Media Dinamika Global

Selasa, 18 Agustus 2026

Semarak HUT RI Ke-81, Wagub NTB Gelar Doa Bersama dan Lomba Tradisional Bersama Masyarakat Bima-Dompu dan NTT


Mataram, Media Dinamika Global - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Hj. Indah Dhamayanti Putri menggelar acara doa bersama untuk mensukseskan berbagai program pembangunan pemerintah Provinsi NTB sekaligus merajut silaturahmi bersama Masyarakat Bima-Dompu dan Masyarakat NTT melalui berbagai lomba tradisional dalam rangka memperingati HUT RI Ke-81 di halaman Pendopo Wagub, Selasa 18 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal didampingi Ketua TP PKK NTB, Sinta Agathia M. Iqbal turut hadir memeriahkan dan menyambangi masyarakat Bima-Dompu dan NTT yang ikut berpartisipasi memeriahkan HUT RI Ke-81 di halaman Pendopo Wagub NTB.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur yang akrab disapa Ummi Dinda ini menegaskan pentingnya menjaga kebersamaan lintas daerah. Ia juga menyampaikan rasa empati dan dukungan moral yang mendalam kepada warga NTT yang baru saja tertimpa musibah gempa bumi.

"Alhamdulillah, kita sudah kirim tim tanggap darurat dan bantuan kepada saudara kita di NTT. Semoga para korban diberikan ketabahan, kekuatan, serta proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan lancar," ungkap Ummi Dinda penuh haru.

Lebih lanjut, Ummi Dinda mengajak seluruh keluarga besar Bima-Dompu yang berada di Pulau Lombok untuk terus menjadi bagian penting dalam mendukung pemerintah menyukseskan program-program pembangunan. Menurutnya, kolaborasi dan semangat bahu-membahu adalah kunci utama dalam membawa NTB dikenal di kancah global.

Kebersamaan yang Utama

Kemeriahan HUT RI ke-81 semakin terasa tatkala berbagai perlombaan tradisional digelar di halaman pendopo. Gelak tawa dan semangat sportivitas terpancar dari para peserta yang terdiri dari masyarakat Bima-Dompu dan NTT.

Adapun berbagai mata lomba yang diselenggarakan meliputi Lomba terompah panjang, Pertandingan catur, Tenis meja, Lari karung, serta Berbagai mata lomba tradisional seru lainnya.

Ummi Dinda mengingatkan bahwa inti dari perlombaan ini bukanlah mencari siapa yang menang atau kalah, melainkan mempererat kebersamaan dan merawat semangat persaudaraan.

“Kegiatan ini untuk memperkuat silaturahmi dan rasa saling mendukung di antara kita,” tutupnya dengan senyum hangat, disambut antusias oleh seluruh masyarakat yang hadir.

Redaksi |

KDKMP Jadi Penggerak Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa Berdaya Transformatif


Mataram, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sinergi program Desa Berdaya Transformatif dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat dan percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem.

Sinergi tersebut diwujudkan melalui Diklat KDKMP di 40 Desa Berdaya Transformatif yang dirangkaikan dengan launching model graduasi kemiskinan ekstrem berbasis KDKMP di Aula UPTD Balai Diklat Koperasi UKM NTB, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB menerjemahkan program prioritas pemerintah pusat ke dalam kebijakan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat di desa.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dalam arahannya menekankan agar pengurus KDKMP tidak menunggu bantuan atau pembangunan gerai untuk mulai bergerak. Ia mendorong koperasi segera memetakan potensi ekonomi yang tersedia di masing-masing desa.

Iqbal mencontohkan potensi pasir dan kerikil yang terbawa banjir maupun hasil pertanian seperti pisang dan pepaya yang dapat dikembangkan menjadi sumber usaha apabila dikelola secara serius.

"Potensi ada di mana-mana. Tapi kita selalu gagal melihat potensinya. Kita selalu menunggu, tangan kita di bawah. Kapan dikasih modal, kapan dibangunkan gerai," tegas Iqbal.

Menurutnya, KDKMP harus mengambil posisi sebagai penghubung antara produsen di desa dengan pasar. Salah satu pasar yang dinilai potensial adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mencontohkan hasil pertanian masyarakat dapat dikumpulkan KDKMP untuk kemudian disuplai ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah masing-masing. Skema tersebut dinilai dapat menciptakan rantai usaha sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani.

"KDKMP yang menghubungkan antara produsen dalam hal ini petani, nelayan, kemudian mereka yang di perkebunan, dihubungkan dengan pasarnya," kata Iqbal.

Iqbal juga mendorong pengurus KDKMP mulai menjalankan aktivitas bisnis sembari memperbaiki tata kelola dan pencatatan keuangan. Menurutnya, laporan keuangan yang baik akan menjadi modal penting ketika koperasi hendak mengakses pembiayaan perbankan.

"Keputusan terbaik adalah mulai berbisnis sambil belajar. Dan bisnisnya harus dibukukan dengan sangat baik, pengelolaan keuangannya harus dibukukan dengan sangat baik," ujarnya.

Ia menegaskan, pembangunan fisik gerai KDKMP tidak boleh menjadi alasan untuk menunda aktivitas usaha. Koperasi dapat memulai bisnis dengan memanfaatkan potensi yang sudah tersedia di desa masing-masing.

"Yang anda butuhkan untuk memulai usaha di KDMP bukan gerai, bukan modal. Yang anda butuhkan adalah HP dan HP itu sudah jadi," tegasnya.

Pemprov NTB berharap penguatan KDKMP melalui Desa Berdaya Transformatif dapat mempercepat perubahan pola pemberdayaan masyarakat, dari sekadar penerima bantuan menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM NTB, Wirawan mengatakan, KDKMP memiliki posisi strategis untuk memperkuat pelaksanaan Desa Berdaya Transformatif. Program tersebut pada tahun 2026 menyasar 40 desa dengan 5.162 keluarga penerima manfaat (KPM).

Menurutnya, Desa Berdaya tidak hanya diarahkan untuk memberikan bantuan, tetapi mendorong keluarga penerima manfaat bertransformasi menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

"Kalau KDKMP ikut mempersiapkan diri, kemudian ikut terlibat dalam proses ini, dan pasca dua tahun menjadi instrumen pemberdayaan yang akan mendampingi keluarga penerima manfaat secara berkelanjutan, itu akan sangat efektif," kata Wirawan.

Ia menjelaskan, melalui model graduasi tersebut, KPM akan didorong menjadi anggota KDKMP sekaligus pelaku usaha mikro. Dengan demikian, bantuan yang diterima tidak berhenti sebagai konsumsi, tetapi menjadi modal untuk membangun aktivitas ekonomi produktif.

"Kalau sudah menjadi anggota, maka statusnya mereka bukan lagi penerima bantuan, tetapi penerima bantuan sekaligus pelaku ekonomi," ujarnya.

Wirawan menambahkan, konsep tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat peran KDKMP sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. Bahkan, telah ada kerja sama antara Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dan Kementerian Sosial yang menempatkan KDKMP sebagai institusi strategis dalam penyaluran dan pemberdayaan penerima bantuan sosial.

Di tingkat daerah, desain tersebut kemudian dipadukan dengan Desa Berdaya Transformatif yang menjadi salah satu program prioritas Pemprov NTB.

"Desain pemerintah pusat untuk mengoptimalkan KDKMP dengan desain kita ternyata selaras. Sama-sama mengoptimalkan peran KDKMP agar berperan secara aktif dalam rangka menuntaskan kemiskinan ekstrem," jelasnya.

Menurut Wirawan, keterpaduan program menjadi penting karena Pemprov NTB menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai agenda utama pembangunan. Sementara ketahanan pangan dan pengembangan pariwisata berkualitas menjadi instrumen untuk meningkatkan produktivitas, membuka lapangan kerja, mengembangkan usaha, dan menaikkan pendapatan masyarakat.

Dalam Diklat tersebut, para pengurus KDKMP dibekali kemampuan pengembangan usaha, manajemen keuangan, pemasaran, pengelolaan koperasi berbasis digital, hingga strategi pemberdayaan anggota agar mampu keluar dari kemiskinan.

Selain itu, pengembangan KDKMP akan diarahkan untuk membangun kemitraan dengan SPPG sehingga potensi ekonomi desa, terutama sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, dapat terhubung langsung dengan kebutuhan program MBG.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB memastikan program prioritas pemerintah pusat tidak berjalan sendiri, tetapi terkoneksi dengan program daerah dan menghasilkan dampak ekonomi yang nyata hingga tingkat desa.

Redaksi |

Kepala SDN Sie, Rusdin, S.Pd Mengucapkan


Kabupaten Bima. Media Dinamika Global.id. 
Kepala SDN Sie beserta seluruh keluarga besar SDN Sie Menggucapka selamat HUT Ke-81 Dirgahayu Republik Indonesia, Mari kita isi kemerdekaan ke-81 ini dengan prestasi, kerja keras, dan kepedulian pada sesama. Buktikan bahwa Indonesia bukan cuma sekadar nama negara, tapi tempat di mana keadilan dan kemakmuran benar-benar hidup, hidup para guru !.

Rusdin, S.Pd Kepala SDN Sie Kecamatan Monta Kabupaten Bima. (Tim)



Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Kongkow-Kongkow Bersama Warga, Perkuat Kamtibmas di Desa Binaan


BIMA — Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan kongkow-kongkow bersama masyarakat di sejumlah desa binaan, Selasa (18/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi Babinsa untuk berkomunikasi langsung dengan warga sekaligus menyampaikan berbagai imbauan terkait keamanan lingkungan, kerukunan masyarakat, serta pencegahan terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas.

Di Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu, Serka Sahlan selaku Babinsa melaksanakan patroli dan kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 19.30 Wita. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dengan melaksanakan patroli lingkungan pada malam hari.

Warga juga diimbau untuk mencegah masuknya berbagai hal negatif, seperti peredaran narkoba dan konsumsi minuman keras. Babinsa meminta masyarakat segera melaporkan kepada aparat berwenang apabila menemukan permasalahan atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.

Sementara itu, di Desa Bugis, Kecamatan Sape, Serda Irfan melaksanakan kegiatan serupa bersama warga sekitar pukul 19.40 Wita. Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta mempererat tali silaturahmi antarwarga guna menciptakan hubungan yang harmonis.

Serda Irfan juga mengingatkan warga agar setiap persoalan yang muncul segera dikoordinasikan dan dilaporkan kepada aparat terkait sehingga dapat ditangani sejak dini dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.




Di Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Sertu Jafar juga melaksanakan kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 20.00 Wita. Dalam pertemuan tersebut, masyarakat diingatkan untuk menghindari tindakan main hakim sendiri ketika menghadapi suatu permasalahan.

Menurutnya, setiap persoalan sebaiknya terlebih dahulu diselesaikan secara kekeluargaan dengan melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak terkait di desa. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya konflik atau persoalan baru di tengah masyarakat.

Kemudian, di Desa Sari, Kecamatan Sape, Serda Junaidin melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 20.30 Wita. Ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kamtibmas dan mempererat silaturahmi agar kehidupan bermasyarakat tetap rukun dan damai.

Warga juga diminta menjauhi barang-barang terlarang, termasuk narkotika jenis sabu-sabu dan minuman beralkohol, karena selain dapat merugikan diri sendiri, penyalahgunaan barang tersebut juga dapat berdampak buruk terhadap keluarga dan lingkungan.

Melalui kegiatan kongkow-kongkow tersebut, para Babinsa Koramil 1608-03/Sape berharap komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat semakin terjalin. Keterlibatan aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan juga diharapkan dapat menciptakan situasi desa yang aman, tertib, dan kondusif.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Sangia Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Ajak Warga Jaga Keamanan dan Ketertiban


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Sangia, Sertu Saifullah bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling), Selasa (18/8/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.10 WITA tersebut bertujuan memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi perkembangan situasi keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Dalam patroli tersebut, turut terlibat dua anggota Koramil, tiga aparat desa, serta enam orang masyarakat. Sasaran patroli meliputi kawasan permukiman warga dan sejumlah tempat yang menjadi lokasi tongkrongan anak muda.



Sekitar pukul 20.15 WITA, personel Koramil 1608-03/Sape tiba di Desa Sangia dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah. Lima menit kemudian, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Sertu Saifullah mengingatkan warga, khususnya kalangan muda, untuk menghindari perselisihan yang dapat berujung pada pertengkaran maupun perkelahian. Warga juga diimbau menjauhi konsumsi minuman keras yang berpotensi memicu tindakan emosional dan gangguan keamanan.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya saat mengendarai kendaraan bermotor karena dapat membahayakan diri sendiri maupun mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya.

Usai memberikan imbauan, personel Koramil melanjutkan pemantauan di wilayah desa binaan sekitar pukul 21.10 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan patroli Siskamling kemudian berakhir pada pukul 21.15 WITA dalam keadaan aman dan kondusif.

Melalui kegiatan tersebut, aparat berharap sinergi antara TNI, pemerintah desa dan masyarakat terus terjaga sehingga tercipta lingkungan yang aman, tertib dan kondusif.(Team.MDG.03)

Mori dan Iqbal Tak Penuhi Syarat Balon Ketua KONI NTB, Ini Penjelasannya

Tim TPP saat putuskan dua bakal calon tidak memenuhi syarat, (Ist/Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global - Proses penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) Masa Bakti 2026–2030 resmi berakhir.

Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) menetapkan dua bakal calon (balon), yakni H. Mori Hanafi dan H. Lalu Muhamad Iqbal, tidak memenuhi syarat untuk diajukan sebagai calon Ketua Umum KONI NTB.

Keputusan tersebut diumumkan Wakil Ketua TPP, Andik Budi Hariono, dalam konferensi pers di Kantor Sekretariat KONI NTB, Selasa (18/8/2026) sore.

Pengumuman tersebut turut didampingi Sekretaris TPP, H. Agus Hakim, serta sejumlah anggota TPP, di antaranya Hj. Asnirawati dan Dedy Noorcholish.

Dalam hasil verifikasi dan penyaringan berkas, TPP menemukan adanya persyaratan yang belum dipenuhi oleh masing-masing bakal calon.

H. Mori Hanafi dinyatakan tidak memenuhi syarat karena persoalan dukungan. Berdasarkan ketentuan yang ditetapkan, bakal calon wajib memperoleh dukungan minimal 30 persen atau sekurang-kurangnya tiga dukungan KONI Kabupaten/Kota.

Sementara itu, H. Lalu Muhamad Iqbal dinyatakan tidak memenuhi syarat karena tidak memenuhi ketentuan terkait pengalaman organisasi olahraga. Salah satu persyaratan mensyaratkan bakal calon pernah menjabat sebagai ketua umum organisasi olahraga prestasi atau KONI yang dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK).

Dengan keputusan tersebut, tidak ada satu pun dari dua bakal calon yang mendaftarkan diri dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan untuk melaju sebagai calon Ketua Umum KONI NTB periode 2026–2030.

Setelah keputusan akhir ditetapkan, tugas TPP dalam proses penjaringan dan penyaringan calon Ketua Umum KONI NTB dinyatakan selesai.

TPP sebelumnya telah menyerahkan laporan hasil kerja kepada Ketua Umum KONI NTB, H. Mori Hanafi. Selanjutnya, hasil tersebut akan ditindaklanjuti dan dilaporkan kepada Ketua Umum KONI Pusat untuk menentukan langkah berikutnya sesuai mekanisme organisasi.

Keputusan TPP ini menjadi babak penting dalam proses pemilihan kepemimpinan KONI NTB untuk masa bakti 2026–2030, terlebih NTB tengah mempersiapkan agenda besar olahraga nasional, termasuk menghadapi PON 2028.

Semangat pembinaan atlet dan prestasi olahraga NTB pun diharapkan tetap menjadi fokus utama dalam setiap tahapan proses organisasi KONI ke depan. (Red)

Lila Sukendy, Target 100 GW PLTS Harus jadi Momentum Bangun Industri Energi


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Target pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GigaWatt (GW) dinilai harus diikuti dengan penguatan industri energi bersih di dalam negeri.

Anggota DPRD Kabupaten Bima sekaligus Alumni Golkar Institute Young Political Leaders (GI YPL) Batch 13, Lila Sukendy, mengatakan target itu bukan hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas listrik nasional. Menurut dia, pembangunan PLTS 100 GW harus menjadi momentum untuk membangun ekosistem industri energi bersih yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia.

“Tanpa industri domestik, ekspansi PLTS hanya meningkatkan impor. Sementara produksi dalam negeri memungkinkan Indonesia menangkap nilai tambah dari manufaktur, komponen, teknologi, hingga penciptaan lapangan kerja,” ujar Lila, Selasa (18/8).

Lila menilai pengembangan PLTS merupakan bagian penting dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus menekan emisi karbon. Namun, agenda transisi energi harus dirancang agar manfaat ekonominya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Menurut dia, pembangunan PLTS perlu berjalan beriringan dengan pengembangan industri panel surya, baterai, serta berbagai komponen pendukung lainnya. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi energi terbarukan, tetapi juga mampu menjadi produsen.

Redaksi II

KDKMP Jadi Penggerak Graduasi Kemiskinan Ekstrem di 40 Desa Berdaya Transformatif


Mataram, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat sinergi nyata untuk masyarakat melalui program Desa Berdaya Transformatif yang kini menggandeng Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Bertempat di Balai Diklat Koperasi UKM NTB pada Selasa (18/8/2026), Pemprov NTB resmi meluncurkan model graduasi kemiskinan ekstrem berbasis KDKMP yang menyasar 5.162 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 40 desa. Melalui program ini, KPM tidak lagi sekadar menjadi penerima bantuan, melainkan akan didampingi untuk bertransformasi menjadi pelaku ekonomi produktif! 

Gubernur NTB, Bapak Lalu Muhamad Iqbal, berpesan agar KDKMP proaktif memetakan potensi desa dan menjadi jembatan antara produsen (petani, peternak, nelayan) dengan pasar. Salah satu peluang emasnya adalah menyuplai bahan pangan lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah masing-masing.

"Potensi ada di mana-mana, KDKMP harus menghubungkan produsen dengan pasarnya. Keputusan terbaik adalah mulai berbisnis sambil belajar, dan catat keuangannya dengan baik!" tegas Gubernur Iqbal.


Mari dukung terus upaya pengentasan kemiskinan di NTB! Koperasi kuat, desa berdaya, masyarakat sejahtera.

Redaksi II 

Hj. Mahdalena, SS., MM Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Desa Kambilo

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Kepedulian terus ditunjukkan oleh Hj. Mahdalena, SS., MM dengan menyalurkan bantuan sumbangan kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Desa Kambilo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (18/8/2026).

Bantuan diserahkan khusus kepada lansia bernama St. Maryam, warga Dusun Ronamasa RT 014 yang rumahnya ludes terbakar yang terjadi pada waktu subuh tadi. Tidak ada korban jiwa, melainkan hanya mengalami kerugian secara materi. Penyerahan dilakukan melalui orang kepercayaan sekaligus Duta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Wawo, Bang Arif, di lokasi kejadian yang masih terlihat puing-puing sisa kebakaran dan dipasang garis polisi.

Bang Arif menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud keprihatinan dan dukungan tulus dari Hj. Mahdalena bagi keluarga yang terkena musibah. "Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban Ibu St. Maryam dan keluarga, serta menjadi awal kebangkitan kembali untuk membangun tempat tinggal yang layak," ujarnya saat menyerahkan bantuan.

Warga dan keluarga korban menyambut baik serta mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Pemerintah desa dan masyarakat setempat juga turut berharap agar semangat gotong royong dan kepedulian sesama senantiasa terjaga, terutama saat warga sedang tertimpa musibah.

Saat ini lokasi kejadian masih dalam proses penanganan pasca-kebakaran, dan warga sekitar saling bahu-membahu membantu kebutuhan dasar keluarga korban. (MDG05)  

Diduga Galian C Ilegal Masuk Proyek Pemerintah, Tokoh Masyarakat Desak PUPR KSB Hentikan Aktivitas

Lokasi Galian C Diduga Ilegal, (Ist/Tim)

SUMBAWA BARAT, Media Dinamika Global - Tokoh masyarakat Sumbawa Barat, Sahril Amin, menyoroti dugaan penggunaan material galian C ilegal dalam sejumlah proyek pembangunan pemerintah di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).

Sahril mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) KSB segera melakukan pemeriksaan dan menghentikan sementara penggunaan material yang legalitas sumbernya belum dapat dibuktikan.

Menurut Sahril, material tanah urug yang digunakan dalam sejumlah pekerjaan pemerintah diduga berasal dari aktivitas pertambangan galian C yang belum mengantongi perizinan dan  segera diverifikasi oleh instansi berwenang.

“Kami minta stop, jangan ada lagi material ilegal yang dipakai untuk membangun proyek-proyek daerah,” tegas Sahril. Senin, (17/8/26).

Sahril mempertanyakan pengawasan PUPR KSB terhadap material yang masuk dan digunakan di lokasi proyek. Menurutnya, pengawasan tidak hanya sebatas memastikan kualitas dan progres pekerjaan konstruksi, tetapi juga harus mencakup asal-usul serta legalitas material.

“Bagaimana mungkin material dari galian C tanpa izin bisa lolos dan digunakan untuk proyek pemerintah? Ini bukti pengawasan di lapangan mandul, atau justru ada pembiaran,” ujarnya.

Sahril meminta PUPR KSB tidak menunggu sampai persoalan tersebut berkembang menjadi perkara hukum. Ia mendorong pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap dokumen legalitas quarry, surat jalan material, hingga pihak yang memasok material ke proyek.

Selain itu, kontraktor maupun pihak ketiga yang nantinya terbukti menggunakan atau memasok material ilegal diminta diberikan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Harus ada pemeriksaan mendadak dan audit terhadap dokumen asal-usul material atau quarry yang digunakan dalam proyek-proyek infrastruktur,” katanya.

Sahril menilai persoalan material ilegal tidak hanya menyangkut aspek kepatuhan hukum dan lingkungan, tetapi juga berpotensi berkaitan dengan penerimaan daerah. Apabila material berasal dari aktivitas pertambangan yang tidak memiliki legalitas, pemerintah berpotensi kehilangan penerimaan dari sektor pajak mineral bukan logam dan batuan.

Karena itu, ia meminta PUPR KSB bersama instansi terkait memastikan seluruh material yang digunakan dalam proyek pemerintah memiliki sumber yang jelas, legal, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sahril juga mengingatkan bahwa apabila dugaan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, masyarakat tidak menutup kemungkinan membawa persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa dugaan penggunaan material ilegal tersebut harus terlebih dahulu diperiksa dan dibuktikan melalui proses verifikasi oleh instansi yang berwenang.

Pihak-pihak terkait belum bisa dikonfirmasi sehingga berita diterbitkan.

Redaksi |