Media Dinamika Global

Rabu, 10 Juni 2026

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Imbau Warga Jaga Kamtibmas dan Hindari Miras


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka memantau situasi wilayah serta mengantisipasi perkembangan kondisi keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu, Babinsa Desa Sangia Koramil 1608-03/Sape, Sertu Saifullah bersama satu orang anggota melaksanakan kegiatan Patroli Siskamling pada Rabu (10/6/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.10 WITA tersebut melibatkan dua personel Koramil, tiga aparat desa, dan enam orang masyarakat setempat. Patroli difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan, seperti kawasan permukiman warga dan lokasi yang sering menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda.

Pada pukul 20.15 WITA, personel Koramil 1608-03/Sape bergerak menuju Desa Sangia, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima. Lima menit kemudian, tim tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah guna memastikan kondisi keamanan tetap terjaga.

Dalam kegiatan tersebut, Babinsa memberikan berbagai imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing. Warga juga diingatkan untuk menghindari perselisihan yang dapat memicu pertengkaran maupun konflik sosial.


Sertu Saifullah menyoroti maraknya kasus perkelahian yang melibatkan anak-anak muda akibat ketidakmampuan mengendalikan emosi, terutama setelah mengonsumsi minuman keras. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan berperan aktif dalam mencegah berbagai potensi gangguan keamanan.

Selain itu, Babinsa juga mengingatkan para pengguna kendaraan bermotor agar tidak berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Setelah memberikan imbauan kepada masyarakat, personel Koramil melanjutkan pemantauan di wilayah binaan hingga pukul 21.15 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan Patroli Siskamling berakhir pada pukul 21.20 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Koramil 1608-03/Sape dalam memperkuat sinergi dengan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan terbebas dari berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli Kongkow-Kongkow, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Awasi Pergaulan Remaja


Bima.NTB.Media Dinamika.id, Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), para Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial melalui program kongkow-kongkow bersama warga di desa binaan masing-masing pada Rabu (10/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk mempererat hubungan antara aparat teritorial dengan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai imbauan terkait keamanan lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

Di Desa Soro, Kecamatan Lambu, pada pukul 19.30 WITA, Babinsa Serka Masykur melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama warga binaan. Dalam kesempatan itu, ia mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan menjaga komunikasi yang baik antarsesama. Selain itu, Serka Masykur juga menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak-anak yang mulai memasuki usia remaja agar tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.




Sementara itu, pada pukul 19.45 WITA di Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, Babinsa Koptu Mahru menggelar kegiatan serupa dengan warga binaannya. Ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan masing-masing serta mempererat tali silaturahmi guna menciptakan hubungan yang harmonis. Koptu Mahru juga mengingatkan warga agar segera melaporkan setiap permasalahan kepada aparat terkait untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Selanjutnya, pada pukul 20.10 WITA, Babinsa Desa Rato, Sertu Wahyudin, melaksanakan patroli kongkow-kongkow dengan warga desa binaan. Dalam kegiatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan karena keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dan silaturahmi dengan sesama warga guna menciptakan suasana yang aman dan nyaman.

Pada pukul 20.30 WITA, Babinsa Desa Sangia, Sertu Syaifullah, turut melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow di wilayah binaannya. Selain memastikan situasi lingkungan tetap aman dan kondusif, ia mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan memasuki musim kemarau serta terus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Sertu Syaifullah juga memberikan penekanan kepada para pemuda agar tidak melakukan aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Kegiatan patroli kongkow-kongkow yang dilaksanakan para Babinsa Koramil 1608-03/Sape tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah binaan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan mendapat respons positif dari masyarakat setempat.(Team.MDG.03)

Rangkaian Hari Bhayangkara Ke - 80 Tahun, Bidhumas Polda Lampung Gelar Gathering Bersama Insan Jurnalis Polda Lampung.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Rangkaian Perayaan Hari Bhayangkara, Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Polda Lampung menggelar kegiatan gathering menjalin silaturahmi bersama insan pers dalam suasana ceria santai, dan penuh semangat kebersamaan melalui senam bersama dan berbagai perlombaan yang digelar pada Rabu 10 Juni 2026 berlokasi di lembah hijau. 

Kegiatan yang mengusung tema "Sinergi Humas Polri dan Insan Media untuk Mewujudkan Informasi yang Akurat, Konstruktif dan Menebar Optimisme" itu menjadi ruang bertemunya dua profesi yang memiliki tugas serupa, yakni menyampaikan informasi kepada masyarakat secara benar dan bertanggung jawab.

Acara yang diikuti sekitar 100 jurnalis mitra Humas Polda Lampung dan personel Humas Polda Lampung tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus berita dan informasi digital.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan media memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan publik. 

Menurutnya, masyarakat membutuhkan informasi yang akurat, konstruktif, dan mampu menumbuhkan optimisme di tengah berbagai tantangan sosial yang dihadapi saat ini.

"Kami berharap hubungan baik yang selama ini terjalin antara Humas Polda Lampung dan rekan-rekan media dapat terus diperkuat. Pada dasarnya tugas humas dan media memiliki tujuan yang sama, yaitu menyampaikan informasi kepada masyarakat secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Yuni.

Di sela-sela kegiatan, Yuni juga mengingatkan para jurnalis untuk tetap memperhatikan kesehatan dalam menjalankan tugas peliputan yang kerap menuntut mobilitas tinggi. 

Menurutnya, kesehatan menjadi modal penting bagi insan pers untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

Tak hanya itu, ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat Lampung agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kriminalitas, khususnya aksi kejahatan jalanan atau begal yang masih menjadi perhatian aparat kepolisian.

"Masyarakat diharapkan selalu waspada dan berhati-hati saat beraktivitas di jalan raya. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan kejahatan," katanya.

Dalam pandangan Yuni, tantangan yang dihadapi media dan humas pada era digital saat ini sesungguhnya tidak jauh berbeda. 

Keduanya dituntut bergerak cepat, namun tetap menjaga akurasi informasi di tengah maraknya hoaks, disinformasi, dan informasi yang belum terverifikasi.

Senada dengan Kabid Humas, Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Lampung Kompol Andri Yulianto menekankan bahwa kolaborasi antara Polda Lampung dan media merupakan bagian dari upaya bersama menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Provinsi Lampung.

Menurut Andri, berita yang edukatif dan berimbang memiliki kontribusi besar dalam membangun kesadaran masyarakat serta mencegah munculnya keresahan akibat informasi yang tidak lengkap atau menyesatkan.

"Kolaborasi yang baik antara kepolisian dan media dapat membantu menciptakan suasana yang kondusif melalui penyajian informasi yang edukatif dan berimbang kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurnalis Polda Lampung, Kusmawati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan silaturahmi tersebut. 

Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi wadah penting untuk memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara wartawan dengan jajaran Humas Polda Lampung.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara kepada jajaran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Lampung.

"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polda Lampung semakin sukses dalam menjalankan tugasnya dan Provinsi Lampung semakin aman serta kondusif ke depannya," katanya.

Dalam kesempatan itu, Kusmawati turut menyinggung wacana pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) gratis yang disebut akan difasilitasi melalui Humas Polda Lampung. 

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah positif yang layak didukung karena kompetensi wartawan menjadi salah satu faktor utama dalam menghasilkan karya jurnalistik yang profesional.

"Bagi wartawan, kompetensi sangat penting. Wartawan yang kompeten akan lebih memahami etika, kaidah jurnalistik, serta tanggung jawab profesinya dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat," ujarnya.

Wacana tersebut disambut antusias oleh sejumlah jurnalis yang hadir. Di tengah tuntutan profesionalisme dan perkembangan industri media yang semakin dinamis, peningkatan kompetensi menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. (FsFs/Red) 

Babinsa Kelurahan Lampe, Pimpin Patroli Cipta Kondisi, Berikut Himbauannya!


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Lampe Serma Muhaiminpimpin apel pengecekan dalam rangka melaksanakan patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, yang bertempat di bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Selasa, (09/06/26).

Adapun personil yang terlibat patroli sebanyak 6 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan Sasaran patroli.

1.  Kelurahan kumbe 

2.  Kelurahan Rabangodu Utara  

3.  Kelurahan Penaraga 

4.  Kelurahan Penatoi 

5.  Kelurahan Paruga

6.  Kelurahan Dara

Kegitan dimulai pada Pukul 20.15 Wita, personil patroli melaksanakan apel pengecekan. Kemudian Pukul 20.20 Wita selururuh personil patroli  melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua.

Pada Pukul 20.30 Wita' Anggota patroli tiba di lokasi dan menghimbau kepada masyarakat terutama anak anakmuda atau para remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan, salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Selalu menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan, dan tidak berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan yang jelas. Tidak mengonsumsi minuman keras, narkoba, serta menjauhi tindakan kriminal. Segera melapor kepada aparat jika melihat hal-hal yang mencurigakan.

Tak hanya sekesar menghimbau, Pukul 21.35 Wita, Anggota patroli juga melaksanakan pemeriksaan salah satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot, dan tidsk digunakan kembali,  juga diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.

Pukul 21.45 Wita' Anggota patroli tiba di Kantor Koramil-01  Rasanae dan kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Wagub Jihan Nurlela Buka Musywil XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah Lampung, Dorong Generasi Muda Perkuat Intelektualitas, Karakter, Dan Kepekaan Sosial.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka Musyawarah Wilayah (Musywil) XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Lampung yang diselenggarakan di Komplek Perguruan Muhammadiyah Bandar Lampung, Rabu 10 Juni 2026.

Mengusung tema "Arah Baru IPM Lampung", agenda permusyawaratan tertinggi Ikatan Pelajar Muhammadiyah tingkat provinsi tersebut menjadi wadah konsolidasi kader, penyusunan program kerja organisasi, sekaligus pemilihan kepemimpinan baru IPM Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela mengapresiasi terselenggaranya Musywil XXIII IPM Provinsi Lampung. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menghasilkan berbagai keputusan strategis yang memberikan manfaat bagi organisasi, umat, serta pembangunan daerah.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan selamat bermusyawarah dengan riang gembira kepada Ikatan Pelajar Muhammadiyah Provinsi Lampung. Semoga Musywil ini berjalan lancar dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi umat dan daerah," ujar Jihan.

Pada kesempatan tersebut, Jihan menyampaikan tiga hal penting yang menurutnya harus menjadi landasan bagi para pelajar dalam menghadapi tantangan masa depan, yaitu intelektualitas, moral dan karakter Islamiah, serta kepekaan sosial.

Menurutnya, intelektualitas merupakan modal utama yang harus dimiliki pelajar melalui semangat untuk terus belajar, baik melalui pendidikan formal maupun pengalaman di luar lingkungan pendidikan.

"Pelajar harus memiliki semangat belajar yang tinggi. Intelektualitas menjadi bekal penting agar generasi muda memiliki arah dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan," katanya.

Selain intelektualitas, Jihan menekankan pentingnya membangun moral dan karakter Islamiah. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan integritas serta akhlak yang baik.

"Intelektualitas tanpa moral dan karakter yang baik hanya akan membawa malapetaka. Meskipun pintar dan menjuarai berbagai olimpiade, tanpa integritas dan sikap yang baik, seseorang tidak akan dapat diterima dalam kehidupan bermasyarakat dalam jangka panjang," ujarnya.

Jihan juga mengajak para pelajar untuk memiliki kepekaan sosial (sense of crisis) terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia mendorong generasi muda agar tidak hanya aktif dalam kegiatan akademik, tetapi juga berani menyampaikan kritik dan masukan yang konstruktif sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan daerah.

"Pelajar harus peka terhadap kondisi di sekitarnya dan mampu menjadi mitra kritis pemerintah melalui gagasan serta masukan yang membangun demi kemajuan bersama," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga memberikan dorongan kepada IPM untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung, termasuk mendukung upaya peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih perlu terus diperkuat.

Ia optimistis generasi muda Lampung memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan daerah apabila didukung oleh program dan intervensi yang tepat.

Di akhir sambutannya, Jihan berharap Ikatan Pelajar Muhammadiyah dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah melalui berbagai program yang konkret dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan daerah. ( Fs/Red) 

Wagub Jihan Ajak IPM Jadi Pelopor Peningkatan SDM dan Pembangunan Daerah.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengajak para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) untuk menjadi pelopor peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus motor penggerak pembangunan daerah. 

Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) XXIII Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Provinsi Lampung yang digelar di lingkungan Pendidikan Muhammadiyah Lampung, Rabu 10 Juni 2026.

Di hadapan ratusan kader IPM dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung, Jihan menegaskan bahwa pelajar memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia di masa depan. 

Menurutnya, terdapat tiga fondasi utama yang harus dimiliki setiap pelajar agar mampu menjadi pemimpin dan agen perubahan di tengah masyarakat.

“Pertama adalah intelektualitas. Tugas utama pelajar adalah belajar dan menuntut ilmu sebanyak-banyaknya, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal. Ilmu pengetahuan akan menjadi kompas dalam menentukan arah kehidupan,” ujar Jihan.

Selain intelektualitas, Jihan menekankan pentingnya karakter dan moral sebagai pondasi utama dalam membangun pribadi yang unggul. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan tanpa integritas tidak akan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Setinggi apa pun pendidikan yang diraih, tanpa karakter yang baik, tanpa integritas dan akhlak yang mulia, maka ilmu tersebut tidak akan bertahan lama manfaatnya. Masyarakat akan lebih menghargai pribadi yang berakhlak daripada sekadar pintar,” katanya.

Pilar ketiga yang harus dimiliki pelajar, lanjut Jihan, adalah kepekaan sosial. Menurutnya, generasi muda harus mampu memahami berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar dan memiliki kepedulian untuk turut memberikan solusi.

“Pelajar harus memiliki sense of crisis, peka terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Jangan hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga memahami realitas sosial dan berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jihan juga mengajak IPM untuk menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung yang saat ini masih perlu terus ditingkatkan.

Ia mengungkapkan bahwa salah satu tantangan yang masih dihadapi daerah adalah tingginya angka putus sekolah di sejumlah wilayah. Karena itu, peran organisasi pelajar dinilai sangat penting untuk membangun motivasi pendidikan di kalangan generasi muda.

“Saya berharap teman-teman IPM dapat menjadi influencer positif dan motor penggerak bagi anak-anak yang putus sekolah agar kembali memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan. Ini adalah pekerjaan besar yang harus kita kerjakan bersama,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Jihan, saat ini tengah merumuskan berbagai program intervensi di bidang pendidikan guna memperluas akses belajar bagi masyarakat, termasuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih dekat dan mudah dijangkau oleh masyarakat desa.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk IPM, untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM Lampung,” katanya.

Sementara itu, Ketua PW IPM Lampung, Firdaus Armansyah, menyampaikan bahwa selama periode kepengurusan 2023–2026, IPM Lampung telah menjalankan berbagai program yang berdampak bagi pelajar dan masyarakat.

Dengan mengusung tema besar “Rumah Karya Pelajar”, IPM Lampung berhasil melaksanakan 63 kegiatan yang melibatkan lebih dari 28 ribu pelajar dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar non-Muhammadiyah dan non-Muslim sebagai bentuk komitmen terhadap nilai inklusivitas.

Firdaus menjelaskan bahwa berbagai program kaderisasi, pengembangan kepemimpinan, peningkatan literasi, hingga pengabdian masyarakat terus dijalankan untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, termasuk persoalan perundungan (bullying) dan rendahnya budaya literasi.

“IPM harus hadir sebagai solusi. Kami percaya bahwa penguatan kepemimpinan pelajar, nilai-nilai Islam, dan semangat berkarya dapat menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini jaringan organisasi IPM di Lampung terus berkembang dengan keberadaan 15 Pimpinan Daerah IPM, 53 Pimpinan Cabang IPM, dan 184 Pimpinan Ranting IPM yang tersebar di seluruh Provinsi Lampung.

Muswil XXIII IPM Lampung menjadi momentum penting bagi organisasi pelajar Muhammadiyah untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja strategis, serta memilih kepemimpinan baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan organisasi dalam mencetak generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.

Melalui forum musyawarah ini, diharapkan lahir berbagai gagasan dan keputusan yang mampu memperkuat kontribusi pelajar Muhammadiyah dalam pembangunan daerah serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Lampung yang maju dan berdaya saing. ( Fs/Red) 

Presiden Prabowo Subianto Diagendakan Hadir dalam Munas Hipmi, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Gelar Malam Silaturahmi Di Mahan Agung.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2026 yang rencananya dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Menurutnya, momentum tersebut menjadi ajang strategis untuk mempererat jejaring pengusaha muda nasional sekaligus memperkuat peran kewirausahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat acara Silaturahmi bersama Hipmi di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Selasa 09 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian menjelang Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Hipmi yang akan berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Hotel Novotel Bandar Lampung.

Gubernur Mirza menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Munas Hipmi 2026.

Menurutnya, Munas bukan sekadar agenda organisasi untuk memilih ketua umum, melainkan wadah lahirnya inspirasi, motivasi, jaringan usaha, serta energi baru bagi para pengusaha muda di seluruh Indonesia.

"Munas bukan hanya tentang memilih Ketua Umum. Munas adalah tempat lahirnya inspirasi, motivasi, jaringan, dan energi baru. Saya berharap Munas Hipmi di Lampung dapat memberikan energi yang luar biasa bagi seluruh BPD Hipmi di Indonesia," kata Mirza.

Gubernur Mirza yang juga merupakan mantan Ketua BPD Hipmi Lampung mengisahkan perjalanan organisasinya yang dimulai sekitar 20 tahun lalu saat bergabung di BPC Hipmi Kota Bandar Lampung. Pengalaman mengikuti Munas pertamanya menjadi salah satu titik penting yang membentuk semangat kewirausahaannya.

Ia menilai Hipmi memiliki peran strategis sebagai rumah bagi para calon pengusaha muda Indonesia.

"Dari Sabang sampai Merauke, ketika anak-anak muda ingin menjadi pengusaha, organisasi yang mereka cari adalah Hipmi. Hipmi telah menjadi wadah yang melahirkan banyak pengusaha dan pemimpin bangsa," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza juga menyoroti besarnya potensi ekonomi daerah yang masih perlu dimanfaatkan secara optimal oleh pelaku usaha lokal.

Ia mengungkapkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung saat ini mencapai sekitar Rp528 triliun per tahun. Namun, sekitar 70 persen perputaran ekonomi tersebut masih mengalir ke luar daerah.

"Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para pengusaha daerah. Kita harus mampu menciptakan lebih banyak pengusaha yang bisa menangkap peluang ekonomi di daerahnya sendiri," katanya.

Mirza menilai perubahan kebijakan ekonomi nasional yang lebih berorientasi pada pembangunan dari bawah atau *bottom-up economy* mulai memberikan dampak positif bagi daerah-daerah berbasis pertanian, termasuk Lampung.

Menurutnya, peningkatan harga berbagai komoditas pertanian telah mendorong naiknya daya beli masyarakat dan menggerakkan ekonomi desa.

Ia menyebutkan, berdasarkan laporan Badan Pendapatan Daerah, pertumbuhan pembelian kendaraan bermotor di Lampung meningkat sekitar 30 persen secara tahunan. Sementara itu, penjualan hewan kurban pada Iduladha tahun ini juga mengalami peningkatan signifikan.

"Artinya ekonomi desa sedang tumbuh dan bergerak. Namun tantangannya, masyarakat di desa dan kecamatan masih perlu didorong agar lebih banyak menjadi pelaku usaha sehingga pertumbuhan ekonomi tersebut dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah," ujarnya.

Karena itu, Mirza berharap Hipmi terus berperan aktif menciptakan wirausahawan baru, khususnya di wilayah pedesaan dan kecamatan.

"Saya melihat tidak ada cara yang lebih efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi selain mendorong lahir dan berkembangnya para pengusaha. Dengan semakin kuatnya peran Hipmi, saya optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin baik ke depan," tegasnya.

Gubernur Mirza juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung saat ini mencapai 5,28 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut ditopang oleh sektor pertanian dan pariwisata.

Pada tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan nusantara ke Lampung meningkat signifikan hingga mendekati 10 juta kunjungan.

"Tentu ini menjadi peluang yang sangat besar bagi para pengusaha dari seluruh Indonesia untuk berinvestasi, bekerja sama, dan mengembangkan usaha di Provinsi Lampung," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum BPP Hipmi Akbar Himawan Buchari mengapresiasi Pemerintah Provinsi Lampung atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Munas XVIII Hipmi.

Menurut Akbar, sejak awal persiapan hingga menjelang pelaksanaan Munas, Pemerintah Provinsi Lampung bersama jajaran Forkopimda telah memberikan dukungan yang maksimal.

"Atas nama BPP Hipmi, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya Bapak Gubernur Rahmat Mirzani Djausal beserta seluruh jajaran Forkopimda yang telah memberikan dukungan luar biasa terhadap penyelenggaraan Munas HIPMI 2026," ujar Akbar.

Ia mengatakan acara ramah tamah tersebut menjadi ruang silaturahmi yang penting bagi keluarga besar Hipmi dari seluruh Indonesia.

Selain mempererat hubungan antarkader, kegiatan itu juga menjadi sarana membangun kolaborasi dan memperkuat jaringan pengusaha muda nasional menjelang pelaksanaan Munas.

"Kami berharap suasana keakraban yang terbangun malam ini dapat semakin mempererat hubungan antarsesama kader Hipmi dari berbagai daerah sehingga pelaksanaan Munas dapat berlangsung lancar, penuh semangat, dan dalam suasana kekeluargaan," katanya.

Akbar juga mengapresiasi keramahan masyarakat Lampung yang dinilai memberikan kesan positif bagi seluruh peserta Munas yang datang dari berbagai provinsi di Indonesia.

"Kami merasakan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Lampung. Semangat kebersamaan yang ditunjukkan menjadi energi positif untuk menyukseskan Munas Hipmi dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun bangsa," pungkasnya.( Fs/Red) 

Selasa, 09 Juni 2026

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Komsos di Wilayah Binaan, Tekankan Kerukunan dan Kewaspadaan Warga


Sape, 10 Juni 2026 — Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) di sejumlah desa binaan pada Rabu (10/6/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan pembinaan serta imbauan kamtibmas.

Pada pukul 08.30 WITA, Sertu Wahyudin selaku Babinsa Desa Rato melaksanakan Komsos dengan warga setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa menjaga kerukunan bertetangga, saling menghargai, serta menumbuhkan sikap saling menghormati demi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.




Selanjutnya pada pukul 08.50 WITA, Serka Masykur Babinsa Desa Soro melaksanakan Komsos di kantor desa setempat. Ia mengingatkan warga agar terus menjalin silaturahmi dan hubungan baik antarwarga, serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri apabila terjadi permasalahan. Ia menegaskan agar setiap persoalan segera dilaporkan kepada aparat terkait seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun perangkat desa agar dapat diselesaikan secara cepat dan tepat.

Kemudian pada pukul 09.00 WITA, Sertu Syaifullah Babinsa Desa Sangia melaksanakan Komsos dengan warga binaan. Dalam kegiatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya di musim kemarau, khususnya risiko kebakaran akibat kelalaian penggunaan kompor maupun gas. Ia berharap imbauan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan warga demi terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman.

Sementara itu pada pukul 09.30 WITA, Koptu Mahru Babinsa Desa Naru Barat, Kecamatan Sape, turut melaksanakan Komsos dengan warga binaan. Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, mempererat silaturahmi antarwarga, serta menghindari tindakan kriminal, penyalahgunaan narkoba, dan konsumsi minuman beralkohol yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan. Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan ketakwaan agar terhindar dari perbuatan tercela.

Kegiatan Komsos ini merupakan bagian dari upaya Babinsa Koramil 1608-03/Sape dalam memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah binaan.(Team.MDG.03)

Relawan Pendidikan di Wilayah 3T: Menyemai Harapan di Tengah Keterbatasan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id. Di tengah keterbatasan akses dan medan berat wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), para relawan pendidikan terus berjuang menjaga asa anak-anak bangsa agar tetap memiliki mimpi besar.

Salah satunya dirasakan oleh seorang pendidik sekaligus relawan dari Yayasan Tahfidz Quran Salahuddin Al Ayyubi, Salahuddin, S.Pd., SD. Ia menuturkan bahwa kebahagiaan terbesar seorang guru bukanlah sekadar mengajar, melainkan ketika disapa kembali oleh murid-muridnya setelah perpisahan di medan pengabdian.

“Rasa lelah seketika sirna ketika terdengar suara canda tawa anak-anak yang menggema dari atas bukit,” ungkapnya dalam catatan pengabdiannya di wilayah 3T.

Menurutnya, hubungan antara guru dan murid di daerah pelosok tidak sekadar sebatas peran formal di ruang kelas. Lebih dari itu, terjalin ikatan emosional yang kuat berupa saling menghargai, memahami, dan melindungi satu sama lain.

Namun, di balik semangat belajar anak-anak tersebut, tersimpan kisah-kisah haru yang kerap ditemui para pendidik di lapangan. Salah satunya adalah cerita seorang anak yang mengeluhkan kondisi ekonominya.

“Kenapa saya juga tidak dapat? Sepatu saya bolong,” ucap seorang anak sambil menangis, menceritakan ibunya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di luar negeri.

Pengalaman serupa, menurutnya, tidak hanya ditemui di Indonesia, tetapi juga dalam perjalanan pengabdian yang lebih luas hingga ke luar negeri seperti India dan Irlandia selama lebih dari 13 tahun.

Ia menggambarkan beratnya medan pengabdian yang harus dilalui, mulai dari melintasi pegunungan, sungai, hingga kondisi kesehatan yang kerap terganggu akibat kelelahan.

“Terkadang tubuh terluka hingga menggigil kedinginan… dan itu bukan terjadi sekali, melainkan berkali-kali,” tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, ia tetap menyaksikan lahirnya berbagai cita-cita anak-anak di pelosok negeri. Mereka bermimpi menjadi guru, dokter, bidan, perawat, polisi, tentara, menteri, presiden, ustaz, petani, ulama, hingga pilot.

Namun, ia juga mengungkapkan kegelisahan atas masa depan mimpi-mimpi tersebut. Menurutnya, masih banyak tantangan yang dapat menghambat anak-anak di daerah terpencil untuk mencapai cita-citanya.

Menjawab tantangan tersebut, Yayasan Tahfidz Quran Salahuddin Al Ayyubi hadir sebagai salah satu upaya pendidikan dan pembinaan generasi Qurani di wilayah 3T.

Dalam refleksinya, ia juga terinspirasi dari konsep investasi kehidupan yang diperoleh dari pengalaman tokoh pendidikan yang dikenalnya, yakni Ir. Sholah Atiyah di Mesir, yang menekankan pentingnya keterlibatan spiritual dalam setiap upaya pemberdayaan umat.

Program pendidikan ini telah menjangkau berbagai wilayah di Kabupaten Bima, di antaranya Sape, Sanggar, Parado, Donggo, dan Tambora. Di wilayah-wilayah tersebut, para relawan berupaya menghadirkan pendidikan di tengah keterbatasan sarana dan akses.

Meski tantangan terus hadir, para pendidik menegaskan bahwa semangat tidak akan padam.

“Setiap langkah, setiap luka, dan setiap air mata menjadi bahan bakar untuk terus berjalan,” demikian refleksi dari perjalanan pengabdian tersebut.

Di akhir catatannya, harapan besar disematkan agar upaya pendidikan ini dapat melahirkan generasi Qurani yang kuat dan berdaya di tanah kelahirannya.

“Ya Rabbi, mudahkanlah jalan kami dalam mewujudkan Generasi Qurani di tanah kelahiran ini. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.”(Team.MDG.03)

Tower Diduga Belum Kantongi Izin Lengkap, Pembangunan di Bongancina Tetap Berjalan: Perbekel, Camat hingga Pemkab Buleleng Tutup Mata


BULELENG, Media Dinamika Global – Pembangunan menara telekomunikasi setinggi lebih dari 60 meter di Desa Bongancina, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, kembali menjadi sorotan publik. Hingga Rabu (10/6/2026), aktivitas proyek masih terus berlangsung. Para buruh tampak tetap bekerja melakukan pemasangan rangka dan besi tower meskipun proyek tersebut diduga belum mengantongi izin lengkap dari Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Kondisi ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat. Mengapa pembangunan tetap berjalan meski muncul keberatan warga dan dugaan belum terpenuhinya seluruh persyaratan perizinan? Siapa yang berani menjamin proyek tersebut tetap aman dari tindakan penertiban? Apakah ada pihak yang sengaja membiarkan atau bahkan menjadi "backing" di balik pembangunan tower tersebut?

Warga sekitar mengaku kecewa karena sejak awal tidak pernah dilibatkan dalam proses sosialisasi. Padahal mereka merupakan penyanding terdekat yang akan merasakan langsung dampak keberadaan tower raksasa tersebut.

Dewa Ketut Budi Mahardana, salah satu warga penyanding, mengaku tidak pernah menerima undangan maupun pemberitahuan resmi terkait pembangunan tower yang berdiri tidak jauh dari tempat tinggalnya.

"Kami sangat kaget. Tower lebih dari 60 meter dibangun dekat pemukiman, tetapi kami tidak pernah dimintai persetujuan ataupun diajak sosialisasi. Yang kami pikirkan adalah risiko dan keselamatan warga," ujarnya.

Menurut warga, proyek tersebut mulai berjalan sejak 2 Mei 2026. Namun hingga kini masyarakat masih mempertanyakan legalitas pembangunan karena informasi yang diperoleh menyebutkan bahwa pelaksana proyek hanya mengantongi rekomendasi dari Perbekel Desa Bongancina dan surat persetujuan dari PLT Camat Busungbiu saat itu.

Padahal secara administrasi pemerintahan, rekomendasi kepala desa maupun camat bukanlah izin utama yang dapat dijadikan dasar memulai pembangunan fisik menara telekomunikasi. Pembangunan infrastruktur permanen wajib memenuhi ketentuan perizinan yang berlaku, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan dokumen teknis lainnya sesuai regulasi.

Ironisnya, meski polemik terus berkembang, pembangunan justru terus berlangsung tanpa terlihat adanya tindakan penghentian dari instansi yang berwenang.

Anggota BPD Desa Bongancina, Dewa Mertayasa, bahkan secara terbuka mempertanyakan prosedur yang ditempuh pengembang. Ia menyebut proyek dilaksanakan tanpa pemberitahuan yang memadai kepada masyarakat dan berada di lokasi rawan karena berada di tikungan jalan provinsi.

Menurutnya, tumpukan material konstruksi di badan jalan telah mempersempit ruang lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

"Kami tidak bermaksud menghalangi investasi atau pembangunan. Tetapi prosedur harus dijalankan. Jangan sampai masyarakat baru tahu setelah bangunan berdiri. Kalau nanti terjadi sesuatu, masyarakat juga yang disalahkan," tegasnya.

Dewa Mertayasa mengaku telah menyampaikan persoalan tersebut kepada sejumlah pihak, mulai dari DPRD Buleleng, Dinas Kominfo, Dinas PUPR, DPMPTSP hingga Satpol PP Kabupaten Buleleng. Namun hingga kini belum terlihat langkah tegas yang menghentikan aktivitas proyek.

Yang lebih mengejutkan, menurut pengakuannya, saat melakukan klarifikasi langsung ke Dinas Kominfo Buleleng, ia memperoleh informasi bahwa dinas tersebut tidak menerbitkan izin pembangunan tower karena seluruh proses perizinan berada pada mekanisme pelayanan terpadu melalui DPMPTSP.

Fakta tersebut semakin memperkuat pertanyaan masyarakat mengenai dasar hukum yang digunakan pengembang untuk memulai pekerjaan konstruksi sejak awal.

Dugaan Pelanggaran

Apabila benar pembangunan dilakukan sebelum seluruh izin utama diterbitkan, maka proyek tersebut berpotensi melanggar ketentuan perizinan bangunan gedung sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, apabila pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan dengan menempatkan material di badan jalan provinsi, maka dapat menimbulkan konsekuensi hukum terkait gangguan terhadap keselamatan lalu lintas.

Jika ditemukan adanya penyampaian informasi yang tidak benar dalam proses administrasi, penggunaan dokumen yang tidak sesuai fakta, ataupun penyalahgunaan kewenangan dalam penerbitan rekomendasi, maka pihak yang terlibat dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Publik Menunggu Sikap Tegas Pemkab Buleleng

Masyarakat kini menunggu langkah tegas Pemerintah Kabupaten Buleleng, Satpol PP, DPMPTSP, Dinas Kominfo, maupun instansi pengawas lainnya untuk memastikan apakah proyek tersebut telah memenuhi seluruh syarat hukum atau justru berjalan di tengah dugaan pelanggaran administrasi.

Sebab jika benar izin utama belum terbit namun pembangunan tetap berlangsung, maka publik berhak mempertanyakan efektivitas pengawasan pemerintah daerah.

"Jangan sampai aturan hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Kalau masyarakat membangun tanpa izin pasti ditindak. Lalu kenapa proyek tower sebesar ini tetap berjalan?" ungkap salah satu warga.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Perbekel Desa Bongancina Dewa Made Sariana belum memberikan penjelasan rinci mengenai status perizinan pembangunan tower tersebut.

"Begini saja pak, biar tidak salah nanti saya menyampaikan, lebih baik bapak datang ke desa. Suksma," jawabnya singkat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengembang yang disebut-sebut berasal dari PT Tower Bersama, Camat Busungbiu, DPMPTSP Kabupaten Buleleng, serta Bupati Buleleng belum memberikan keterangan resmi terkait legalitas pembangunan tower yang hingga kini terus berjalan.

Masyarakat berharap seluruh pihak terkait segera membuka dokumen perizinan secara transparan agar polemik tidak semakin meluas dan tidak menimbulkan dugaan adanya pembiaran maupun perlakuan khusus terhadap proyek yang sedang menjadi sorotan publik tersebut.

Redaksi |