Sabtu, 09 Mei 2026
Jumat, 08 Mei 2026
Ujian Tertulis (SAF) Di depan Mata, Kepsek SDN Inpres 1 Maria Pesankan : Belajarlah Dengan Giat
![]() |
| Foto : Kepsek SDN Inpres 1 Maria Muhdar, S. Pd |
BIMA, Mediadinamikaglobal.id – Menjelang pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional atau SAF yang akan berlangsung dalam waktu dekat pada tanggal 11 Mei 2026, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Inpres 1 Maria Muhdar,S.Pd, menyampaikan pesan penting dan semangat kepada seluruh siswa kelas VI. Ia mengingatkan agar seluruh peserta didik memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk belajar dengan sungguh-sungguh dan giat.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Sekolah SDN Inpres 1 Maria dalam wawancara awak mediadinamikaglobal.id Sabtu (09/05/2026). Menurutnya, ujian tertulis yang akan dilaksanakan ini merupakan tahapan penentu yang menjadi bukti hasil belajar siswa selama enam tahun menempuh pendidikan di bangku sekolah dasar.
"Ujian tertulis sudah berada di depan mata, tidak ada lagi waktu untuk disia-siakan. Saya berharap dan menekankan kepada seluruh anak-anak siswanya, belajarlah dengan giat, tekun, dan sungguh-sungguh di rumah maupun di sekolah. Ujian ini adalah tolak ukur kemampuan kalian, dan saya ingin melihat hasil terbaik dari usaha yang telah kalian lakukan selama ini," tegasnya.
Ia juga mengingatkan, belajar dengan giat bukan hanya mengejar nilai, melainkan bentuk persiapan diri agar siap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain itu, ia berpesan agar siswa tidak hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri, tetapi juga selalu berdoa memohon kelancaran dan kemudahan dari Tuhan Yang Maha Esa.
"Selain belajar, perbanyaklah berdoa. Gabungan antara usaha keras dan doa adalah kunci kesuksesan. Guru-guru pun sudah memberikan bekal materi sebaik mungkin, kini giliran kalian untuk mengulang dan mendalaminya kembali," tambahnya.
Kepala Sekolah SDN Inpres 1 Maria, Muhdar, S. Pd, juga memastikan pihak sekolah telah mempersiapkan segala keperluan administrasi, kelengkapan sarana, serta kesiapan tenaga pendidik agar pelaksanaan ujian berjalan lancar, aman, tertib, dan sesuai aturan yang berlaku.
Sebanyak 18 siswa yang akan mengikuti ujian kedepannya, soal tersebut dibuat oleh kecamatan yang tergabung dari beberapa guru sekolah di Wilayah Kecamatan Wawo sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Kemudian ada lima model jenis soal yang akan dikerjakan oleh para siswa nanti, dan tim pengawas ujian akan diterapkan sistem silang antar guru sekolah.
Adapun mata pelajaran yang akan diujikan dalam Ujian Tertulis SAF tersebut antara lain:Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), PJOK dan Mulok.
"Seluruh materi tersebut telah diajarkan dan dibahas bersama guru di kelas. Kini tugas siswa adalah mengulang kembali dan memahaminya dengan baik agar bisa mengerjakan soal dengan tenang dan benar,"ujarnya.
Ia berharap, dengan penguasaan materi pada seluruh mata pelajaran tersebut, seluruh siswa SDN Inpres 1 Maria dapat menyelesaikan ujian dengan hasil yang memuaskan dan menjadi lulusan yang kompeten serta berkarakter. (MDG05)
Koramil 1608-03/Sape Bersama Warga Gelar Gotong Royong Pengecoran Masjid Babul Hasanah Desa Bugis
Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Kegiatan karya bakti gotong royong berlangsung di Masjid Babul Hasanah, Dusun Kampung Baru, Desa Bugis, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Sabtu (9/5/2026) pagi. Kegiatan dimulai pukul 08.00 Wita dan dipimpin langsung oleh Peltu Indrawan bersama anggota Koramil 1608-03/Sape.
Gotong royong tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya perwakilan Danramil 1608-03/Sape, perwakilan Danki Brimob Sape, Kepala Desa Bugis beserta staf, serta masyarakat Desa Bugis yang turut berpartisipasi secara aktif.
Adapun sasaran utama kegiatan karya bakti tersebut yakni pengecoran lantai dua Masjid Babul Hasanah dan pemasangan besi sebagai bagian dari proses pembangunan masjid.
Kegiatan diawali pada pukul 08.00 Wita dengan pelaksanaan gotong royong yang dipimpin oleh Kepala Desa Bugis bersama Peltu Indrawan dari Koramil 1608-03/Sape. Selanjutnya, pada pukul 11.30 Wita dilakukan pengecoran lantai dua masjid oleh anggota Koramil 1608-03/Sape dan anggota Brimob Sape dengan dibantu warga setempat.
Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 12.00 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan sarana ibadah serta mempererat semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.(Team.MDG.03)
PW SEMMI NTB Semprot DPRD dan Pemprov: Relaksasi Ekspor AMNT Hanya Perpanjang Ketergantungan Tambang
![]() |
| Ketua PW SEMMI NTB, M. Rizal Ansari, DPRD Komisi III NTB, Sambirang Ahmadi, Asisten II Pemprov NTB Lalu Mohammad Faozal, dan Background PT AMNT, (Ist/Surya) |
Mataram, Media Dinamika Global – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Nusa Tenggara Barat melontarkan kritik tajam terhadap sikap Komisi III DPRD NTB dan Pemerintah Provinsi NTB yang kembali memberikan dukungan terhadap rencana perpanjangan relaksasi ekspor konsentrat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT).
Bagi PW SEMMI NTB, langkah tersebut bukanlah solusi strategis untuk pembangunan ekonomi daerah, melainkan bentuk nyata dari kegagalan pemerintah keluar dari jebakan ekonomi ekstraktif yang selama ini membelenggu NTB.
PW SEMMI menilai alasan menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah dengan terus memberi ruang ekspor konsentrat justru menunjukkan lemahnya visi pembangunan jangka panjang. Relaksasi yang seharusnya hanya bersifat sementara dalam kerangka UU Minerba kini berubah menjadi kebijakan berulang yang dinormalisasi.
“Ketika relaksasi terus diperpanjang dengan alasan yang sama, maka itu bukan lagi transisi, melainkan normalisasi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Ini jelas bertentangan dengan semangat hilirisasi nasional,” tegas PW SEMMI NTB, Kamis (7/5/2026).
Menurut mereka, narasi bahwa ekonomi NTB akan mengalami kontraksi tanpa kontribusi ekspor konsentrat tambang justru menjadi tamparan keras bagi pemerintah daerah. Pernyataan itu dinilai sebagai bukti nyata bahwa transformasi ekonomi yang selama ini digaungkan belum benar-benar terjadi.
“Kalau ekonomi NTB bisa terjun bebas hanya karena ekspor konsentrat dihentikan, itu artinya kita masih terjebak dalam sistem ekonomi rapuh yang bergantung pada eksploitasi sumber daya alam. Ini alarm serius,” lanjutnya.
PW SEMMI NTB juga menilai dukungan DPRD dan Pemprov terhadap relaksasi ekspor menunjukkan belum adanya keberanian politik untuk memaksa percepatan optimalisasi smelter serta membangun industri turunan berbasis mineral di NTB.
Menurut mereka, hilirisasi tidak boleh sekadar dipahami sebagai keberadaan bangunan smelter semata, tetapi harus menjadi fondasi lahirnya ekosistem industri baru yang mampu menciptakan nilai tambah nyata bagi masyarakat lokal.
Mulai dari manufaktur, penyerapan tenaga kerja berkualitas, hingga penguatan sektor ekonomi non-tambang, semuanya dinilai masih jauh dari harapan
“Jika NTB hanya berhenti pada ekspor konsentrat dan smelter yang belum optimal, maka daerah ini hanya akan menjadi lumbung bahan mentah tanpa nilai tambah yang berarti. Rakyat hanya jadi penonton di atas kekayaan sendiri,” tegasnya lagi.
PW SEMMI menegaskan bahwa ketergantungan berulang terhadap relaksasi ekspor bukan hanya menghambat transformasi ekonomi daerah, tetapi juga bertolak belakang dengan agenda besar kemandirian ekonomi nasional.
Mereka mendesak DPRD dan Pemprov NTB untuk berhenti menjadikan tambang sebagai penyangga tunggal ekonomi daerah, dan mulai serius membangun sektor alternatif yang berkelanjutan.
“NTB membutuhkan keberanian politik untuk keluar dari candu tambang. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan sekadar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi seberapa kuat ekonomi itu mampu berdiri tanpa bergantung pada eksploitasi sumber daya alam,” tutup PW SEMMI NTB.
Redaksi |
Rutan Kelas I Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas Narkoba dan Penipuan di Lingkungan Pemasyarakatan
SEMMI NTB Kritik Pengawasan Pemprov NTB terhadap Smelter AMNT, Jangan Hanya Percaya Laporan Internal
![]() |
| Ketua PW SEMMI NTB, Muhammad Rizal Ansari, Berground PT AMNT KSB, (Ist/Surya) |
Mataram, Media Dinamika Global – Menjelang berakhirnya masa relaksasi ekspor konsentrat tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) pada April 2026, Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) NTB melontarkan kritik terhadap lemahnya fungsi pengawasan Pemerintah Provinsi NTB dan Dinas ESDM NTB dalam memastikan komitmen hilirisasi perusahaan.
Ketua PW SEMMI NTB, Muhammad Rizal Ansari, menilai pernyataan Kepala Dinas ESDM NTB yang menyebut progres smelter berjalan lebih cepat dari target perlu diuji secara objektif dan transparan. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan fasilitas pemurnian tersebut belum beroperasi secara optimal, meskipun masa relaksasi ekspor segera berakhir.
“Di sinilah kami melihat ada problem serius pada fungsi controlling pemerintah daerah. Klaim progres tidak boleh hanya berbasis laporan internal perusahaan, tetapi harus diuji melalui verifikasi independen dan keterbukaan data ke publik,” tegas Rizal pada Media ini. Jum'at (8/5/26).
Ia menambahkan, fungsi pengawasan yang melekat pada Dinas ESDM dan Pemprov NTB seharusnya menjadi instrumen utama dalam memastikan kepatuhan korporasi terhadap kewajiban hilirisasi sebagaimana diatur dalam kebijakan nasional mineral dan batubara.
Lebih lanjut, PW SEMMI NTB juga menyoroti pernyataan Pemerintah Provinsi NTB melalui Asisten II Setda NTB yang mendorong agar PT AMNT tetap dapat mengekspor konsentrat. Sikap tersebut dinilai kontradiktif dengan semangat pembatasan ekspor mineral mentah yang hanya diberikan secara terbatas dalam kondisi kahar.
“Pernyataan yang membuka ruang ekspor di tengah belum optimalnya smelter justru memperlihatkan inkonsistensi kebijakan di tingkat daerah. Ini berpotensi melemahkan agenda hilirisasi yang menjadi prioritas nasional,” jelasnya.
Rizal menegaskan bahwa relaksasi ekspor yang diberikan pemerintah pusat sejatinya bersifat sementara dan bersyarat, termasuk adanya pembuktian kondisi kahar serta kewajiban percepatan penyelesaian smelter. Oleh karena itu, ia menilai tidak ada alasan untuk kembali memberikan toleransi apabila perusahaan belum mampu memenuhi target operasional.
“Kalau kita merujuk pada prinsip kepastian hukum dan keadilan regulatif, maka tidak boleh ada perlakuan longgar terhadap korporasi yang belum memenuhi kewajibannya. Negara harus hadir melalui pengawasan yang tegas, bukan sekadar koordinasi administratif,” katanya.
PW SEMMI NTB juga mendesak agar Pemprov NTB dan Dinas ESDM meningkatkan akuntabilitas pengawasan dengan membuka data progres smelter secara berkala kepada publik. Menurutnya, transparansi menjadi kunci untuk memastikan bahwa kebijakan relaksasi tidak disalahgunakan dan tetap berada dalam koridor hukum.
“Tanpa transparansi, klaim pengawasan ketat akan sulit dipercaya. Publik berhak mengetahui sejauh mana progres riil smelter dan langkah konkret yang diambil pemerintah dalam mengawal hilirisasi,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, PW SEMMI NTB menegaskan bahwa momentum berakhirnya relaksasi ekspor harus menjadi titik evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pengawasan pemerintah daerah.
“Ini bukan hanya soal berakhirnya izin ekspor, tetapi tentang konsistensi negara dalam menegakkan arah kebijakan hilirisasi. Jika fungsi kontrol lemah, maka tujuan peningkatan nilai tambah sumber daya alam hanya akan menjadi retorika,” tutup Rizal.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT AMNT maupun Pemerintah Provinsi NTB belum memberikan tanggapan resmi atas kritik tersebut.
Redaksi |
Babinsa Koramil 1608-03/Sape Laksanakan “Kongkow-Kongkow” Bersama Warga, Tekankan Pentingnya Kamtibmas
Bima.NTB.Media Dinamika Global .id– Personel Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli “kongkow-kongkow” di sejumlah desa binaan pada Jumat malam, 8 Mei 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pendekatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Sape dan sekitarnya.
Kegiatan dimulai sejak malam hari dengan menyasar beberapa desa binaan, di antaranya Desa Sumi, Desa Boke, Desa Parangina, serta Desa Sangga di wilayah Kecamatan Lambu.
Pada pukul 19.30 WITA, Babinsa Desa Sumi, Serka Ridwan, melaksanakan patroli kongkow-kongkow dengan memberikan imbauan kepada warga agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas serta segera melapor kepada aparat setempat apabila menemukan hal-hal mencurigakan.
Selanjutnya pada pukul 20.00 WITA, Babinsa Desa Boke, Serda Asnaidin, juga melaksanakan kegiatan serupa. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan menghindari tindakan yang melanggar hukum. Warga juga diimbau untuk segera melaporkan setiap permasalahan kepada pihak berwenang agar dapat segera ditangani.
Kemudian pada pukul 20.30 WITA, Babinsa Desa Parangina, Serda Aladin, melaksanakan patroli kongkow bersama warga desa binaan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan di malam hari serta mengajak masyarakat untuk peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar. Selain itu, ia juga mengingatkan agar setiap gangguan kamtibmas segera dilaporkan kepada kepala dusun atau kepala desa.
Sementara itu pada pukul 21.00 WITA, Babinsa Desa Sangga, Serka Jamaludin, yang merupakan anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, turut melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama warga. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga etika dalam berkomunikasi dan pergaulan agar tidak menimbulkan permasalahan sosial. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kampung tetap aman dan kondusif serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri, melainkan segera melaporkan setiap permasalahan kepada pihak berwenang agar dapat diselesaikan secara tepat.
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Dokumentasi kegiatan dilampirkan sebagai bagian dari laporan resmi.
Kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan teritorial Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat melalui Koramil 1608-03/Sape dalam memperkuat kemitraan dengan masyarakat guna menjaga stabilitas keamanan di wilayah binaan.(Team.MDG.03)
Babinsa Desa Sangga Kec.Lambu Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Patroli Siskamling
Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Serka Jamaludin bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Jumat malam, 8 Mei 2026 pukul 20.15 WITA. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan kondisi keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.
Patroli tersebut turut melibatkan dua anggota Koramil, dua aparat desa, serta enam orang masyarakat setempat. Kegiatan ini menyasar pemukiman warga dan sejumlah lokasi tongkrongan anak muda yang dinilai perlu mendapatkan perhatian dalam menjaga ketertiban lingkungan.
Kegiatan dimulai pada pukul 20.10 WITA saat personel Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Sangga, Kecamatan Lambu. Tiba di lokasi pada pukul 20.20 WITA, tim langsung melakukan pemantauan situasi wilayah setempat.
Pada pukul 20.25 WITA, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Warga juga diingatkan untuk menghindari konflik yang dapat memicu pertengkaran, serta mewaspadai dampak negatif konsumsi minuman keras yang kerap menyebabkan hilangnya kontrol emosi di kalangan remaja dan berujung pada perkelahian.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan di jalan raya demi keselamatan bersama dan kelancaran lalu lintas.
Selanjutnya, pada pukul 21.10 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan sebelum akhirnya seluruh rangkaian Patroli Siskamling selesai pada pukul 21.15 WITA dengan kondisi wilayah yang dilaporkan aman dan kondusif.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial TNI AD melalui Koramil 1608-03/Sape dalam menjaga stabilitas keamanan serta mempererat sinergi antara aparat dan masyarakat di wilayah binaan.(Team.MDG.03)
Ibu Bos Rokok Sukses Kab.Bima Bantu Biaya Berobat Warga Kurang Mampu Asal Desa Lambu
Lambu.Kabupaten Bima.NTB.Media Dinamika Global.id— Ibu Nurwahya,Seorang warga kurang mampu asal Desa Lambu, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, yang tengah menjalani perawatan di RSUD Bima menerima bantuan biaya pengobatan dari pengusaha Rokok sukses asal Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Ibu Nurjanah.
Kepedulian sosial tersebut diberikan kepada Ibu Nurwahya, warga Dusun Lambu, yang telah menjalani perawatan medis di RSUD Bima selama kurang lebih satu minggu akibat kondisi kesehatannya yang menurun.
Keterbatasan ekonomi membuat keluarga pasien kesulitan dalam memenuhi biaya pengobatan dan kebutuhan selama berada di rumah sakit. Kondisi ini juga mendorong masyarakat setempat untuk melakukan aksi penggalangan dana guna membantu meringankan beban keluarga pasien.
Sebagai bentuk kepedulian, pada Kamis siang sekitar pukul 14.00 WITA, perwakilan yang diutus oleh Ibu Nurjanah menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp1.000.000. Bantuan tersebut diterima langsung oleh orang tua dan kerabat Ibu Nurwahya di kediaman mereka di Dusun Lambu.
Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan biaya pengobatan serta keperluan lainnya selama pasien menjalani perawatan di rumah sakit.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan Ibu Nurwahya yang sedang sakit diberikan kesehatan serta segera sembuh,” ujar pihak keluarga saat menerima bantuan tersebut.
Aksi sosial yang dilakukan Ibu Nurjanah mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Warga menilai kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu, khususnya yang sedang sakit, sangat dibutuhkan dan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut membantu sesama.
Hingga saat ini, Ibu Nurwahya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Bima.(Team.MDG.03)
Ibu Nurjanah, Bos Rokok Sukses Kabupaten Bima, Santuni 15 Orang Anak Yatim di Sape
Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh pengusaha sukses asal Kecamatan Sape Kabupaten Bima, Ibu Nurjanah. Bos rokok yang dikenal dermawan tersebut menggelar kegiatan santunan bagi 15 anak yatim di Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.(Jum,at.08/05/2026)
Kegiatan sosial itu berlangsung di wisata kolam pemandian milik Ibu Nurjanah yang berlokasi di Jalan Lintas Ncai Bou (Jalan Baru), Desa Naru, Kecamatan Sape. Acara berlangsung hangat dan penuh kebersamaan dengan dihadiri masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Ibu Nurjanah menyerahkan bantuan berupa paket nasi kuning dan uang belanja kepada masing-masing anak yatim. Sebelum pembagian santunan dimulai, acara terlebih dahulu diawali dengan doa bersama yang berlangsung khidmat.
Ibu Nurjanah mengatakan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas rezeki dan keberhasilan usaha yang selama ini diperolehnya. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat serta kebahagiaan bagi anak-anak yatim.
“Semoga kegiatan ini menjadi berkah bagi kita semua dan bisa membantu meringankan kebutuhan adik-adik yatim,” ujar Ibu Nurjanah.
Masyarakat yang hadir turut memberikan apresiasi atas kepedulian Ibu Nurjanah yang dinilai konsisten membantu warga dan anak-anak yang membutuhkan perhatian. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antara masyarakat dan anak-anak yatim di wilayah Kecamatan Sape.
Acara berbagi santunan berlangsung lancar dan sukses. Kegiatan sosial seperti ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pengusaha dan masyarakat lainnya untuk terus menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim di Kabupaten Bima.(Team.MDG.03)
















