Media Dinamika Global

Selasa, 05 Mei 2026

Kepsek SDN Kombo: Siswa Antusias Persiapan Menghadapi Ujian Tertulis

Foto : Kepsek SDN Kombo Hj. Suhada, S. Pd, didampingi para guru dan siswa kelas VI. 

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Suasana di SDN Kombo saat ini terlihat sangat positif dan penuh semangat. Para siswa terlihat antusias mempersiapkan diri dalam menghadapi pelaksanaan Ujian Sekolah berupa ujian tertulis yang akan segera dilaksanakan juga para guru terus melakukan peningkatan bimbingan kepada para siswa kedepannya dalam mempersiapkan ujian tertulis. 

Kepala Sekolah SDN Kombo,Hj.Suhada,S.Pd, menyampaikan bahwa kesiapan mental dan akademik para siswa sudah terlihat sangat baik. Hal ini terlihat dari tingginya minat belajar serta keaktifan siswa dalam mengikuti bimbingan dan latihan soal yang diberikan oleh para guru di kelas.

"Kami sangat bangga melihat antusiasme anak-anak. Mereka tampak tidak cemas, justru penuh semangat dan optimis dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian tertulis ini. Saat ini sedang berjalan ujian praktek sekolah yang disebut AKAF dengan mata pelajaran yang diuji yakni : Pendidikan agama dan budi pekerti, bahasa Indonesia, IPAS, PJOK, seni dan budaya, Bahasa Inggris serta muatan lokal," ujar Kepsek.

Ia juga menjelaskan, saat ini para guru disetiap kecamatan yang terpilih menjadi tim pembuat soal sesuai dengan keilmuan dan spesifik dalam tiap bidang yang diujikan akan menggelar rapat di kantor Korwil Dikbudpora Kecamatan Wawo terkait persiapan ujian tertulis nanti. 

"Saat ini kami bersama tim guru sedang mempersiapkan ujian tertulis, in syaa Allah ujian akan dilaksanakan pada tanggal 11 Mei 2026 sesuai dengan standar yang telah ditentukan bersama," ucapnya pada media ini, Selasa (5/5/2026). 

Menurutnya, dukungan dari guru dan orang tua sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri siswa. Pihak sekolah terus memberikan motivasi agar siswa dapat belajar dengan tenang dan fokus pada materi yang akan diujikan.

"Dengan persiapan yang matang dan semangat yang tinggi ini, kami berharap seluruh siswa dapat mengerjakan soal ujian dengan lancar, tenang, dan mampu memberikan hasil yang maksimal serta membanggakan," tambahnya.

Sementara itu, para siswa juga mengaku siap dan berjanji akan mengikuti ujian dengan jujur serta menjaga kedisiplinan selama proses ujian berlangsung.(MDG05)  

Ujian Praktik SDN 2 Maria Berjalan Lancar, 18 Siswa Ikuti 6 Bidang Studi

Foto : Kepsek SDN 2 Maria
Minarni, S. Pd

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Kegiatan Ujian Praktik Sekolah di SDN 2 Maria saat ini sedang berlangsung dengan tertib dan kondusif. Sebanyak 18 siswa kelas VI yang terdiri dari 9 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini dengan penuh semangat dan antusias. 

Foto : Kondisi siswa kelas VI, hari kedua sedang mengikuti ujian praktek yang diawasi langsung oleh Agustina, S. Pd dan para guru selaku pengawas ujian 

Kepala Sekolah SDN 2 Maria, Minarni, S. Pd, menyampaikan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang jauh-jauh hari oleh para guru. Mulai dari penyusunan materi hingga pembagian tugas pengawas dan pembimbing, semuanya dibahas dalam rapat koordinasi sebelumnya agar pelaksanaan berjalan maksimal.

"Materi ujian praktik yang diujikan mencakup pembelajaran dari kelas IV, V, dan VI yang terbagi dalam 6 bidang studi, yaitu Pendidikan Agama, PJOK, IPAS, Bahasa Indonesia, serta Mulok (Muatan Lokal)," jelasnya.Selasa (5/5/2026) 

Sebelum pelaksanaan, tim guru juga telah melakukan pembinaan dan peninjauan langsung baik di dalam kelas maupun di luar sekolah untuk memberikan arahan teknis kepada para siswa.

Suasana ujian terlihat sangat positif. Para siswa tampak antusias dan bersemangat dalam mengerjakan setiap tugas yang diberikan. Hingga saat ini, pelaksanaan ujian berjalan aman dan terkendali tanpa adanya kendala yang berarti.

"Alhamdulillah, baik dari sisi persiapan maupun pelaksanaan berjalan lancar. Apabila nanti ada kendala teknis, kami sudah menginstruksikan guru dan siswa untuk segera berkoordinasi agar cepat tertangani," tambahnya.

Di akhir kegiatan, pihak sekolah berharap seluruh peserta ujian dapat menyelesaikan seluruh tahapan ujian, baik praktik maupun tertulis nanti, dengan hasil yang maksimal.

"Manfaatkan momen ini sebagai pengalaman terakhir di sekolah. Tetap semangat, sukses, dan berikan yang terbaik demi hasil yang memuaskan," pungkasnya.(MDG05).  

Pemprov NTB Genjot Energi Baru Terbarukan, Super Grid Jadi Solusi Masa Depan

Sekdis ESDM NTB Niken Arumdati di Ruang Kernya, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mempercepat transformasi energi melalui inovasi serta berbagai skema kerja sama. Salah satu langkah strategis yang tengah didorong yakni "Membangun super grid listrik berbasis energi terbarukan". Saat ini Pemprov NTB  tengah terlibat dalam kajian bersama untuk mendukung kemitraan tiga provinsi, yakni Bali, NTB, dan NTT, khususnya dalam pengembangan jaringan listrik terintegrasi(super grid listrik).

“Jadi super grid itu nanti akan ada jaringan listrik yang menghubungkan provinsi NTB sampai dengan Bali,” ujar Sekretaris Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Niken Arumdati, di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).

Dikatakan, potensi energi terbarukan yang sangat besar, mulai dari tenaga surya, angin, air hingga panas bumi, menjadikan NTB diproyeksikan sebagai produsen listrik hijau bersama NTT, sementara Bali menjadi pasar utama dengan kebutuhan energi yang lebih tinggi mencapai 1000 Megawatt dibanding NTB pada kisaran 360 Megawatt.

“Jika dilihat kemitraan regional antara NTB, Bali dan NTT . Bali memiliki permintaan listrik yang jauh lebih tinggi. Ini peluang yang harus kita tangkap,” ujarnya.

Di sisi lain, pasokan  batu bara dari Kalimantan yang tidak stabil, mendorong NTB  harus mengambil langkah berani. Kondisi ini  berdampak pada operasional beberapa pembangkit seperti PLTU Jeranjang yang harus menurunkan kapasitas akibat terbatasnya pasokan batu bara. Situasi demikian menjadi alarm penting bagi NTB untuk memperkuat kemandirian energi berbasis potensi lokal.

“Saat ini, kontribusi energi baru terbarukan (EBT) di NTB baru mencapai sekitar 25 persen. Sisanya masih didominasi energi fosil seperti batu bara, minyak, dan gas,” lanjutnya.

Dari sisi potensi, NTB memiliki kapasitas energi terbarukan yang terus berkembang. Untuk pembangkit listrik tenaga surya yang terhubung jaringan (on grid), kapasitas terpasang mencapai 21,6 megawatt. Sementara pembangkit listrik tenaga air skala mikro dan mini mencapai 18,5 megawatt. Di luar itu, terdapat kapasitas tambahan 26,8 megawatt yang dibangun secara off grid oleh sektor industri.

Di samping itu, NTB juga mulai mengembangkan potensi panas bumi di wilayah Hu’u, Kabupaten Dompu, dengan estimasi kapasitas mencapai 65 megawatt. Izin pengembangan telah diperoleh sejak Maret 2025.

Ke depan, Pemprov NTB menargetkan percepatan pembangunan infrastruktur energi terbarukan dapat mendorong kemandirian energi daerah sekaligus memperkuat posisi NTB sebagai pusat energi hijau di kawasan Indonesia tengah.

“Kita mengandalkan potensi yang kita miliki sendiri untuk meningkatkan kemandirian energi kita. Jadi mau tidak mau kita memang sudah harus beralih secara gradual,” ungkapnya.

Dari sisi dukungan biaya, Niken mengatakan saat ini pihaknya mendapatkan dukungan dana hibah dari Pemerintah Inggris. Dana hibah tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Bendungan Pandanduri Lombok Timur agar proyek tersebut layak secara ekonomi dan menarik bagi investor swasta.

“Invesment grant ini digunakan untuk membangun pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Bendungan Pandanduri, sehingga proyek itu jadi eligible secara ekonomi,” jelasnya.

Pemprov NTB juga tengah menginisiasi penerbitan Green Sukuk sebagai alternatif pembiayaan pembangunan energi terbarukan. Instrumen ini dirancang untuk menghimpun pendanaan di luar APBN dan APBD, yang rencananya akan diterbitkan melalui Bank NTB Syariah.

“Kenapa obligasi daerah? Karena kita mau mengeksplor skema-skema pembiayaan di luar APBN dan APBD untuk pembangunan energi terbarukan,” ujarnya.

Sementara itu, potensi energi dari sampah melalui skema waste to energy masih menghadapi tantangan. Dikatakannya, tempat pembuangan akhir Kebon Kongok saat ini hanya mampu mengumpulkan sekitar 300 ton sampah per hari, jauh dari syarat minimal 1.000 ton per hari untuk pengembangan pembangkit listrik berbasis sampah sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025.

Meski demikian, Niken mengatakan pemanfaatan sampah organik menjadi biogas telah berjalan dengan sekitar 8.000 unit instalasi yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan memasak.

“Sejauh ini kami bekerja sama dengan Yayasan Rumah Energi, sudah mengkonversi waste to energy dan sudah dirasakan juga manfaatnya oleh masyarakat kita,” kata Niken.

Redaksi |

Jawab Kekhawatiran Publik, SPPG Bima Wawo Maria 3 Dinyatakan Layak dan Sesuai Standar

BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Isu terkait standar higienis dan kelayakan dapur makanan bergizi gratis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Wawo Maria 3 ( SPPG Uma Lengge Wawo) dapat terjawabkan dengan hadirnya pemangku kepentingan yakni Tim gabungan dari Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Bima, Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Bima, Camat Wawo, Kapolsek Wawo, Danramil 1608-06/Wawo, para kepala sekolah, masyarakat, mahasiswa/LSM dan media langsung melakukan verifikasi dan pemeriksaan langsung di lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Wawo Maria 3. Selasa (5/5/2026) sekira pukul 15.00 wita. 

Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, salah satu perwakilan Dikes Kabupatrn Bima Ilyas, S. K. M, menuturkan bahwa pemeriksaan telah dilakukan verifikasi secara berkala dan menyeluruh terhadap aspek secara teknis baik higienis dan sanitasi. Dalam hal ini tentunya sesuai dengan tupoksi Tim dikes Kabupaten Bima, penilaian terkait setiap standar yang diperlukan bagi pemilik dapur MBG termasuk oleh salah satunya SPPG Maria 3 Wawo sebagai mitranya H. Kasnun. 

Mengenai tata letak, dapat dipastikan bahwa tidak ada kedekatan langsung antara area dapur dengan area gudang. Pemisahan ruang sudah dilakukan dengan jelas dan sesuai standar teknis, serta memiliki sekat yang luar biasa sehingga tidak ada risiko kontaminasi atau gangguan terhadap proses pengolahan makanan. Kebersihan dan keamanan pangan menjadi prioritas utama. 

"Jadi dapat disimpulkan bahwa isu ketidaklayakan dan ketidakhigienisan adalah tidak terbukti secara data dan fakta. Dikes Kabupaten Bima menjamin bahwa tempat ini aman dan sesuai standar. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena makanan yang akan diproduksi nantinya dipastikan aman, sehat, dan bergizi sesuai tujuan program. Yang terpenting bagi SPPG di manapun diwajibkan tetap selalu menyimpan sampel makanan yang dibagikan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,"ujarnya. 

Foto : Korwil BGN Kab. Bima didampingi H. Kasnun dan Kepala SPPG sedang pemeriksaan dapur MBG 

Ia menegaskan, Kami menilai standar higienis dan sanitasi di lokasi ini sudah memenuhi syarat kesehatan. Bangunan bersih, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta pencahayaan yang cukup.

Foto : Korwil BGN Kab. Bima didampingi Mitra SPPG dan ikatan mahasiswa Wawo (IMW). 

Kepala SPPG Bima Wawo Maria 3, Arya Anang Putra Manggali, ST., bersama mitra SPPG H. Kasnun Ahmad menegaskan dengan adanya polemik ini akan menjadikan acuan dalam membenahi setiap kekurangan, tentunya hal ini sudah menjadi komitmen dalam menjaga kualitas dan kuantitas pelayanan kepada penerima manfaat. 

"Kami ucapkan terimakasih banyak kepada mahasiswa juga pada masyarakat tentunya, atas masukan serta kritikannya. Keterbukaan inilah yang sangat kami harapkan demi mensukseskan program makanan bergizi gratis benar-benar dalam bermanfaat bagi masyarakat luas khususnya masyarakat di Kecamatan Wawo. Harapan kedepannya tidak ada lagi isu-isu seperti ini dimasa mendatang, kami akan memastikan program MBG akan memberikan kualitas pelayanan yang terbaik sesuai standar kesehatan,"tegas.H.Kasnun Ahmad. 

Pihak SPPG Bima Wawo Maria 3, tentunya akan menindaklanjuti setiap masukan dan kekurangan yang disampaikan oleh semua pihak peserta evaluasi sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen demi memberikan pelayanan yang terbaik kepada generasi kedepannya sesuai dengan harapan besar Bapak Presiden RI Prabowo Subianto mencetak anak-anak bangsa menuju Indonesia emas. 

Sementara, Korwil BGN Kabupaten Bima, Bagus Nanie Santoso, S. Pd, menyampaikan bahwa pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala. Ia juga mengakui bahwa program ini menghadapi tantangan besar, terutama dalam melayani sekitar 3.000 penerima manfaat di wilayah Wawo.

“Kendala di lapangan tentu ada, namun ini bagian dari proses perbaikan. Dengan pendampingan dari Dinas Kesehatan dan Muspika, kami optimistis kualitas pelayanan akan terus meningkat,” ungkapnya.

Pantauan langsung awak media ini di lokasi bersama tim, maka dari hasil pemeriksaan tersebut memberikan kepastian bahwa fasilitas tersebut dinyatakan LAYAK beroperasi dan telah memenuhi seluruh standar teknis serta kesehatan yang ditetapkan.

Kepastian ini sekaligus menjawab kekhawatiran yang berkembang di masyarakat terkait isu fungsi bangunan yang disebut-sebut sebagai gudang penyimpanan jagung. Berdasarkan data verifikasi lapangan, isu tersebut tidak terbukti dan telah dibantah oleh pihak berwenang.

Selain itu, tim pemeriksa juga menegaskan bahwa tata letak bangunan sudah sesuai aturan. Secara teknis, tidak terdapat kedekatan langsung antara area dapur dengan area gudang, sehingga standar kebersihan, keamanan, dan kelayakan operasional tetap terjaga dengan baik.

Dengan hasil ini, SPPG Bima Wawo Maria 3 dipastikan berfungsi sesuai peruntukannya dan aman untuk mendukung program gizi nasional.(MDG05) 

 

Kades Senggigi Apresiasi Sudamala Resorts dan Yayasan Bumi Insani Gelar Pemeriksaan Kanker Payudara Gratis

Kades, Yayasan Sudamala Bumi Insani, dan 
Bali Pink Ribbon Roadshow saat kegiatan, (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Kepala Desa Senggigi, Mastur, S.E menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Sudamala Resorts dan Yayasan Sudamala Bumi Insani atas kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, khususnya pemeriksaan kanker payudara gratis bagi warga.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini kanker payudara sekaligus bentuk kepedulian industri pariwisata terhadap lingkungan sekitar.

“Sudamala Resorts bersama Yayasan Sudamala Bumi Insani menjadi satu-satunya hotel yang sudah mengadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis seperti ini. Kami dari Pemerintah Desa sangat mendukung penuh kegiatan sosial kemasyarakatan ini,” ujar Kepala Desa Senggigi di ruangan kerjanya. Selasa, (5/5/26).

Ia berharap program tersebut dapat menjadi pilot project atau contoh bagi pelaku industri pariwisata lainnya dalam menunjukkan kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

“Saya harapkan ini menjadi contoh kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian industri pariwisata kepada lingkungan, dan semoga kegiatan seperti ini terus berkelanjutan agar kesehatan masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.

Kades juga menegaskan bahwa Pemerintah Desa Senggigi selama ini terus berkomitmen mendukung sektor kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Ada tiga hal yang harus kita utamakan, yaitu kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Salah satunya adalah kesehatan. Untuk itu, kami sudah menganggarkan Rp272 juta untuk program kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai program, mulai dari layanan ambulance gratis hingga program BPJS gratis bagi warga yang belum tercover oleh program JKN, UHC, maupun bantuan pemerintah pusat dan kabupaten.

Dari total penduduk, terdapat sekitar 831 jiwa yang belum memiliki perlindungan BPJS kesehatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 650 orang yang benar-benar tidak mampu membayar BPJS mandiri kini ditanggung melalui program desa bernama BPJS Mandiri Kolektif yang dibiayai melalui APBDes setiap tahunnya.

“Ini merupakan satu-satunya desa yang mencanangkan pembayaran BPJS Mandiri Kolektif secara nasional. Baru Desa Senggigi yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga: https://www.mediadinamikaglobal.id/2026/05/tingkatkan-kesadaran-deteksi-dini.html

Ia menjelaskan, apabila ada warga yang terindikasi kanker atau penyakit serius lainnya, maka BPJS tersebut secara otomatis dapat digunakan untuk pengobatan, kontrol, hingga rawat inap.

“Semua ini membutuhkan biaya, dan semuanya sudah tercover melalui BPJS Mandiri Kolektif ini,” tegasnya.

Kades, Yayasan Sudamala Bumi Insani, dan 
Bali Pink Ribbon Roadshow saat kegiatan, (Ist/Surya)

Selain itu, Kepala Desa Senggigi juga menyoroti keberhasilan pemerintah desa dalam menekan angka stunting yang sebelumnya mencapai 32 persen.

“Saat saya mulai menjabat, angka stunting mencapai 32 persen. Alhamdulillah, sekarang sudah turun drastis menjadi 6,27 persen. Ini hasil kerja bersama yang terus kita genjot,” katanya.

Ia pun berharap Yayasan Sudamala Bumi Insani dapat turut berperan dalam membantu penanganan stunting melalui dukungan makanan bergizi bagi anak-anak.

“Saya berharap Yayasan Sudamala Bumi Insani juga bisa membantu memberikan makanan bergizi untuk anak-anak stunting di sini,” pungkasnya.

Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah desa, sektor pariwisata, dan lembaga sosial dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Redaksi |

Satwa Liar Jenis Siamang Berhasil Dievakuasi Tim KSDA di Way Panas


Tanggamus-MediaDinamikaGlobal.id(4/Mei/2026

Satwa Liar Jenis Siamang Berhasil Dievakuasi Tim KSDA di Way Panas

Petugas KSDA bersama aparat dan warga mengevakuasi satwa liar jenis siamang menggunakan kendaraan operasional di Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026). 

 Tim Seksi KSDA Wilayah III Lampung dari BKSDA Bengkulu berhasil mengevakuasi seekor satwa liar jenis siamang di Dusun 4, Pekon Way Panas, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Senin (4/5/2026).

Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga 10.00 WIB. Tim menggunakan kombinasi metode penanganan berupa restraint fisik (manual) dan pembiusan (kimia) guna memastikan keselamatan satwa serta warga di sekitar lokasi.

Kegiatan ini melibatkan tim KSDA yang terdiri dari Irhamuddin, S.P., Sujadi, Ujang Suryadi, S.E., dan Fredy Rahmandani, S.Hut. Proses evakuasi juga didampingi oleh dokter hewan dari Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, drh. Erni Suyanti, S.K.H., M.Ling.

Dalam pelaksanaannya, tim turut dibantu oleh aparat setempat, yakni Babinsa Sertu Iryadi dan Bhabinkamtibmas Wonosobo Bripka Akbar Tanjung, serta partisipasi aktif masyarakat Pekon Way Panas.

Diketahui, lokasi evakuasi merupakan bagian dari kawasan hutan lindung Register 30 Gunung Tanggamus yang berada di bawah pengelolaan UPTD KPH Kotaagung Utara.

Irhamuddin mengimbau masyarakat agar tidak melakukan interaksi langsung dengan satwa liar yang masuk ke area permukiman. Ia menekankan pentingnya pelaporan cepat kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

“Jika ada satwa liar, jangan dipermainkan atau didekati. Segera laporkan kepada kepala pekon, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas agar bisa ditindaklanjuti oleh pihak berwenang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa perilaku agresif satwa dapat disebabkan oleh kondisi stres, kepanikan, atau faktor alami seperti mencari pasangan maupun terganggunya habitat asli.

“Satwa liar bisa menjadi agresif karena panik atau mencari pasangan. Itu hal yang wajar di alam,” tambahnya.

Selanjutnya, siamang tersebut akan dibawa ke lokasi yang aman untuk penanganan lebih lanjut sebelum dilepasliarkan kembali ke habitatnya.(Umar.MDG)

Pemerintah Kabupaten Bima Mengucapkan Selamat Memperingati Hari...

 


Bupati Tanggamus Terima Audiensi PCNU, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

 


Tanggamus —  MediaDinamikaGlobal.id Bupati Tanggamus menerima audiensi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tanggamus di ruang rapat bupati, Selasa, 5 April 2026. 

Audiensi ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan.

Ketua PCNU Tanggamus, KH. Syamsul Hadi, menyampaikan rencana pelantikan Pengurus PC Muslimat NU periode 2025–2031 yang akan dilaksanakan pada 16 Mei 2026 di Gedung Global Nusantara (GGN) NU, Gisting.

“Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran Muslimat NU dalam mendukung pembangunan daerah,” ujar Syamsul Hadi.

Ia menambahkan, PCNU siap berkontribusi aktif dalam mendukung program pemerintah daerah melalui jaringan organisasi hingga tingkat bawah.



“Kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, terutama melalui peran Muslimat NU yang aktif di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tanggamus menyambut baik audiensi yang dilakukan PCNU dan mengapresiasi kontribusi organisasi keagamaan dalam pembangunan daerah.

“Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Bupati.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Kami terbuka untuk kolaborasi, khususnya dalam sektor kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Turut hadir mendampingi dalam audiensi tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya M, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Badan Kesbangpol, perwakilan Dinas Sosial, serta jajaran terkait lainnya.

Sementara dari pihak PCNU Kabupaten Tanggamus hadir Ketua PCNU KH. Syamsul Hadi, Sekretaris PCNU sekaligus Anggota DPRD Mujibur Umam, Bendahara PCNU Khairun, Ketua PC Muslimat NU Hj. Marhamah beserta jajaran, Anggota DPRD Edi Yalismi, serta H. Harjoli.

Audiensi ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara PCNU dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.(Umar.MDG)

Bupati Bima Sukses Menggelar Selasa Menyapa Season II

 


Pemkab Tanggamus Perkuat Intervensi dan Fokus 50 Pekon

 



TANGGAMUS –  MediaDinamikaGlobal.id Pemerintah Kabupaten Tanggamus menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 di Ruang Rapat Utama Bupati Tanggamus, Selasa, 5 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat komitmen lintas sektor guna menekan angka stunting secara bertahap dan berkelanjutan.

Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto, serta dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat se-Kabupaten Tanggamus, Ketua dan pengurus TP-PKK, serta lembaga dan mitra Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Dalam sambutannya, Agus Suranto menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara serius dan kolaboratif.

“Penurunan stunting bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan kewajiban bersama yang memerlukan kerja keras, sinergi, dan kolaborasi dari semua elemen,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tren stunting di Tanggamus sempat menunjukkan perbaikan hingga tahun 2023, namun pada 2024 kembali mengalami peningkatan sehingga menjadi perhatian bersama.

“Ini tentu bukan kondisi yang kita harapkan. Karena itu, perlu langkah bersama yang lebih terarah dan konsisten,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan penurunan stunting Tanggamus menjadi 21,62 persen pada 2026 dan 20,77 persen pada 2027. Wabup optimistis target tersebut dapat dicapai dengan kerja nyata dan fokus pada hasil.

“Tinggalkan pola ‘asal kerjaan beres’. Kita harus bekerja tuntas dan berorientasi pada capaian yang benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Agus.

Ia juga menegaskan bahwa intervensi akan difokuskan pada 50 pekon sebagai lokus prioritas tahun 2026–2027.

“Fokuskan program dan anggaran agar benar-benar memberikan dampak nyata dalam penurunan stunting,” tambahnya.

Paparan Bapperida: Intervensi Diperkuat, Fokus Layanan Dasar Masyarakat



Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Tanggamus, Doni Sangaji Barisang, menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memperkuat langkah percepatan penanganan stunting melalui pendekatan yang lebih terarah.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menetapkan target penurunan secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan, sejalan dengan target provinsi dan nasional.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Tanggamus mengalokasikan anggaran penanganan stunting tahun 2026 yang difokuskan pada dua pendekatan utama, yakni intervensi spesifik dan intervensi sensitif.



Intervensi spesifik diarahkan pada layanan kesehatan, seperti pemenuhan gizi ibu hamil dan balita, pemberian tablet tambah darah, serta pelayanan dasar kesehatan. Sementara intervensi sensitif menyasar faktor pendukung seperti edukasi, lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup keluarga.

Selain itu, jumlah lokus penanganan juga diperluas dari 22 pekon pada tahun sebelumnya menjadi 50 pekon pada periode 2026–2027, guna memastikan intervensi lebih tepat sasaran.

Pemkab Tanggamus juga mendorong inovasi melalui program Gerakan Penanganan dan Pencegahan Stunting (GEHA PENTING TANGGAMUS) sebagai upaya memperkuat keterlibatan masyarakat.

Dari sisi pembangunan, Tanggamus terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan di bidang pendidikan dan kesejahteraan.

Namun demikian, capaian positif juga telah diraih, salah satunya keberhasilan mencapai status 100 persen Open Defecation Free (ODF) di seluruh pekon pada tahun 2024.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah daerah optimistis upaya penurunan stunting dapat berjalan lebih efektif, sekaligus mendukung terwujudnya generasi Tanggamus yang sehat, unggul, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(Umar.MDG)