Media Dinamika Global

Sabtu, 08 Agustus 2026

DPD Gerindra NTB Matangkan Persiapan Diklat Laskar Partai


LOMBOK TENGAH, Media Dinamika Global.id.--DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat panitia persiapan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai, Sabtu (8/2), di Balen Soultan Hotel, Praya, Lombok Tengah.

Rapat tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Lalu Fathul Bahri, jajaran unsur pimpinan DPD, serta seluruh Ketua DPC Partai Gerindra kabupaten/kota se-NTB.

Dalam rapat tersebut, DPD Partai Gerindra NTB mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Diklat Laskar Partai yang akan digelar di Mataram dalam waktu dekat.

Rencananya, DPD Partai Gerindra NTB akan merekrut ratusan Laskar Partai dari berbagai kabupaten dan kota di NTB. Para peserta nantinya akan mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari proses pembentukan dan penguatan kader Laskar Partai Gerindra.

Diklat tersebut dirancang sebagai bekal bagi para kader untuk membangun karakter kepemimpinan, memperkuat loyalitas, serta menumbuhkan jiwa pengabdian sebagai kader Partai Gerindra.

Laskar Gerindra, menurut jajaran DPD, bukan sekadar organisasi kader, tetapi juga menjadi garda terdepan partai yang harus senantiasa hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Karena itu, setiap kader Laskar Gerindra diharapkan memiliki integritas, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta semangat gotong royong dalam menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan maupun perjuangan partai.

Melalui pelaksanaan Diklat ini, DPD Partai Gerindra NTB berharap lahir kader-kader Laskar Partai yang memiliki kapasitas kepemimpinan, loyalitas, dan komitmen pengabdian yang kuat, sekaligus mampu menjadi bagian dari kekuatan partai dalam memberikan manfaat bagi masyarakat NTB.(Sekjend MDG)

DPD Gerindra NTB Matangkan Persiapan Diklat Laskar Partai


LOMBOK TENGAH, Media Dinamika Global.id.--DPD Partai Gerindra Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar rapat panitia persiapan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Partai, Sabtu (8/2), di Balen Soultan Hotel, Praya, Lombok Tengah.

Rapat tersebut dihadiri Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Lalu Fathul Bahri, jajaran unsur pimpinan DPD, serta seluruh Ketua DPC Partai Gerindra kabupaten/kota se-NTB.

Dalam rapat tersebut, DPD Partai Gerindra NTB mematangkan berbagai persiapan untuk pelaksanaan Diklat Laskar Partai yang akan digelar di Mataram dalam waktu dekat.

Rencananya, DPD Partai Gerindra NTB akan merekrut ratusan Laskar Partai dari berbagai kabupaten dan kota di NTB. Para peserta nantinya akan mengikuti rangkaian pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari proses pembentukan dan penguatan kader Laskar Partai Gerindra.

Diklat tersebut dirancang sebagai bekal bagi para kader untuk membangun karakter kepemimpinan, memperkuat loyalitas, serta menumbuhkan jiwa pengabdian sebagai kader Partai Gerindra.

Laskar Gerindra, menurut jajaran DPD, bukan sekadar organisasi kader, tetapi juga menjadi garda terdepan partai yang harus senantiasa hadir dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Karena itu, setiap kader Laskar Gerindra diharapkan memiliki integritas, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta semangat gotong royong dalam menjalankan tugas-tugas kemasyarakatan maupun perjuangan partai.


Melalui pelaksanaan Diklat ini, DPD Partai Gerindra NTB berharap lahir kader-kader Laskar Partai yang memiliki kapasitas kepemimpinan, loyalitas, dan komitmen pengabdian yang kuat, sekaligus mampu menjadi bagian dari kekuatan partai dalam memberikan manfaat bagi masyarakat NTB.(Sekjend MDG)

Police Go To School, Polsek Asakota Berikan Edukasi Bahaya Narkoba, Tertib Berlalu Lintas dan Anti-Bullying di SMA Muhammadiyah.


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang disiplin, taat hukum, dan berakhlak baik, Polsek Asakota Polres Bima Kota kembali melaksanakan program Police Go To School di SMA Muhammadiyah Kota Bima, Jumat (7/8/2026) pukul 08.00 WITA.

Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Muhammadiyah Kota Bima tersebut diikuti oleh para siswa-siswi dan dewan guru. Program ini menjadi sarana edukasi bagi pelajar dalam meningkatkan kesadaran hukum serta mencegah berbagai bentuk kenakalan remaja.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Asakota IPTU Mirafuddin menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi dan pembinaan kepada para siswa mengenai berbagai persoalan yang kerap dihadapi kalangan remaja.

Dalam penyampaiannya, Kapolsek Asakota mengimbau seluruh siswa agar menjauhi penyalahgunaan narkoba karena selain melanggar hukum, juga dapat merusak kesehatan dan menghancurkan masa depan. Ia juga mengajak para pelajar untuk berperan aktif dalam membantu kepolisian dengan segera melaporkan apabila mengetahui adanya peredaran atau penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Selain itu, Kapolsek memberikan edukasi mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Para siswa yang telah menggunakan kendaraan bermotor diminta untuk selalu mematuhi peraturan lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI saat berkendara, serta menghindari penggunaan knalpot brong yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama saat beristirahat maupun beribadah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek juga mengingatkan para pelajar agar bijak dalam menggunakan media sosial. Siswa diimbau untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya atau belum diketahui sumbernya, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun penyebaran hoaks di tengah masyarakat.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., berharap kegiatan Police Go To School dapat meningkatkan kesadaran hukum serta membentuk karakter pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja.

Melalui kegiatan ini, Polres Bima Kota ingin membangun kedekatan dengan para pelajar sekaligus memberikan edukasi agar mereka menjadi generasi yang cerdas, berprestasi, tertib berlalu lintas, bijak bermedia sosial, bebas narkoba, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.(Sekjend MDG)

Jadi Pemimpin Harus Melewati Keseriusan dan Khidmat Dalam Keyakinan


Ditulis: Heru Subagia Pengamat Politik 

Jawa barat, Media Dinamika Global.id.-- Usulan sayembara menangkap koruptor yang sebelumnya dilontarkan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kini bergeser menjadi ujian atas keberanian politiknya.

Pengamat Politik Heru Subagia menilai, isu tersebut tidak lagi sekadar kritik terhadap pemberantasan tindak pidana korupsi, tetapi telah menjadi momentum untuk menguji sejauh mana Dedi Mulyadi berani mengambil sikap ketika persoalan korupsi bersinggungan dengan kekuasaan dan aparat penegak hukum.

Keberanian Dedi Mulyadi selama ini dalam merespons berbagai persoalan publik semestinya juga ditunjukkan ketika berhadapan dengan persoalan korupsi yang dinilai jauh lebih serius dibanding kejahatan jalanan.

Nyali Berantas Korupsi Gadjah

Pemberantasan korupsi tidak bisa hanya diarahkan kepada pelaku kejahatan kelas teri, sementara korupsi yang merampas uang rakyat dalam jumlah besar justru tidak mendapatkan perhatian yang sama.

Nyali dan keputusan besar Kang Dedi untuk merespon apa yang menjadi kehendak masyarakat, khususnya isu korupsi, saat ini sudah menyangkut penegak hukum itu sendiri sebagai pemain dan juga penerima dari korupsi itu sendiri.

Setidaknya warga masih menunggu respons konkret dari Dedi Mulyadi. Pasalnya, hingga saat ini belum ada jawaban tegas dari orang nomor satu di Jawa Barat itu terhadap tantangan yang diajukan.

Rakyat bahkan mempertanyakan apakah Dedi Mulyadi benar-benar bersedia mengambil posisi berhadapan dengan koruptor kelas kakap, bukan sekadar tampil keras dalam persoalan yang menyentuh masyarakat kecil.

Pertanyaannya, Apakah KDM berani atau tidak berhadapan dengan koruptor kelas kakap yang nyata-nyata saat ini menjadi perhatian masyarakat, bukan hanya masyarakat Jawa Barat.

Mempertahankan Kredibilitas dan Elektabilitas 

Pertanyaan tersebut terdai berat dan menjebak bagi siapapun yang hanya coba -coba bermain Pencitraan di permukaan saja. Menjadi penting karena Dedi Mulyadi tidak hanya memiliki posisi sebagai kepala daerah, tetapi juga figur politik dengan tingkat popularitas dan elektabilitas yang disebut-sebut tinggi untuk kontestasi politik nasional.

Berdasarkan data survei SMRC terbaru, menilai angka elektabilitas 35 persen yang dikaitkan dengan peluang Dedi Mulyadi menuju Pilpres 2029 tidak semestinya menjadi sekadar modal politik, melainkan harus diikuti tanggung jawab moral dan keberanian mengambil sikap atas persoalan publik.

Apabila Dedi Mulyadi ingin mempertahankan citra sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat dan berani mengambil tindakan, maka isu pemberantasan korupsi harus menjadi salah satu medan pembuktian.

Apakah KDM mau 

mempertanggungjawabkan elektabilitas 35 persen sebagai Capres 2029 sebagai bagian tanggung jawab moral politik, etika, dan konsekuensi logis dari kerja-kerja yang mungkin bisa dikatakan sebagai kerja pencitraan?

Sasaran Kelas Teri' 

Kritik keras berangkat dari ketimpangan yang selama ini kerap terlihat dalam penanganan kejahatan. Masyarakat kecil dapat dengan mudah menjadi sasaran penindakan ketika melakukan pencurian, mengedarkan obat terlarang, atau melakukan kejahatan jalanan. 

Namun, ia menekankan, persoalan menjadi berbeda ketika berhadapan dengan korupsi yang melibatkan kekuasaan, anggaran, dan kepentingan besar.

Padahal, korupsi memiliki dampak yang jauh lebih luas. Uang yang dikorupsi bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan anggaran yang seharusnya kembali kepada masyarakat melalui pembangunan, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, maupun program sosial.

Koorupsi menjadi momok, sebuah tindakan yang menghina sehina-hinanya masyarakat hingga melumpuhkan serta merampas hak-hak dari dana, anggaran, dan berbagai program kebijakan yang seharusnya dibiayai oleh uang rakyat melalui multi pajak yang dibayarkan.

Fokus Persoalkan Fundamental 

Lebih lanjut, ia menuturkan, berbagai aksi Dedi Mulyadi yang kerap mendapat perhatian luas publik menunjukkan kapasitasnya untuk membangun komunikasi politik yang kuat. Namun, popularitas dan keberanian tampil di ruang publik harus dibuktikan pula melalui keberanian menghadapi persoalan yang lebih fundamental.

Tidak mempersoalkan kewenangan Dedi Mulyadi sebagai gubernur yang memiliki batas-batas tugas dan fungsi. Namun, ketika seorang kepala daerah memilih masuk ke berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, dirinya menilai publik juga berhak meminta konsistensi.

Memang KDM saat ini mengemban amanat sebagai Gubernur Jawa Barat dan menjalankan kerja sesuai tupoksinya. Tetapi ada juga tindakan-tindakan yang dirasakan sebenarnya tidak berada dalam koridor posisinya sebagai gubernur.

Kesempatan Pembuktian 

Keberanian Dedi Mulyadi menyentuh berbagai persoalan sosial selama ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Karena itu, ketika isu korupsi mencuat sebagai persoalan yang lebih besar dan menyangkut kepentingan publik, publik dinilai memiliki alasan untuk menuntut keberanian yang sama.

Rakyat masih sabar dan toleran hingga memberikan kesempatan kepada Dedi Mulyadi untuk menjawab tantangan tersebut.

Bukan sekadar apakah gubernur mau ikut dalam pemberantasan korupsi, tetapi apakah ia berani menunjukkan keberpihakan ketika yang dihadapi koruptor kelas kakap.

Diamnya seorang figur politik terhadap isu besar yang sudah menjadi perhatian publik pada akhirnya dapat menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi antara citra politik, keberanian, dan tindakan nyata.

Kalau akhirnya KDM tidak mampu berkata satu patah kata pun berkaitan dengan urusan pemberantasan korupsi, masyarakat tentu akan menilai sendiri.

Melampaui Ekspetasi 

Isu sayembara menangkap koruptor kini telah berkembang melampaui sekadar wacana atau letupan kritik dari masyarakat. Persoalan tersebut telah menjadi semacam tuntutan moral agar figur yang memiliki kekuatan politik menunjukkan keberpihakan terhadap agenda pemberantasan korupsi.

Publik tidak cukup hanya disuguhi kerja-kerja yang viral. Masyarakat membutuhkan bukt, popularitas politik juga memiliki konsekuensi berupa keberanian mengambil sikap terhadap persoalan yang menyentuh kepentingan rakyat.

Viralnya himbauan Dedi Mulyadi tanggap Koruptor kelas kakap i bukan hanya sebatas partisipasi wong cilik di media, bukan hanya sebatas keprihatinan warga Jabar, tetapi menjadi sebuah mandat moral seluruh masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat Jawa Barat,

Bukan Kucing Garong 

Dalam diksi terakhir,polemik ini menempatkan Dedi Mulyadi pada satu pertanyaan sederhana namun berat: apakah keberanian politiknya berhenti pada isu-isu yang mudah mendapatkan sorotan publik, atau benar-benar diuji ketika harus berhadapan dengan korupsi dan kekuatan yang berada di belakangnya?

Pasalnya, jawaban atas pertanyaan tersebut akan menentukan apakah berbagai citra keberanian yang selama ini melekat pada Dedi Mulyadi benar-benar memiliki fondasi integritas dan komitmen politik. 

Dedy Mulyadi tentunya akan menolak disebutkan aksi -akao viral selama ini tidak lebih persis yang dilakukan oleh "Kucing Garong ''. Representasi kondisi Dedi Mulyadi yang lebih banyak bersensasi dan bersandiwara di atA panggung jogetan.

Diakhir tulisan ini ditekankan bola bemberantasan korupsi bukan hanya persoalan hukum. Menjadi ukuran keberpihakan kekuasaan terhadap uang rakyat.

Ketika seorang pemimpin dituntut memilih, diam atau berdiri di garis depan pemberantasan korupsi, publik pada akhirnya akan mencatat pilihan politik Tersebut.(Sekjend MDG)

Proses Pengambilan Keputusan Berjalan Lancar Wahrul Fauzi Silalahi, Pimpin Karang Taruna Provinsi Lampung Priode 2026-2031.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Temu Karya Karang Taruna Provinsi Lampung berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Melalui kesepakatan bersama yang disyahkan secara aklamasi oleh seluruh Ketua Karang Taruna Kabupaten dan Kota se-Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, S.H. resmi dipercaya menduduki kursi Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung untuk masa bakti 2026–2031, Sabtu 08 Agustus 2026.
 
Keputusan tersebut diambil sebagai wujud persatuan dan kesepahaman seluruh elemen pemuda di Lampung, dengan harapan kepemimpinan baru mampu membawa Karang Taruna semakin kokoh, mandiri, dan semakin bermanfaat hingga ke tingkat desa dan dusun.
 
Di sahkan Secara Aklamasi, Wujud Persatuan Pemuda Lampung
 
Proses pengambilan keputusan berjalan lancar dan penuh semangat. Seluruh Ketua Karang Taruna Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung secara bulat menyepakati dan menyatakan secara aklamasi pencalonan Wahrul Fauzi Silalahi sebagai Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung periode mendatang. Kesepakatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan persatuan menjadi modal utama untuk membangun organisasi ke depan.
 
Dalam sambutannya setelah disyahkan, Wahrul Fauzi Silalahi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan.
 
"Terima kasih saya ucapkan atas segala doa dan dukungan dari para Ketua Kabupaten/Kota, para mantan pemimpin, para senior, dan seluruh kawan-kawan aktivis. Amanah ini tidak pernah terpikirkan oleh saya, namun karena kebersamaan dan keyakinan kita bersama, maka saya siap mengembannya," ujarnya disambut tepuk tangan meriah.
 
Komitmen Turun ke Bawah, Sentuh Pemuda di Desa-desa
 
Ketua terpilih menegaskan visi dan arah pergerakan ke depan: Karang Taruna harus kembali ke akarnya.
 
"Kita sadari bersama, Karang Taruna tumbuh secara organik di setiap RT, di setiap dusun, di setiap kampung. Maka tidak ada jalan lain mari kita turun ke bawah. Kita sentuh mereka, kita dengar aspirasi mereka, kita berjuang bersama kawan-kawan kita di desa-desa," tegas Wahrul.
 
Ia juga menyampaikan rencana silaturahmi menyeluruh ke seluruh wilayah Lampung. Tak lama setelah pelantikan, ia akan berkeliling menyambangi Karang Taruna Kabupaten/Kota satu per satu mulai dari Lampung Barat, Mesuji, Way Kanan, Tanggamus, Pringsewu, Kota Metro, hingga Lampung Selatan guna menyatukan langkah dan menyusun program kerja yang nyata dan menyentuh masyarakat. 
 
Amanah Bersama, Kejayaan Karang Taruna Adalah Milik Kita Semua
 
Wahrul menegaskan bahwa jabatan ini adalah amanah, bukan kekuasaan semata. Oleh karena itu, perjuangan dan kemajuan organisasi tidak bisa dijalankan sendirian melainkan harus diperjuangkan secara bersama-sama oleh seluruh jajaran.
 
"Mari kita bangun bersama, kita perkuat bersama, dan kita kembalikan kejayaan Karang Taruna di Provinsi Lampung ini. Dengan niat yang sama, semangat yang sama, jiwa yang sama Insya Allah Karang Taruna Lampung akan semakin baik dan semakin hebat," tandasnya.
(Fs/Red) 

Belasan Pekerjaan Dapur MBG Bima di Duga Reaktif Hepatitis saat Skrining Kesehatan


BIMA, Media Dinamika Global.id.– Belasan relawan atau pekerja operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bolo dan Soromandi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, diduga terpapar hepatitis setelah menjalani skrining kesehatan yang dilakukan oleh petugas puskesmas setempat.

Kepala Puskesmas Bolo, Nurjanah, membenarkan adanya sejumlah pekerja yang menunjukkan hasil reaktif berdasarkan pemeriksaan awal yang dilakukan tim kesehatan di beberapa dapur MBG.

"Berdasarkan laporan tenaga kesehatan di lapangan, memang ada sejumlah pekerja yang hasil skriningnya reaktif," ujar Nurjanah saat dikonfirmasi, Rabu (5/8/2026).

Meski demikian, Nurjanah menegaskan bahwa hasil tersebut masih merupakan temuan awal dari proses skrining dan belum dapat dipastikan sebagai diagnosis hepatitis. Ia juga belum merinci jumlah pasti pekerja dapur MBG di Kecamatan Bolo yang memperoleh hasil reaktif.

Skrining kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemantauan kondisi kesehatan para relawan dan pekerja yang terlibat dalam operasional dapur MBG. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan serta mencegah potensi penyebaran penyakit di lingkungan kerja.

Pihak puskesmas menyatakan bahwa pekerja yang memperoleh hasil reaktif akan menjalani pemeriksaan lanjutan guna memastikan jenis dan kondisi penyakit yang dialami sebelum dilakukan penanganan medis lebih lanjut.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para pekerja serta memastikan operasional dapur MBG tetap berjalan sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti hasil reaktif tersebut maupun dampaknya terhadap operasional dapur MBG di Kecamatan Bolo dan Soromandi.(Sekjend MDG)

LURUSKAN SOAL SAWAH DAN SAWIT: Memahami Pernyataan Menko Pangan dengan Benar


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Sawah Produktif Tetap Dijaga, Petani Harus Sejahtera.

Beredarnya anggapan bahwa semua sawah akan diubah menjadi kebun sawit tidak sesuai dengan maksud pernyataan Menko Pangan Zulkifli Hasan.

Yang dimaksud adalah tidak semua lahan di Indonesia cocok untuk ditanami padi. Perbedaan kondisi tanah, iklim, dan letak geografis membuat setiap daerah memiliki komoditas yang paling sesuai untuk dikembangkan.

Karena itu, di beberapa wilayah petani memilih menanam kelapa sawit, karet, atau komoditas lain yang lebih cocok dengan karakter lahannya. Hal tersebut bukan berarti mengorbankan lahan pangan.

Pemerintah tetap berkomitmen melindungi sawah produktif agar tidak dialihfungsikan menjadi kawasan nonpertanian. Di saat yang sama, pemerintah terus meningkatkan kesejahteraan petani melalui penyediaan pupuk, perbaikan irigasi, efisiensi biaya produksi, harga yang layak, dan kepastian pasar.

Pesan utamanya sederhana:

 Sawah produktif tetap untuk pangan.

 Petani harus sejahtera, bukan merugi.

 Ketahanan dan swasembada pangan tetap menjadi prioritas nasional.

Penguatan Kompetensi Guru SMKs Al-ikhlas Mbojo: Perkuat Literasi, Numerasi, BTQ, dan Pembelajaran Inklusi


Donggo, Media Dinamika Global.id.-- SMKs Al-ikhlas mbojo kembali meneguhkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu melalui kegiatan Penguatan Kompetensi Guru.

Kegiatan ini berlangsung tepatnya Sabtu 8 juli 2026.

Kegiatan ini terhadiri oleh seluruh guru, meliputi guru wali kelas (Walas), guru mata pelajaran (Mapel), Guru Pendidikan Islam (GPI), serta guru Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).

Lebih lanjut, agenda ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan ruang refleksi dan penguatan kapasitas bagi para pendidik untuk terus bertumbuh dan beradaptasi dengan dinamika pendidikan abad ke-21.

Pembinaan Terarah, Sistematis, dan Relevan Selama pelaksanaan, para guru guru SMKs Al-ikhlas Mbojo mendapatkan pembinaan yang terarah, sistematis, dan relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan. Sehingga, harapannya hasilnya mampu memberikan dampak langsung pada kualitas pembelajaran di kelas.

Menurut Ibu Ratih Ulfah S, Ag. kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap bidang yang diampu guru.

“Seluruh kegiatan yang dilaksanakan dari hari Senin hingga Kamis ini bertujuan untuk menguatkan kembali kualitas pembelajaran pada setiap bidang yang diampu, sehingga pembelajaran menjadi lebih optimal dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa SMKs Al-ikhlas mbojo” tuturnya.

Ia menambahkan, penguatan kompetensi ini terancang tidak hanya menitikberatkan pada aspek teoretis, tetapi juga praktik nyata yang kontekstual.

Salah satu fokus utama adalah pengembangan profesionalisme guru yang terintegrasi dengan penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi penting pembelajaran masa kini.

Pada kelompok guru wali kelas dan mata pelajaran, pelatihan terlaksana secara bertahap dan berjenjang guru terbagi ke dalam beberapa kelas.

Menurut ibu Ratih Ulfah, S.Ag, kegiatan ini menjadi upaya strategis dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di setiap bidang yang diampu guru.

“Seluruh kegiatan yang dilaksanakan dari hari Sabtu ini bertujuan untuk menguatkan kembali kualitas pembelajaran pada setiap bidang yang diampu, sehingga pembelajaran menjadi lebih optimal dan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa” tuturnya.

Ia menambahkan, penguatan kompetensi ini terancang tidak hanya menitikberatkan pada aspek teoretis, tetapi juga praktik nyata yang kontekstual.


Salah satu fokus utama adalah pengembangan profesionalisme guru SMKs Al-ikhlas mbojo yang terintegrasi dengan penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi penting pembelajaran masa kini.

Pendekatan ini memberikan ruang bagi guru untuk berkembang sesuai dengan kebutuhan dan level kompetensi masing-masing secara lebih optimal.

Selain itu, penguatan juga diarahkan pada penguasaan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge), literasi, dan numerasi.

Guru- guru SMKs Al-ikhlas Mbojo didorong untuk mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif—mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah dalam kehidupan nyata.


Belajar untuk memperbaiki diri dalam hal agama tidak ada kata terlambat sepanjang ada kemauan dan ikhtiar yang tulus program ini hadir untuk Sabtu pagi. guru-guru Smks Al Ikhlas Mbojo belajar PBTQ dengan tutor handal ibu Ratih Ulfah,S.Ag. metode mahrijul huruf dengan model 4.(Sekjend MDG)

Jumat, 07 Agustus 2026

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gencarkan Komsos, Ajak Warga Jaga Kamtibmas


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Personel Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus menggencarkan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di wilayah desa binaan masing-masing, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).




Dalam kegiatan Komsos yang berlangsung di sejumlah desa, para Babinsa memberikan imbauan kepada warga agar senantiasa menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menghindari berbagai tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Di Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Sertu Jafar selaku Babinsa Desa Melayu, anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan Komsos sekitar pukul 08.30 Wita. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak warga untuk saling mengingatkan dan menjaga hubungan baik antarsesama agar tercipta suasana kehidupan masyarakat yang aman dan nyaman.

Sementara itu, Serda Junaidin, Babinsa Desa Sari, Kecamatan Sape, melaksanakan Komsos bersama warga sekitar pukul 09.30 Wita. Ia mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga Kamtibmas serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri ketika menghadapi suatu permasalahan.

Menurutnya, setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya segera dilaporkan kepada pihak yang berwenang sehingga dapat diselesaikan melalui jalur yang tepat dan tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun keluarga.

Kegiatan serupa juga dilakukan Sertu Syarif Hidayat, Babinsa Desa Naru, Kecamatan Sape, sekitar pukul 09.50 Wita. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta terus membangun hubungan yang harmonis antarsesama warga.

Sertu Syarif juga memberikan perhatian khusus terhadap kalangan remaja. Ia mengingatkan agar anak-anak muda tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kegiatan negatif, seperti konsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku negatif lainnya yang dapat berdampak buruk terhadap diri sendiri, keluarga maupun lingkungan sekitar.

Di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, Serka Sahlan, Babinsa Desa Lanta Barat anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape, turut melaksanakan Komsos sekitar pukul 08.50 Wita. Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak warga untuk meningkatkan kerja sama dan semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Serka Sahlan menyampaikan bahwa persoalan yang muncul di lingkungan masyarakat sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat. Dengan demikian, setiap permasalahan diharapkan dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan konflik baru.

Melalui kegiatan Komsos tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap komunikasi dan kedekatan antara Babinsa dengan masyarakat di wilayah binaan semakin kuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, harmonis, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas.

Kegiatan Komsos berlangsung dalam keadaan aman dan lancar.(Team.MDG.03)

Polsek Soromandi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu di Desa Kananta

Terduga Pelaku Diapit Kapolsek Soromandi berserta anggota, (Ist/Surya)

Kananta-Bima, Media Dinamika Global - Polsek Soromandi membongkar dugaan peredaran narkotika jenis sabu di Desa Kananta, Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima. Seorang pria berinisial JU alias Uni (40) diamankan di kediamannya pada Sabtu (8/8) sekitar pukul 02.00 WITA.

Penindakan dipimpin Kapolsek Soromandi Iptu Mujahidin setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan transaksi dan penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

Dalam penggerebekan, petugas sempat menghadapi perlawanan hingga seorang pria dilumpuhkan dan tangannya diikat demi keamanan. Polisi kemudian menggeledah kamar dan menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya alat isap sabu (bong), gelas berisi cairan kuning, bungkus rokok dan korek api.

Penggeledahan berlanjut pada celana kain warna krem yang tergantung di dinding kamar. Dari dalam bungkus rokok yang ditemukan di celana tersebut, polisi mendapati 11 plastik klip bening berisi kristal putih yang diduga sabu dan diduga siap diedarkan.

Barang bukti kemudian dihitung dan disaksikan warga serta perangkat desa setempat. Selanjutnya, JU bersama seluruh barang bukti diamankan ke Mapolsek Soromandi untuk menjalani proses hukum dan pengembangan lebih lanjut.

Redaksi |