Pembinaan Desain LBC STIT Sunan Giri Bima
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Beberapa hari terakhir, kegelisahan mulai menyelimuti para orang tua dan masyarakat. Isu tentang tenaga honorer yang akan dirumahkan perlahan berubah menjadi kekhawatiran kolektif: ke mana arah masa depan anak-anak mereka setelah menempuh pendidikan tinggi? Kekhawatiran ini wajar, sebab kondisi tersebut bagaikan bom waktu yang dapat menggerus niat besar perguruan tinggi sebagai industri pencetak sumber daya manusia unggul bagi bangsa dan dunia pendidikan. Ketika lapangan kerja semakin sempit dan profesi guru tak lagi menjanjikan kepastian, maka pendidikan tinggi dituntut untuk tidak hanya melahirkan ijazah, tetapi juga harapan dan jalan keluar.
Namun, kegelisahan itu tidak sepenuhnya berlaku bagi STIT Sunan Giri Bima. Kampus ini sejak awal menyadari bahwa menjadi guru bukanlah satu-satunya orientasi masa depan mahasiswa. Jauh sebelum isu perumahan honorer mencuat, STIT Sunan Giri Bima telah menganalisis secara serius kebutuhan masa depan calon mahasiswa: "skill". Melalui LBC (Lascar Bima Craft), kampus ini menghadirkan sebuah alternatif nyata—pembinaan keterampilan yang terencana dan matang—agar mahasiswa memiliki bekal untuk berdiri di atas kaki sendiri. Ketika suatu saat honorer atau guru dirumahkan, mereka tidak jatuh menjadi beban, melainkan mampu menemukan jalan keluar melalui keterampilan yang telah ditempa, bahkan membuka peluang usaha di tengah keterbatasan lapangan kerja.
Memang, gedung-gedung megah yang ditampilkan pada gambar ini masih sebatas mimpi. Namun yang kami tunjukkan bukanlah kemegahan fisik, melainkan hasil nyata dari desain pembinaan dan pengembangan keterampilan mahasiswa selama masa liburan ini. Inilah fondasi yang sedang kami bangun fondasi kemandirian, kreativitas, dan keberanian untuk berusaha. Harapannya, desain dan karya yang lahir dari proses pembinaan ini kelak tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga menjelma menjadi bangunan nyata, tumbuh bersama mimpi besar STIT Sunan Giri Bima dalam mencetak generasi yang tangguh, mandiri, dan relevan dengan zamannya.(Sekjend MDG)









