Media Dinamika Global

Senin, 03 Agustus 2026

Dialog Publik GAKADA: Dugaan Salah Diagnosis Jadi Momentum Perbaikan Layanan Kesehatan NTB

Direktur RSUP NTB Asrul Sani, Anggota DPRD NTB Nadirah Alhabsy, Akademisi
UNBIM Alfisahrin, dan Relawan Kemanusiaan Kaharuddin Abbad, (Ist/Surya)
 

Mataram, Media Dinamika Global – Dugaan ketidaksesuaian diagnosis terhadap pasien rujukan dari Bima-Dompu menjadi perhatian dalam dialog publik yang digelar Gabungan Kawula Muda Bima Dompu (GAKADA) Pulau Lombok di Hangout Caffee, Kota Mataram, Senin (3/8/2026).

Dialog publik sejumlah Narasumber yakin, Direktur RSUP NTB Asrul Sani, Anggota DPRD NTB Nadirah Alhabsy, Akademisi UNBIM Alfisahrin, dan Relawan Kemanusiaan Kaharuddin Abbad sebagai narasumber, sejumlah OKP, Aktivis, Mahasiswa, dan para peserta audiens.

Direktur RSUD Provinsi NTB, dr. Asrul Sani, menegaskan bahwa perbedaan diagnosis tidak selalu disebabkan kelalaian tenaga medis. Menurutnya, proses diagnosis dipengaruhi banyak faktor, seperti keterbatasan informasi dari pasien, gejala penyakit yang serupa, kendala komunikasi, hingga keterbatasan fasilitas penunjang.

"Pada prinsipnya tidak ada tenaga medis yang berniat mencelakai pasien. Tujuan kami adalah memberikan pelayanan terbaik dan menyembuhkan pasien," tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk meminta second opinion apabila masih meragukan hasil diagnosis, terutama pada kasus penyakit yang kompleks.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD NTB, Nadira Alhabsy, menilai persoalan dugaan salah diagnosis harus menjadi momentum memperkuat sistem pelayanan kesehatan melalui peningkatan fasilitas, pembaruan alat kesehatan, dan penambahan dokter spesialis di daerah.

"Kami siap mendukung penganggaran rumah sakit sepanjang diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Redaksi |

GAKADA BIDOM Bedah Dugaan Ketidaksesuaian Diagnosis Pasien Rujukan RSUP NTB, Ketua Umum: Ini Bukan Hoaks, Ombudsman Sedang Tangani Laporan

GAKADA BIDOM Gelar Dialog Publik, (Ist/Surya)

MATARAM, Media Dinamika Global - Gabungan Kawula Muda Bima Dompu (GAKADA) Pulau Lombok menggelar dialog publik bertajuk “Diagnosis Berbeda, Nyawa Dipertaruhkan? Bedah Ilmiah Dugaan Ketidaksesuaian Diagnosis pada Pasien Rujukan dari Bima-Dompu ke RSUP NTB” di Hangout Caffe, Kota Mataram, Senin (3/8/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi terbuka untuk mengkaji berbagai laporan masyarakat terkait dugaan ketidaksesuaian diagnosis terhadap pasien rujukan asal Bima dan Dompu.

Ketua Umum GAKADA Pulau Lombok, Arif Kurniadin, menegaskan bahwa dialog tersebut lahir dari kepedulian organisasi terhadap banyaknya keluhan yang diterima dari keluarga pasien yang menjalani perawatan di RSUP NTB.

“Agenda hari ini berangkat dari keresahan kami bersama. Bukan lagi menjadi rahasia publik, banyak laporan yang masuk kepada kami terkait berbagai persoalan yang dialami keluarga kita yang dirujuk dari rumah sakit di Bima dan Dompu ke RSUP NTB. Salah satu yang paling sering menjadi perhatian adalah persoalan diagnosis,” ujar Arif dalam sambutannya.

Dialog publik menghadirkan Direktur RSUP NTB Asrul Sani, Anggota DPRD NTB Nadirah Alhabsy, Akademisi UNBIM Alfisahrin, dan Relawan Kemanusiaan Kaharuddin Abbad sebagai narasumber. Keempatnya memberikan pandangan dari perspektif masing-masing guna membahas persoalan pelayanan kesehatan secara komprehensif.

Arif mengungkapkan, sebelum pelaksanaan dialog, panitia telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari rumah sakit di Bima dan Dompu, dinas kesehatan kabupaten/kota, hingga Ombudsman RI Perwakilan NTB agar pembahasan berlangsung berimbang.

Meski sejumlah pihak belum dapat hadir, menurut Arif, Ombudsman memberikan informasi bahwa persoalan yang diangkat dalam forum tersebut memang telah menjadi laporan masyarakat dan saat ini sedang dalam proses penanganan.

“Kami sudah melakukan koordinasi secara intens dengan berbagai pihak, termasuk Direktur Rumah Sakit di Bima dan Dompu, kepala dinas kesehatan kabupaten/kota, hingga Ombudsman. Walaupun mereka belum bisa hadir, yang menjadi perhatian kami adalah penjelasan dari Ombudsman bahwa persoalan ini memang sudah dilaporkan masyarakat dan saat ini sedang dalam proses penanganan di Ombudsman Provinsi NTB,” katanya.

Pernyataan tersebut, lanjut Arif, menjadi alasan kuat bagi GAKADA untuk menghadirkan ruang dialog yang objektif dan berbasis data.

“Artinya, isu yang kita angkat malam ini bukan hanya sebatas teori atau hoaks. Ada laporan yang sedang diproses sehingga perlu kita kawal bersama dengan tetap mengedepankan asas objektivitas dan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap setiap narasumber dapat menyampaikan pandangan sesuai kapasitas dan kewenangannya sehingga menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Nusa Tenggara Barat.

Menurutnya, Direktur RSUP NTB diharapkan menjelaskan mekanisme pelayanan dan standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit, DPRD NTB memberikan perspektif pengawasan, akademisi mengulas persoalan dari sisi ilmiah, sementara relawan kemanusiaan menyampaikan pengalaman mendampingi pasien di lapangan.

“Mudah-mudahan melalui dialog ini kita memperoleh gambaran yang utuh. Pak Direktur bisa menjelaskan dari sisi SOP rumah sakit, anggota DPRD dari fungsi pengawasan, akademisi dari kajian ilmiah, dan relawan kemanusiaan berdasarkan fakta-fakta yang selama ini mereka temui di lapangan,” pungkas Arif.

Redaksi |

STIT Sunan Giri Bima Gelar Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun Akademik 2026/2027


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.– Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Sunan Giri Bima menggelar seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Gelombang I Tahun Akademik 2026/2027, Senin (3/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan penerimaan mahasiswa baru sekaligus upaya kampus mengenali potensi dan kesiapan calon mahasiswa sebelum memulai proses perkuliahan.

Sebanyak 33 calon mahasiswa baru mengikuti proses seleksi yang berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Para peserta menjalani dua bentuk ujian, yakni tes tertulis berbasis digital dan tes lisan.

Tes tertulis dirancang untuk mengetahui kemampuan akademik dan tingkat pemahaman kognitif peserta. Sementara itu, melalui tes lisan, panitia menguji sejumlah aspek yang meliputi kemampuan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), pemahaman dasar-dasar keagamaan, serta wawasan kebangsaan dan kewarganegaraan.

Ketua Panitia PMB STIT Sunan Giri Bima Tahun 2026, Muhammad Irfan, M.Pd.I., mengatakan bahwa rangkaian seleksi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai proses penerimaan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi langkah awal bagi kampus untuk mengetahui kemampuan dasar calon mahasiswa yang akan menempuh pendidikan di lingkungan STIT Sunan Giri Bima.

"Tes penerimaan mahasiswa baru ini menjadi dasar bagi STIT Sunan Giri Bima untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kemampuan awal calon mahasiswa. Hasil seleksi ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses pembinaan dan pengembangan akademik selama mereka menempuh pendidikan," ujarnya.

Ia berharap mahasiswa yang nantinya diterima dan menyelesaikan pendidikan di STIT Sunan Giri Bima mampu menjadi lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

"Harapannya, para lulusan STIT Sunan Giri Bima nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kompetensi, integritas, dan pengabdian yang mereka miliki," lanjutnya.

Melalui pelaksanaan seleksi yang terukur dan sistematis, STIT Sunan Giri Bima terus berupaya mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, serta memiliki kemampuan akademik dan keislaman yang relevan dengan tuntutan zaman.

Proses penerimaan mahasiswa baru STIT Sunan Giri Bima masih akan dibuka pada gelombang selanjutnya. Hal ini menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi, khususnya di bidang pendidikan dan keislaman, untuk bergabung dan menempuh studi di STIT Sunan Giri Bima.(Sekjend MDG)

Kepala SMP Negeri 2 Sape Gelar Rapat Perdana Bersama Guru dan Tenaga Kependidikan


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 27 Juli 2026 – Kepala SMP Negeri 2 Sape yang baru menggelar rapat perdana bersama seluruh guru dan tenaga kependidikan di lingkungan UPT SMP Negeri 2 Sape, Senin (27/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan visi dalam membangun kemajuan sekolah.



Dalam arahannya, Kepala Sekolah menekankan pentingnya kebersamaan, kekompakan, dan komitmen seluruh warga sekolah dalam mewujudkan peningkatan mutu pendidikan. Ia juga menyampaikan berbagai harapan serta target pencapaian yang akan diraih bersama guru dan tenaga kependidikan demi kemajuan SMP Negeri 2 Sape.

Selain membahas program kerja dan target sekolah, rapat perdana tersebut juga diisi dengan peninjauan administrasi pembelajaran guna memastikan kesiapan proses belajar mengajar. Tak hanya itu, kondisi sarana dan prasarana sekolah turut menjadi perhatian sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan sehingga seluruh program yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik demi mewujudkan SMP Negeri 2 Sape yang semakin maju dan berprestasi.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Perkuat Kamtibmas Melalui Kegiatan Kongkow Bersama Warga


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Babinsa Koramil 1608-03/Sape terus memperkuat komunikasi sosial dengan masyarakat melalui kegiatan "kongkow-kongkow" bersama warga di desa binaan, Senin (3/8) malam. Kegiatan yang dilaksanakan di sejumlah desa di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu ini bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga.

Di Desa Kowo, Kecamatan Sape, Sertu Sahfundi menggelar patroli kongkow bersama masyarakat sejak pukul 19.45 Wita. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak warga untuk selalu menjaga keamanan lingkungan, terutama pada malam hari. Warga juga diimbau segera melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pemerintah desa, Babinsa, maupun Bhabinkamtibmas agar dapat segera ditangani. Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak main hakim sendiri serta menjaga kebersihan lingkungan demi mencegah berbagai penyakit.

Sementara itu, di Desa Melayu, Kecamatan Lambu, Sertu Jafar melaksanakan kegiatan serupa pada pukul 20.00 Wita. Ia mengajak warga menjaga keamanan lingkungan, mempererat tali silaturahmi, serta menyelesaikan setiap persoalan melalui aparat terkait agar tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat.

Di Desa Rai Oi, Serka Sahlan memanfaatkan kegiatan kongkow untuk memberikan pembinaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Ia mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan perilaku negatif lainnya yang dapat mengganggu keamanan lingkungan. Babinsa juga mengimbau para pemuda agar menghindari tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.




Hal senada dilakukan Serda Sanusi di Desa Kale'o, Kecamatan Lambu, pada pukul 20.55 Wita. Dalam suasana penuh keakraban, ia berdialog dengan warga untuk menyerap aspirasi dan memperoleh informasi terkait kondisi keamanan lingkungan. Babinsa juga mengajak masyarakat terus menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta segera melaporkan setiap kejadian menonjol kepada aparat yang berwenang tanpa melakukan tindakan main hakim sendiri.

Danramil 1608-03/Sape menilai kegiatan komunikasi sosial melalui kongkow bersama warga menjadi salah satu upaya efektif dalam mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Selain memperkuat hubungan emosional, kegiatan tersebut juga menjadi sarana deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan sehingga situasi di wilayah binaan tetap aman, tertib, dan kondusif.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Ajak Warga Jaga Kamtibmas


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id– Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli sistem keamanan lingkungan (Siskamling) di Desa Parangina, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Senin (3/8) malam.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 20.00 Wita tersebut dipimpin oleh Babinsa Desa Parangina, Serda Aladin, bersama seorang anggota Koramil. Kegiatan ini juga melibatkan tiga aparat desa dan enam warga setempat.

Patroli menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan, seperti kawasan permukiman warga dan tempat berkumpulnya para pemuda. Selain memantau situasi wilayah, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.



Dalam kesempatan itu, Babinsa mengingatkan warga untuk menghindari perselisihan yang dapat berujung pada perkelahian. Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pergaulan generasi muda, terutama agar tidak terpengaruh oleh minuman keras yang kerap menjadi pemicu tindak kekerasan.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tertib berlalu lintas dan tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Rangkaian patroli berlangsung mulai pukul 20.05 Wita hingga berakhir sekitar pukul 21.10 Wita. Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Desa Parangina terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Koramil 1608-03/Sape berharap kegiatan patroli Siskamling yang dilaksanakan secara rutin dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan serta mempererat sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan warga.(Team.MDG.03)

Pasang Papan Edukasi, Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Tinggalkan Warisan Kepedulian di Desa Baru

Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru, (Ist/Surya)

SUMBAWA, Media Dinamika Global - Jejak pengabdian tak selalu berbentuk bangunan megah atau program bernilai besar. Terkadang, sebuah papan sederhana yang berdiri di sudut kampung mampu menjadi pengingat bahwa pernah ada sekelompok anak muda yang datang membawa harapan, ilmu, dan kepedulian.

Semangat itulah yang diwujudkan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMat) Kelompok 55 melalui pemasangan papan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik di setiap dusun di Desa Baru, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa.

Program tersebut merupakan salah satu agenda utama mahasiswa KKN dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah. Sebanyak empat papan edukasi dipasang di empat dusun sebagai media informasi sekaligus pengingat bagi warga agar membiasakan diri memilah sampah sesuai jenisnya.

Ketua KKN UMMat Kelompok 55 Desa Baru, Nova Pauzan Amri, mengatakan bahwa papan edukasi tersebut bukan sekadar pelengkap fasilitas desa, melainkan sarana pembelajaran yang diharapkan mampu mengubah kebiasaan masyarakat menuju lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

"Kami memasang empat papan edukasi, masing-masing satu di setiap dusun. Harapan kami sederhana, semoga masyarakat semakin memahami pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sebelum dibuang," ujarnya.

Nova menjelaskan, sampah organik merupakan limbah yang mudah terurai secara alami, seperti sisa makanan, kulit buah, sayuran, daun kering, rumput, ranting, hingga kotoran hewan. Sementara itu, sampah anorganik berasal dari bahan buatan yang sulit terurai, seperti plastik, botol kaca, kaleng, besi, styrofoam, dan berbagai jenis kemasan lainnya.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah adalah langkah kecil yang dapat memberikan dampak besar bagi kebersihan lingkungan serta mengurangi pencemaran di masa depan.

"Papan edukasi ini kami hadirkan agar masyarakat memiliki panduan sederhana dalam membedakan sampah organik dan anorganik. Kami berharap kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh menjadi budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," tuturnya.

Ia juga berharap masyarakat dapat menjaga papan edukasi tersebut agar tetap berdiri kokoh dan terus memberikan manfaat meski masa pengabdian mahasiswa KKN telah berakhir.

"Ketika nanti kami kembali ke kampus dan tak lagi berada di Desa Baru, semoga papan ini tetap berdiri. Bukan karena papan itu istimewa, tetapi karena ia menjadi saksi bahwa kami pernah hadir, belajar bersama masyarakat, dan mengabdi dengan sepenuh hati," ucap Nova.

Bagi Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55, pengabdian bukan hanya tentang menyelesaikan program kerja, melainkan meninggalkan nilai yang dapat terus hidup di tengah masyarakat. Sebab, ilmu yang dibagikan akan terus bertumbuh ketika diterapkan, dan kepedulian akan tetap dikenang ketika menghadirkan manfaat.

Di kemudian hari, mungkin nama-nama mahasiswa KKN itu akan terlupakan. Namun setiap kali mata warga memandang papan edukasi tersebut, akan selalu ada pesan sederhana yang terus berbicara tanpa suara.

Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dan perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Itulah warisan paling berharga yang ingin ditinggalkan oleh Mahasiswa KKN UMMat Kelompok 55 untuk Desa Baru-bukan sekadar papan informasi, melainkan semangat kepedulian yang diharapkan terus tumbuh, bahkan setelah mereka pulang.

Redaksi |

DPRD Tanggamus Mulai Bahas Perubahan APBD 2026, Pendapatan Turun Jadi Rp1,63 Triliun

 



TANGGAMUS – MediadinamikaGlobal.i Pemerintah Kabupaten Tanggamus secara resmi menyampaikan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan (PPAS-P) APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tanggamus di Ruang Rapat DPRD, Senin (3/8/2026).

Rapat dipimpin jajaran pimpinan DPRD dan dihadiri Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., Wakil Bupati Agus Suranto, Wakil Ketua I DPRD M. Rangga Putra Hakim, Wakil Ketua II Irwandi Suralaga, unsur Forkopimda, staf ahli, para asisten, kepala perangkat daerah, camat, pimpinan instansi vertikal, APDESI, tokoh masyarakat, insan pers, serta unsur organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan bahwa penyusunan perubahan APBD dilakukan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020. Perubahan dilakukan karena adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran, kebutuhan pergeseran anggaran, serta pemanfaatan sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya (SiLPA).


Pada rancangan perubahan tersebut, pendapatan daerah diproyeksikan berubah dari Rp1,67 triliun menjadi Rp1,63 triliun. Sementara belanja daerah meningkat dari Rp1,72 triliun menjadi Rp1,73 triliun.



Di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan naik dari Rp94,19 miliar menjadi Rp130,2 miliar. Kenaikan itu berasal dari rencana pinjaman daerah sebesar Rp65 miliar serta SiLPA Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp65,2 miliar berdasarkan hasil audit BPK. Adapun pengeluaran pembiayaan turun dari Rp45,14 miliar menjadi Rp28,89 miliar yang dialokasikan untuk pembayaran cicilan pokok pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan penyertaan modal daerah.

Bupati menegaskan, meskipun terjadi penyesuaian pada sejumlah komponen anggaran, rancangan KUPA dan PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2026 tetap disusun dalam kondisi anggaran yang berimbang.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tanggamus yang telah menerima penyampaian Rancangan KUPA dan PPAS-P Tahun Anggaran 2026. Selanjutnya akan dibahas bersama Badan Anggaran DPRD, TAPD, dan perangkat daerah sebagai pedoman penyusunan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026," ujar Bupati Saleh Asnawi.

Usai rapat, Wakil Ketua I DPRD Tanggamus M. Rangga Putra Hakim mengatakan dokumen rancangan yang disampaikan pemerintah daerah baru diterima pada rapat paripurna tersebut dan akan mulai dibahas bersama DPRD pada 4 hingga 7 Agustus 2026.



"Hari ini kami sudah menerima penyampaian dari Pak Bupati. Mulai besok akan kami bahas terlebih dahulu. Sepanjang perubahan ini memang untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah, tentu akan kami dukung," kata Rangga.

Terkait program prioritas dalam perubahan APBD, Rangga menyebut DPRD belum dapat menyampaikan sikap karena seluruh materi masih akan dipelajari secara mendalam.

"Untuk prioritasnya kami pelajari dulu, karena dokumennya baru disampaikan hari ini. Besok baru mulai kami bahas," ujarnya.

Sesuai agenda DPRD, pembahasan Rancangan KUPA dan PPAS-P APBD Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 7 Agustus 2026 sebelum nantinya disepakati sebagai dasar penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.(Umar.M.D.G)

Supardin Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bima Fraksi Partai Gerindra, Hadiri Sebagai PANSUS Kegiatan Sosialisasi Pilkades Serentak di DPMdes


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Bima menggelar kegiatan Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak Tahun 2026 di sejumlah kecamatan se Kabupaten Bima Kegiatan ini menghadirkan Supardin tim PANSUS dari Komisi I DPRD Kabupaten Bima sebagai bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam menyukseskan pesta demokrasi di tingkat desa.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan Senin 3 Agustus 2026 di DPMdes Kabupaten Bima.

Dalam kesempatan tersebut, Supardin fraksi partai Gerindra anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bima yang hadir sebagai PANSUS menegaskan pentingnya peningkatan partisipasi masyarakat kabupaten bima sebagai indikator utama kualitas demokrasi desa. Ia menyampaikan bahwa DPRD memiliki fungsi pengawasan untuk memastikan seluruh tahapan Pilkades berjalan sesuai regulasi, transparan, serta menjunjung tinggi asas jujur dan adil.

Menurutnya, keberhasilan Pilkades tidak hanya diukur dari kelancaran teknis pelaksanaan, tetapi juga dari tingginya kesadaran dan partisipasi warga dalam menggunakan hak pilihnya. Oleh karena itu, diperlukan sosialisasi yang masif dan menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat bawah.

Sementara itu, pihak DPMdes Kabupaten Bima, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah-langkah teknis guna mendukung kelancaran Pilkades Serentak Tahun 2026, termasuk penguatan regulasi, pembinaan panitia, serta koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan dan desa.

Melalui kolaborasi antara Supardin Komisi I DPRD dan Pemerintah Kabupaten Bima, diharapkan Pilkades Serentak Tahun 2026 dapat terselenggara dengan aman, tertib, dan kondusif, serta mampu meningkatkan kesadaran politik masyarakat kabupaten bima dalam memilih pemimpin desa yang amanah dan berintegritas.(Sekjend MDG)

Minggu, 02 Agustus 2026

Dialog Publik Perbaikan Kesehatan di NTB, GAKADA BIDOM Ajak Semua Pihak Untuk Hadir dan Saksikan Langsung di Hangout Coffee


Mataram, Media Dinamika Global - Gabungan Kawula Muda Bima-Dompu (GAKADA BIDOM) Pulau Lombok mengundang seluruh elemen masyarakat untuk menghadiri dan berpartisipasi dalam Dialog Publik bertajuk "Diagnosis Berbeda, Nyawa Dipertaruhkan? Bedah Ilmiah Dugaan Ketidaksesuaian Diagnosis Pada Pasien Rujukan Dari Bima-Dompu ke RSUD Provinsi NTB."

Kegiatan tersebut akan digelar pada:

  • Hari/Tanggal: Senin, 3 Agustus 2026
  •  Waktu: Pukul 20.00 WITA - selesai
  • Tempat: Hangout Coffee, Jalan KH. Ahmad Dahlan, Pagesangan, Kota Mataram (Samping Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram).

Dialog publik ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat, akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk berdiskusi secara ilmiah mengenai pelayanan kesehatan, khususnya terkait dugaan ketidaksesuaian diagnosis terhadap pasien rujukan asal Bima dan Dompu di RSUD Provinsi NTB.

Ketua Umum GAKADA BIDOM Pulau Lombok, Arif Kurniadin, S.Pd., S.H., mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari banyaknya perhatian dan laporan masyarakat yang menginginkan adanya evaluasi terhadap sistem pelayanan kesehatan agar semakin berkualitas, transparan, dan berpihak kepada keselamatan pasien.

"Dialog ini bukan untuk menyudutkan pihak tertentu, melainkan menjadi ruang ilmiah dan konstruktif dalam mencari solusi bersama demi peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Provinsi NTB, khususnya bagi masyarakat Bima dan Dompu," ujarnya.

Dalam dialog publik ini, dihadiri sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang akan hadir memberikan pandangan dan solusi, yakni:

drg. H. Asrul Sani, M.Kes – Direktur RSUD Provinsi NTB.

Nadirah, S.E., Akt. – Anggota DPRD NTB Komisi V.

Dr. Alfisahrin, M.Si. – Akademisi UNBIM.

Kaharrudin Abbad – Relawan Kesehatan.

Senadah disampaikan Sekjen GAKADA, Adnan, S.Sos, dengan adanya dialog publik ini, para tamu undangan dan peserta  dapat memperoleh penjelasan langsung dari para narasumber sekaligus menyampaikan aspirasi secara santun dan berdasarkan fakta. 

"Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak setiap warga negara sehingga evaluasi dan masukan dari masyarakat merupakan bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas layanan," ujarnya.

Sementara, Panitia pelaksana mengajak seluruh mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan, akademisi, tokoh masyarakat, insan pers, hingga masyarakat umum untuk hadir dan ikut berdiskusi secara objektif.

Dengan semangat kebersamaan, GAKADA BIDOM berharap dialog publik ini dapat menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Nusa Tenggara Barat, sehingga setiap masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien, pungkasnya.

Redaksi |