Media Dinamika Global

Jumat, 02 Januari 2026

Turnamen Sepak Bola di Lapangan Manggemaci Kota Bima Gelar di Tutup : Ketua PSSI Menyampaikan Hal Ini


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Ketua PSSI Kota Bima menggelar Turnamen Sepak Bola 2025, yang berlangsung sejak 31 hingga 2 Januari 2026 di Lapangan Sepak Bola manggemaci kota bima. Turnamen ini diikuti oleh 3 klub sepak bola dari berbagai wilayah di kota bima.

Partai final sekaligus penutupan turnamen digelar pada Jumat, 2 Januari 2026, dengan mempertemukan FC melawan Pertandingan berlangsung sengit dan penuh tensi meskipun sempat diguyur hujan. Hingga waktu normal berakhir, kedua tim bermain imbang dengan skor 3–2.

Karena skor tidak berubah hingga akhir babak kedua, laga penentuan juara dilanjutkan ke babak adu penalti. Dalam babak tersebut, tampil lebih tenang dan berhasil mengalahkan dengan skor 3–2, sekaligus memastikan diri sebagai Juara 1 2026.

Ketua PSSI Kota Bima, menyampaikan bahwa Turnamen merupakan bentuk dukungan melalui Pemerintah Kota Bima dalam mendorong kegiatan positif bagi generasi muda, khususnya di bidang olahraga.

“Harapan kami dari pemerintah kota bima ini adalah agenda rutin. Semoga di tahun depan lebih meriah lagi untuk pertandingan, di mana tahun ini diikuti oleh 16 klub dari berbagai daerah di NTB yang dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola manggemaci,” kata Dae Andang.

Sementara itu, Dae Andang Ketua PSSI Kota Bima, mengapresiasi penyelenggaraan galaxy 2026. Menurutnya, turnamen seperti ini sangat penting dalam mencetak generasi muda yang berprestasi di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

“Dengan adanya turnamen Sepak bola ini, ini adalah untuk mencetak generasi kita ke depannya, sehingga prestasi di Kota Bima bisa mencapai tujuan yang kita inginkan. Untuk fasilitas yang ada, insyaallah kami akan berjuang dengan seluruh komponen yang ada, khususnya Pemerintah Kota Bima kami akan perjuangkan untuk perbaikan lapangan,” kata Dae Andang Ketua PSSI Kota Bima.(Sekjend MDG)

Putra NTB Raih Jenderal Bintang Satu dan Duduki Jabatan Strategis

Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M dan Istri, (Ist/Surya)

Jakarta, Media Dinamika Global.Id – Karier panjang Lalu Muhammad Iwan Mahardan, S.I.K., M.M. kembali mencatat tonggak penting. Perwira lulusan AKABRI 1994 itu resmi menyandang pangkat Brigadir Jenderal Polisi, setelah naik tingkat dari Perwira Menengah (Pamen) berpangkat Komisaris Besar Polisi.

Kenaikan pangkat ini menandai babak baru perjalanan pengabdian Lalu Muhammad Iwan Mahardan, sosok putra daerah Nusa Tenggara Barat, kelahiran 22 Januari 1972. Saat ini, ia dipercaya menempati posisi strategis sebagai Sekretaris Deputi (Sesdep) Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) RI sejak Maret 2025.

Jejak karier jenderal bintang satu ini terentang panjang lintas satuan dan wilayah. Pengabdian dimulai dari Korps Brimob sejak pertengahan 1990-an, dengan beragam penugasan lapangan di Kalimantan Barat. Pengalaman tersebut menempa kemampuan kepemimpinan, taktik, serta kepekaan sosial sejak usia dinas muda.

Penugasan berlanjut ke Polda Bengkulu, lalu bergulir ke Polda Metro Jaya. Sejumlah jabatan strategis pernah diemban, mulai dari Kapolsek Metro jagakarsa polrestro jaksel, kapolsek Metro kelapa Gading polrestro  jakut, Kepolsek  metro penjaringan polrestro jakut, kapolsek Metro setia budi  polrestro jaksel, Kapolres Darmasraya Polda Sumbar. Dinamika keamanan ibu kota memberi ruang inovasi sekaligus tantangan kepemimpinan dalam skala kompleks.

Level nasional pun pernah ia rasakan. Sapaan akrab Mamiq Iwan ini tercatat menjalankan tugas di Baharkam Polri, STIK Lemdiklat Polri, hingga Itwasda Polda NTB. Ia juga dipercaya menjalankan peran penting dalam agenda besar nasional dan internasional, seperti Liaison Officer ASEAN Games 2018, LO Polri KPU RI, serta pengamanan Pemilu Jepang 2019.

Deretan pendidikan dalam dan luar negeri melengkapi kompetensi perwira ini. Selain PTIK dan Sespimmen, ia mengikuti pelatihan internasional di Italia, Thailand, serta pendidikan bahasa Mandarin di Beijing. Kemampuan berbahasa Inggris, Sasak, dan Jawa turut mendukung komunikasi lintas sektor.

Sejumlah tanda jasa ikut menghiasi perjalanan dinasnya, termasuk Satyalancana Kesetiaan 8, 16, dan 24 Tahun serta Satyalancana Seroja. Semua pencapaian itu berpijak pada satu prinsip utama –integritas dalam pengabdian.

Dalam pesannya, Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan menegaskan makna profesi yang ia jalani sejak muda.

“Menjadi polisi bukan sekadar profesi, tapi jalan pengabdian untuk menjaga bangsa dengan hati,” ungkapnya usai dilantik.

Kini, melalui peran di Badan Gizi Nasional, Brigjen Pol. Lalu Muhammad Iwan Mahardan membawa semangat kolaborasi lintas sektor. Dedikasi itu diarahkan demi pelayanan publik yang lebih humanis, sekaligus memperkuat kontribusi Polri di ranah strategis nasional.

Redaksi ||

Progres Banch Pemain Lapangan Manggemaci Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Rusaknya fasilitas tempat duduk pemain menjadi perhatian khusus Ketua Pssi Kota Bima Bapak M. Tajil Arifin, SH. Dae Andang yang menjadi sapaan akrabnya, perintahkan kepada jajaran pengurus untuk segera perbaiki fasilitas penunjang lapangan manggemaci tersebut. 

Tempat duduk pemain yang awalnya berukuran 4 x 2 meter direncakan akan ditambah daya tampungnya dengan panjang 6 meter dan lebar 2,5 meter demi kenyamanan seluruh pemain saat digunakan atau kompetisi berlangsung.

Proses perbaikan Sudah memasuki hari ketiga dan akan seperti apa tampilan baru tempat duduk pemain? Kita tunggu launchingnya hari ini.

Perawatan, Perbaikan dan juga Penambahan fasilitas lapangan Manggemaci akan terus kita lakukan. Gerak cepat tegas Dae Andang pada seluruh pengurus.(Sekjend MDG)



Kamis, 01 Januari 2026

Dandim-1608/Bima Beserta Ketua Persit Kartika Cabang XXVII Bima, Kunker Ke Koramil, Ini Arahannya !


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dandim-1608/Bima Letnan Kolonel Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom, M.Sc beserta Ibu Ketua Persit Kartika Cabang XXVII Kodim-1608/Bima melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) dan silaturahmi ke Koramil-1608-01/Rasanae Kota Bima. Jum'at, (02/01/26). pukul 08.00 Wita

Dalam kunjungannya Dandim-1608/Bima Letnan Kolonel Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom, M.Sc memberikan pengarahan kepada seluruh Anggota Koramil yang dipimpin oleh Danramil Kapten Inf. Bambang Irawan beserta seluruh anggota dan pengurus Persit Ranting 02 Rasanae.

Beberapa poin penting yang disampaikannya adalah, menekankan pentingnya profesionalisme dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI, Ia juga mengapresiasi kinerja seluruh personel Koramil yang terus aktif mendukung program-program pembinaan wilayah, termasuk pendampingan masyarakat dalam kegiatan Patroli Batas Kota dan Siskamling, lebih lebih menjelang Natal dan Tahun Baru.

Dikatakannya lagi bahwa, keberadaan Koramil merupakan titik penting atau ujung tombak satuan dalam menjaga stabilitas wilayah Teritorial, maka melalui kesempatan ini saya ingin sampaikan kepada seluruh Jajaran Koramil 1608-01/Rasana'e tetaplah semangat dan teruslah berkontribusi positif bagi masyarakat, dan jika berada di tengah masyarakat, tunjukan sikap serta bangun komunikasi yang baik yang humanis,” pungkas Dandim.

Lebih lanjut disampaikannya, semoga kegiatan kunjungan kerja dan silaturahmi ini, diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi seluruh personel Koramil dan anggota Persit, apalagi ini momen Tahun Baru, maka tunjukan hal-hal baru yang tentunya bernilai positif bagi masyarakat binaan terutama bagi para Babinsa yang berhadapan dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

Karena dengan adanya komunikasi langsung antara pimpinan dan jajaran, diharapkan tercipta sinergi yang lebih baik dan solid dalam mendukung tugas-tugas TNI di wilayah.


Sekali lagi saya sangat mengapresiasi peran aktif seluruh jajaran Koramil dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah Teritorial Kota Bima, pertahankan profesionalisme dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI.

Terakhir disampaikannya, saya berharap, semoga hubungan kekeluargaan baik diluar maupun dalam organisasi terutama Ibu-ibu Persit semakin erat dan kuat, tutupnya.

Sementara Kunker Dandim-1608/Bima Letnan Kolonel Arh. Samuel Asdianto Limbongan, S.Kom, M.Sc beserta Ibu Ketua Persit Kartika Cabang XXVII Kodim-1608/Bima berjalan dalam keadaan tertib dan aman, (Koramil-01/Tim MDG).

PT AMNT Serakah Kuasai Lahan Puluhan Ribu Hektare, Aktivis Dorong Pemda Bergerak Demi Masa Depan Warganya

Lahan Dikuasi PT AMNT

Sumbawa Barat, Media Dinamika Global.Id — Ruang hidup masyarakat kabupaten Sumbawa Barat semakin ke sini semakin sempit atas keserakahan yang dilakukan  PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Hal tersebut disoroti keras oleh Aktivis pemerhati masyarakat lingkar tambang, Yuni Bourhany.

Kata Yuni, luas lahan yang dikuasai mencapai puluhan ribu hektare dalam satu wilayah pulau perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. Berdasarkan data yang ada, PT AMNT tercatat menguasai konsesi pertambangan seluas sekitar 25.000 hektare di Kabupaten Sumbawa dan sekitar 25.000 hektare di Kabupaten Sumbawa Barat.

"Wilayah tersebut mencakup sejumlah blok tambang, antara lain Blok Elang, Blok Lampui, dan Blok Rinti, yang tersebar di Kecamatan Lenangguar, Ropang, dan Lunyuk," ujar Yuni pada awak media ini. Jum'at, (02/01/25).

Menurut Yuni, konsentrasi penguasaan ruang dalam skala besar oleh satu korporasi berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam pengelolaan sumber daya alam, terutama jika tidak diimbangi dengan pengawasan yang ketat dan keterbukaan informasi kepada publik.

“Ketika satu perusahaan menguasai puluhan ribu hektare lahan di satu pulau, maka yang harus dipastikan adalah bagaimana negara dan pemerintah daerah menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan hak masyarakat atas ruang hidup,” tutur Yuni.

Lanjut Yuni, bahwa luas lahan yang lintas kabupaten dan kecamatan bukan hanya persoalan teknis perizinan, tetapi juga menyangkut keadilan pengelolaan ruang dan risiko ekologis jangka panjang.

"Semakin luas wilayah konsesi, semakin besar pula potensi dampak yang harus ditanggung masyarakat di sekitarnya," terang nya.

Yuni juga menyoroti fakta bahwa hingga kini status dan pemilahan wilayah konsesi PT AMNT masih dalam proses penataan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kondisi tersebut, kata dia, semestinya menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam memberikan dukungan terhadap aktivitas pertambangan di lapangan.

“Pemerintah Daerah seharusnya tidak pasif untuk memperjuangkan masa depan warganya. Dengan luas lahan sebesar itu, Pemda punya kewajiban memastikan batas wilayah, fungsi ruang, dan dampaknya jelas sebelum aktivitas tambang semakin meluas,” jelasnya.

Disini lain, Yuni mendorong agar Pemda membuka ruang evaluasi terhadap konsesi tambang berskala besar, termasuk memastikan kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) serta menjamin perlindungan terhadap masyarakat lingkar tambang.

“Ini bukan soal menolak tambang, tetapi memastikan penguasaan lahan tidak terkonsentrasi tanpa kontrol dan tanpa keberpihakan pada kepentingan publik,” tandasnya.

Hingga berita ini disusun, pihak PT AMNT maupun pemerintah daerah belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan atas konsentrasi konsesi pertambangan tersebut.

Redaksi ||

Anik Kartika SE Koperindag Hadiri Sekaligus Menutup Kegiatan (MIBA) LBC STIT Sunan Giri di Kalikuma Library Educamp Ule Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Pembelajaran mengasah intelektual Bersama Alam (MIBA) LBC kampus STIT Sunan Giri atau outdoor learning kini semakin populer sebagai metode yang sangat efektif untuk mengatasi kejenuhan MIBA mahasiswa - mahasiswi STIT Sunan Giri Bima di kalikuma Library & Educamp Kota Bima . Aktivitas MIBA LBC ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa STIT Sunan Giri Bima untuk berinteraksi langsung dengan alam dan lingkungan sekitar sebagai laboratorium belajar yang sangat luas. Melalui pengalaman langsung, konsep-konsep teori yang sebelumnya terasa abstrak kini dapat dipahami dengan cara yang lebih konkret dan nyata. Kamis (1 Januari 2026).

Pembelajaran Mahasiswa Mahasiswi STIT Sunan Giri di kalikuma Library dan Educamp Kota Bima tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga melatih ketangkasan fisik serta kesehatan mental anak secara menyeluruh. Mahasiswa STIT Sunan Giri Bima cenderung lebih aktif bereksplorasi dan menunjukkan rasa ingin tahu yang jauh lebih besar saat berada di lingkungan terbuka. Fokus utama dari strategi ini adalah menghubungkan materi pelajaran dengan fenomena nyata yang dapat dilihat, disentuh, dan juga dirasakan. Pendekatan ini sangat sesuai dengan karakteristik anak usia dasar yang memiliki semangat tinggi untuk bergerak dan berpetualang mencari tahu. Keberhasilan metode ini sangat ditentukan oleh perencanaan yang matang serta tujuan pembelajaran yang jelas dari sang pendamping.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Koperindag Kota Bima, Ketua STIT Sunan Giri Bima Irwan Supriadin J, M. Sos.I, Ketua yayasan hamassa uma lilmasalahati bima HJ.Aisyah, S,Pd, Adiharyanto, M.pd, pembina badan peninjau harian (BPH), M. Akbar M.pd, pembina tinjau harian, Ilyas Yasin S,ag, M. M,pd, Hermawansyah M,pdi, dan dosen dosen pembimbing Pengajar STIT Sunan Giri Bima serta peserta MIBA.

Perencanaan yang matang harus mencakup pemilihan lokasi yang aman namun tetap memberikan stimulasi edukatif yang kaya bagi panca indra anak. Lokasi bisa berupa halaman di sekitar tempat belajar mahasiswa STIT Sunan Giri yang memiliki nilai edukasi tinggi. Pendamping perlu menyusun panduan aktivitas yang mengarahkan mahasiswa, untuk melakukan observasi, pengumpulan data, hingga analisis sederhana secara berkelompok. Setiap mahasiswa STIT Sunan Giri Bima diberikan tanggung jawab dalam timnya agar mereka belajar tentang kepemimpinan dan kerjasama dalam situasi yang tidak kaku. Penggunaan alat bantu seperti buku catatan kecil, kamera, atau lup dapat meningkatkan ketelitian Mahasiswa Mahasiswi STIT Sunan Giri Bima dalam melakukan pengamatan di lapangan.

 Suasana yang segar dan udara terbuka akan memicu kreativitas anak-anak mahasiswa mahasiswi dalam menemukan solusi atas tantangan yang diberikan pendamping. Pastikan bahwa kegiatan tersebut tetap memiliki batasan yang jelas agar fokus belajar tidak hilang akibat terlalu asyik bermain. Evaluasi singkat setelah kegiatan berakhir sangat penting untuk mengunci pemahaman yang telah didapatkan mahasiswa selama berada di kalikuma Library dan Educamp Ule Kota Bima.

Pembelajaran luar kelas juga menjadi sarana yang sangat ampuh untuk menanamkan karakter peduli lingkungan dan cinta alam sejak usia dini. Mahasiswa MIBA diajak untuk mengamati keanekaragaman hayati dan memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri. Misalnya, belajar tentang daur hidup tanaman atau jenis-jenis tanah akan jauh lebih berkesan jika dilakukan langsung di area kalikuma Library & Educamp Kota Bima . Rasa empati terhadap makhluk hidup lain akan tumbuh secara alami saat anak berinteraksi langsung dengan Alam. Hal ini membangun kesadaran.

emosional bahwa manusia merupakan bagian dari alam yang harus dijaga kelestariannya dengan sangat penuh tanggung jawab. Kegiatan ini juga efektif untuk melatih ketahanan fisik anak karena mereka harus bergerak aktif dan beradaptasi dengan kondisi cuaca. Pengalaman emosional yang menyenangkan saat belajar di luar akan membekas dalam ingatan jangka panjang siswa dengan sangat kuat sekali. Pendidikan yang tidak terbatas pada dinding kelas akan melahirkan generasi yang memiliki wawasan luas serta jiwa yang sangat merdeka.

Interaksi sosial antar mahasiswa STIT Sunan Giri Bima akan terjalin dengan lebih alami dan jujur saat mereka dihadapkan pada situasi belajar MIBA LBC yang dinamis. Di kalikuma Library dan Educamp Kota Bima, hambatan komunikasi yang biasanya terjadi di dalam kelas sering kali mencair karena suasana yang lebih santai dan rileks. Mahasiswa STIT Sunan Giri Bima belajar MIBA untuk saling menghargai perbedaan pendapat saat mereka mencoba memecahkan masalah praktis di lapangan secara bersama-sama dalam tim. 

Pendamping bertindak sebagai fasilitator yang memberikan dorongan agar setiap anak berani mencoba hal-hal baru tanpa rasa takut akan bersalah. Keterampilan motorik kasar dan halus anak juga terstimulasi dengan sangat baik melalui berbagai aktivitas eksplorasi fisik di alam terbuka. Setiap penemuan kecil yang mereka dapatkan merupakan sebuah prestasi intelektual yang dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka secara drastis sekali. Pembelajaran ini juga membantu anak untuk lebih menghargai waktu dan ritme alam yang tidak selalu bisa dikontrol oleh manusia. Sinergi antara teori dan praktik di lapangan akan menciptakan pemahaman yang utuh serta mendalam pada setiap materi yang diajarkan.

 Koperindag Kota Bima Anik Kartika SE, Menyampaikan Sebagai pembelajaran MIBA LBC Mahasiswa Mahasiswi STIT Sunan Giri Bima di kalikuma Library & Educamp Kota Bima adalah metode inovatif yang mampu memberikan warna baru bagi kualitas pendidikan di era modern pada saat ini. Kita harus berani memberikan ruang bagi anak-anak mahasiswa STIT Sunan Giri Bima untuk belajar dari dunia nyata yang penuh dengan ilmu pengetahuan yang sangat luas. Dukungan dari lingkungan terdekat sangat diperlukan agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan aman, nyaman, dan tetap memiliki nilai edukatif. Masa depan generasi penerus bangsa sangat bergantung pada seberapa luas cara pandang mereka terhadap dunia di luar buku teks mereka. 

Di Akhir Sambutannya Kadis Koperindag Kota Bima, Mengajak Mari kita jadikan alam semesta sebagai dosen pembimbing terbaik yang memberikan pelajaran tentang kehidupan secara tulus dan juga sangat bijaksana sekali. Semangat untuk terus mengeksplorasi potensi anak melalui cara-cara yang kreatif harus selalu kita jaga dengan penuh komitmen yang tinggi. Setiap langkah kaki anak di tanah yang luas adalah langkah menuju pemahaman yang lebih dalam tentang arti kemanusiaan dan alam. Mari kita berikan hak mereka untuk belajar dengan cara yang paling alami, menyenangkan, dan tentu saja sangat bermakna bagi jiwa.(Sekjend MDG)

Dosen STIT Sunan Giri Bima : "AKSARA HIDUP DALAM SURATAN ILAHI"


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Kamis, 1 Januari 2026, Di sanalah sebuah kisah baru dimulai, meski kisah lama tak pernah benar-benar usai. Ia tetap setia berjalan beriringan bersama roda kehidupan yang terus berputar, tanpa jeda, tanpa isyarat untuk berhenti.

Fajar perlahan menyingkap dirinya. Mentari pagi memancarkan sinar merah kekuningan, seolah menjadi tanda sunyi bahwa sebuah awal sedang disiapkan. Alam seperti berbisik pelan: hidup selalu menyediakan ruang untuk memulai kembali, bagi siapa pun yang bersedia belajar dari perjalanan.

Di awal tahun baru ini, coretan-coretan halus tersirat dalam relung hatiku. Pada setiap waktu, aku bermunajat agar Tuhan senantiasa membimbing ruhani ini, mendekatkannya kepada-Nya. Sebab yang paling kutakuti bukanlah kehilangan dunia, melainkan ketika nikmat ruhani itu dicabut, saat hati kehilangan arah, tersesat, dan tak lagi mengenali jalan pulang.

Aku sadar, sebagai manusia, aku pun memiliki kecenderungan duniawi. Ada cita-cita, harapan, dan hajat hidup yang kupeluk untuk masa depan. Namun semuanya kutitipkan kepada Sang Pemberi, Yang tak pernah berhenti mencurahkan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Bahkan dalam Kalam-Nya ditegaskan:

“Tidak ada satu pun makhluk melata di bumi, melainkan Allah yang menjamin rezeki dan kehidupannya.”

Aku tidak terlalu merisaukan apakah Tuhan memberi atau menunda. Yang lebih kutakutkan justru ketika Allah mengambil energi semangatku, ketekunan, kesungguhan, dan daya juang untuk terus melangkah. Sebab tanpa itu, langkah menjadi rapuh, dan jalan yang seharusnya mendewasakan bisa berubah menjadi sebab kehancuran.

Aku tak mampu memastikan apakah jalan yang kutempuh akan selalu aman, atau justru sarat ujian. Namun satu hal yang kuyakini "Tuhan begitu mencintai hamba-Nya".

Terlintas dalam benakku nasihat seorang ulama tafsir, Syaikh Muhammad Mutawalli asy-Sya’rawi, yang mengutip sabda Nabi dengan kalimat singkat namun mendalam maknanya:

“Jika hamba-Ku bertaubat, maka Aku adalah kekasihnya. Jika ia belum bertaubat, maka Aku adalah tabibnya.”

Betapa luas kasih sayang Allah. Betapa Dia tak pernah pergi, bahkan ketika hamba-Nya tersesat dan kehilangan arah. Karena itu, aku selalu berprasangka baik kepada-Nya. Dalam perjalanan hidup ini, begitu banyak yang telah Allah berikan, dari sekian banyak yang kupinta, bahkan dari hal-hal yang tak pernah terlintas dalam doaku. Aku tak sanggup menghitungnya.

Aku juga yakin, Allah selalu mendengar pintaku. Hanya saja, aku sedang diajari untuk bersabar, menunggu waktu terbaik menurut kehendak-Nya. Sebab Allah melampaui segala perkiraanku "Dia lebih mengetahui kapan sesuatu layak diberikan".

Tulisan ini hanyalah rangkaian aksara, sebuah curhat batin. Bukan untuk meraih simpati, melainkan sebagai bagian dari jejak hidup yang kelak akan kutengok kembali, sebagai pengingat bahwa suara hati yang tak terdengar oleh sekitar, ternyata mampu menembus tabir-tabir Ilahi.

Sebab segala hajat itu telah bersemayam dalam suratan-Nya.

Di sanalah segalanya tertulis. Dan kepada-Nya, aku belajar untuk percaya.(Sekjend MDG)

Kasus Kifen Lamban Diungkap, Rafidin Minta Kapolri Copot Kapolres Bima Kota dan Kasat Reskrim

Foto: Kanan Kapolres Bima Kota, Tengah Rafidin, dan
Kiri Kasat Reskrim, (Ist/Surya Ghempar)

Kota Bima, Media Dinamika Global.Id - Tragedi Gunung Sangiang, hampir berjalan 20 hari kasus Kifen ditangani penyidik Polres Bima Kota. Namun sampai sekarang belum juga terungkap, apakah Kifen dibunuh ataukah hilang. Sementara salah satu rekannya juga saksi korban Kifen berinisial AD sudah diamankan oleh penyidik Polres Bima Kota, artinya membuktikan bahwa kasus tersebut sudah berhasil diungkap penyidik.

"Tapi kenapa sampai sekarang penyidik sepertinya main kucing-kucingan menangani kasus Kifen.Penyidik harus dan wajib menyampaikan secara terbuka dan transparan ke publik, agar kasus tersebut tidak menciptakan berbagai persepsi positif maupun negarif oleh publik," ujar anggota DPRD kabupaten Bima Rafidin S,Sos kepada sejumlah wartawan. Jum'at, (02/01/26).

Kasus ini kata Rafidin, mengingatkan dirinya dengan kasus pembunuhan yang terjadi terhadap warga desa Ngali kecamatan Belo Kabupaten Bima yang terjadi di lingkungan Saleko Kota Bima beberapa tahun silam. Dalam kasus itu, berhari hari polisi tidak berhasil mengungkap pelaku pembunuhan tersebut Namun, ketika sehari telegram pindah mutasi untuk Kasat Reskrim. Pada hari saat belum terungkap pelaku pembunuhan korban, penyidik dan Buser reskrim langsung menangkap pelaku pembunuhan sehari setelah kasat Reskrim di mutasi.

Menurut Rafidin, kasus tersebut diduga banyak kepentingan dalam kasus Kifen yang melibatkan banyak pihak tertentu, termasuk Kapolres Bima Kota juga kasat Reskrim, sebab dianggap gagal ungkap pelaku pembunuhan, lebih-lebih menemukan dimana jasad Kifen dikuburkan atau dibuang oleh diduga pelaku pembunuhan, kalaupun korban Kifen dibunuh.

"Saya menilai bahwa Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si tidak mampu mengungkap kasus Kifen dan saya meminta bapak Kapolri segera mencopot Kapolres Bima Kota, juga kasat Reskrimnya, AKP Dwi Kurniawan Kusuma Putra, sebab tidak memiliki niat baik untuk menyelesaikan kasus yang menghebohkan masyarakat Bima umumnya NTB tersebut," tegasnya.

Lebih lanjut Rafidin, mestinya Kapolres harus malu ketika sejumlah penyidik terbaik di Polres Bima Kota yang diturunkan ke lokasi yang diduga menjadi lokasi pembunuhan atau hilangnya Kifen, namun pulang dengan tangan hampa. 

"Kapolres harus menjaga wibawa institusi bukan kepentingan lain. Sebab Kapolres juga sudah berencana untuk konfrensi pers dalam kasus itu tapi ditunda. Itu bukti bahwa Kapolres dan jajarannya menginjak injak kredibilitas institusi polri," terang anggota DPRD Bima Dapil III, dua periode itu.

Diakhir komentarnya, kembali Rafidin menegaskan agar Kapolres juga Kasat Reskrim segera mungkin melakukan jumpa pers, sampaikan ke publik bahwa korban Kifen dibunuh dan  pelakunya si A, b dan lainnya atau menegaskan bahwa Kifen hilang belum ditemukan.

"Kalau tidak mampu mengungkap kasus tersebut atau sulit menemukan jasad Kifen, kerjasama dengan banyak pihak, dan saya gak yakin kasus itu tidak mampu diungkap oleh penyidik setempat, sebab penyidik di NTB ini tidak hanya di Polres Bima Kota, tetapi juga ada di Polda NTB untuk dimintai bantuan dalam mengungkap kasus kifen sesegera mungkin," pungkasnya.

Redaksi ||

Serka Mursalim : Tahun Baru 2026, Mari Buka Lembaran Baru Dengan Hal-hal Yang Bermanfaat Untuk Orang Banyak


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangka menjaga Kamtibmas tetap kondusif, Babinsa Kelurahan Kolo Serka Mursalim pimpin kegiatan Siskamling/Ronda malam di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae yang bertempat di Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima. Kamis, (01/01/26) Pukul 20.30 Wita,

Kegiatan tersebut dihadiri oleh personil Anggota Koramil 1608-01/Rasanae 3 orang,, Ketua LPM Kel Kolo, Ketua RT/RW, dan Ketua Pemuda yang ikut terlibat dalam melaksanakan kegiatan Siskamling/Ronda malam 

Kegiatan Siskamling Ronda malam ini intensif dilaksanakan oleh jajaran Koramil 1608-01/Rasanae guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti pengedaran Narkoba dan Minum-minuma keras maupun tindakan kriminal lainnya.

Sasaran siskamling dilakukan di wilayah RT. 05 RW. 03 dan RT. 16 RW. 08 Kelurahan Kolo Kecamatan Asakota Kota Bima, dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut.

Pukul 20.32 Wita, personil Siskamling tiba di Pos Ronda RT. 05 RW. 03 Kel. Kolo guna mengecek kelengkapan anggota siskamling,Pukul 20.35 Wita personil siskamling tiba di RT. 05 RW. 03 Kel Kolo, melaksanakan patroli keliling 

Dalam kegiatan tersebut Babinsa Kolo mengajak kepada petugas Ronda malam untuk bergabung melaksanakan Patroli Siskamling untuk meminimalisir Hal hal yang tidak kita inginkan bersama.

Pukul 20.55 Wita Personil Siskamling tiba di RT. 16 RW. 08, Babinsa Kel. Ule Memberikan himbauan kepada Warga yang intinya bahwa, Patroli siskamling malam ini dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban di Sekitar kita.

Pada kesempatan itu juga, Babinsa mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjaga situasi tetap aman dan Kondusif yang bertujuan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan terhadap masyarakat yang ada di Kelurahan Kolo. 


Tak hanya sampai disitu saja, beliau juga menghimbau kepada warga agar tidak begadang sampai larut malam, apalagi sampai mencoba mengkonsumsi minum-minuman keras maupun Narkoba, itu semua dapat merugikan diri sendiri dan mencoreng nama baik Keluarga.

Mari kita membuka lembaran baru di tahun yang baru tinggalkan yang tidak baik di tahun Kemarin , sekarang tahun 2026, mari kita menciptakan Hal-hal yang bermanfaat untuk orang banyak, ajaknya.

Pukul 21.00 Wita, kegiatan patroli Siskamling selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Budaya dalam Perspektif Pendidikan Etika dan Karakter Oleh Andang, M.Pd


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Hari ketiga kegiatan Pra MIBA LBC yang berlangsung di Aula STIT Bima menghadirkan Bapak Andang, M.Pd. sebagai narasumber dengan tema ”Budaya Bima dalam Perspektif Pendidikan Etika dan Karakter”. Dalam pemaparannya, beliau memulai dengan merunut berbagai persoalan krusial yang bersifat laten namun semakin mengemuka di tengah dinamika kehidupan masyarakat Bima kontemporer. 

            Persoalan-persoalan tersebut tidak baik bersifat kultural, maupun berkelindan erat dengan perubahan sosial akibat perkembangan teknologi digital.

1. Krisis Karakter di Era Digital

            Bapak Andang mengelaborasi krisis karakter generasi Bima saat ini ke dalam tiga aspek utama.

            Pertama, menguatnya individualisme. Generasi muda Bima hari ini cenderung mengedepankan kehidupan yang serba personal dan terpisah dari ruang sosial. Fenomena ini tidak dapat dilepaskan dari kebebasan penggunaan smartphone tanpa kontrol yang memadai. Anak-anak dan remaja semakin tenggelam dalam dunia digital, sementara keterlibatan mereka dalam aktivitas produktif dan interaksi sosial di masyarakat semakin menurun. Pola hidup semacam ini berpotensi melahirkan generasi yang pasif, kurang percaya diri, minim daya saing, serta tumbuh dengan kecenderungan egosentris.

            Kedua, degradasi etika. Menurut beliau, terdapat jarak yang cukup signifikan antara tatanan nilai masyarakat Bima masa lalu dengan kondisi hari ini. Berbagai fenomena sosial seperti maraknya penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang lainnya menunjukkan melemahnya kontrol nilai adat dan budaya. Jika masyarakat Bima dahulu tunduk pada sistem nilai dan adat istiadat, maka kini sebagian generasi justru lebih tunduk pada algoritma digital yang sering kali bersifat destruktif terhadap pembentukan etika dan karakter.

            Ketiga, krisis keteladanan. Generasi muda seolah kehilangan figur panutan yang dapat mereka teladani. Di lingkungan keluarga, sebagian orang tua belum sepenuhnya menghadirkan pola pendidikan yang berbasis keteladanan. Di masyarakat, ruang sosial yang seharusnya menjadi medium pembelajaran etika justru sering menampilkan praktik-praktik yang bertentangan dengan nilai karakter. Akibatnya, generasi muda kehilangan sosok yang mendidik dengan kasih sayang, kelembutan, dan konsistensi moral.

2. Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Lokal

            Dalam konteks ini, Bapak Andang menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berakar kuat pada budaya lokal. Budaya merupakan sumber nilai yang hidup dan kontekstual.

            Beberapa unsur budaya Bima yang relevan dalam pendidikan karakter antara lain kearifan lokal seperti tari Wura Bongi Monca, musik rebana, pakaian adat, serta falsafah Maja Labo Dahu. Nilai-nilai ini mengandung ajaran tentang kehormatan diri, tanggung jawab moral, dan kesadaran sosial. Selain itu, budaya gotong royong perlu dihidupkan kembali sebagai praktik nyata dalam membangun relasi sosial yang sehat dan berkeadaban. Aspek lain yang tak kalah penting adalah keteladanan, di mana masyarakat dituntut untuk membangun kesadaran kolektif dalam bertutur kata dan berperilaku, sehingga generasi muda dapat belajar langsung melalui contoh nyata.

            Upaya membangun pendidikan karakter berbasis budaya lokal ini, menurut beliau, harus melibatkan tiga pusat pendidikan secara sinergis:

            Pertama, pendidikan keluarga. Orang tua merupakan madrasah pertama bagi anak. Penanaman tata krama, sopan santun, dan etika dasar harus dimulai dari rumah. Setiap tutur kata dan perilaku orang tua akan menjadi barometer moral bagi anak-anaknya.

          Kedua, lingkungan masyarakat. Masyarakat memiliki peran strategis dalam menumbuhkan benih karakter seperti gotong royong, solidaritas, dan empati sosial. Nilai-nilai ini hanya dapat hidup jika dipraktikkan secara kolektif dalam kehidupan sehari-hari.

           Ketiga, sekolah. Sekolah berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter melalui praktik nyata. Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan secara teoritis, melainkan harus diwujudkan dalam aksi sosial, seperti kepedulian terhadap sesama yang terdampak bencana.

            Keterlibatan seluruh stakeholder menjadi prasyarat utama dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berintegritas.

3. Budaya sebagai Sistem Nilai Masyarakat Bima

            Pada bagian ini, Bapak Andang menekankan bahwa budaya Bima sejatinya merupakan sistem nilai yang telah teruji secara historis.

Nilai Maja Labo Dahu diposisikan sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat Bima, karena mengandung dimensi vertikal (hubungan dengan Tuhan) dan horizontal (hubungan antar manusia). Selain itu, tradisi dan ritual adat, seperti Ampa Fare di masyarakat Wawo dan Hari Raju di masyarakat Donggo Mbawa, dipahami sebagai laku hidup komunitas yang sarat makna simbolik dan nilai sosial, meskipun kerap disalahpahami oleh pihak luar.

            Nilai lain yang krusial adalah Nggahi Rawi Pahu, yang menegaskan keselarasan antara ucapan dan tindakan. Nilai ini diperkuat dengan konsep Nggusuwaru (segi delapan) yang mencerminkan karakter ideal masyarakat Bima: 

a. Dou mato’a di ruma lao raso (orang yang taat kepada allah dan selalu suci)

b. Dou maloa ra bade (orang yang bisa dan berpengetahuan)

c. Dou mantiri nggahi kalampa (orang selaras ucapan dan tindakan)

d. Dou mapoda nggahi paresa (orang yang berkata jujur dan benar)

e. Dou mambani ra disa (orang yang tegas dan berani membela kebenaran)

f. Dou matenggo rawale (orang yang mampu dan berkemampuan)

g. Dou mabisa ra guna (orang yang berilmu dan bermanfaat)

h. Londo dou ma taho (keturunan orang baik)

            Walaupun nggusuwaru awalnya digunakan sebagai sistem penilaian kepemimpinan, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bersifat universal dan relevan dalam pembentukan karakter manusia paripurna (insan kamil). Namun, nilai-nilai luhur ini kini mulai tergerus oleh pola kehidupan yang serba instan dan pragmatis.

            Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat untuk menghidupkan kembali pendidikan berbasis nilai nggusuwaru, agar lahir generasi pewaris yang kompeten, berdaya saing, dan berakar kuat pada etika, karakter, serta budaya Bima.(Sekjend MDG)