Media Dinamika Global

Rabu, 15 Juli 2026

Koramil 1608-03/Sape Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026, Argentina Singkirkan Inggris 2-1


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 16 Juli 2026 – Koramil 1608-03/Sape menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris melawan Argentina pada Kamis (16/7/2026) pukul 05.05 WITA. Kegiatan berlangsung di halaman Makoramil 1608-03/Sape dan dihadiri sekitar 90 penonton.



Acara nobar tersebut dipimpin langsung oleh Danramil 1608-03/Sape, Kapten Inf Ruslin. Masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan jalannya pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dalam laga yang berlangsung sengit, Tim Nasional Argentina berhasil mengalahkan Inggris dengan skor akhir 2-1. Kemenangan tersebut mengantarkan Argentina melaju ke partai final Piala Dunia 2026.

Kegiatan nonton bareng berlangsung dalam suasana aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola dunia, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara TNI dan masyarakat di wilayah Koramil 1608-03/Sape.(Team.MDG.03)

Ketua PW IPM NTB Desak Kemenag Perkuat Pengawasan Pondok Pesantren

Ketua PW IPM NTB Masrin, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Nusa Tenggara Barat (NTB), Masrin, mendesak Kepala Kementerian Agama (Kemenag) NTB untuk memperkuat fungsi pembinaan, monitoring, dan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di pondok pesantren.

Menurut Masrin, pondok pesantren selama ini menjadi pilihan banyak orang tua di NTB untuk memberikan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, serta berlandaskan nilai-nilai agama dan akhlak mulia kepada anak-anak mereka. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus dugaan kekerasan, perundungan (bullying), hingga kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pesantren menjadi perhatian serius masyarakat.

Ia mengungkapkan, berdasarkan informasi yang disampaikan Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA) Kota Mataram dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, selama empat tahun terakhir tercatat 20 kasus kekerasan seksual. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 kasus disebut melibatkan pimpinan pondok pesantren sebagai terduga pelaku.

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian bersama dan harus disikapi secara serius oleh semua pihak. Pondok pesantren harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh santri dan santriwati,” ujar Masrin dalam keterangannya, Rabu, (15/7/26).

Masrin menegaskan, Kemenag NTB memiliki peran strategis dalam memastikan seluruh lembaga pendidikan keagamaan menjalankan sistem pendidikan yang mengedepankan perlindungan terhadap peserta didik. Karena itu, pengawasan dan evaluasi secara berkala dinilai penting untuk mencegah terjadinya berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pesantren.

Ia juga berharap seluruh pengelola pondok pesantren dapat meningkatkan komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang melanggar hak-hak anak.

“Besar harapan kami dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah NTB agar tidak ada lagi kasus kekerasan maupun perundungan di lingkungan pondok pesantren. Kepercayaan masyarakat harus tetap terjaga sehingga pesantren terus menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi berakhlak mulia, berilmu, dan berintegritas,” katanya.

Masrin menambahkan, upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan membutuhkan sinergi antara pemerintah, pengelola pesantren, orang tua, serta masyarakat agar tercipta ekosistem pendidikan yang aman dan kondusif bagi perkembangan generasi muda.

Redaksi |

Korem 162/WB Hadiri Pelantikan Pengurus GAKADA BIDOM Pulau Lombok

Pasi Intel Korem 162/WB, Mayor Inf. Wahyu Amri
saat sampaikan pesan (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Komando Resor Militer 162/Wira Bhakti (Korem 162/WB) menghadiri pelantikan Pengurus GAKADA BIDOM Pulau Lombok periode 2026–2031 yang berlangsung di Gedung Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (15/7/2026).

Pelantikan tersebut mengusung tema “GAKADA BIDOM Pulau Lombok Bersatu: Membumikan Maja Labo Dahu, Mengawal Kemajuan Daerah Lewat Ngghi Rawi Pahu”, yang mencerminkan semangat persatuan, pelestarian nilai-nilai budaya, serta komitmen dalam mendukung pembangunan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Korem 162/WB diwakili oleh Pasi Intel Korem 162/WB, Mayor Inf. Wahyu Amri. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik dan berharap kepengurusan yang baru mampu membawa organisasi menjadi lebih solid dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Semoga dengan kepengurusan yang baru ini, GAKADA BIDOM Pulau Lombok semakin memperkuat persatuan dan solidaritas, serta mampu melahirkan kader-kader terbaik yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan norma yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Wahyu Amri.

Momentum Foto bersama, (Ist/Surya)

Menurutnya, tema yang diangkat dalam pelantikan tersebut memiliki makna yang sangat mendalam. Nilai-nilai yang terkandung dalam filosofi Maja Labo Dahu dan semangat Ngghi Rawi Pahu dinilai relevan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat serta pembangunan daerah.

“Saya sangat mengapresiasi tema yang diusung. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya sarat dengan pesan moral yang penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam menjaga persatuan maupun dalam mendorong kemajuan daerah,” katanya.

Mayor Wahyu Amri juga mengajak seluruh keluarga besar GAKADA BIDOM untuk terus membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah guna menjaga stabilitas keamanan serta memperkuat persaudaraan di Provinsi NTB.

“Kami mengajak GAKADA BIDOM untuk terus bersinergi, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama menjaga NTB agar tetap aman, damai, dan kondusif,” tambahnya.

Ia berharap keberadaan GAKADA BIDOM dapat memberikan warna baru dalam upaya mewujudkan NTB yang Makmur Mendunia 

“Pertemuan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun NTB yang lebih baik agar mampu bersaing dan tidak tertinggal dari daerah-daerah lain,” pungkasnya.

Redaksi | Surya Ghempar

SDN 21 Tolomundu Terima Kunjungan Tim Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak(DP3A) Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- SDN 21 Tolomundu menerima kunjungan dari Tim Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bima sebagai bagian dari upaya memperkuat komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta ramah bagi anak.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara sekolah dan pemerintah dalam memberikan edukasi serta penguatan mengenai perlindungan hak-hak anak, pencegahan kekerasan dan perundungan (bullying), serta pentingnya menciptakan budaya sekolah yang menghargai, melindungi, dan mendukung tumbuh kembang setiap peserta didik.


Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bima atas kunjungan, arahan, dan edukasi yang telah diberikan. Semoga kerja sama ini terus terjalin dengan baik demi mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, ramah anak, dan mendukung terbentuknya generasi yang berkarakter, berprestasi, serta terlindungi.(Sekjend MDG)

GAKADA BIDOM Resmi Dilantik, Ketua Siap Kawal Kemajuan Daerah dan Perkuat Persatuan

Dewan Pengawas saat Lantik Pengurus GAKADA BIDOM,
Periode 2026-2031, (Ist/ Surya)

Mataram, Media Dinamika Global - Gabungan Kawula Muda Bima-Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok resmi melantik jajaran pengurus baru periode 2025–2031 dalam prosesi yang berlangsung khidmat di Gedung Museum Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (15/7/2026).

Pelantikan yang mengusung tema “GAKADA BIDOM Pulau Lombok Bersatu: Membumikan Maja Labo Dahu, Mengawal Kemajuan Daerah Lewat Ngghi Rawi Pahu” dipimpin langsung oleh Dewan Pengawas GAKADA BIDOM Pulau Lombok, Assoc. Prof. Junaidin, M.Pd.

Dalam pelantikan tersebut, Arif Kurniadin, S.Pd., S.H. dikukuhkan sebagai Ketua Umum, didampingi Adnan, S.Sos. sebagai Sekretaris dan Muhmud sebagai Bendahara, bersama sejumlah kepala bidang serta anggota pengurus lainnya.

Momentum pelantikan ini menjadi tonggak baru sekaligus estafet kepemimpinan organisasi dalam melanjutkan visi dan misi GAKADA BIDOM selama enam tahun ke depan.

Dalam sambutannya, Assoc. Prof. Junaidin menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin maju, solid, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Selamat kepada Ketua Umum dan seluruh jajaran pengurus GAKADA BIDOM Pulau Lombok yang telah resmi dilantik. Jalankan amanah ini sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian,” ujarnya.

Menurutnya, GAKADA BIDOM Pulau Lombok memiliki peran strategis sebagai wadah pemersatu generasi muda Bima dan Dompu yang berada di Pulau Lombok. Karena itu, organisasi tersebut diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat serta berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

“Semoga dengan kepengurusan yang baru ini, GAKADA BIDOM semakin solid dan menjadi organisasi yang mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya warga NTB,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum GAKADA BIDOM Pulau Lombok yang baru dilantik, Arif Kurniadin, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para pembina, penasihat, alumni, serta seluruh anggota yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut.

Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta membangun organisasi yang lebih progresif, inklusif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Amanah ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Bersama seluruh pengurus, kami siap bekerja dan membawa GAKADA BIDOM menjadi lebih baik dari sebelumnya,” tegas Arif.

Kegiatan pelantikan turut dihadiri sejumlah tamu undangan dari berbagai unsur, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi NTB melalui Kesbangpol NTB, Polda NTB yang diwakili KBO Binmas Polda NTB Rudy Kurniawan, Korem 162/Wira Bhakti yang diwakili Mayor Inf. Wahyu Amri, Rukun Keluarga Bima (RKB), para pembina, penasihat, alumni GAKADA BIDOM Pulau Lombok, organisasi kepemudaan (OKP), aktivis, serta mahasiswa.

Redaksi |

Babinsa Desa Rai Oi Gelar Patroli Siskamling, Imbau Warga Jaga Keamanan Lingkungan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 15 Juli 2026 – Babinsa Desa Rai Oi, Serka Sahlan bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Siskamling pada Rabu (15/7/2026) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 Wita tersebut bertujuan untuk memantau situasi keamanan wilayah serta mengantisipasi perkembangan situasi di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli melibatkan dua personel Koramil, dua aparat desa, dan lima orang warga masyarakat. Sasaran patroli meliputi kawasan permukiman warga serta lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan personel Koramil menuju Desa Rai Oi pada pukul 20.05 Wita. Sepuluh menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi keamanan wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan masing-masing. Warga juga diminta menghindari perselisihan yang berpotensi menimbulkan pertengkaran, terutama yang dipicu oleh konsumsi minuman keras di kalangan remaja dan pemuda.


Selain itu, masyarakat diingatkan untuk selalu tertib dalam berlalu lintas dan tidak mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Pada pukul 21.10 Wita, patroli dilanjutkan dengan pemantauan di wilayah desa binaan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 21.15 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Melalui kegiatan patroli siskamling ini, Koramil 1608-03/Sape berharap sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjalin guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman serta kondusif di wilayah Kecamatan Sape dan sekitarnya.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Kegiatan Kongkow-Kongkow, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 15 Juli 2026 – Personel Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus meningkatkan pembinaan teritorial melalui kegiatan kongkow-kongkow bersama masyarakat di desa binaan pada Rabu (15/7/2026) malam. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat komunikasi dengan warga sekaligus memberikan edukasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Serka Abdul Hafit melaksanakan kegiatan bersama warga pada pukul 19.15 WITA. Dalam kesempatan itu, ia mengimbau para orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak, khususnya yang masih berstatus pelajar. Menurutnya, maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba menjadi ancaman serius bagi generasi muda sehingga diperlukan peran aktif keluarga dan masyarakat untuk melakukan pengawasan. Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada RT/RW maupun Babinsa apabila menemukan potensi permasalahan di lingkungan.

Sementara itu, di Desa Sangia, Sertu Syaifullah menggelar kegiatan serupa pada pukul 19.45 WITA. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Warga diimbau segera melaporkan kepada Babinsa atau aparat setempat apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Pada pukul 20.00 WITA, Serka Ridwan melaksanakan patroli sekaligus kegiatan kongkow-kongkow bersama warga Desa Sumi, Kecamatan Lambu. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif dan menghindari tindakan main hakim sendiri apabila terjadi permasalahan. Menurutnya, setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui jalur hukum dengan melaporkannya kepada pihak berwenang agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.



Di Desa Rai Oi, Serka Sahlan melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow pada pukul 20.30 WITA. Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak warga, khususnya generasi muda, untuk menjaga keamanan lingkungan serta menjauhi penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif lainnya yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam membina wilayah dan menjaga stabilitas keamanan di desa binaan.

Melalui kegiatan kongkow-kongkow yang rutin dilaksanakan, Babinsa Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin komunikasi yang semakin erat dengan masyarakat sehingga berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini melalui sinergi antara aparat dan warga.(Team.MDG.03)

Kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) MPLS Tahun Ajaran 2026/2027


Kota Bima Media Dinamika Global.id.-- SDN 21 Tolomundu menerima kunjungan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) bersama Pengawas Pembina, Ibu Vivi Sumanti, M.Pd.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, berorientasi pada pembentukan karakter, serta menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, inklusif, edukatif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik baru, rabu 15 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, tim Monev meninjau secara langsung berbagai rangkaian kegiatan MPLS, memberikan arahan, masukan, serta apresiasi kepada seluruh panitia, kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan atas komitmen dalam menyelenggarakan MPLS yang berkualitas.


Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Dikpora dan Pengawas Pembina, Ibu Vivi Sumanti, M.Pd. atas kunjungan, pembinaan, serta motivasi yang diberikan. Semoga hasil monitoring dan evaluasi ini menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan di SDN 21 Tolomundu demi mewujudkan peserta didik yang berkarakter, dan berprestasi.(Sekjend MDG)

Gubernur Lampung Dorong KUPS Lampung Naik Kelas Melalui Skema Blended Finance Berkelanjutan.

Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan kelembagaan dan produktivitas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) agar mampu berkembang menjadi usaha yang mandiri, bankable, dan berdaya saing melalui penerapan skema pembiayaan campuran (blended finance) berkelanjutan. Langkah ini diyakini menjadi solusi untuk memperluas akses permodalan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

"Gagasan utama dari proyek ini adalah mentransformasi pengelolaan hutan yang selama ini bersifat subsisten menjadi unit-unit usaha yang bankable dan kompetitif. Pemerintah Provinsi Lampung juga mengarahkan Dinas Kehutanan beserta seluruh KPH untuk mengawal pelaksanaan program agar berjalan sesuai rencana dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," demikian sambutan tertulis Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Yanyan Ruchyansyah.

Hal tersebut disampaikan dalam Kick Off Meeting Proyek Penguatan Kelembagaan dan Produktivitas KUPS di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran melalui Skema Pembiayaan Campuran (Blended Finance) Berkelanjutan di Hotel Golden Tulip, Bandar Lampung, Rabu (15/7/2026). Kegiatan dihadiri Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), pemerintah daerah, akademisi, mitra pembangunan, serta kelompok perhutanan sosial.

Proyek tersebut merupakan bagian dari inisiatif nasional Enhancing Community Capacity and Initiating Blended Finance for Social Forestry Enterprises yang merupakan kolaborasi Kementerian Kehutanan, BPDLH, Global Green Growth Institute (GGGI), serta didukung Pemerintah Inggris melalui UK FCDO.

Di Provinsi Lampung, program dijalankan oleh Perkumpulan Watala bersama Yayasan Angin Dampak Jaya berdasarkan grant agreement yang ditandatangani pada 22 April 2026. Pelaksanaannya berlangsung selama 10 bulan, mulai Mei 2026 hingga Februari 2027, dengan lokasi di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra pembangunan yang telah mempercayai Lampung sebagai salah satu daerah percontohan penerapan skema blended finance.

Menurutnya, proyek tersebut dirancang untuk menjawab persoalan utama yang selama ini dihadapi Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan KUPS, yakni keterbatasan akses permodalan, kapasitas usaha, serta penguatan kelembagaan.

Empat fokus utama intervensi yang dijalankan meliputi penguatan kelembagaan KPS dan KUPS melalui digitalisasi, peningkatan produktivitas kawasan dengan sistem agroforestri, peningkatan kapasitas usaha dan akses pembiayaan, serta pengembangan kawasan terpadu (Integrated Area Development).

Gubernur juga meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran memberikan dukungan penuh melalui koordinasi lintas sektor serta fasilitasi di tingkat tapak agar implementasi program berjalan optimal.

Selain itu, kelompok usaha perhutanan sosial didorong memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah produk, hingga mampu mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan, baik perbankan maupun nonperbankan.

Direktur Penyaluran Dana BPDLH Kementerian Keuangan Damayanti Ratunanda mengatakan Lampung menjadi salah satu daerah yang memperoleh perhatian khusus karena dinilai aktif memanfaatkan berbagai skema pendanaan lingkungan.

Ia menjelaskan BPDLH tidak hanya menyalurkan hibah, tetapi juga menyediakan dana bergulir yang dapat dimanfaatkan kelompok perhutanan sosial. Jaminan pembiayaan tersebut bahkan dapat berupa tegakan pohon sepanjang usaha yang dijalankan berbasis agroforestri.

Menurut Damayanti, proyek blended finance akan membangun ekosistem usaha yang utuh, mulai dari penguatan kelembagaan, pencatatan usaha, peningkatan kapasitas produksi hingga mempertemukan kelompok tani dengan calon pembeli (offtaker).

BPDLH juga menyiapkan sekolah lapang kakao di Lampung Timur untuk mencetak petani muda yang mampu menghasilkan bibit unggul, meningkatkan produktivitas, sekaligus memperkuat hilirisasi komoditas kakao.

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Catur Endah Prasetiani mengatakan Lampung menjadi satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang dipilih sebagai lokasi penerapan model pembiayaan tersebut.

Menurut Catur, program tersebut menjadi tahapan penting karena pemerintah tidak lagi hanya memberikan akses kelola kawasan hutan, tetapi mulai membangun sistem pembiayaan, hilirisasi, dan pemasaran agar KUPS benar-benar mandiri.

Hingga Juni 2026, di Provinsi Lampung telah diterbitkan 481 Surat Keputusan Perhutanan Sosial dengan luas mencapai 248.317 hektare yang dikelola oleh 90.197 kepala keluarga.

Secara nasional, program perhutanan sosial telah menjangkau 8,3 juta hektare bagi sekitar 1,4 juta kepala keluarga melalui 16.771 kelompok perhutanan sosial.

Catur menjelaskan Lampung juga telah memiliki dua dokumen Integrated Area Development (IAD), yakni di Kabupaten Lampung Selatan dan Pesawaran. Dokumen tersebut menjadi dasar sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, lembaga keuangan, dan masyarakat dalam mengembangkan komoditas unggulan berbasis perhutanan sosial.

Komoditas yang diprioritaskan antara lain kopi, kakao, pala, kemiri, serta berbagai hasil hutan bukan kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpeluang memasuki pasar ekspor.

Ia menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari peningkatan produksi, tetapi juga kemampuan kelompok membangun kelembagaan yang kuat, menjaga kelestarian hutan, serta menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar.

Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Kehutanan, pendapatan masyarakat yang tergabung dalam program perhutanan sosial mampu meningkat hingga dua sampai tiga kali lipat ketika didukung penguatan usaha, akses pembiayaan, dan pemasaran yang berkelanjutan.

Melalui sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten, lembaga keuangan, dunia usaha, dan mitra pembangunan, skema blended finance diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Keberhasilan proyek ini diharapkan menjadi model yang dapat direplikasi di daerah lain serta memberikan manfaat nyata berupa peningkatan pendapatan, terbukanya akses pembiayaan, terciptanya lapangan usaha baru, dan meningkatnya kesejahteraan masyarakat Lampung. ( Fs/Red) 

Gagal Kabur, Satresnarkoba Polres Tulang Bawang Ringkus Bandar Sabu Di Jalintim, Barang Bukti Siap Edar Di Amankan.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Upaya peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Kabupaten Tulang Bawang kembali diputus mata rantainya. Tim Satresnarkoba Polres Tulang Bawang berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial AR (32), yang tertangkap tangan membawa narkotika jenis sabu di pinggir Jalan Lintas Timur (Jalintim), Kecamatan Banjar Agung, pada Senin malam 13 Juli 2026.

Tersangka AR, warga Banjar Agung, tak berkutik saat petugas yang tengah melakukan patroli hunting memergokinya tengah bertingkah mencurigakan di atas sepeda motor Honda Beat Street berwarna coklat. Saat hendak melarikan diri, petugas sigap melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti berupa narkotika yang disembunyikan di dalam kantong celana serta di dalam jok motor.

Kapolres Tulang Bawang, AKBP Yuliansyah, S.I.K., M.H., melalui Kasat Narkoba Iptu Jhoni Apriwansyah, S.H, Dalam keterangan resminya, menegaskan komitmen Polri untuk tidak memberikan ruang sedikit pun bagi pelaku kejahatan narkoba.

"Kami tidak akan pernah memberikan toleransi terhadap peredaran narkoba yang merusak generasi muda di Kabupaten Tulang Bawang. Penangkapan ini adalah wujud nyata komitmen kami dalam memberantas tuntas jaringan narkotika hingga ke akar-akarnya. Kami memastikan proses hukum terhadap pelaku akan berjalan tegas dan transparan," ujar Iptu Jhoni Apriwansyah, S.H, Polres Tulang Bawang saat memberikan keterangan pers.

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan total berat bruto 2,66 gram sabu yang dikemas dalam 13 bungkus klip kecil, sebuah kotak hitam tempat penyimpanan, serta barang bukti pendukung lainnya termasuk unit sepeda motor dan telepon seluler milik tersangka.

Saat ini, tersangka AR telah diamankan di kantor Satresnarkoba Polres Tulang Bawang untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polisi kini tengah melakukan pengembangan lebih dalam guna memburu jaringan atau bandar besar yang memasok barang haram tersebut kepada tersangka.

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, Sub Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Jo. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus bersinergi dengan Polri dengan memberikan informasi sekecil apa pun terkait peredaran narkoba. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang peduli terhadap lingkungan yang bersih dari narkotika," tutupnya
(Fs/Red)