Media Dinamika Global

Jumat, 01 Mei 2026

Dapur MBG 3T Dusun Baku Desa Sumi Gelar Doa Syukuran, Siap Beroperasi


Lambu, Bima, NTB.Media Dinamika Global id– Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang berlokasi di Dusun Baku, Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, menggelar doa syukuran sebagai tanda kesiapan operasional pada Jum,at (1/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Dusun Baku RT 002/RW 002 tersebut dimulai pukul 15.00 WITA dan berjalan hingga selesai dengan suasana khidmat. Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat setempat, termasuk tokoh agama, perangkat desa, serta unsur keamanan dan relawan.

Doa syukuran ini menjadi momentum penting sebelum resmi beroperasinya dapur MBG 3T yang diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya di wilayah 3T. Program ini juga ditargetkan memberi manfaat langsung bagi warga sekitar dalam upaya peningkatan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat.



Pemilik dapur, Arif Rahman H. Arazak, SH, bersama istrinya Ny. Misbah, menyampaikan harapan agar operasional dapur dapat berjalan lancar dan berkelanjutan. Mereka juga berharap keberadaan dapur ini mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat di wilayah tersebut.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Desa Sumi, personel Babinsa dari Koramil 1608-03/Sape, Bhabinkamtibmas, para petugas dan relawan SPPG MBG 3T, serta masyarakat setempat yang memberikan dukungan penuh terhadap program ini.

Selain doa syukuran, kegiatan juga dirangkaikan dengan peresmian Dapur MBG 3T Dusun Baku oleh Camat Lambu. Dengan peresmian ini, dapur tersebut resmi memasuki tahap operasional untuk melayani kebutuhan masyarakat.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan sukses, menandai dimulainya langkah awal operasional Dapur MBG 3T di Kecamatan Lambu.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Patroli Siskamling, Situasi Aman dan Kondusif


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Babinsa anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, pada Jumat malam (1/5/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.15 WITA ini dipimpin oleh Sertu Saifullah selaku Babinsa Desa Sangia, bersama satu orang anggota Koramil. Patroli tersebut juga melibatkan unsur aparat desa dan masyarakat setempat guna memperkuat sinergi dalam menjaga lingkungan.

Total peserta dalam kegiatan ini terdiri dari 2 anggota Koramil, 2 aparat desa, dan 5 warga. Kehadiran masyarakat dinilai penting dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif.



Patroli menyasar sejumlah titik, seperti pemukiman warga dan lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda. Selain melakukan pemantauan situasi wilayah, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat.

Warga diingatkan untuk selalu menjaga ketertiban, menghindari perselisihan, serta tidak terpengaruh oleh konsumsi minuman keras yang dapat memicu perkelahian. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tertib berlalu lintas dan tidak ugal-ugalan saat berkendara demi keselamatan bersama.

Rangkaian patroli dimulai dengan keberangkatan menuju Desa Sangia pada pukul 20.20 WITA, dilanjutkan dengan pemantauan wilayah setibanya di lokasi pada pukul 20.30 WITA. Kegiatan kemudian berlanjut ke desa binaan lainnya hingga berakhir pada pukul 21.45 WITA.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli siskamling berlangsung aman, tertib, dan kondusif, serta diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.(Team.MDG.03)

UMKM Terancam, Pemuda Taloko Tolak Kehadiran Alfamart dan Minta DPRD Turun Tangan

Pemuda Desa Taloko, Sudirman, (Ist/Surya)

Kabupaten Bima, Media Dinamika Global – Gelombang penolakan terhadap rencana kehadiran Alfamart di Desa Taloko, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, terus menguat. Kali ini, suara perlawanan datang tegas dari kalangan pemuda yang siap menempuh jalur kelembagaan dengan menyurati Komisi I DPRD Kabupaten Bima.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal aspirasi masyarakat yang sejak awal menolak masuknya ritel modern di wilayah Desa Taloko. Pemuda menilai kehadiran Alfamart berpotensi besar mematikan usaha kecil milik warga yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

Salah satu pemuda Taloko, Sudirman menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap pembangunan, namun menolak keras jika pembangunan itu justru menghancurkan ekonomi masyarakat kecil.

“Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami menolak jika kehadiran Alfamart justru mematikan usaha kecil masyarakat. Ini soal keberlangsungan ekonomi warga,” tegas Sudirman pada awak media ini.

Menurut Sudirman, persoalan yang berkembang bukan sekadar soal persaingan usaha, tetapi juga menyangkut dugaan ketidaktransparanan dalam proses perizinan. Beberapa warga bahkan mengaku tidak memahami secara utuh dokumen yang mereka tandatangani, yang diduga berkaitan dengan persetujuan pendirian Alfamart.

Hal ini memunculkan kecurigaan adanya praktik yang tidak sehat dalam proses administrasi yang berjalan. Pemuda Taloko menilai persoalan ini harus dibuka secara terang agar tidak menjadi preseden buruk bagi masyarakat desa Taloko.

“Ini yang menjadi kegelisahan kami. Jangan sampai ada pembodohan terhadap warga hanya demi meloloskan kepentingan tertentu,” tambahnya.

Sudirman menegaskan, surat resmi kepada Komisi I DPRD Kabupaten Bima akan segera dilayangkan untuk meminta kejelasan sekaligus mendesak evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses yang telah berjalan.

Ia berharap DPRD tidak tutup mata terhadap keresahan masyarakat dan benar-benar hadir sebagai representasi rakyat yang berpihak pada kepentingan warga, bukan kepentingan pemodal besar.

Di sisi lain, penolakan terhadap Alfamart di Desa Taloko terus mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, terutama pelaku UMKM yang merasa sangat terancam dengan masuknya jaringan ritel modern ke wilayah pedesaan.

Bagi mereka, kehadiran Alfamart bukan sekadar toko baru, tetapi ancaman nyata terhadap keberlangsungan warung-warung kecil yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga.

Dengan rencana pelayangan surat ini, Sudirman menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai aspirasi masyarakat benar-benar didengar dan ditindaklanjuti secara serius.

"Jika tidak ada respons yang jelas dari pihak terkait, pemuda tidak tinggal diam akan terus bersuara dan menolak besar-besaran menjadi gelombang perlawanan yang lebih luas di Kabupaten Bima," pungkasnya.

Sementara, pihak-pihak terkait belum bisa dikonfirmasi hingga berita dipublikasikan.

Redaksi |

Pekon Waypanas Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus. Diresakan Oleh Satwa Binatang Buas Camang


 

Tanggamus, MediaDinamikaGlobal.id Langit pagi di Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, yang semestinya membawa harapan, justru berubah menjadi bayang-bayang kecemasan. Pada Jumat (1/5/2026), ketenangan warga terusik oleh kemunculan seekor satwa buas yang dikenal masyarakat dengan sebutan “camang”, yang tiba-tiba menyerang dan melukai seorang warga.

Peristiwa itu terjadi begitu cepat, nyaris tanpa jeda bagi siapa pun untuk bersiap. Seorang ibu yang tengah berjalan menuju kediaman saudaranya, bersama beberapa rekannya, mendadak dihadang oleh kemunculan binatang buas tersebut. 

Dalam kepanikan, mereka berusaha menyelamatkan diri. Namun nahas, sang ibu tak sempat menghindar sepenuhnya gigitan hewan itu mendarat, meninggalkan luka dan trauma yang mendalam.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas Siring Betik untuk mendapatkan penanganan medis. Di sisi lain, suasana pekon berubah mencekam. Warga diliputi ketakutan—anak-anak ditarik masuk ke dalam rumah, aktivitas ladang terhenti, dan bisik-bisik cemas menyelimuti setiap sudut kampung.

“Kami tidak tahu harus melapor ke mana. Takut kalau hewan itu muncul lagi,” ungkap salah seorang warga dengan nada penuh kegelisahan.

Di tengah kepanikan itu, secercah harapan datang. Warga berinisiatif menghubungi Pak Babenkamtibmas Wonosobo, Heryadi. 

Langkah sigap ini menjadi penopang harapan bagi masyarakat Way Panas. Sosok Heryadi dinilai hadir bukan sekadar sebagai aparat, tetapi sebagai pelindung yang siap turun tangan kapan pun dibutuhkan.

“Kami berharap ada tindakan cepat agar warga bisa kembali tenang. Jangan sampai ada korban berikutnya,” harap warga lainnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa batas antara alam liar dan permukiman kian menipis. Ketika habitat satwa terganggu, manusia sering kali menjadi pihak yang harus menanggung risikonya.

Kini, masyarakat Way Panas hanya bisa menanti menunggu langkah konkret dari pihak berwenang, sembari berharap rasa aman segera kembali menyelimuti pekon yang mereka cintai.(Umar.MDG)

Kamis, 30 April 2026

Lestarikan Lingkungan, TP PKK dan GOW Lakukan Penghijauan di Lambitu


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangkaian kegiatan Selasa Menyapa di Desa Kaboro - Lambitu, Ketua TP PKK Kabupaten Bima Ny Murni Suciyanti bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima Ny Anita Irfan melaksanakan penanaman pohon di lingkungan SMP Negeri 3 Lambitu, Kamis pagi (30/4/26).

Kegiatan tersebut turut didampingi oleh Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Bima dr H Irfan Zubaidy juga dihadiri para kepala perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Bima, Camat Lambitu dan kepala desa setempat yang bersama-sama mengikuti aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Ketua TP PKK Kabupaten Bima pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa gerakan penanaman pohon memiliki peran penting dalam membangun kesadaran lingkungan, khususnya bagi generasi muda di lingkungan sekolah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak para siswa dan seluruh masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menanam pohon adalah langkah sederhana, namun memiliki manfaat besar bagi keberlangsungan hidup di masa depan". Ujarnya.

Ny. Murni Suciyanti juga menekankan pentingnya peran keluarga dan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan sejak dini, agar menjadi kebiasaan positif yang terus berlanjut karena masa depan lingkungan akan banyak ditentukan dan dirasakan dampaknya oleh anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Hj. Anita mengungkapkan, keterlibatan organisasi perempuan dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pelestarian lingkungan yang digalakkan pemerintah daerah.

Dengan adanya pendampingan langsung dari Bupati dan Wakil Bupati Bima, kegiatan ini semakin menegaskan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan. Terangnya. (Tim/ADV).

Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Edukasi Warga, Ini Tujuannya


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Kegiatan pengamanan wilayah terus dilakukan oleh jajaran Koramil 1608-01/Rasanae, dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Kamis, (30/04/26)

Kali ini kegiatan Patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, kembali di laksanakan dan dipimpin oleh Babinsa Kelurahan Jati Baru Serma Mustamin

Adapun personil yang terlibat Patroli sebanyak 1 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan sasaran dibeberapa Kelurahan seperti.

1. Kelurahan Kumbe

2. Kelurahan Rabangodu utara

3. Kelurahan Penaraga

4. Kelurahan Pena toi

5. Kelurahan Manggemaci 

6. Kelurahan Dara

Sebelum melaksanakan kegiatan Patroli para personil melaksanakan apel pengecekan yang di pimpin oleh Babinsa Kelurahan Jati Baru Serma Mustamin bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae timur Kota Bima.

Kemudian Pukul 21.20 Wita personil patroli melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua

Pukul 21.30 Wita' Anggota patroli menghingbau kepada masyarakat terutama anak anak remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Dalam pelaksanaan, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah Satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot dan tidak menggunakannya kembali, guna terciptanya kenyamanan bagi masyarakat pada umumnya.

Dalam kegiatan rutin yang dilakukan oleh Jajaran Koramil-01 Rasanae ini, tentunya diharapkan kepada masyarakat juga agar dapat mematuhi setiap aturan yang berlaku, termasuk aturan lalu lintas, dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Pada pukul 21,48 wita' Anggota patroli tiba di kantor Koramil 01 Rasanae', kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Peran Strategis Warga Jadi Kunci, Ketua TP PKK dan GOW Kabupaten Bima Luncurkan Pesan Peduli Lingkungan Lewat Selasa Menyapa

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Peran aktif masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima saat melaksanakan kegiatan "Selasa Menyapa" di Desa Kaboro, Kecamatan Lambitu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tim Penggerak PKK dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima menggelar aksi penghijauan dengan penanaman pohon di lingkungan SMP Negeri 3 Lambitu, Kamis pagi (30/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, kedua tokoh perempuan ini tidak hanya bersilaturahmi, tetapi juga secara khusus mensosialisasikan pentingnya kesadaran kolektif untuk selalu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Aksi ini turut didampingi Bupati Bima Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Bima dr. H. Irfan Zubaidy, serta dihadiri jajaran kepala perangkat daerah, Camat Lambitu, dan pemerintah desa setempat.

Ketua TP PKK Kabupaten Bima, Ny. Murni Suciyanti, menekankan bahwa upaya menciptakan lingkungan yang bersih, asri, dan sehat tidak akan maksimal tanpa partisipasi penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Warga memiliki peran strategis sebagai pelaku utama dalam setiap gerakan pembangunan, termasuk dalam pelestarian lingkungan.

"Melalui Selasa Menyapa ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Peran serta warga sangat strategis, mulai dari menjaga kebersihan rumah, membuang sampah pada tempatnya, hingga merawat lingkungan sekitar. Jika kesadaran ini sudah tumbuh di hati masyarakat, maka Lambitu akan menjadi wilayah yang nyaman dan sehat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Bima Ny. Hj. Anita Irfan, menambahkan bahwa kaum perempuan memiliki andil besar dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan kepada keluarga. Oleh karena itu, melalui organisasi yang dinaunginya, pihaknya terus mendorong para ibu rumah tangga untuk menjadi pelopor kebersihan dan kesehatan di lingkungan masing-masing.

"Kami mengajak seluruh warga, khususnya para ibu, untuk lebih peduli lagi. Lingkungan yang bersih akan berdampak langsung pada kesehatan keluarga dan mencegah berbagai penyakit. Mari kita jadikan budaya bersih dan peduli lingkungan sebagai gaya hidup sehari-hari," tegasnya.

Kegiatan "Selasa Menyapa" ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Mereka mengapresiasi perhatian dan arahan yang diberikan, serta berkomitmen untuk terus meningkatkan kepedulian dan menjaga keindahan wilayah Kecamatan Lambitu agar semakin maju dan sejahtera. (MDG05)  

Selasa Menyapa, Pemkab Bima Hadirkan Pangan Murah untuk Warga Lambitu

BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Setelah melakukan peninjauan layanan kesehatan dan KB yang dipusatkan di Balai desa Desa Sambori, Kamis pagi (30/4/26), Bupati Bima Ady Mahyudi bersama Ketua TP PKK Ny. Murni Suciyanti dan Wakil Bupati Bima H. Irfan Zubaidy bersama Ketua GOW Ny. Anita H. Irfan, Camat Lambitu Hafid, S.Sos serta sejumlah pejabat teras melanjutkan agenda dengan meninjau gerai Gerakan Pangan Murah (GPM) yang merupakan kemitraan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima dan Perum Bulog di Lapangan Desa Kaboro, Kecamatan Lambitu, Nusa Tenggara Barat (NTB). 

GPM yang sebelumnya juga secara rutin hadir pada beberapa Selasa Menyapa ini menyediakan beragam kebutuhan pokok bagi masyarakat setempat dengan harga yang cukup terjangkau. 

Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bima Helmiyati SP., MM mengatakan, GPM mendapat sambutan positif dari warga yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Komoditas yang disiapkan antara lain beras premium seharga Rp 75.500 per 5 kilogram, telur Rp55.000 per rak, gula pasir Rp18.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per kilogram dan sejumlah bahan pokok lainnya. Jelas Helmiyati.

"Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

 “Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah hadir langsung untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menjaga inflasi daerah tetap terkendali,” Terang Bupati Bima Ady Mahyudi saat meninjau gerai penjualan GPM.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Bima H. Irfan Zubaidy yang juga hadir dalam peninjauan menyampaikan bahwa GPM juga menjadi wahana untuk mendorong distribusi pangan yang merata hingga ke wilayah pedesaan. 

“Kami akan terus mendorong kegiatan seperti ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat, khususnya di daerah terpencil". Ungkapnya.

Usai peninjauan, Bupati dan Wakil Bupati Bima melanjutkan kegiatan dengan melakukan pemasangan prasasti Selasa Menyapa di depan Lapangan Desa Kaboro sebagai simbol komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.(MDG05).


Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kerukunan dan Keamanan

Bima.NTB.Media Dinamika Global.id,Para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) di wilayah desa binaan masing-masing pada Jumat (1/5/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sejak pagi hari, sejumlah Babinsa turun langsung ke desa binaan untuk berinteraksi dengan warga. Pada pukul 08.00 WITA, Serda Aladin yang bertugas di Desa Parangina, Kecamatan Sape, menggelar komsos bersama masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, ia membahas perkembangan wilayah sekaligus mengimbau warga agar terus menjaga hubungan baik antar sesama demi terciptanya situasi yang aman dan damai.

Selanjutnya, pada pukul 08.30 WITA, Sertu Wahyudin selaku Babinsa Desa Rato juga melaksanakan komsos dengan warga. Ia mengajak masyarakat untuk hidup rukun, saling menghormati, serta memperkuat budaya tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan serupa dilanjutkan oleh Serda Asnaidin di Desa Boke pada pukul 09.00 WITA. Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan warga agar selalu berhati-hati dalam beraktivitas serta menjaga komunikasi yang baik. Ia juga menekankan pentingnya menghindari hal-hal yang dapat memicu konflik, serta mendorong warga untuk segera melapor kepada aparat atau pemerintah setempat jika terjadi permasalahan.

Sementara itu, pada pukul 09.30 WITA, Serka Khairuddin melaksanakan komsos di Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Ia mengimbau warga untuk terus bekerja sama dengan aparat keamanan dalam menjaga ketertiban lingkungan. Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menjaga komunikasi yang harmonis dengan saling menghormati, menghargai, dan memaafkan, serta segera melaporkan setiap permasalahan agar dapat ditangani dengan cepat oleh pemerintah desa.




Melalui kegiatan komsos ini, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin erat serta tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah Kecamatan Sape dan sekitarnya.(Team.MDG.03)

Suara Juri FLS3N, One Irawan Minta Pemda Fokus Kembangkan Industri Kreatif Pelajar

Foto : Para juri FLS3N bersama peserta
Tingkat SMA/SMK se-Kota/Kabupaten Bima

Bima,Mediadinamikaglobal.id – Ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) tahun 2026 tingkat SMA/SMK se-Kota dan Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menjadi wadah bagi para pelajar untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Cabang Dinas Dikpora Wilayah VI dan dibagi dalam 2 hari, yakni : hari pertama di SMAN 1 Kota Bima dan hati kedua di Kantor Cabang Dinas Dikpora Wilayah VI (Panda). 

Berdasarkan data panitia, jumlah peserta mencapai 281 orang terdiri dari 133 peserta berasal dari Kota Bima dan 147 peserta berasal Kabupaten Bima. Adapun cabang lomba yang diadakan oleh panitia terdiri dari baca puisi, cipta lagu, fotografi hingga film pendek yang menjadi salah satu kategori yang paling diminati para peserta. Untuk kategori film pendek peserta tampil dalam format kelompok yang masing-masing terdiri dari 3 orang. Dari sekolah yang berasal dari Kota Bima tercatat 7 kelompok dan sebaliknya sekolah yang berasal dari Kabupaten Bima sebanyak 4 kelompok. 

Hasil Lomba Film Pendek

Tingkat Kota Bima:

Terbaik I: SMK 3 Kota Bima (SMK 3 N KOBI)

Terbaik II: MAN 2 Kota Bima (MAN 2 KOBI)

Terbaik III: SMAN 1 Kota Bima (SMANSAKOBI)

 

Tingkat Kabupaten Bima:

Terbaik I: SMAN 1 Sape

(Emba Najmustasaqib, M. Ilman Naafiah, Muhammad Rafah Ardiansyah)

Terbaik II: SMAN 1 Woha

(Zema Rodhiatul Azizah, Ayatul Husna, Salamatul Insan)

Terbaik III: SMAN 1 Madapangga

(Nurul Afrah, Ana Affatunisa, Tiara)

Penilaian lomba dilakukan oleh juri film, One Irawan, yang menilai adanya peningkatan signifikan pada kualitas karya peserta tahun ini.

Foto : Salah satu FLS3N
One Irawan

Dalam kesempatan ini, salah satu juri yang bertugas, One Irawan, memberikan perhatian khusus terhadap potensi besar yang dimiliki oleh generasi muda. Ia mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bima untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap perkembangan industri kreatif di kalangan pelajar.

Menurut One Irawan, bakat dan minat seni serta kreativitas yang ditunjukkan oleh para peserta selama lomba berlangsung sangat luar biasa. Namun, potensi emas ini perlu didukung dengan kebijakan dan fasilitas yang memadai agar tidak hanya berhenti di ajang kompetisi, tetapi bisa berkembang menjadi nilai ekonomi dan budaya yang bermanfaat di masa depan.

"Melalui FLS3N ini, kita bisa melihat betapa besarnya potensi dan talenta yang dimiliki oleh anak-anak muda di Bima. Mereka kreatif, inovatif, dan penuh ide segar. Oleh karena itu, saya berharap Pemerintah Daerah dapat lebih fokus dan memberikan perhatian khusus dalam mengembangkan industri kreatif pelajar," ujar One Irawan usai bertindak sebagai juri, Jumat (01/05/2026).

Lebih lanjut, One Irawan menjelaskan bahwa industri kreatif bukan hanya soal seni, tetapi juga menyangkut pengembangan karakter, keterampilan, hingga peluang usaha. Dukungan dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan, mulai dari penyediaan sarana dan prasarana yang layak, pembinaan yang berkelanjutan, hingga peluang untuk memamerkan hasil karya mereka ke ruang yang lebih luas.

"Jika potensi ini digarap dengan baik dan didukung penuh oleh Pemda, bukan tidak mungkin kelak akan lahir seniman-seniman hebat maupun pelaku-pelaku ekonomi kreatif muda yang mampu mengharumkan nama daerah. Investasi di bidang kreativitas pelajar adalah investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan," tambahnya.

Pernyataan ini disambut baik oleh para guru dan pembina yang hadir. Mereka berharap aspirasi yang disampaikan oleh para praktisi dan juri seperti One Irawan dapat menjadi masukan berharga bagi pemangku kebijakan, sehingga pembinaan bakat siswa di Kabupaten Bima ke depannya semakin maksimal dan terarah. (MDG05)