Media Dinamika Global

Rabu, 16 September 2026

Menu MBG SPPG Bima Sape Parangina 2 Dapur Istiqomah Sajikan Telur Katsu dan Sayur Sop


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 2 melalui Dapur Istiqomah kembali menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak Indonesia pada Kamis, 17 September 2026.

Menu MBG yang disiapkan terdiri atas nasi putih, telur katsu, sayur sop dengan isian jagung manis, wortel dan buncis, buah kelengkeng, serta tahu bacem.

Penyediaan menu tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi anak-anak, sekaligus mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi bagi peserta didik.

Dapur Istiqomah menyampaikan harapan agar menu yang disajikan dapat dinikmati dengan baik dan memberikan manfaat bagi kesehatan serta aktivitas anak-anak sepanjang hari.(Team.MDG.03)

Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Amankan Embarkasi dan Debarkasi KM Binaiya


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima Polres Bima Kota melaksanakan pengamanan kegiatan embarkasi dan debarkasi Kapal Pelni KM Binaiya yang bersandar di Pelabuhan Bima, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan pengamanan tersebut berlangsung mulai pukul 05.00 Wita di Area Pelabuhan Bima, Jalan R.E. Marthadinata, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima IPDA Sirajudin, S.H., menjelaskan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan antisipasi untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas penumpang berjalan aman, tertib dan lancar.

Personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima melaksanakan pengamanan terhadap KM Binaiya yang melakukan embarkasi dan debarkasi penumpang yang datang dari Pelabuhan Labuan Bajo.

Berdasarkan data manifest, KM Binaiya tiba di Pelabuhan Bima dengan total 1194 penumpang, dari jumlah tersebut, sebanyak 450 penumpang turun di Pelabuhan Bima, sementara 744 penumpang melanjutkan perjalanan.

Sedangkan yang naik dipelabuhan Bima sebanyak 121 penumpang untuk melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Benoa dan pelabuhan tujuan berikutnya. Dengan demikian, total penumpang yang melanjutkan perjalanan dari Pelabuhan Bima tercatat sebanyak 865 Penumpang.

Selama proses embarkasi dan debarkasi, personel Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima melakukan pengamanan dan pemantauan di sejumlah titik untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas serta memastikan aktivitas penumpang berlangsung dengan tertib.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima menegaskan, kegiatan pengamanan di kawasan pelabuhan akan terus dilakukan sebagai upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya para penumpang kapal, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah hukum Polsek Kawasan Pelabuhan Laut Bima.

Polsek Rasanae Barat Sambangi Kantor Kelurahan Dara, Sosialisasikan Call Center 110


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Polsek Rasanae Barat melaksanakan kegiatan patroli dialogis dan sambang ke Kantor Kelurahan Dara, Kota Bima, Pada hari Rabu (16/9/2026) pukul 09.00 Wita.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Polri untuk menyerap informasi dari aparatur kelurahan sekaligus mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Rasanae Barat.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kapolsek Rasanae Barat AKP Adhar, S.Sos., menjelaskan kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Unit Binmas Polsek Rasanae Barat yang dipimpin IPDA Saidin, S.H.

Dalam kegiatan sambang tersebut, personel bertemu dengan Lurah Dara Anita Hairatun, S.E., bersama staf kelurahan. Pertemuan diisi dengan komunikasi dan dialog terkait situasi Kamtibmas di lingkungan Kelurahan Dara.

Patroli dialogis dan sambang ini merupakan upaya untuk mempererat komunikasi antara Polri dengan aparatur kelurahan serta menyerap berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Sehingga potensi gangguan Kamtibmas dapat dideteksi dan ditindaklanjuti sejak dini.

Selain menyerap informasi Kamtibmas, personel juga memberikan sosialisasi mengenai layanan Call Center 110 Polres Bima Kota kepada aparatur kelurahan.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan layanan tersebut sebagai sarana menyampaikan informasi maupun pengaduan terkait gangguan Kamtibmas yang membutuhkan kehadiran atau penanganan pihak Kepolisian.

Polsek Rasanae Barat juga mengajak aparatur kelurahan dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera berkoordinasi dengan pihak Kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas.

Melalui kegiatan patroli dialogis dan sambang tersebut, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik antara Polri, pemerintah kelurahan dan masyarakat, sehingga situasi Kamtibmas di wilayah Kelurahan Dara tetap aman, nyaman dan kondusif.

Jelang MotoGP Mandalika, Betabeq Jadi Simbol Doa, Restu, dan Keselamatan


Lombok Tengah, Media Dinamika Global - Menjelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, tradisi betabeq kembali digelar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Rabu malam (16/9/2026). Bagi masyarakat Sasak, betabeq merupakan ungkapan permohonan izin, restu, dan doa keselamatan sebelum sebuah hajat besar dimulai. Di Mandalika, tradisi ini menjadi pesan bahwa perhelatan internasional tetap berakar pada budaya, penghormatan kepada masyarakat, dan harmoni dengan lingkungan tempat kegiatan berlangsung.

Tradisi yang diselenggarakan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) tersebut berlangsung di Gedung VIP Deluxe Lantai 2 Pertamina Mandalika International Circuit. Hadir Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Vice Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Ananda Mikola, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri, jajaran ITDC, penyelenggara MotoGP, serta masyarakat lingkar Mandalika.

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan betabeq mengandung nilai penghormatan kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para leluhur. Tradisi itu sekaligus menjadi bentuk penerimaan terhadap tamu serta permohonan agar hajat yang dilaksanakan diberikan kelancaran dan keselamatan.

“Betabeq pada hakikatnya adalah permohonan izin, restu dan doa keselamatan sebelum kita melaksanakan sebuah hajat besar. Di dalamnya ada penghormatan kepada masyarakat, tokoh agama, tokoh adat dan para leluhur, sekaligus pesan persaudaraan dan penerimaan terhadap siapa pun yang datang,” ujar Miq Iqbal.

Menurut Miq Iqbal, nilai tersebut penting dihadirkan dalam penyelenggaraan event besar di Mandalika. Ketika kawasan ini menjadi panggung internasional, masyarakat lokal harus menjadi bagian dari perkembangan yang berlangsung, bukan sekadar penonton.

“Mandalika bukan lagi semata-mata milik pemerintah pusat ataupun milik pihak tertentu. Sesungguhnya Mandalika adalah milik kita bersama,” tegasnya.

Rasa memiliki itu, kata Gubernur, perlu diwujudkan melalui keterlibatan nyata masyarakat. Ia mencontohkan sekitar 2.500 marshal dalam penyelenggaraan event di Mandalika akan diisi masyarakat NTB, khususnya warga sekitar kawasan. Ruang partisipasi juga terus diberikan kepada UMKM lokal dalam berbagai event.

“Ini adalah bentuk nyata dari upaya mengedepankan peran masyarakat lokal. Mandalika harus semakin inklusif. Harapan kita, masyarakat benar-benar merasa bahwa kawasan ini adalah milik mereka,” katanya.

Gubernur juga mengajak masyarakat mendukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dengan menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, keramahan, dan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan event internasional tidak hanya ditentukan oleh kesiapan penyelenggara, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat sebagai tuan rumah.

Vice Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 Ananda Mikola menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk memastikan penyelenggaraan berjalan baik dan memberikan pengalaman positif bagi peserta maupun pengunjung dari berbagai negara.

“Kami sangat membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari seluruh pihak, terutama dalam mendukung pelaksanaan kegiatan yang telah kami persiapkan,” ujar Ananda.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri mengapresiasi pelaksanaan betabeq sebagai bagian dari pelestarian budaya di kawasan Mandalika. Menurutnya, kekuatan destinasi pariwisata tidak hanya terletak pada alam dan fasilitas, tetapi juga pada budaya dan karakter masyarakatnya.

Berbagai event di Mandalika juga membuka ruang ekonomi bagi UMKM, perdagangan, jasa, transportasi, dan sektor pariwisata. Karena itu, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga suasana yang aman, tertib, ramah, dan kondusif selama event berlangsung.

“Mari kita bersama-sama menjaga, melestarikan dan mengembangkan tradisi ini untuk kepentingan masyarakat serta generasi yang akan datang,” ujarnya.

Betabeq memberi makna tersendiri ketika Mandalika menyambut dunia. Di tengah deru mesin dan sorotan panggung internasional, masyarakat Sasak mengawali hajat besar dengan doa dan restu, sebuah penegasan bahwa Mandalika boleh mendunia, tetapi tetap berpijak pada budaya, menghormati alam, dan memberi ruang bagi masyarakat yang menjadi tuan rumah.

Redaksi |

NTB Perkuat Layanan Dasar, SPM Harus Terasa di Masyarakat


Mataram, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat komitmen pemenuhan pelayanan dasar masyarakat dengan memastikan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terhubung langsung dengan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga pengawasan pembangunan daerah. Komitmen itu mengemuka dalam pembukaan Workshop Rencana Aksi Daerah (RAD) Penerapan SPM Provinsi NTB Tahun 2026–2029 di Mataram, Rabu (16/9/2026).

Workshop tersebut dihadiri Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal, para kepala perangkat daerah pengampu SPM, Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), perwakilan pemerintah pusat, Program SKALA dan mitra pembangunan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari diseminasi Peraturan Gubernur NTB Nomor 7 Tahun 2026 tentang Rencana Aksi Daerah Penerapan SPM Tahun 2026–2029, sebagai acuan pemerintah daerah dalam mengarahkan pemenuhan pelayanan dasar selama periode tersebut.

Bagi Gubernur NTB Miq Iqbal, RAD SPM tidak boleh berhenti sebagai dokumen kebijakan. Dokumen tersebut harus mengubah cara pemerintah bekerja, mulai dari menentukan prioritas, mengalokasikan anggaran, melaksanakan program hingga mengukur hasilnya di tengah masyarakat.

“Pemerintah harus menempatkan pelayanan publik sebagai inti dari seluruh pekerjaan pemerintahan. Berbagai sumber daya pemerintah harus diarahkan untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang menjadi haknya,” tegasnya.

Karena itu, target SPM perlu diterjemahkan ke dalam program, kegiatan, subkegiatan dan indikator kinerja, serta diselaraskan dengan dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Konsolidasi dalam workshop mencakup penyelarasan RAD SPM dengan RKPD, KUA-PPAS dan rancangan APBD, termasuk penajaman program berdasarkan KUA-PPAS 2027 serta penguatan pengawasan penerapan SPM.

Penerapan SPM mencakup enam bidang pelayanan dasar, yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat.

Salah satu perhatian utama Gubernur adalah memastikan Posyandu menjadi bagian dari ekosistem pelayanan dasar, bukan hanya berfungsi dalam urusan kesehatan. Kedekatannya dengan masyarakat membuat Posyandu memiliki posisi strategis sebagai sumber informasi mengenai kondisi dan kebutuhan warga pada tingkat paling dekat.

Dalam kerangka tersebut, masyarakat merupakan pemegang hak atas pelayanan dasar, sementara pemerintah berkewajiban memastikan hak tersebut terpenuhi. Posyandu dapat menjadi salah satu penghubung penting karena informasi yang diperoleh langsung dari masyarakat dapat membantu berbagai perangkat daerah membaca persoalan secara lebih utuh.

“Kita tidak mungkin mencapai SPM kalau kita hanya bekerja di tingkat provinsi. Kita harus menjangkau kabupaten/kota,” tegas Miq Iqbal.

Karena itu, keberhasilan penerapan SPM membutuhkan kerja lintas sektor dan lintas pemerintahan. Pemprov NTB memiliki peran untuk mengoordinasikan dan menggerakkan kabupaten/kota agar pemenuhan pelayanan dasar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Miq Iqbal juga menekankan pentingnya data dalam proses tersebut. Data untuk perencanaan tidak cukup berasal dari satu perangkat daerah, tetapi perlu mempertemukan informasi berbagai OPD, kabupaten/kota dan pelaksana pelayanan di lapangan sehingga kebijakan dan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu NTB Hj. Sinta Agathia M. Iqbal mengapresiasi proses penyusunan RAD SPM yang telah berlangsung sejak 2024 melalui pendampingan Program SKALA bersama Pemprov NTB. Menurutnya, penetapan RAD bukan akhir, melainkan awal dari pelaksanaan yang membutuhkan komitmen seluruh perangkat daerah.

Sementara itu, Team Leader Program SKALA Petrarca Karetji mengapresiasi ditetapkannya RAD SPM 2026–2029 sebagai bentuk penguatan komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan dasar yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan pemerintah bukanlah banyaknya dokumen yang dihasilkan, melainkan dampak nyata yang dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Bagi Pemprov NTB, karena itu, RAD SPM 2026–2029 bukan sekadar instrumen administratif. Ia menjadi komitmen kerja pemerintah untuk memastikan hak dasar masyarakat diterjemahkan menjadi program, didukung anggaran, dilaksanakan dengan data yang tepat, diawasi, dan akhirnya dirasakan manfaatnya oleh warga.

Ukuran akhirnya sederhana: bukan seberapa baik pemerintah menyusun dokumen, tetapi seberapa nyata pelayanan dasar hadir dalam kehidupan masyarakat NTB.

Redaksi |

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026


Mataram, Media Dinamika Global -Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) optimistis target pendapatan daerah dalam Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dapat tercapai hingga akhir tahun.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD NTB terhadap Nota Keuangan Perubahan dan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD NTB di Kantor Gubernur NTB, yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Drs. H. Muzihir pada Rabu, (16/9/2026).

Dalam jawabannya, Gubernur Iqbal menekankan sejumlah langkah pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pendapatan, menata belanja, memperkuat pengawasan, serta meningkatkan tata kelola keuangan daerah agar lebih transparan dan akuntabel.

Hingga 15 September 2026, realisasi pendapatan daerah tercatat mencapai 66,53 persen. Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 61,58 persen, dana transfer 73,06 persen, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar 55,58 persen.

Pada Perubahan APBD 2026, target pendapatan daerah juga mengalami peningkatan sebesar Rp60,607 miliar atau 1,08 persen dibandingkan APBD murni. Menurut Gubernur Iqbal, penyesuaian target tersebut didukung penerapan aturan baru terkait pajak dan retribusi daerah (PDRD), termasuk kebijakan pemberian keringanan pajak kendaraan.

“Secara tren realisasi, pendapatan daerah dapat tergolong baik. Sedang secara potensi pendapatan daerah, Pemerintah Provinsi NTB sangat optimistis dapat tercapai sampai dengan akhir tahun 2026,” ujar Iqbal.

Dalam penataan belanja daerah, Pemprov NTB mengalokasikan bantuan sosial produktif untuk mendukung intervensi kemiskinan ekstrem, khususnya kelompok desil 1 hingga 4, melalui program Desa Berdaya Transformatif.

Sementara untuk belanja hibah, pemerintah daerah melakukan penataan dengan mengacu pada hasil koordinasi dan evaluasi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gubernur Iqbal menegaskan, evaluasi tersebut tidak berarti pemerintah menghapus seluruh belanja hibah dari APBD. Penekanannya adalah memastikan mekanisme pemberian hibah berjalan sesuai ketentuan, berdasarkan kebutuhan yang terukur, kemampuan keuangan daerah, serta bebas dari konflik kepentingan.

“Hasil koordinasi dan evaluasi bersama KPK tidak dimaksudkan untuk menghilangkan seluruh belanja hibah dari APBD. Perhatian utama adalah pembenahan tata kelola hibah agar pemberiannya dilakukan berdasarkan ketentuan, kebutuhan yang terukur, kemampuan keuangan daerah, serta bebas dari konflik kepentingan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, masyarakat tetap dapat mengajukan usulan hibah melalui mekanisme resmi yang kemudian diverifikasi oleh perangkat daerah terkait. Untuk bantuan fisik rumah ibadah, penanganannya akan diarahkan sesuai kewenangan dan regulasi yang berlaku.

Pemprov NTB juga memperkuat Sistem Pengendalian Intern (SPI) dan manajemen risiko sebagai bagian dari upaya mencegah potensi penyimpangan sejak tahap perencanaan anggaran.

Menurutnya, orientasi pengawasan tidak lagi semata-mata diarahkan untuk menemukan kesalahan setelah terjadi, tetapi juga memperkuat langkah pencegahan dan pemantauan berbasis data.

“Ukuran keberhasilan akhirnya bukan semata-mata seberapa besar anggaran dapat direalisasikan, tetapi seberapa besar anggaran tersebut mampu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pada sektor pembiayaan, Pemprov NTB melakukan restrukturisasi pembayaran pokok dan bunga pinjaman PEN Daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas ruang fiskal sehingga pemerintah daerah memiliki ruang pembiayaan yang lebih leluasa dalam mendukung program-program prioritas.

Sementara itu, SiLPA tahun 2025 sebesar Rp431,016 miliar telah diarahkan untuk mendukung kegiatan strategis sekaligus menyelesaikan sejumlah kewajiban jangka pendek daerah.

Pemprov NTB juga melakukan pembenahan terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) melalui penerapan Indikator Kinerja Utama (IKU), pembentukan dua holding BUMD, yakni NTB Syariah dan NTB Kapital, serta pelaksanaan audit kolaboratif bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Selain itu, aset daerah yang selama ini kurang produktif atau idle akan ditata kembali skema pemanfaatannya. Langkah ini diarahkan agar aset daerah dapat memberikan manfaat ekonomi dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah secara berkelanjutan.

Menutup penyampaiannya, Gubernur Iqbal menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD NTB. Ia menegaskan, Pemprov NTB siap memberikan penjelasan lebih terperinci dalam tahapan pembahasan berikutnya untuk memastikan Perubahan APBD 2026 dapat disusun secara lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada manfaat bagi masyarakat.

Redaksi |

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Imbau Warga Jaga Keamanan


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di wilayah Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Rabu (16/9/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.10 Wita tersebut dipimpin Serka Khairudin selaku Babinsa Desa Lanta bersama satu orang anggota Koramil. Patroli dilakukan untuk memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan perkembangan situasi keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu.

Dalam kegiatan tersebut, turut terlibat empat orang aparat desa dan enam orang masyarakat. Patroli menyasar sejumlah titik yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama kawasan permukiman warga serta tempat-tempat yang menjadi lokasi tongkrongan anak muda.

Setibanya di Desa Lanta sekitar pukul 20.20 Wita, personel Koramil langsung melakukan pemantauan situasi lingkungan. Selain memantau kondisi wilayah, petugas juga berdialog dengan warga dan menyampaikan sejumlah imbauan terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.


Babinsa mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan di lingkungan masing-masing serta menghindari perselisihan yang dapat berujung pada pertengkaran.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kalangan anak muda. Warga diingatkan agar menghindari konsumsi minuman keras yang dapat memicu hilangnya kontrol emosi dan berpotensi menimbulkan perkelahian.

Selain itu, masyarakat, khususnya pengendara kendaraan bermotor, diimbau tidak mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun mengganggu pengguna jalan lainnya.

Setelah memberikan imbauan dan melakukan pemantauan, personel Koramil 1608-03/Sape melanjutkan patroli di wilayah desa binaan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 21.20 Wita.

Patroli Siskamling tersebut berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi aparat kewilayahan untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat serta mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan warga.(Team.MDG.03)