Bung Faje (bfj). Kehadiran ekstrakurikuler baru ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, serta keterampilan di bidang jurnalistik dan media digital.


Melalui kegiatan pengarahan ini, SMAN 2 Kota Bima terus memperkuat budaya disiplin, membangun karakter peserta didik, serta mempersiapkan lulusan yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik, berpenampilan rapi, dan siap menghadapi tantangan di jenjang pendidikan berikutnya maupun dunia kerja.(Sekjend MDG)

Aksi Pelecehan dan Pengerusakan, Wakil Ketua DPRD Kota Bima Cederai Marwah Publik


Kota Bima - Geliat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB yang seharusnya menjadi panggung sportivitas dan prestasi, mendadak tercoreng oleh sebuah aksi yang memalukan. Sebuah rekaman video yang beredar luas di jagat maya memperlihatkan tindakan yang sangat tidak terpuji: seorang wakil Ketua DPRD Kota Bima, yang juga memegang tongkat komando sebagai Ketua  DPD Partai Golkar Kota Bima, diduga kuat melakukan perusakan fasilitas di Kantor KONI NTB dan diduga melakukan pelecahan terhadap pengurus perempuan KONI NTB. Aksi anarkis tersebut dipicu oleh ketidakpuasan atas keputusan pertandingan yang dinilai merugikan atlet daerahnya.

Membela kepentingan daerah dan memperjuangkan nasib para atlet adalah hal yang sah, bahkan wajib dilakukan oleh seorang representasi rakyat. Namun, ketika perjuangan itu diartikulasikan melalui tindakan destruktif, emosional, dan anarkis, maka esensi perjuangan itu seketika gugur. Berganti menjadi tontonan primitif yang meruntuhkan etika kepemimpinan.

Sebagai pejabat publik yang menduduki kursi nomor satu di lembaga legislatif kota Bima, figur tersebut memikul beban simbolis yang besar. DPRD bukan sekadar jabatan administratif, melainkan representasi dari marwah, wibawa, dan supremasi hukum di tingkat daerah. Ketika seorang pimpinan sidang paripurna yang biasa mengetuk palu keadilan justru menggunakan tangannya untuk merusak fasilitas umum, di sanalah kita melihat terjadinya degradasi moralitas kepemimpinan yang akut.

Bagaimana mungkin masyarakat, khususnya generasi muda, diminta untuk taat hukum dan menjaga ketertiban, jika elite politiknya sendiri mempertontonkan aksi premanisme saat keinginannya tidak terpenuhi?

Ketajaman sorotan ini menjadi berlipat ganda mengingat statusnya yang juga melekat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Bima juga sebagai Wakil ketua DPRD Kota Bima. Sebagai nakhoda partai besar yang memiliki sejarah panjang dalam pengaderan politik nasional, tindakan ini menjadi preseden buruk bagi kaderisasi internal partai. Publik tentu akan bertanya-tanya: standar etika dan kedewasaan politik macam apa yang sedang dipertontonkan oleh seorang pemimpin partai besar di daerah?

Menyampaikan protes atas hasil pertandingan olahraga adalah perkara teknis yang memiliki mekanisme hukum dan regulasi formal. Ruang-ruang sidang, surat keberatan resmi, atau melalu albitrase dan jalur diplomasi adalah instrumen yang disediakan oleh negara untuk menyelesaikan sengketa. Melompati semua prosedur itu demi memuaskan ego sektoral dengan cara-cara kekerasan adalah bentuk kemunduran berpikir yang sangat disayangkan.

Bukti visual berupa rekaman video yang kini telah dikonsumsi oleh publik tidak bisa lagi dibantah dengan retorika pembenaran apa pun. Moralitas tidak lagi menjadi standar etik, dan marwah institusi terhormat telah telanjur dicoreng oleh ketidakmampuan mengendalikan amarah.

Kejadian ini tidak boleh lewat begitu saja sebagai sekadar 'berita angin lalu'. Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Bima harus berani mengambil sikap tegas demi menyelamatkan kehormatan institusi legislatif. Begitu pula dengan internal partai yang menaunginya, harus ada evaluasi mendasar mengenai kelayakan etis seorang pemimpin.

Pemimpin adalah teladan, Jika mereka yang berada di puncak kekuasaan memilih jalan anarkisme untuk menyelesaikan masalah, maka mereka sedang meruntuhkan sendi-sendi peradaban hukum yang mereka bangun sendiri. Kasus ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pejabat publik di NTB: bahwa kekuasaan tidak pernah memberi Anda hak istimewa untuk bertindak di atas hukum.

PUKAD NTB, meminta kepada DPW Partai Golkar NTB untuk segera memanggil dan mengevaluasi DPD Partai Golkar Kota Bima yang melakukan pengerusakan fasilitas dan diduga melakukan pelecehan terhadap pengurus perempuan KONI NTB

PUKAD NTB juga akan melaporkan secara Resmi ke Polda NTB atas pengerusakan fasilitas Negara yang ada di KONI NTB dan diduga melakukan pelecehan terhadap pengurus perempuan KONI NTB.

Penulis: Firmansyah (Direktur PUKAD NTB)