Media Dinamika Global

Minggu, 08 Februari 2026

Kombes Pol Dr. Gede Suyasa Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026


Mataram, Media Dinamika Global – Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Barat (BNNP NTB), Kombes Pol Dr. Gede Suyasa, S.Si., S.H., M.H, menyampaikan ucapan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2026 kepada seluruh insan pers di Indonesia.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Dr. Gede Suyasa menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang edukatif, akurat, dan berimbang kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“HPN 2026: Mari perkuat sinergi antara pers dan BNN RI untuk Indonesia Bersinar, bersih dari narkoba,” ujar Kombes Pol Dr. Gede Suyasa.

Kombes Pol Dr. Gede Suyasa, mengapresiasi kontribusi insan pers yang selama ini aktif mendukung program-program BNN melalui pemberitaan yang konstruktif dan bertanggung jawab. 

"Kolaborasi yang solid antara pers dan BNN merupakan kunci penting dalam membangun kesadaran publik akan bahaya narkoba," terang Kombes Pol Dr. Gede Suyasa.

Di momentum Hari Pers Nasional 2026 ini, semoga sinergi antara insan pers dan aparat penegak hukum semakin kokoh dalam menjaga generasi bangsa dari ancaman narkotika, demi terwujudnya Indonesia yang sehat, aman, dan berdaya saing.

“Silaturahmi BNNP dan insan pers akan terus diperkuat, karena BNNP dan pers adalah mitra strategis,” pungkas Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP NTB.

Redaksi | Media Dinamika Global

Mustakim Patawari: Dompu Bukan Kebetulan Sejarah, Tapi Poros Moderasi Pulau Sumbawa


Mataram, Media Dinamika Global — Tokoh asal Sumbawa Barat, Mustakim Patawari, menegaskan bahwa posisi Dompu dalam sejarah Pulau Sumbawa bukanlah kebetulan geografis semata, melainkan memiliki makna simbolik dan strategis sebagai kekuatan penengah dan mediator antar etnis.

Hal itu disampaikan Mustakim usai menghadiri Forum Mbolo Weki Dou Dompu di Mataram, Sabtu (7/2/2026). Forum ini menjadi ajang konsolidasi besar warga Dompu untuk meneguhkan kembali entitas dan identitas budaya mereka.

Menurut Mustakim, film pendek yang ditayangkan dalam forum tersebut menggambarkan secara kuat bahwa eksistensi Dompu memiliki posisi penting dalam catatan sejarah Nusantara.

“Bukan sesuatu yang kebetulan Allah bentangkan bumi Dompu berada di tengah-tengah antara Sumbawa dan Bima. Ada simbolik, ada pesan yang disampaikan dalam pertemuan dengan Bung Karno saat itu, ketika Sumbawa ingin pertemuan digelar di Dompu dan mengutus wakil Sultan," ujar Mustakim. 

Itu memberi kesan spirit bahwa Dompu adalah kekuatan mediator, kekuatan penengah, dan moderasi dalam menjaga eksistensi etnis di Pulau Sumbawa. 

Ia menekankan bahwa secara historis di Nusa Tenggara Barat hanya ada tiga daerah berstatus swapraja, yakni Dompu, Sumbawa, dan Bima. Status tersebut, kata dia, bukan sekadar administrasi, tetapi pengakuan negara atas eksistensi kesultanan yang pernah berdiri dan berdaulat di wilayah tersebut.

“Predikat swapraja itu bentuk pengakuan negara bahwa daerah itu pernah memiliki entitas Kesultanan yang eksis pada masanya. Ini bukan klaim emosional, tetapi fakta sejarah,” tegasnya.

Namun demikian, Mustakim mengingatkan bahwa kebangkitan identitas budaya tidak boleh dimaknai sebagai sikap eksklusif yang menutup diri. 

Justru sebaliknya, ekspresi budaya harus diletakkan dalam semangat inklusif dan memperkuat kebersamaan di NTB.

“Saya ingin menyampaikan pesan terutama untuk anak muda. Apa pun ekspresi berbudaya untuk menampilkan jati diri kita, tetap dalam satu kerangka semangat merawat Nusa Tenggara Barat hari ini, sekaligus memberi ruang bagi harapan Provinsi Pulau Sumbawa,” katanya.

Menurutnya, kebanggaan terhadap identitas budaya akan memiliki nilai besar ketika tidak bersifat eksklusif, melainkan inklusif dan membangun silaturahmi antarbudaya dalam spirit saling menghargai.

“Tidak ada hal penting yang bisa kita banggakan dalam eksistensi budaya kalau kita eksklusif. Yang membanggakan adalah ketika kita inklusif dan selalu membangun silaturahmi antarbudaya,” ujarnya.

Pernyataan Mustakim memperkaya diskursus dalam Forum Mbolo Weki Dou Dompu yang mengusung tema peneguhan identitas dan eksistensi budaya Suku Dompu. 

Forum ini menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh budaya untuk membahas jejak sejarah, kontribusi, serta posisi Dompu dalam mozaik kebudayaan NTB dan Indonesia.

Konsolidasi budaya ini dinilai bukan sebagai gerakan pemisahan, melainkan penguatan identitas dalam bingkai persatuan daerah dan nasional.

Dengan semangat moderasi dan inklusivitas yang ditekankan Mustakim Patawari, forum tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan budaya yang tidak memecah, tetapi justru merajut kebersamaan di Pulau Sumbawa dan Nusa Tenggara Barat secara keseluruhan.

Redaksi ||

Di Forum Mbolo Weki, Ketua DPRD Dompu Dorong Penguatan Identitas Suku Dompu


Mataram, Media Dinamika Global — Ketua DPRD Dompu, Ir. Muttakun, menegaskan pentingnya momentum Forum Mbolo Weki Dou Dompu sebagai titik awal gerakan yang lebih terstruktur dan masif dalam menyuarakan identitas serta eksistensi Suku Dompu.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Forum Mbolo Weki Dou Dompu di Mataram, Sabtu (7/2/2026). Menurutnya, upaya mengangkat kembali identitas Suku Dompu sejatinya sudah lama diperjuangkan sejumlah pemerhati budaya, namun belum terorganisir secara kuat.

“Saudara saya seperti Dae Yeyen, Dae Dau dan banyak pemerhati budaya yang sejak awal mencoba mengungkap dan menyuarakan identitas Suku Dompu, itu patut kita hargai. Forum ini sudah mewakili gerakan-gerakan sebelumnya yang belum terstruktur dan belum masif,” ujar Muttakun.

Ia berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi awal dari langkah lanjutan yang lebih konkret.

“Saya ingin momentum Forum Mbolo Weki Dou Dompu ini benar-benar menjadi titik awal gerakan yang lebih besar ke depan. Untuk kita semua menyuarakan identitas Suku Dompu dan menegaskan bahwa eksistensi itu memang ada,” tegasnya.

Menurut Muttakun, jika berbicara soal pengakuan, dokumen dan catatan sejarah Dompu sejatinya sudah tersedia, baik secara tersurat maupun tersirat dalam berbagai literatur dan arsip sejarah.

“Kalau kita mau menyuarakan ini, sebenarnya dokumen pendukung dan catatan sejarah itu ada. Tinggal bagaimana kita menyatukan persepsi dan memperkuat langkah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Muttakun juga menyinggung narasi kebudayaan di tingkat Provinsi NTB yang selama ini kerap menyebut istilah “Sasambo” (Sasak, Samawa, Mbojo). Ia menilai Dompu sering kali tidak disebut secara eksplisit dalam kerangka tersebut.

“Kita semua merasa kecil hati ketika Pemprov NTB berbicara tentang daerah, mohon maaf, hanya melihat Sasambo. Dalam Sasambo itu tidak ada Dompu. Salah kami juga kenapa tidak bersuara,” ungkapnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Dompu menjadikan forum tersebut sebagai momentum kebangkitan bersama, termasuk menuju rencana Deklarasi Suku Dompu yang akan digelar pada 11 April mendatang, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Dompu.

“Kalau gerakan ini mengarah pada deklarasi Suku Dompu saat HUT Dompu nanti, itu luar biasa. Ini momentum besar bagi kita,” ujarnya.

Meski demikian, Muttakun menekankan bahwa secara konstitusional negara sebenarnya telah mengakui eksistensi Dompu. Ia merujuk pada pengakuan historis dan administratif atas kelahiran serta keberadaan Dompu sebagai daerah yang memiliki akar kesultanan.

“Negara sudah mengakui sebenarnya. Tinggal bagaimana kita di Dompu menyepakati dan memperkuat posisi ini. Mari kita dorong agar Pemprov tidak hanya berbicara Sasambo saja. Mana Dompunya?” katanya.

Forum Mbolo Weki Dou Dompu sendiri menjadi ruang konsolidasi besar warga Dompu di perantauan, melibatkan akademisi, tokoh adat, pemerhati budaya, hingga unsur pemerintah daerah. Forum ini membahas sejarah, entitas, serta penguatan identitas budaya Dompu dalam bingkai kebudayaan NTB dan Indonesia.

Dengan dukungan Ketua DPRD Dompu, gerakan peneguhan identitas ini diharapkan tidak hanya menjadi wacana kultural, tetapi juga mendapatkan perhatian dalam kebijakan daerah, pendidikan, serta pengakuan formal dalam narasi kebudayaan di Nusa Tenggara Barat.

Redaksi ||

Sabtu, 07 Februari 2026

Dugaan Kuat Korupsi Berjamaah di Tubuh Bumdes Desa Doridungga Kec, Donggo Alokasi Dana Ratusan Juta Rupiah Diduga Raib Bagai Ditelan Bumi


Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.— Adanya kecurigaan dan aroma busuk praktik korupsi kembali mencoreng citra pemerintahan desa doridungga. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Desa doridungga, Kecamatan donggo, Kabupaten Bima, di mana alokasi dana untuk Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) senilai ratusan juta rupiah diduga kuat hanya menjadi bancakan haram bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.Bumdes desa doridungga kini berada di pusaran badai dugaan korupsi berjamaah yang terbungkus rapi dalam jubah “usaha desa”.

Dugaan mendalam yang dilakukan oleh awak media ini menemukan kejanggalan yang sulit untuk diabaikan. Berdasarkan keterangan AGPM Aliansi Kemasyarakatan doridungga, kucuran dana Bumdes dimulai pada tahun 2016- 2019 dengan gelontoran dana sebesar Rp 67 juta lebih, dan dana Bumdes tahun 2025 sebesar 211.433.400 jutaan rupiah, yang konon diperuntukkan bagi usaha simpan pinjam masyarakat desa doridungga. Namun, tabir misteri nda tau sampai sekarang tata cara pengelolaan kaya gimana bagaikan di telan bumi, Tidak Sesuai Regulasi RAB nya.

Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh media ini justru menemui tembok penghalang dan WhatsApp saya diblokir yang mencurigakan.

Sikap defensif dan upaya menghindar yang ditunjukkan oleh perangkat desa doridungga dan Ketua Bumdes desa doridungga kecamatan Donggo ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik penyimpangan dana Bumdes. Ketidaktransparanan dalam pengelolaan keuangan negara, sekecil apapun nominalnya, adalah sebuah pelanggaran serius yang mengkhianati amanah rakyat dan melukai prinsip-prinsip tata kelola kepemerintahan yang baik dan bersih.


Menyikapi situasi yang sarat akan kejanggalan ini, seorang aktivis yang enggan disebutkan namanya menyatakan tekadnya untuk melaporkan dugaan praktik korupsi ini kepada Kejaksaan Negeri bima NTB. Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret untuk membongkar tuntas dugaan “bancakan” dana Bumdes yang disinyalir merugikan keuangan negara dan menghambat potensi kemajuan desa doridungga kecamatan Donggo. Selain itu, laporan juga akan dilayangkan kepada Inspektorat Kabuputen bima dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) agar instansi terkait dapat melakukan audit investigasi secara menyeluruh dan memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan penyelewengan.

“Ini bukan lagi sekadar dugaan, tetapi sudah mengarah pada indikasi kuat adanya korupsi berjamaah. Dana Bumdes desa yang seharusnya menjadi motor penggerak perekonomian desa doridungga, justru diduga kuat diselewengkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Kami tidak akan tinggal diam dan akan mengawal kasus ini hingga tuntas di meja hijau,” tegas sang aktivis AGPM dengan nada geram.

Kasus dugaan korupsi di Bumdes doridungga ini menjadi tamparan keras bagi upaya pemerintah dalam memberantas praktik korupsi hingga ke tingkat desa. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa, termasuk dana Bumdes, adalah kunci utama untuk mencegah terjadinya penyimpangan. Kontrol yang lemah dan kurangnya pengawasan dari pihak terkait menjadi celah subur bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan praktik haram tersebut.

Masyarakat doridungga dan Publik menanti dengan penuh harap tindakan tegas dan respons cepat dari aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk mengusut tuntas kasus ini. Jika terbukti adanya praktik korupsi, para pelaku harus mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, siap menjerat para pelaku yang terbukti melakukan perbuatan tercela ini.

Kasus ini juga menjadi pelajaran berharga bagi seluruh kepala desa dan pengelola Bumdes di seluruh Indonesia untuk lebih transparan dan akuntabel dalam mengelola dana desa. Dana desa adalah amanah rakyat yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab demi kesejahteraan masyarakat doridungga, bukan untuk diperkaya diri sendiri atau kelompok tertentu.


Kita tunggu gebrakan nyata dari Kejaksaan Negeri bima, Inspektorat, dan DPMD untuk membuktikan bahwa hukum masih memiliki taring dan keadilan masih berpihak pada rakyat kecil. Skandal “bancakan” dana Bumdes desa doridungga kecamatan Donggo ini tidak boleh dibiarkan menguap begitu saja, melainkan harus diusut tuntas hingga ke akar-akarnya demi tegaknya supremasi hukum dan terciptanya pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas.(Sekjend MDG)

Polres Bima Kota Layani Pembuatan SKCK Secara Mudah, Cepat, dan Transparan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Polres Bima Kota Melalui Sat Intelkam Polres Bima Kota menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui layanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Layanan ini menjadi salah satu wujud profesionalisme Polri dalam mendukung kebutuhan administrasi warga.

Melalui peningkatan kualitas pelayanan SKCK ini, Polres Bima Kota berharap kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian semakin kuat, Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa Polri terus berbenah demi menghadirkan layanan publik yang mengutamakan kenyamanan dan kepuasan warga.(Sekjend MDG)

Danramil 01/Rasanae Perkenalkan Mobil Maung Kepada Ratusan Pengunjung Taman Amaha


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Danramil 01/Rasanae Kapten Inf. Babang Irawan pimpin kegiatan Safari Mobil Maung, bertempat di Taman Amahami Jalan Lintas Bima. Sumbawa Kel. Dara Kec. Rasanae Barat Kota Bima.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Danramil 1608-01/Rasanae Kapten Inf. Bambang Irawan, Danpos Raba Peltu Safrudin, Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, serta ratusan Masyarakat pengunjung Taman Amahami 

Sekitar Pukul 06.40 Wita, Mobil Maung tiba di Taman Amahami dan disambut meriah oleh ratusan Masyarakat yang sempat hadir di Taman Amahami.

Pada kesempatan itu, masyarakat terlihat begitu antusias menyambut kedatangan Mobil Maung tersebut, kegiatan ini selain memberikan hiburan kepada masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan untuk membuktikan bahwa TNI sangat dekat dengan masyarakat.

Bukan saja orang-orang dewasa yang ikut meramaikan Safari Mobil Maung ini, bahkan anak-anak pun ikut menikmati dan menaiki mobil tersebut.

Dan yang paling penting dalam kegiatan Safari Mobil Maung yang diselenggarakan langsung oleh Kodim 1608/Bima ini adalah, dalam rangka memperkenalkan kepada masyarakat Kota dan Kabupaten Bima. bahwa mobil maung tersebut adalah hasil karya/Buatan Anak Bangsa Indonesia yang diberikan oleh TNI-AD kepada Kodim 1608/Bima.


Dan ini menjadi catatan penting bagi masyarakat bahwa anak-anak bangsa memiliki kemampuan untuk berkarya dengan lebih baik, semoga kedepannya mereka menjadi motor inovasi yang kreatif sehingga dapat berkontribusi banyak bagi Negara ini, dan bisa mengharumkan nama Bangsa Indonesia ke tingkat Internasional.

Mobil Maung sendiri dirancang khusus untuk menaklukkan medan-medan yang sulit, serta memiliki kelebihan jarak tempuh hingga 500 kilometer dalam satu kali pengisian bahan bakar, hal ini menjadikan pilihan yang tepat mobil ini menjadi kendaraan personil TNI.

Setelah Mobil Maung tiba, kegiatan Safari Mobil maung dilanjutkan dengan seksi Foto-foto dengan masyarakat pengunjung Taman Amahami

Dan sekitar Pukul 08.00 Wita, Kegiatan Safari Mobil maung selesai karna kendala cuaca yang sedikit tidak bersahabat atau hujan di sekitar wilayah Taman Amahami, namun pelaksanaan telah berlangsung dalam keadaan aman dan tertib. (Koramil-01/Tim MDG)

Refleksi Organisasi: Karang Taruna Penana’e Matangkan Persiapan Lomba Ramadhan 2026


PENANA’E, Media Dinamika Global.id. – Semangat kolaborasi pemuda Kelurahan Penana’e tengah diuji, Dalam rapat koordinasi persiapan agenda menyambut bulan suci Ramadhan 2026 yang digelar Minggu (08/02), dinamika organisasi menjadi sorotan utama. Meski agenda yang dibahas sangat krusial, tingkat kehadiran pengurus yang minim menjadi catatan kritis untuk bahan evaluasi ke depan.

Pesan Tegas Terkait Antusiasme dan Penertiban TPQ

Ketua Karang Taruna Penana’e, Mursalim, S.Sos., mengungkapkan rasa prihatinnya atas rendahnya partisipasi pengurus dalam rapat kali ini. Padahal, agenda tersebut telah diketahui oleh pihak kelurahan. Ia menilai kurangnya antusiasme ini sebagai hal yang kontradiktif dengan besarnya tanggung jawab organisasi.

Selain masalah internal, Mursalim juga menyoroti kondisi manajemen Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di wilayah Penana'e. Beliau berencana membawa isu ini ke tingkat Kelurahan, baik melalui Musrenbang maupun koordinasi personal dengan Lurah.

> "Penting bagi kita untuk memastikan TPQ yang kurang tertib agar segera dibenahi. Ini menjadi dasar agar satu kebijakan TPQ benar-benar terintegrasi untuk satu Kelurahan Penana’e, terutama menyangkut anggaran dan lisensi," tegas Mursalim, S.Sos.

Tiga Cabang Lomba untuk Generasi Muda

Meski hadir dengan personel terbatas, substansi program tetap disusun secara matang. Ketua Bidang Keagamaan dan Imtaq, Sahjud, A.Md., memaparkan tiga mata lomba tingkat SD yang akan menjadi primadona selama bulan puasa 2026:

 1. Lomba Adzan

 2. Lomba Cerdas Cermat 

 3. Lomba Kaligrafi Asmaul Husna

Masukan Strategis dari Lingkungan Wenggo

Kehadiran Siti Asiah, Ketua TPQ Lingkungan Wenggo, membawa perspektif positif dalam rapat. Beliau mengusulkan pola pendekatan personal agar pertemuan berikutnya bisa dihadiri lebih banyak anggota. Ia meyakini bahwa antusiasme masyarakat akan memuncak saat lomba dimulai karena warga pasti ingin melihat prestasi anak didik maupun kerabat mereka.

Siti juga menyarankan agar lomba kaligrafi dilaksanakan secara fleksibel pada sore hari sebagai ajang ngabuburit yang produktif.

> "Kita ingin anak didik ikut serta bukan hanya untuk mengejar juara, tapi untuk pembentukan mental. Saya juga mengusulkan agar lokasi lomba disebar di tiap lingkungan agar setiap wilayah merasa memiliki dan menjadi tuan rumah," tutur Siti Asiah.

Harapan Menuju Kesuksesan Agenda

Rapat ditutup dengan komitmen untuk tetap menjalankan agenda sebaik mungkin. Meskipun disadari akan banyak tantangan dan rintangan, Karang Taruna Penana’e tetap bertekad memberikan wadah positif bagi anak-anak di kelurahan. Melalui pembagian kisi-kisi soal yang merata pada lomba cerdas cermat, diharapkan setiap regu memiliki kepercayaan diri yang sama untuk berkompetisi secara sehat, (Oriza Sativa Nabatiyah Amiruddin Wartawati MDG)

Kuliah Perdana Prodi S1-PGSD FKIP Universitas Nggusuwaru Smester Genap tahun Ajaran 2025/2026


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Pentingnya Melanjutkan Pendidikan Tinggi “ Pendidikan adalah kunci Masa depan Kuliah Adalah Langkah Pertama Menuju Impian"

Pendidikan adalah kunci masa depan Kuliah adalah langkah pertama menuju impian, Pendidikan adalah fondasi utama yang membuka pintu kesempatan, meningkatkan taraf hidup, dan membentuk karakter serta kualitas SDM yang unggul. Kuliah, sebagai langkah awal, memberikan bekal akademis, keterampilan kritis, dan jaringan profesional yang krusial untuk meraih impian dan bersaing di era globalisasi, Senin 9 Februari 2026.

Berikut adalah poin penting mengenai peran pendidikan dan kuliah:

Pendidikan sebagai Kunci Masa Depan: Pendidikan berperan menciptakan generasi yang inovatif, berdaya, dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Ini adalah investasi jangka panjang yang tidak pernah mengkhianati.

Kuliah sebagai Awal Impian: Masa kuliah membantu mengembangkan soft skill (komunikasi, kepemimpinan) melalui organisasi dan interaksi, serta meningkatkan peluang kerja yang lebih baik.

Dampak Tanpa Pendidikan Tinggi: Mengabaikan pendidikan tinggi di era modern dapat membatasi peluang karier dan mempersempit akses ke posisi strategis.

Pentingnya Kualitas diri: Kunci kesuksesan bukan hanya pada gelar, tetapi bagaimana memanfaatkan pengalaman kuliah dengan komitmen tinggi untuk membentuk kualitas diri yang unggul. 

Pendidikan, termasuk pendidikan tinggi, adalah alat paling ampuh untuk mengubah hidup dan memerdekakan diri dari keterbatasan. 

Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi universitas Nggusuwaru bima seringkali dianggap sebagai langkah krusial dalam perjalanan hidup seseorang. Namun, di tengah persaingan yang ketat, tidak jarang muncul perasaan gengsi atau minder saat seseorang tidak berhasil diterima di perguruan tinggi negeri apalagi yang favorit. Disini saya akan sedikit membahas mengapa melanjutkan pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta sangat penting bagi semua peserta didik khususnya kelas XII dalam perencanaan karir tanpa memandang gender, dan bagaimana kita dapat mengikis pandangan negatif terkait dengan perguruan tinggi swasta.

Raih Prestasi dan Kejarlah Mimpi di Unswa bima.

Universitas Nggusuwaru bima, bukan sekadar mendapatkan gelar, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk masa depan. Melalui perkuliahan, peserta didik dibekali dengan berbagai keterampilan (hard skills dan soft skills) yang relevan dengan tuntutan dunia kerja modern. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih untuk berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi efektif, dan bekerja sama dalam tim. Keterampilan-keterampilan ini sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang layak, tetapi juga untuk menciptakan peluang karir yang lebih luas.

Bagi peserta didik perempuan, melanjutkan pendidikan tinggi di universitas Nggusuwaru bima memiliki makna yang lebih dalam. Dari beberapa pengalaman yang sudah saya temui, tidak sedikit peserta didik perempuan yang memilih untuk tidak melanjutkan perguruan tinggi dengan alasan tidak ada ekonomi dan karena perempuan juga kelak akan kembali ke dapur.

Pandangan-pandangan yang masih awam seperti ini yang perlu kita luruskan bahwa ada beberapa hal yang memang menjadi landasan seorang perempuan harus melanjutkan ke perguruan tinggi, diantaranya ;

(1) Akan ada perbedaan baik dari segi pemikiran dan sikap antara perempuan yang bersekolah sampai ke jenjang perguruan tinggi dengan yang tidak, karena yang berpendidikan tinggi ia akan lebih banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan yang bisa ia kembangkan baik dalam rumah tangganya kelak maupun dilingkungan masyarakat.

(2) Dengan melanjutkan ke universitas Nggusuwaru bima.

(3) Perempuan karir itu HARUS karena meskipun kelak sudah berumah tangga tidak hanya akan mengandalkan nafkah dari suaminya, tidak ketergantungan sehingga ketika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan misalnya suami meninggal, cerai itu tidak akan membuat kehidupannya menjadi terhenti begitu saja.

Pendidikan dapat menjadi kunci untuk kemandirian, pemberdayaan, dan kesempatan untuk berkontribusi lebih besar dalam masyarakat. Dengan bekal ilmu yang mumpuni, perempuan dapat memiliki peran yang setara dengan laki-laki di berbagai bidang, mulai dari sains, teknologi, hingga kepemimpinan.

Hilangkan Gengsi dan pilihlah kuliah di universitas Nggusuwaru bima.

Fenomena “gengsi” seringkali menjadi penghalang bagi banyak peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi swasta. Mereka merasa bahwa perguruan tinggi negeri memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih bergengsi dan menjamin peluang pekerjaan dimasa depan. Padahal saat ini, banyak perguruan tinggi swasta di Indonesia yang memiliki kualitas unggul, bahkan ada beberapa jurusan yang memiliki peluang kerja besar. Perguruan Tinggi swasta pun saling bersaing untuk menjadikan perguruan tingginya lebih baik dengan menciptakan jurusan-jurusan baru yang disesuaikan dengan peluang pekerjaan saat ini mengingat perkembangan zaman semakin modern dan maju.

Jika ingin kuliah yang perlu kalian utamakan adalah jurusannya baru perguruan tingginya, bukan sebaliknya. Karena tidak sedikit peserta didik yang bingung ketika sudah ketrima menjadi mahaiswa di perguruan tinggi yang diidam-idamkan tetapi tidak mampu mengikuti perkuliahan dengan baik karena tidak sesuai dengan kemampuannya sehingga meskipun mereka lulus, mereka hanya menganggur. Hal seperti ini jangan sampai terjadi kembali. Beberapa hal yang harus kalian perhatikan dalam memilih jurusan sehingga antara minat, bakat dan kemampuan bisa sejalan.

Akreditasi dan Kualitas Program Studi: Cara terbaik untuk menilai kualitas sebuah perguruan tinggi bukanlah dari statusnya (negeri atau swasta), melainkan dari akreditasi program studi yang ditawarkan. Akreditasi A atau Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) adalah indikator jelas bahwa program studi tersebut memiliki standar pendidikan yang tinggi. Peserta didik disarankan untuk mencari informasi ini sebelum memutuskan untuk mendaftar di universitas Nggusuwaru bima.

Fasilitas dan Kurikulum Inovatif: Banyak perguruan tinggi swasta berinvestasi besar dalam fasilitas modern, laboratorium, dan teknologi pembelajaran terkini. Mereka juga cenderung lebih fleksibel dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri. Hal ini memastikan lulusan mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.

Melanjutkan pendidikan ke Unswa bima adalah langkah yang sangat penting untuk mencapai masa depan yang lebih baik, baik bagi peserta didik laki-laki maupun perempuan. Jangan biarkan perasaan gengsi menghalangi langkahmu. Fokuslah pada kualitas pendidikan, akreditasi program studi, dan prospek masa depan yang ditawarkan, bukan pada status perguruan tingginya. Baik itu di perguruan tinggi negeri maupun swasta, yang terpenting adalah semangat belajar dan tekad untuk terus mengembangkan diri. Perjalanan menuju kesuksesan tidak ditentukan oleh nama besar almamater, melainkan oleh kerja keras, ketekunan, dan ilmu yang Anda peroleh selama masa perkuliahan.(Sekjend MDG)

Kuliah Umum Program Studi Kewirausahaan UM Bima


Pemateri : Rizky Amelia, M.,SE

Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Di era Industri 4.0, perkembangan teknologi yang pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang kewirausahaan. Digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan teknologi berbasis data telah membawa perubahan yang signifikan dalam cara bisnis dijalankan.

Dalam konteks ini, penting bagi para calon wirausahawan untuk memahami bagaimana mereka dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.

Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Bima (UMB) menyelenggarakan Kuliah Umum, Rabu 4 Februari 2026 di Aula kampus UM bima.

Dalam kuliah umum UM bima itu menghadirkan Risky Amelia M.S.E sekaligus sebagai narasumber.

Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai kewirausahaan di era Industri 4.0 dan bagaimana para mahasiswa UM bima dapat mempersiapkan diri untuk sukses di dunia bisnis yang semakin digital dan terhubung.

Materi yang diangkat dalam kuliah umum UM bima (UMB) ini mencakup berbagai topik yang relevan dengan kewirausahaan dan perkembangan teknologi.

Narasumber menjelaskan konsep dan perkembangan kewirausahaan, definisi kewirausahaan serta evolusinya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi.

Ia menjelaskan teknologi dan inovasi dalam bisnis, yang membahas berbagai teknologi yang mendukung perkembangan bisnis, seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), big data, dan blockchain.

Lebih lanjut peluang bisnis di era industri 4.0, mengidentifikasi sektor-sektor yang berkembang pesat akibat teknologi baru, seperti e-commerce, fintech, dan startup teknologi.

Juga menerangkan strategi bisnis digital, pembahasan mengenai penerapan strategi pemasaran digital, model bisnis berbasis platform, dan pengelolaan sumber daya digital.


Dan terakhir, menguraikan tentang keterampilan wirausahawan di era digital, Keterampilan yang perlu dimiliki oleh wirausahawan untuk sukses di dunia bisnis modern, seperti keterampilan analisis data, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

Usai paparan materi, narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi terkait tema kuliah umum UM bima.(Sekjend MDG)



Rekap Kegiatan Matrikulasi Magister Pedagogi Universitas Muhammadiyah Bima (UMB)


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.// Matrikulasi Magister (S2) universitas Muhammadiyah Bima adalah program pembekalan akademik pra-semester yang wajib diikuti oleh mahasiswa baru universitas Muhammadiyah Bima, terutama bagi mereka yang memiliki latar belakang S1 tidak linier atau untuk menyamakan persepsi dasar ilmu sebelum masuk perkuliahan inti. Matrikulasi bertujuan menyegarkan pengetahuan dasar, meningkatkan kemampuan analisis, dan membantu adaptasi akademik, serta menjadi penentu kelayakan calon mahasiswa baru universitas Muhammadiyah Bima (UMB). 

Berikut adalah rekap umum terkait matrikulasi magister:

1. Tujuan Utama Matrikulasi

Penyetaraan Pengetahuan: Menyamakan persepsi dan pengetahuan dasar mahasiswa dari berbagai latar belakang S1 (linear maupun non-linear).

Adaptasi Akademik: Mempersiapkan mahasiswa agar tidak kaget dengan mata kuliah lanjut, khususnya yang melibatkan perhitungan atau teknik.

Evaluasi Awal: Menjadi dasar pertimbangan kelayakan mahasiswa untuk mengikuti program Magister, dengan standar nilai tertentu (misal: minimal B). 

2. Fokus Materi Matrikulasi

Materi matrikulasi umumnya ringan namun fundamental, disesuaikan dengan program studi: 

Umum: Metode Penelitian, Penulisan Tesis/Disertasi, Etika Akademik, dan Budaya Akademik Pascasarjana.

Magister Manajemen (MM): Pengantar Manajemen, Akuntansi, Manajemen Keuangan, Manajemen Pemasaran, dan Statistika Bisnis.

Magister Lingkungan/Teknik: Sistem Sosial, Dasar Ilmu Lingkungan, Dasar Ekonomi, dan Kalkulus/Dasar Teknis. 

3. Karakteristik & Ketentuan

Waktu Pelaksanaan: Dilakukan di awal semester sebelum perkuliahan resmi (semester 1) dimulai.

SKS: Umumnya matrikulasi tidak memiliki SKS beban kurikulum, tetapi menjadi syarat wajib.

Wajib/Tidak: Bersifat wajib, terutama bagi mahasiswa non-linear. Namun, bagi mahasiswa dengan hasil tes seleksi sangat baik, terkadang dibebaskan dari matrikulasi.

Konsekuensi: Mahasiswa yang tidak lulus matrikulasi seringkali tidak diperbolehkan melanjutkan program studi. 

4. Contoh Rekap Matrikulasi pada Program Studi

Magister Studi Lingkungan: Fokus pada sistem sosial dan ilmu lingkungan untuk menyamakan cara pandang multidisiplin.

Magister Manajemen (Amikom/Lainnya): Matrikulasi 8 SKS dengan materi dasar manajemen dan bisnis.

Magister Umum/Sosial: Penekanan pada metodologi penelitian dan penulisan karya ilmiah/tesis. 

Secara keseluruhan, matrikulasi adalah tahapan penting untuk membangun fondasi yang sama agar mahasiswa UM bima siap menempuh studi magister dengan optimal. 

Rekap Kegiatan Matrikulasi Magister Pedagogi Universitas Muhammadiyah Bima

Kegiatan matrikulasi menjadi langkah awal dalam membekali mahasiswa dengan pemahaman dasar akademik, nilai-nilai keislaman, serta budaya kampus UM Bima.


Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UM bima mampu beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi dan siap mengikuti proses pembelajaran secara optimal.(Sekjend MDG)