Jumat, 07 Agustus 2026
Kamis, 06 Agustus 2026
Belum Miliki Izin Keramaian, Operasional Pasar Malam di Desa Kombo Dipertanyakan
![]() |
| Gambar ilustrasi |
BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Keberadaan pasar malam yang beroperasi di wilayah Desa Kombo, Kecamatan Wawo, kini menjadi sorotan. Diketahui bahwa pengelola atau pemilik pasar malam tersebut belum mengantongi Surat Izin Keramaian dari pihak Kepolisian, sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, hingga saat ini pihak pengelola belum mengajukan maupun memiliki izin resmi penyelenggaraan keramaian dari satuan kepolisian setempat. Padahal, kegiatan yang mengumpulkan banyak orang wajib memiliki izin keramaian demi menjaga ketertiban umum, keamanan, dan keselamatan bersama.
Ketidakmampuan menunjukkan surat izin tersebut membuat salah satu tokoh masyarakat dan pihak berwenang mempertanyakan kelayakan operasional pasar malam tersebut. Tanpa izin resmi, penyelenggaraan kegiatan berpotensi melanggar ketentuan hukum yang berlaku, serta membuka risiko pengawasan keamanan dan kesiapan darurat yang belum terjamin.
Salah satu tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa setiap kegiatan yang mengumpulkan orang banyak wajib menaati aturan perundang-undangan. Jika tanpa izin resmi, berarti belum ada pemeriksaan kelayakan keamanan dan keselamatan. Ini berpotensi merugikan pengunjung dan warga sekitar.
"Saya sangat menyayangkan hal ini. Pasar malam yang mengundang banyak orang ternyata tidak memiliki izin keramaian dari kepolisian. Padahal izin itu penting demi menjamin keamanan dan keselamatan kita semua, terutama saat keadaan mendesak," ungkapnya.
Lanjutnya, ia tidak keberatan adanya pasar malam, asalkan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Kalau izinnya belum ada, sebaiknya dilengkapi terlebih dahulu. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karena kelalaian pengelola.
"Kami berharap aparat berwenang segera menindaklanjuti. Jika memang belum berizin, sebaiknya dihentikan sementara sampai perizinannya lengkap. Keamanan dan ketertiban bersama harus diutamakan," ucapnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi langsung ke Kapolsek Wawo, Iptu Iksan, SH via whatsapp membenarkan bahwa kegiatan pasar malam di Desa Kombo, Kec. Wawo Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak memiliki surat pemberitahuan.
"Benar tidak ada surat pemberitahuan kepada kami, bahkan sudah beroperasi beberapa hari. Saya sudah perintahkan Kanit Intelkam Polsek Wawo untuk segera melakukan pengecekan di lokasi,"tuturnya. Jum'at (7/8/2026). Pukul 13.00 Wita.
Pihak berwenang mengingatkan bahwa setiap kegiatan yang mengundang keramaian masyarakat wajib melengkapi persyaratan perizinan, termasuk Surat Izin Keramaian dari Kepolisian sebelum kegiatan dibuka untuk umum. Langkah ini dilakukan guna menjaga ketertiban, mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, serta menjamin keamanan pengunjung maupun warga sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah pihak pengelola pasar malam akan segera melengkapi persyaratan perizinan atau menutup sementara operasionalnya demi menaati ketentuan yang berlaku.
(MDG05)
Babinsa Koramil 1608-03/Sape Perkuat Silaturahmi dan Edukasi Warga Melalui Komsos
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 7 Agustus 2026 – Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di desa binaan masing-masing pada Jumat (7/8). Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai keamanan, ketertiban, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Serda Aladin menggelar Komsos bersama masyarakat pada pukul 09.00 WITA. Dalam kegiatan tersebut, ia menekankan pentingnya interaksi yang harmonis antara Babinsa dan seluruh komponen masyarakat sebagai upaya mempererat silaturahmi serta membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hal ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan pembinaan teritorial di wilayah desa binaan.
Sementara itu, di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Serda Irfan melaksanakan Komsos pada pukul 09.30 WITA. Ia mengajak warga untuk terus menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dalam kehidupan bermasyarakat serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan. Apabila terjadi permasalahan, masyarakat diimbau untuk segera melaporkannya agar dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Di Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Serka Khairuddin memanfaatkan kegiatan Komsos pada pukul 09.45 WITA untuk memberikan edukasi mengenai kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama pada musim kemarau. Warga diingatkan agar selalu memperhatikan penggunaan kompor saat memasak dan memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah guna mencegah terjadinya kebakaran.
Selanjutnya, di Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Koptu Makmun melaksanakan Komsos bersama warga pada pukul 10.00 WITA. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan penekanan mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), membangun komunikasi yang baik, serta menghindari perbuatan yang melanggar hukum. Ia juga mengimbau masyarakat agar setiap permasalahan diselesaikan melalui musyawarah dan segera dilaporkan kepada pihak terkait sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang berkepanjangan.
Melalui kegiatan Komunikasi Sosial ini, Koramil 1608-03/Sape terus berupaya memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta kondusif di wilayah binaan.(Team.MDG.03)
Menyambut HUT Ke-81 RI, Ribuan Bendera Merah Putih Dibagikan kepada Masyarakat
MATARAM, Media Dinamika Global - Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kota Mataram menggelar Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih sebagai upaya menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (7/8) tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, jajaran Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, organisasi kemasyarakatan, pelajar, serta masyarakat.
Dalam sambutannya, Wagub Dinda, menyampaikan rasa syukur karena bangsa Indonesia kembali diberikan kesempatan memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81.
Menurutnya, perjalanan bangsa selama delapan puluh satu tahun mencerminkan kematangan sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan, pengorbanan, dan persatuan para pendahulu bangsa.
Momentum peringatan kemerdekaan, lanjutnya, harus menjadi penguat semangat kebangsaan bagi seluruh masyarakat, khususnya di NTB, untuk terus menanamkan rasa cinta tanah air dan bersama-sama membangun Indonesia.
“Keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat yang kita miliki adalah kekuatan bangsa. Karena itu, mari kita terus menjaga persatuan dan kesatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun upaya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat memecah belah kebersamaan kita,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat semangat gotong royong, serta terus berkarya demi Indonesia yang semakin maju dan NTB yang semakin makmur dan mendunia.
Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana mengatakan, bahwa peringatan Hari Kemerdekaan merupakan refleksi atas perjalanan panjang bangsa Indonesia yang selama 81 tahun telah melewati berbagai ancaman, tantangan, dan ujian.
Menurutnya, keberhasilan bangsa mempertahankan eksistensi hingga saat ini tidak terlepas dari semangat patriotisme, persatuan, dan kerja keras seluruh anak bangsa.
“Peringatan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial ataupun simbolik sebagai bentuk kecintaan kepada bangsa. Lebih dari itu, ini merupakan manifestasi dari semangat patriotisme, rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan, serta komitmen kita untuk terus membangun Indonesia yang lebih maju,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus merawat persaudaraan, menjaga persatuan, serta memperkuat budaya gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Mohan optimistis selama nilai-nilai kebangsaan tetap tertanam dalam hati dan diwujudkan melalui tindakan nyata, Indonesia akan terus menjadi bangsa yang kokoh, maju, dan berjaya.
Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui pembagian bendera kepada masyarakat, pemerintah berharap semangat nasionalisme semakin tumbuh, masyarakat terdorong mengibarkan Sang Merah Putih di lingkungan masing-masing, serta nilai-nilai persatuan terus terpelihara di tengah keberagaman.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme masyarakat sebagai wujud kecintaan terhadap bangsa, negara, serta komitmen bersama dalam menjaga persatuan menuju Indonesia Maju dan NTB yang Makmur Mendunia.
"Dirgahayu Republik Indonesia Ke-81. Merdeka," seru Walikota Mataram.
Redaksi |
SPPG Bima Sape Naru.UD.Lilis Sajikan Menu Bergizi untuk Dukung Kesehatan dan Aktivitas Masyarakat
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Jumat 7 Agustus 2026 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Naru melalui program Dapur Ud Lilis kembali menghadirkan menu makanan bergizi bagi masyarakat. Penyajian menu harian ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi serta memberikan energi bagi penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menu yang disiapkan pada Jumat (7/8/2026) terdiri dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat, udang asam manis sebagai sumber protein, kering tempe yang kaya akan nutrisi, sayur santan sebagai pelengkap kebutuhan serat dan gizi, serta buah anggur sebagai sumber vitamin.
Pihak SPPG Bima Sape Naru berharap menu bergizi tersebut dapat memberikan manfaat, meningkatkan semangat, dan membantu menjaga kesehatan masyarakat.
“Semoga menu hari ini memberikan manfaat, energi, dan semangat untuk menjalani aktivitas sepanjang hari,” demikian disampaikan dalam pesan program SPPG Bima Sape Naru.
Kegiatan penyediaan makanan bergizi ini mendapat perhatian dan dukungan dari masyarakat sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan sehat dan seimbang.
SPPG Bima Sape Naru — Menu Harian Bergizi untuk Masyarakat Sehat.(Team.MDG.03)
Dapur Adiba SPPG Bima Sape Parangina Hadirkan Menu Bergizi, Wujud Kepedulian Penuhi Kebutuhan Masyarakat
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Jumat 7 Agustus 2026 — Dapur Adiba yang berada di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina kembali menghadirkan sajian makanan bergizi bagi masyarakat. Menu yang disiapkan pada Jumat (07/08/2026) menjadi bentuk komitmen dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan sehat dan seimbang.
Beragam menu bergizi disajikan dalam hidangan kali ini, mulai dari nasi putih sebagai sumber energi, telur ceplok sebagai sumber protein hewani, tahu goreng sebagai tambahan protein nabati, serta bakwan sayur sebagai pelengkap asupan gizi.
Selain itu, menu tersebut juga dilengkapi dengan sambal, timun, dan buah apel Fuji yang kaya vitamin. Kombinasi berbagai jenis makanan ini diharapkan mampu memberikan asupan gizi yang lebih lengkap serta mendukung kesehatan para penerima manfaat.
Penyediaan makanan bergizi melalui Dapur Adiba SPPG Bima Sape Parangina merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan pangan yang berkualitas bagi masyarakat. Setiap menu disusun dengan memperhatikan keseimbangan antara karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan.
Pihak Dapur Adiba berharap sajian yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh penerima. Kehadiran program ini menjadi wujud kepedulian dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bima Sape Parangina.(Team.MDG.03)
Di Grebek Saat Hendak Bertransaksi, Pria Di Tulang Bawang Diamankan Polisi! Satu Rekannya Kabur Ke Perkebunan Karet.
SPPG Bima Sape Dapur Sangia Ambarata Kembali Hadirkan Menu Bergizi bagi Penerima MBG
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 7 Agustus 2026 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape melalui Dapur Sangia Ambarata kembali menyediakan menu bergizi bagi para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (7/8/2026). Penyediaan menu bergizi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik melalui makanan yang sehat, aman, dan seimbang.
Pada hari ini, menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, semur daging, tempe krispi, acar timun dan wortel, serta buah salak. Menu tersebut disusun dengan memperhatikan keseimbangan kandungan gizi, meliputi sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, vitamin, mineral, serta serat yang dibutuhkan tubuh.
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Bima Sape tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik. Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan para penerima manfaat memiliki energi yang cukup untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Dapur Sangia Ambarata terus berupaya menghadirkan variasi menu yang sehat, bergizi, dan sesuai dengan standar pemenuhan gizi yang telah ditetapkan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
Melalui kolaborasi seluruh pihak, SPPG Bima Sape berharap pelaksanaan Program MBG dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik serta masyarakat di wilayah Kecamatan Sape dan sekitarnya.(Team.MDG.03)
Ayam Bumbu Bali hingga Kelengkeng, Menu MBG Dapur Istiqomah SPPG Bima Sape Parangina 2 Hari Ini Penuhi Gizi Seimbang
Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 7 Agustus 2026 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 2 melalui Dapur Istiqomah kembali menyajikan menu bergizi bagi peserta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (7/8/2026). Menu yang disiapkan merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi seimbang guna mendukung kesehatan dan aktivitas belajar peserta didik.
Adapun menu MBG hari ini terdiri atas nasi putih, ayam bumbu Bali, capcay, tahu kecap, dan buah kelengkeng. Kombinasi tersebut menghadirkan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang pertumbuhan serta menjaga daya tahan tubuh.
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Melalui penyediaan makanan bergizi secara rutin, program ini diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar, menjaga kesehatan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
SPPG Bima Sape Parangina 2 melalui Dapur Istiqomah terus berkomitmen menghadirkan menu yang bervariasi, sehat, dan memenuhi standar keamanan pangan. Variasi menu yang disajikan setiap hari diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus memberikan pengalaman konsumsi makanan yang beragam bagi para peserta.
Dengan terselenggaranya Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan, SPPG Bima Sape Parangina 2 berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai investasi bagi masa depan Kabupaten Bima.(Team.MDG.03)
Penitipan Tahanan Mantan Kapolres Bima Menjadi Timbul Pertanyaan Publik
Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Penitipan tahanan terhadap mantan Kapolres Bima Kota oleh Kejaksaan Negeri Raba Bima di Markas Komando Brimob menimbulkan perhatian publik karena berbeda dengan perlakuan terhadap terdakwa lain yang memiliki keterkaitan dalam rangkaian perkara yang sama. Berdasarkan surat dakwaan yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Raba Bima, perkara tersebut juga melibatkan terdakwa A.N. Malaungi (Nomor 183/Pid.Sus/2026/PN Rbi), A.N. Koko Erwin (Nomor 197/Pid.Sus/2026/PN Rbi), A.N. Ais Setiawan (Nomor 208/Pid.Sus/2026/PN Rbi), serta A.N. Abd. Hamid/Boy (Nomor 209/Pid.Sus/2026/PN Rbi). Akan tetapi, dari seluruh terdakwa tersebut hanya mantan Kapolres Bima Kota yang dititipkan di Mako Brimob, sedangkan terdakwa lainnya tetap menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan).
Persoalan yang kemudian muncul bukan semata-mata mengenai lokasi penitipan tahanan, melainkan mengenai batas penggunaan subjektivitas oleh Penuntut Umum. Apakah perbedaan perlakuan tersebut merupakan bentuk penggunaan diskresi yang sah menurut hukum, atau justru menunjukkan penerapan pertimbangan subjektif yang belum sepenuhnya didukung oleh parameter objektif.(Sekjend MDG)










