Respon Cepat Dinkes Kota Bima Tangani Penyebaran Campak Rubella
Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bima kini mulai gencar melakukan pencegahan penyebaran Campak Rubella melalui penguatan imunisasi MR (Measles Rubella) terutama bagi anak-anak.
Dalam hal ini Kadis Kesehatan Kota Bima Ahmad. S. Sos..M.Kes menjelaskan bahwa terjadi peningkatan kasus tahun 2025 sekitar 361 orang terpapar Suspek Campak, yaitu Virus yang gejalanya menyerupai Campak, sampai pada akhir Januari dan Februari tahun 2026.
Dan setelah dilakukan pemeriksaan pengambilan sampel di laboratorium yang kemudian kita kirim ke Surabaya, Alhamdulillah hasilnya masih Negatif, ujarnya. Senin, (16/03/26)
Lebih lanjut dijelaskannya, Pasca terjadi dugaan penyebaran virus tersebut, kami langsung menggelar pertemuan bersama tim Propinsi dan Kota Bima, juga dihadiri oleh tim WHO dari Indonesia, kemudian kami mengambil langkah-langkah tindakan.
Pertama, setelah dilakukan kajian Epidemiologi, bahwa dengan penyebar luasan Campak yang begitu banyak, itu akan dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI), yaitu pemberian Vaksinasi anak yang berusia 9-59 bulan tanpa memperhatikan status Imunisasi sebelumnya.
ORI merupakan jenis Vaksin Campak yang diberi nama Measles Rubella (MR), pungkasnya
Dikatakannya lagi, Pemberian Vaksinasi tersebut dengan sasaran di Kota Bima dengan usia 9-59 bulan sebanyak, 14.343 anak, maka pemberian ORI tersebut sudah berjalan sejak 5 Maret 2026.
Mudah-mudahan dengan upaya kita memutuskan rantai penyebaran Virus tersebut melalui pemberian Vaksin ORI, kami mampu memenuhi semua target 14.343 anak, dan Alhamdulillah capaian kita hari ini sudah mencapai 20 persen, dari jumlah tersebut.
Semoga tidak terjadi kematian akibat penyebaran Virus Campak yang terjadi di Wilayah Kota Bima, mari kita doakan bersama.
Dan perlu kita ketahui bersama bahwa, sifat penyakit tersebut, dari satu anak yang terpapar, akan bisa menular hingga 10 atau lebih ke anak yang lain, yang memiliki kekebalan tubuh yang kurang.
Campak ini sendiri berasal dari Kabupaten Bima, kemudian tertular dan menyebar dengan cepat, hal ini terjadi akibat adanya akibat mobilisasi masyarakat yang begitu cepat dari Kabupaten ke Kota Bima, sehingga dari banyaknya masyarakat terdapat satu orang terkena Campak, maka yang lainnya juga yang berdekatan dengannya akan ikut terpapar oleh Virus tersebut., bahkan hingga belasan orang yang berdekatan dengannya akan ikut terpapar.
Cara penularan Virus campak dapat menyebar melalui udara, ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara, maka tetesan kecil yang mengandung virus dapat bertahan di udara selama beberapa waktu dan terhirup oleh orang lain di sekitarnya, sehingga tetesan itu akan menyebabkan orang lain tertular.
Terakhir disampaikannya, yang kedua, mudahnya penyebaran Virus Campak tersebut akibat proses Vaksinasi yang dilakukan tidak maksimal, ini sangat berpotensi meningkatnya penyebaran Campak pada anak-anak.
Dan jika para orang tua menemukan gejala berat, seperti, sesak napas, demam tinggi, kejang-kejang, atau anak terlihat sangat lemah, mengantuk terus, atau sulit dibangunkan, maka segera bawa ke Rumah Sakit, agar anak mendapatkan perawatan secara medis, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. tutupnya. (Tim)




















