Media Dinamika Global

Sabtu, 25 April 2026

Progres 45 Persen, Satgas Brimob Polda Riau Rakit Kerangka Balok Jembatan di Batang Tuaka Inhil


Indragiri Hilir – Satgas Darurat Pembangunan Infrastruktur Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Wilkum Polres Inhil terus melanjutkan pengerjaan jembatan di Dusun Pangkalan Baru, Desa Tasik Raya, Kecamatan Batang Tuaka, Minggu (26/4/2026).


Danteam Satgas IPDA Zus Hendryck Marga Saputra, S.H. melaporkan, jembatan dengan dimensi panjang 37 meter dan lebar 2,5 meter tersebut saat ini telah mencapai progres 45 persen. “Estimasi pengerjaan 15 hari dengan durasi 8 sampai 9 jam per hari,” ujarnya.


Target kegiatan hari ini difokuskan pada perakitan besi kerangka balok jembatan serta distribusi bahan material berupa papan dan kayu jembatan. Kegiatan lanjutan masih pada perakitan besi balok jembatan hingga struktur utama terbentuk.


Sebanyak 10 personel gabungan dikerahkan dalam satgas ini. Rinciannya, 5 personel Satbrimob Polda Riau dipimpin IPDA Zus Hendryck Marga Saputra, S.H., 3 personel Ditsamapta Polda Riau, dan 2 personel Ditpolairud Polda Riau. Personel Brimob juga bersinergi dengan personel Polsek Batang Tuaka dan masyarakat setempat. Peralatan yang digunakan sebanyak 5 unit pelampung untuk mendukung keselamatan kerja di lokasi.


Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan apel pagi dipimpin Danteam IPDA Zus Hendryck Marga Saputra, S.H. Pukul 09.00 WIB, tim bersama personel Polsek Batang Tuaka dan warga melaksanakan perakitan besi balok jembatan. Siang pukul 14.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan distribusi papan dan kayu jembatan. Seluruh rangkaian ditutup pukul 16.00 WIB dengan apel konsolidasi dipimpin Kapolsek Batang Tuaka IPTU Andrianto, S.H., M.H.


Kendala yang dihadapi dalam pengerjaan hari ini adalah keterlambatan bahan yang mengikuti arus pasang surut air. Meski demikian, situasi selama kegiatan berlangsung aman terkendali dan tidak ada kejadian menonjol.


Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Tasik Raya ini merupakan bagian dari program peningkatan infrastruktur yang mengacu pada Surat Perintah Kapolda Riau Nomor: Sprin/158/I/KEP./2026 tanggal 27 Januari 2026. Program tersebut menindaklanjuti Commander Wish Presiden RI H. Prabowo Subianto guna menjamin keselamatan, kehadiran sekolah, serta inklusi sosial masyarakat pedesaan.

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Komsos dan Imbau Warga Utamakan Keamanan serta Kamtibmas

Bima.NTB.Media Dinamika Global.id 26 Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) di desa binaan masing-masing pada Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan imbauan terkait keamanan, keselamatan, dan ketertiban lingkungan.

Pada pukul 08.30 WITA, Babinsa Desa Lambu, Serka Bambang, melaksanakan komsos bersama warga di Kecamatan Lambu. Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan masyarakat agar selalu mengutamakan faktor keamanan dalam setiap aktivitas, baik di laut maupun di ladang. Ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan diri, keluarga, serta peralatan kerja guna meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan.




Selanjutnya, pada pukul 09.00 WITA, Babinsa Desa Oi Maci, Serka Sahrul, menggelar komsos di wilayah Kecamatan Sape. Ia mengimbau warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mempererat hubungan antarwarga, serta menghindari perselisihan. Warga juga diminta segera melaporkan setiap permasalahan kepada pihak berwenang dan tidak bertindak main hakim sendiri.

Pada pukul 09.30 WITA, Babinsa Desa Bajo Pulau, Serda Ikhsan, memberikan imbauan kepada warga nelayan agar lebih waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. Ia mengingatkan bahwa angin kencang dan gelombang tinggi dapat membahayakan keselamatan saat melaut, sehingga disarankan menunda aktivitas hingga kondisi cuaca membaik.

Sementara itu, pada pukul 10.00 WITA, Babinsa Desa Mangge, Koptu Makmun, melaksanakan komsos di Kecamatan Lambu. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kamtibmas serta menjauhi barang terlarang seperti minuman keras dan narkoba. Ia juga menegaskan agar setiap permasalahan diselesaikan melalui jalur hukum dengan melibatkan pihak berwenang.

Kegiatan komsos ini merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam membina wilayah serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan, keselamatan, dan ketertiban dalam kehidupan sehari-hari.

(Team.MDG.03)

Cipayung Plus Bima di Pimpin Langsung Oleh 3 Mahasiswa Hukum yang Lahir di Kampus Universitas Muhammadiyah Bima


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Kampus Universitas Muhammadiyah Bima bukan sekadar ruang belajar, melainkan rahim kaderisasi yang melahirkan insan-insan unggul dengan integritas, intelektualitas, dan militansi yang teruji. Dalam bingkai visi unggul, humanitas, dan religiusitas, kampus ini membentuk mahasiswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan serta kokoh dalam spiritualitas. Dari ruang inilah lahir pimpinan Cipayung Plus Cabang Bima IMM, HMI, dan PMII sebagai representasi nyata dari proses kaderisasi yang matang dan berkelanjutan.

Berangkat dari latar belakangnya sebagai kader hukum Kampus Unversitas muhammadiyah Bima, ketiga pemimpin ini karakter kader unggul" kritis dalam berpikir, tegas dalam bersikap, dan berani memperjuangkan kebenaran. Dalam dimensi humanitas, mereka hadir sebagai figur yang menjunjung tinggi nilai keadilan, empati sosial, dan keberpihakan terhadap masyarakat. Sementara dalam aspek religiusitas, mereka bergerak dengan landasan nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh perjuangan, menjaga etika, moralitas, dan arah gerakan agar tetap berada pada koridor yang benar.

Keberadaan mereka menegaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Bima adalah kawah candradimuka yang konsisten melahirkan kader-kader pemimpin masa depan. Kampus ini tidak hanya mencetak lulusan, tetapi membentuk manusia paripurna unggul dalam kapasitas, kuat dalam nilai kemanusiaan, dan kokoh dalam spiritualitas. Dari sinilah lahir generasi yang siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan daerah dengan kualitas yang tidak hanya layak dibanggakan, tetapi juga mampu membawa perubahan nyata.(Sekjend MDG)

Tuan Yang Terasa Babu di Rumah Sendiri, Nasib Guru NonASN di Sekolah Swasta


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Kalau gak salah tahun 2021 guru nonASN di sekolah swasta boleh mendaftar PPPK dengan syarat-syarat tertentu. Sayangnya harus ditempatkan di sekolah negeri. Akhirnya Sekolah swasta kehilangan banyak guru. Kepala sekolah dan yayasan komplain, akhirnya guru nonASN tidak bisa lagi daftar PPPK. 

Andaikan ada kebijakan langsung ditempatkan di sekolah swasta itu, mungkin gak ada kepala sekolah atau yayasan yang komplain. Alasannya sih PPPK itu pegawai pemerintah harus ditempatkan di institusi pemerintah yaitu sekolah negeri. Bisa ditempatkan di sekolah swasta tetapi harus "parkir" dulu di sekolah negeri, lalu diredistribusi ke sekolah swasta (permen 1/2025). Tapi ini tidak menyelesaikan masalah. Tahun 2025 guru nonASN di sekolah swasta gigit jari tidak bisa ikut seleksi PPPK. 

Sementara bila kita tengok di program MBG, seleksi ASN yang instansinya BGN bisa langsung ditempatkan (diperbantukan) di pihak swasta, dalam hal ini SPPG. Nah kalau sekolah kok gak bisa? 

Bertahan di sekolah swasta, masa depan tidak menjanjikan. Banyak kasus (tidak semua) guru yang sudah menerima TPG yang tidak seberapa (tidak sampai UMR), tidak menerima gaji dari yayasan. Ikut seleksi PPPK tidak bisa, bertahan di sekolah swasta masa depan tidak menjajikan.

Kita butuh kewajaran gaji bukan kekurang ajaran sistem. Kita butuh bayaran uang bukan pahala, Kita butuh kejelasan nasib bukan kejelasan nasab.(Sekjend MDG)

Memilih Mengisi Perut Rakyat, Bukan Memoles Wajah Kekuasaan


NTB, Media Dinamika Global.id.-- Kadang, Kebenaran Tertutup oleh Debu Demonstrasi yang Diarahkan untuk Mengaburkan Mata Hati kita. Kita sibuk Meributkan Pembaruan Armada yang mengikuti Instruksi Pusat, Namun kita Lupa Bersyukur atas Beban Ratusan Miliar Utang Masa Lalu yang kini Telah Lunas di Tangan Iqbal-Dinda

Iqbal-Dinda Datang bukan untuk Memamerkan Proyek Mercusuar dengan Dana APBD Nya, yang hanya Memanjakan Mata dan Kantong Segelintir Orang. Mereka Hadir untuk Membereskan "Rumah" Yang Berantakan. Biarlah loby dan Menyakinkan Pemerintah Pusat Pembangunan Infrastruktur di Bangun Dana APBN Untuk di Eksekusi di NTB 

Mereka Memilih Melunasi Tunggakan RSUD Sebesar 247 miliar Lebih agar Rakyat Kecil bisa Kembali Berobat dengan Tenang, Tanpa Bayang-bayang Kebangkrutan Layanan Kesehatan.

Mereka Memilih Menghidupkan Kembali Pabrik dan Perusda yang Mangkrak dan Tidak Beroperasi serta Menyuntikkan Dana Ratusan Miliar ke Pelosok Desa Dengan Bantuan Dana Desa Rp.300 Juta/Desa sebanyak 256 Desa Secara bertahap, 

Memastikan 7.250 Kepala Keluarga yang Terhimpit Kemiskinan Ekstrem Menerima Bantuan Dana Stimulan Rp 7 Juta/KK agar memiliki Harapan untuk Hari Esok. 

Bagi Mereka, Satu Piring Nasi di Meja Rakyat Jauh Lebih Berharga Daripada Satu Monumen Megah yang tak bisa Dimakan.

Jika Hari ini ada yang Bertanya Kenapa Jalanan Tidak Langsung Mulus dalam Semalam, lihatlah Bagaimana mereka Berjuang di Tengah APBD yang Nihil. Mereka tidak Diam ; Tahun 2025 dan 2026 Adalah bukti Komitmen Pembangunan di Pulau Sumbawa yang jauh Lebih Besar dari Sebelumnya.

Mari kita Sadar, bahwa Pemimpin yang Sungguh-sungguh Bekerja untuk Rakyat adalah Mereka yang Berani Tidak POPULER demi Menyelamatkan Masa Depan Daerahnya. 

Iqbal-Dinda TIDAK sedang Membangun CITRA, mereka sedang Membangun Fondasi agar Anak Cucu kita Tidak lagi Mewarisi Utang, Melainkan Mewarisi Kesejahteraan.(Tim)

Dr. Muhammad Hasyim Kadis Kominfo Kota Bima, Memberikan Klarifikasi Terkait Kupon Undian Hadiah Rimpu Mantika


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah Kota Bima melalui Juru Bicara resmi, Dr. Muhammad Hasyim, memberikan klarifikasi terkait isu yang berkembang di masyarakat mengenai dugaan kisruh dalam pembagian hadiah bagi peserta Pawai Rimpu Mantika 2026. Sabtu, 25 April 2026.

Dalam keterangannya, Dr. Hasyim menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan adanya ketidakjelasan atau penyelewengan hadiah tidaklah benar. Ia menjelaskan bahwa sejumlah hadiah yang belum sempat dibagikan bukan dibawa pulang oleh panitia atau pihak pemerintah, melainkan diamankan sementara.

“Perlu kami luruskan, tidak ada hadiah yang dibawa pulang. Semua hadiah yang tersisa telah diamankan oleh panitia secara resmi, walaupun pada akhirnya seluruh sisa hadiah diambil paksa oleh sejumlah peserta dari atas mobil bak terbuka” tegasnya.

Ia menjelaskan, penghentian sementara proses undian doorprize terjadi akibat gangguan listrik dari PLN yang menyebabkan seluruh rangkaian pengundian tidak dapat dilanjutkan. Kondisi tersebut berada di luar kendali panitia penyelenggara.

“Situasi ini murni karena faktor teknis, yakni padamnya aliran listrik. Karena proses undian doreprize membutuhkan pengeras suara, maka prosesnya tidak bisa dilanjutkan saat itu,” jelas Dr. Hasyim.

Pemkot Bima juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami menjamin seluruh proses undian hadiah telah dilakukan secara transparan,” pungkasnya.

Pawai Rimpu Mantika sendiri merupakan bagian dari rangkaian festival budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bima, dengan partisipasi ribuan peserta dari berbagai kalangan.(Sekjend MDG)

KPK Soroti Gaji Naik Rp 100 Juta Kalau Masih Korupsi Itu Serakah


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sorotan tajam terhadap kenaikan gaji dan tunjangan hakim yang signifikan di tahun 2026. Dengan adanya penyesuaian penghasilan yang membuat hakim tinggi bisa menerima hingga Rp100 juta lebih per bulan, KPK menegaskan bahwa jika masih ada hakim yang melakukan korupsi, itu merupakan tindakan keserakahan. 

Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa kenaikan gaji hingga 280% (berlaku mulai 2026) adalah karunia luar biasa yang seharusnya menjauhkan hakim dari praktik suap. Ibnu menegaskan, "Gaji Rp 70 juta, hakim tinggi Rp 100 juta, misal masih korupsi, itu namanya keserakahan".

Berdasarkan PP Nomor 42 Tahun 2025 yang dieksekusi awal Februari 2026, total pendapatan (tunjangan dan gaji) ketua pengadilan negeri kelas 1A mencapai Rp70-80 juta, sedangkan ketua pengadilan tinggi mencapai Rp110,5 juta per bulan.

Kenaikan signifikan ini merupakan kebijakan Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan, menciptakan independensi, dan reformasi peradilan, agar hakim tidak mudah disuap.

Meskipun gaji sudah dinaikkan secara drastis, KPK tetap menyoroti bahwa tindak korupsi masih berpotensi terjadi. Contohnya, KPK melakukan OTT terhadap hakim di Depok tak lama setelah kenaikan tunjangan di awal 2026, menegaskan bahwa integritas adalah kunci utama.(Sekjend MDG)

Punggawa LBC Gelar Kegiatan Kajian Budaya di Aula STIT Sunan Giri


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Punggawa LBC melaksanakan kegiatan terkait dengan "Kajian Kebudayaan." Dalam upaya memperkuat kesadaran identitas dan memperdalam pemahaman mahasiswa terhadap nilai-nilai lokal

LBC STIT SUNAN GIRI BIMA menghadirkan kegiatan inspiratif berupa "Kajian Kebudayaan" menghadirkan narasumber yang luar biasa, Ayahanda N Marewo.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk tidak hanya belajar, tetapi juga merenungi kembali makna kebudayaan sebagai fondasi kehidupan.

Bertempat di Aula kampus STIT Sunan Giri Bima, suasana kajian terasa begitu tenang. Para anggota LBC dengan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, ini menunjukkan semangat belajar yang tinggi terhadap warisan budaya yang kerap kali mulai tergerus oleh arus modernisasi. 

Kehadiran Ayahanda N. Marewo memberikan warna tersendiri, dengan gaya penyampaian yang tenang, dan mendalam. 

Di tengah derasnya globalisasi, mahasiswa dituntut untuk tetap berakar pada nilai-nilai lokal tanpa kehilangan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan dunia. Melalui kegiatan ini.

 LBC STIT Sunan Giri Bima kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan program-program yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga menyentuh aspek karakter dan jati diri mahasiswa.

 Inilah wajah kampus yang tidak hanya mencetak insan cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai dan identitas.

Besar harapan, ilmu yang telah disampaikan oleh Ayahanda N. Marewo dapat menjadi bekal berharga bagi seluruh mahasiswa LBC yang mengikuti kajian ini. 

Semoga setiap pesan yang disampaikan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, melainkan tumbuh menjadi kesadaran dan diwujudkan dalam tindakan nyata di kehidupan sehari-hari. Dengan semangat ini, 

STIT Sunan Giri Bima terus melangkah sebagai kampus yang tidak hanya mendidik, tetapi juga menghidupkan nilai menjadi tempat bertumbuhnya generasi yang berilmu, berbudaya, dan berdaya saing tinggi di masa depan.(Sekjend MDG)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli “Kongkow-Kongkow” untuk Jaga Kamtibmas


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), para Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli “kongkow-kongkow” di desa binaan masing-masing pada Sabtu malam, 25 April 2026.

Kegiatan ini dilakukan secara serentak oleh sejumlah Babinsa dengan menyasar warga di berbagai desa guna mempererat hubungan sekaligus memberikan imbauan terkait pentingnya menjaga stabilitas lingkungan.



Pada pukul 19.30 WITA, Serka Masykur selaku Babinsa Desa Soro, Kecamatan Lambu, melaksanakan patroli dialogis bersama warga. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga keamanan lingkungan, memperkuat rasa kebersamaan, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dan gotong royong. Ia juga menekankan pentingnya menghindari hal-hal yang dapat memicu konflik di tengah masyarakat.

Selanjutnya, pukul 20.00 WITA, Sertu Wahyudin, Babinsa Desa Rato, melakukan kegiatan serupa dengan memastikan kondisi desa tetap aman dan kondusif. Ia juga mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas yang meresahkan maupun melanggar hukum.

Pada pukul 20.30 WITA, Serda Aladin, Babinsa Desa Parangina, Kecamatan Sape, turut melaksanakan patroli bersama warga. Ia memberikan imbauan agar masyarakat menjaga ketertiban khususnya pada malam hari, guna mencegah timbulnya gangguan saat warga lain sedang beristirahat.

Sementara itu, pada pukul 20.45 WITA, Serda Asnaidin, Babinsa Desa Boke, mengajak warga khususnya kalangan pemuda untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia juga mengingatkan agar tidak melakukan kegiatan yang mengganggu kenyamanan masyarakat, serta mengimbau agar setiap permasalahan diselesaikan melalui jalur yang tepat dengan melibatkan aparat setempat.

Kegiatan patroli “kongkow-kongkow” ini merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Babinsa kepada masyarakat, sekaligus langkah preventif dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan harmonis.

Babinsa Desa Naru Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Antisipasi Gangguan Kamtibmas


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan wilayah, Babinsa Desa Naru, Sertu Syarif, bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling pada Sabtu malam (25/4/2026) pukul 20.10 WITA. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima.

Patroli tersebut turut melibatkan berbagai unsur masyarakat, di antaranya dua anggota Koramil, tiga aparat desa, serta enam warga setempat. Kehadiran unsur masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan.

Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga dan sejumlah titik yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif terhadap potensi gangguan ketertiban masyarakat.



Rangkaian kegiatan dimulai pada pukul 20.20 WITA saat tim bergerak menuju Desa Naru. Setibanya di lokasi pada pukul 20.30 WITA, anggota Koramil langsung melakukan pemantauan situasi wilayah. Selanjutnya, pada pukul 20.40 WITA, petugas memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.

Dalam imbauannya, Babinsa menekankan pentingnya menghindari perselisihan yang dapat berujung pada perkelahian, khususnya di kalangan generasi muda. Ia juga mengingatkan bahaya konsumsi minuman keras yang kerap memicu tindakan emosional dan konflik. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak ugal-ugalan saat berkendara demi keselamatan bersama di jalan raya.

Kegiatan patroli dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan hingga pukul 21.50 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Dengan adanya patroli siskamling ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat, serta mampu mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah Sape dan sekitarnya.(Team.MDG.03)