Media Dinamika Global

Sabtu, 12 September 2026

(Gerindra) Partai Gerakan Indonesia Raya: Pemerintah Buka 25 Prodi Dokter Spesialis Baru Untuk Daerah 3T


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Pemerataan layanan kesehatan harus dirasakan seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemerintah membuka 25 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit dengan memprioritaskan putra-putri daerah. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis sekaligus memastikan lulusan kembali mengabdi dan memperkuat layanan kesehatan di daerah.

Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemenuhan dan pemerataan tenaga medis di Indonesia. Hambatan regulasi yang sebelumnya memperlambat perluasan pendidikan spesialis juga didorong untuk diselesaikan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. 

Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mendukung setiap kebijakan yang menghadirkan keberpihakan nyata kepada rakyat. Karena Indonesia yang kuat bukan hanya membangun fasilitas kesehatan, tetapi juga memastikan tenaga medis terbaik hadir hingga ke pelosok negeri.(Sekjend MDG)

Situs Wadu Pa'a Memiliki Sejarah Nilai-nilai Penting Bagi Masyarakat Kabupaten Bima


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Situs Wadu Pa’a merupakan salah satu peninggalan sejarah yang memiliki nilai penting bagi Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Situs ini bukan sekadar tempat wisata, tetapi merupakan bagian dari jejak sejarah dan warisan budaya yang seharusnya dijaga, dirawat, dikembangkan, serta diperkenalkan kepada generasi hari ini dan generasi yang akan datang.

Namun sangat disayangkan, potensi besar tersebut hingga hari ini belum mendapatkan perhatian yang seharusnya. Kondisi destinasi yang terkesan terbengkalai, minimnya fasilitas pendukung, kurangnya promosi, serta rendahnya perhatian terhadap pengelolaan kawasan membuat Wadu Pa’a semakin jauh dari harapan untuk menjadi salah satu destinasi wisata sejarah unggulan di NTB.

Pertanyaannya kemudian sederhana tetapi sangat mendasar:

Di mana peran dan tanggung jawab Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bima?

Jika Wadu Pa’a memang masuk dalam perhatian dan program pemerintah melalui sektor kebudayaan dan pariwisata, maka masyarakat berhak mempertanyakan sejauh mana langkah nyata yang telah dilakukan. Jangan sampai situs sejarah hanya ramai dibicarakan ketika ada agenda, program, atau seremoni, tetapi setelah itu kembali dibiarkan menghadapi persoalannya sendiri.

Warisan sejarah tidak cukup hanya dicatat dalam daftar. Warisan sejarah harus dirawat, dilindungi, dan dihidupkan.

Pemerintah tidak boleh berhenti pada pengakuan bahwa Wadu Pa’a memiliki potensi wisata dan nilai sejarah. Pengakuan tanpa tindakan nyata pada akhirnya hanya menjadi slogan. Sebab, potensi sebesar apa pun tidak akan memberikan manfaat bagi masyarakat apabila tidak dikelola secara serius, profesional, dan berkelanjutan.

Lebih ironis lagi, ketika pemerintah terus berbicara tentang pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, pelestarian budaya, dan peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi pada saat yang sama terdapat situs bersejarah yang justru mengalami stagnasi dan kehilangan daya tarik.

Lalu untuk siapa pembangunan pariwisata itu dilakukan?

Masyarakat membutuhkan bukti, bukan sekadar janji. Mereka membutuhkan fasilitas yang layak, akses yang baik, kebersihan kawasan, informasi sejarah yang jelas, promosi yang konsisten, serta strategi pengelolaan yang mampu menjadikan Wadu Pa’a sebagai destinasi yang hidup dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pemerintah Kabupaten Bima, khususnya dinas yang memiliki kewenangan di bidang kebudayaan dan pariwisata, harus berani melakukan evaluasi secara terbuka.

Jangan biarkan Wadu Pa’a menjadi monumen dari kelalaian pemerintah dalam menjaga warisan sejarahnya sendiri.

Sebab ketika sebuah situs sejarah rusak dan ditinggalkan, yang hilang bukan hanya bangunan atau batu-batu peninggalan masa lalu. Yang ikut hilang adalah identitas, pengetahuan, dan memori sejarah sebuah daerah.

Kami mempertanyakan bukan untuk menjatuhkan pemerintah. Kami mempertanyakan karena ada tanggung jawab publik yang harus dijalankan.

Jika Wadu Pa’a benar-benar dianggap penting, maka tunjukkan keseriusan itu melalui tindakan nyata.

Jangan hanya memasukkannya ke dalam daftar destinasi wisata.

Jadikan ia destinasi yang benar-benar diperhatikan.

Jangan hanya berbicara tentang pelestarian budaya.

Buktikan dengan pemeliharaan dan perlindungan yang nyata.

Jangan hanya menunggu wisatawan datang.

Bangun dan promosikan destinasi tersebut agar layak untuk dikunjungi.

Dan jangan sampai masyarakat terus bertanya:

“Kalau bukan pemerintah yang menjaga warisan sejarah ini, lalu siapa?”

Wadu Pa’a adalah warisan sejarah Bima. Ia bukan milik satu kelompok, bukan milik satu generasi, dan bukan sekadar objek wisata. Ia adalah bagian dari identitas daerah yang harus dipertanggungjawabkan keberadaannya.

Pemerintah memiliki kewenangan, anggaran, dan tanggung jawab. Maka masyarakat berhak menuntut keterbukaan, keseriusan, dan kerja nyata.

Rawat sejarahnya. Hidupkan wisatanya. Libatkan masyarakatnya. Dan jangan biarkan Wadu Pa’a mati perlahan karena ketidak pedulian.(Sekjend MDG)

Pramuka SMPN 2 Sape Kembali Aktif Setelah Vakum Dua Tahun

SAPE.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— Setelah sempat vakum selama hampir dua tahun, kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMP Negeri 2 Sape, Kabupaten Bima, kembali dilaksanakan pada Sabtu (12/9/2026).



Kegiatan perdana tersebut berlangsung dengan kolaborasi antara Pembina Pramuka SMP Negeri 2 Sape dan Pembina Pramuka Senior SMP Negeri 5 Sape, Sarifudin, S.Pd. Dalam kesempatan itu, Sarifudin memberikan materi mengenai bendera semaphore serta tata cara penggunaannya.

Semaphore merupakan salah satu metode komunikasi visual yang menggunakan dua buah bendera untuk menyampaikan pesan atau isyarat dari jarak jauh. Materi tersebut menjadi pengenalan awal bagi peserta didik dalam mempelajari keterampilan kepramukaan.

Pihak SMP Negeri 2 Sape menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pembina Pramuka Senior, Kak Sarif Pua, beserta adik-adik Pramuka SMP Negeri 5 Sape yang telah berkunjung untuk berbagi ilmu dan pengalaman kepramukaan.

Kembali aktifnya kegiatan Pramuka diharapkan dapat menjadi momentum untuk meningkatkan semangat peserta didik dalam mengikuti kegiatan kepramukaan sekaligus membentuk karakter disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil Sape Gelar Patroli Siskamling, Ingatkan Warga Jaga Kamtibmas


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id– Babinsa Desa Lambu, Serka Bambang bersama satu anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Desa Rato, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Sabtu (12/9/2026) malam.


Patroli yang melibatkan dua anggota Koramil, empat aparat desa dan enam warga tersebut menyasar pemukiman serta tempat tongkrongan anak muda. Kegiatan dilakukan untuk memantau situasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Lambu.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Koramil mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, menghindari perselisihan serta tidak mengonsumsi minuman keras yang dapat memicu perkelahian.

Warga, khususnya kalangan muda, juga diingatkan untuk tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Patroli berakhir sekitar pukul 21.25 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Kongkow-Kongkow Bersama Warga, Jaga Kamtibmas


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id– Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sejumlah Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga di sejumlah desa binaan, Sabtu (12/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keamanan lingkungan masing-masing.

Di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Babinsa Serda Aladin melaksanakan patroli bersama tokoh pemuda dan tokoh agama. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dalam menciptakan situasi yang aman, tertib dan kondusif.




Sementara itu, Sertu Jafar, Babinsa Desa Melayu, Kecamatan Lambu, melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 20.45 WITA. Ia mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sertu Jafar juga mengingatkan warga agar setiap persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat segera dilaporkan kepada aparat terkait. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih besar.

Kegiatan serupa dilakukan Sertu Syarif Hidayat, Babinsa Desa Naru, Kecamatan Sape, sekitar pukul 21.00 WITA. Dalam patroli tersebut, ia mengajak warga meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kalangan remaja. Babinsa mengingatkan agar anak-anak muda tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif, seperti minuman keras, narkoba dan perilaku lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, Serka Sahlan, Babinsa Desa Lanta Barat dari Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, turut melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Sahlan memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kamtibmas. Ia juga mengajak warga untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk melaksanakan pemantauan atau patroli lingkungan pada malam hari guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan, seperti penyalahgunaan narkoba dan pencurian.

Para Babinsa juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara masyarakat dengan aparat keamanan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan persoalan atau potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

Melalui kegiatan kongkow-kongkow tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap tercipta hubungan yang semakin erat antara Babinsa dan masyarakat sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing.(Team.MDG.03)

Ratusan Peserta Pawai Semarakkan Menjelang Pembukaan STQ Ke-XXXIX Tingkat Kecamatan Wawo

BIMA,Mediadinamikaglobal.id — Suasana Kecamatan Wawo tampak meriah dan penuh semangat dengan diadakannya pawai besar-besaran menjelang pembukaan Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Ke-XXXIX Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema "Menebar Cahaya Al-Qur'an dalam Harmoni Menuju BIMA Bermartabat". Sabtu (12/9/2026) 

Pawai dilepas dan dimulai pada pukul 15.00 Wita, berangkat dari MTsN 1 Bima dan berjalan tertib sepanjang rute hingga finis di Gedung Lengge Na'e, Kecamatan Wawo. Ratusan peserta yang berasal dari berbagai unsur — instansi pemerintahan, lembaga pendidikan, hingga organisasi keagamaan se-Kecamatan Wawo — berbaris dengan penuh khidmat dan semangat. Kemeriahan pawai semakin terasa diiringi penampilan drumband MTsN 1 Wawo yang memukau sepanjang perjalanan.

Sesampainya di garis finis, peserta disambut langsung oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos, yang didampingi oleh Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo Ismail, S. Pd, Kapolsek Wawo Iptu Iksan, SH, Ketua Panitia H. Burhanudin, M. Si, Ketua PKK Kec. Wawo Ny. Samsuryati,A.Md.Keb, Pengawas Sumardin, M. Si, Abdul Haris, S. Sos Mitra Pengelola SPPG Harumi, Kupt PU Kec. Wawo, beserta seluruh anggota panitia. Kehadiran para pejabat dan panitia memberikan semangat tersendiri bagi seluruh peserta.

Keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung dijaga ketat oleh personel Polsek Wawo, Koramil 1608-06/Wawo, serta Satpol PP Kecamatan Wawo, sehingga pawai berjalan aman, tertib, dan lancar dari awal hingga akhir.

Kegiatan ini bukan sekadar pawai semata, melainkan bentuk nyata semangat kebersamaan dan kecintaan umat terhadap Al-Qur'an. Keikutsertaan dari berbagai instansi dan sekolah menunjukkan bahwa STQ bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur Al-Qur'an sejak dini kepada generasi muda.

Dengan tema yang diusung, seluruh elemen masyarakat berharap pelaksanaan STQ Ke-XXXIX tahun ini dapat melahirkan para qari dan qariah berbakat, sekaligus mewujudkan masyarakat Kecamatan Wawo yang semakin beriman, berilmu, dan bermartabat menuju Bima yang lebih baik.

Pembukaan STQ Ke-XXXIX Tingkat Kecamatan Wawo akan resmi dimulai di Gedung Lengge Na'e Desa Maria Kec. Wawo, dengan penuh khidmat dan antusiasme masyarakat yang luar biasa. (MDG05)  

STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Resmi Dibuka, Wakil Bupati Bima Tekankan Pentingnya Membumikan Al-Qur'an

BIMA,Mediadinamikaglobal.id— Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026 resmi dibuka pada Sabtu (12/9/2026) di Gedung Lengge Na'e, Desa Maria, Kecamatan Wawo. Acara berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy beserta rombongan turut hadir mendampingi, Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos, Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo Ismail, S. Pd, H. Kasnun Ahmad, Kapolsek Wawo Iptu Iksan, SH, Drs. H. Supratman (Mantan Sekretaris Dewan DPRD Kabupaten Bima) periode 2013-2016, serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Wawo. Hadir pula Kepala KUA Kecamatan Wawo Bunyamin, S. Ag, Kepala UPT Dinas/Instansi se-Kecamatan Wawo, Ketua MUI, PHBI, UPZ, dan Lebenae Kecamatan Wawo, para Kepala Desa dan Ketua BPD se-Kecamatan Wawo, Ketua dan Anggota Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa, para Alim Ulama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, para ofisial dan peserta dari seluruh desa, panitia pelaksana, serta hadirin dan pengunjung yang memadati lokasi acara.

Foto : Laporan Ketua Panitia
H. Burhanuddin, M. Si

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pelaksana H. Burhanuddin, M. Si, mengawali dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT serta shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada Wakil Bupati Bima serta seluruh undangan, sekaligus memohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama kegiatan berlangsung.

Foto : Pembacaan surat keputusan dan nama-nama dewan hakim, dewan hakam
dan panitera oleh M. Algazali, S. Pd
 (Sekdes Maria) 

Laporan panitia menyebutkan kegiatan ini berlandaskan Surat LPTQ Kabupaten Bima Nomor 04/LPTQ-BM/2026 dan Surat Keputusan Camat Wawo Nomor 10 Tahun 2026. STQ ini bertujuan mencari duta-duta terbaik untuk mewakili Kecamatan Wawo ke tingkat Kabupaten, sekaligus bagian dari rangkaian kegiatan STQ berjenjang hingga tingkat nasional maupun internasional.

Foto : Sesi foto bersama Wabup Bima
didampingi oleh Camat Wawo usai
 pembacaan sumpah & pelantikan
dewan hakim, dewan hakam dan panitera 

Kegiatan direncanakan berlangsung selama 5 hari, mulai 12 September hingga 17 September 2026, diikuti oleh utusan dari 9 Desa se-Kecamatan Wawo. Sebanyak 123 peserta berlaga dalam cabang Tilawatil Qur'an (72 orang), Tahfizul Qur'an (51 orang), dan Qir'at As-Sab'ah Mujawwad Dewasa.

Pembiayaan kegiatan bersumber dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bima melalui RAK Kecamatan, BAZNAS Kabupaten Bima, UPZ Kecamatan Wawo, sumbangan Kepala Desa, ASN, TNI/Polri, serta pihak-pihak lain yang tidak mengikat. H. Burhanuddin menyampaikan terima kasih khusus kepada Pemerintah Desa Maria dan seluruh warga yang bergotong royong hingga terselenggaranya kegiatan ini.

Sebelum pembukaan, dilakukan pembacaan nama Dewan Hakim, Dewan Hakam, dan Panitera oleh M. Algazali, S.Pd. (Sekdes Maria), serta pengambilan sumpah dan pelantikan yang dipimpin oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos.

Foto : Sambutan Wabup Bima
dr. H. Irfan Zubaidy yang didampingi
oleh Camat Wawo Syarifudin Bahsyar, S. Sos

Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo Tahun 2026. Ia menyampaikan bahwa STQ telah menjadi identitas keislaman masyarakat Bima, dan potensi masyarakat Bima dalam bidang keagamaan patut dibanggakan hingga ke tingkat nasional maupun internasional.

"Kita tidak hanya ingin menjadikan arena ini sebagai tempat melombakan bacaan Al-Qur'an saja, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengambil nilai-nilai dari firman Allah SWT untuk menjadi panduan hidup kita, panduan tutur kata, tingkah laku, kebijakan, pendidikan, hingga tata kelola daerah," tegasnya, menegaskan pentingnya program "Membumikan Al-Qur'an".

Ia juga menyampaikan penghargaan tinggi kepada para guru ngaji yang tanpa lelah membimbing anak-anak, meskipun seringkali tidak dikenal namanya dan tidak memiliki tunjangan. "Saya mohon kepada Camat, Kepala Desa, dan seluruh masyarakat untuk memperhatikan para guru ngaji dan TPQ kita, karena melalui jasa merekalah keberkahan di bumi Bima ini senantiasa terjaga," ucapnya.

Acara pembukaan STQ Ke-39 Tingkat Kecamatan Wawo berjalan lancar dan penuh semangat, diharapkan dapat melahirkan qari dan qariah terbaik yang akan mengharumkan nama Kecamatan Wawo di tingkat Kabupaten Bima.(MDG05)