Media Dinamika Global

Minggu, 19 April 2026

Heboh Kasus Pelecehan Seksual di FHUI, Ketum DePA-RI: Jadikan Kampus Sebagai Ruang Aman dan Inklusif

DePA-RI, (Ist/Surya)

Jakarta, Media Dinamika Global - TM Luthfi Yazid selaku Ketua Umum Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia (DePA-RI) menyampaikan keprihatinan, empati, dan solidaritas yang mendalam kepada para korban atas terjadinya kasus pelecehan seksual yang melibatkan 16 pelaku mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI).

Hal tersebut disampaikan oleh Tahir Musa Luthfi Yazid disela-sela pelantikan advokat baru di Hotel Harper, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (19-04-2026) Para advokat baru dilantik setelah mengikuti serangkaian Pendidikan Kompetensi Profesi Advokat (PKPA) bekerjasama dengan Universitas Kurnia Jaya Persada, kota Palopo dan Universitas Muslim Indonesia (UMI), Ujian Profesi Advokat (UPA) dan serangkaian pemagangan.

Sebagai organisasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan perlindungan terhadap hak asasi manusia, DePA-RI memandang bahwa bentuk kekerasan seksual apapun tidak dapat dibenarkan dan merupakan persoalan serius yang tidak patut ditoleransi.

Kenyataan ini kembali mengusik kesadaran publik bahwa kekerasan seksual tidak selalu hadir dalam bentuk fisik. Ia dapat bersembunyi dalam kata-kata, dilegitimasi pada ruang-ruang privat, dan dinormalisasi melalui percakapan yang merendahkan martabat perempuan. Pengaturan mengenai bentuk kekerasan seksual ini dimuat tegas di dalam UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU 12/2022) dan Permendikbud No.30/2021.

"Pada Piramida Budaya Pemerkosaan (Rape Culture Pyramid), normalisasi budaya objektifikasi terhadap perempuan tersebut merupakan pondasi daripada bentuk kekerasan seksual lain yang lebih besar, di mana puncaknya ialah pada pemerkosaan, penganiayaan seksual, dan pemaksaan hubungan seksual. Objektifikasi adalah tindakan mereduksi nilai berupa memandang dan memperlakukan seseorang sebagai objek semata, dengan memisahkan tubuh seseorang dari identitas, kehendak, dan martabatnya sebagai manusia utuh," ungkap Ketum Depa-RI.

Lebih jauh, DePA-RI menilai bahwa kasus ini tidak dapat dipandang sebagai sesuatu yang berdiri sendiri. Ia mencerminkan adanya persoalan yang lebih mendasar terkait kesadaran hukum, sensitivitas gender, serta tanggung jawab kolektif dalam membangun ruang lingkup yang aman, berkeadilan, dan bermartabat. Oleh karena itu, pembebanan upaya pencegahan dan penanganan tidak cukup berhenti pada level institusional, melainkan juga penguatan pendidikan karakter dilakukan oleh lingkungan keluarga yang berperan dalam pembentukan nilai pertama dan cara pandang.

Kemudian, masyarakat sebagai elemen sosial juga sudah sepatutnya turut andil menciptakan ruang lingkup aman dan kondusif bagi pencegahan serta penanganan terhadap kasus pelecehan seksual.

Sehubungan dengan ini, Luthfi Yazid, yang didampingi Ketua DPD Sulawesi Selatan, Sudirman Jabir, SH, MH, Asri Ameru, SH, Muh Hanafi, SH, MH, Arpin, SH, MH dan Chandra Makawaru, SH, MH —menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengecam keras segala bentuk kekerasan seksual yang merendahkan martabat manusia, mencederai hak asasi, serta nilai-nilai keadilan yang tidak dapat ditoleransi di lingkungan pendidikan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

2. Mendesak adanya upaya konkret pembentukan mekanisme pencegahan, penanganan, dan penguatan edukasi kekerasan seksual yang komprehensif khususnya di lingkungan kampus.

3. Mendorong Universitas Indonesia untuk mengambil langkah tegas, transparan, dan akuntabel dalam menangani kasus pelecehan seksual serta menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi menyeluruh dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keadilan dan keberpihakan terhadap korban, serta senantiasa menghormati proses yang tengah berjalan.

4. Mengajak seluruh lapisan masyarakat agar tidak memandang sebelah mata kasus kekerasan seksual dan turut aktif dalam membangun budaya yang saling menghormati, berintegritas, dan peka terhadap gender.

5. Mengedepankan prinsip penanganan yang berorientasi pada korban dalam seluruh proses penanganan kekerasan seksual, dengan menjamin agar korban didengar, dilindungi, dirahasiakan identitasnya, memperoleh pengakuan dan permohonan maaf dari para pelaku, serta dipenuhi hak-haknya sesuai dengan prinsip keadilan.

"Kami percaya bahwa penegakan hukum yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan merupakan mandat konstitusional serta satu-satunya jalan untuk memastikan bahwa kekerasan seksual semacam ini tidak terulang kembali," pungkasnya.

"Negara harus hadir dan memastikan bahwa hukum berdiri tegak tanpa pandang bulu terhadap siapa pun yang melakukan kejahatan. Oleh karena itu, hendaknya kasus yang terjadi di Fakultas Hukum (FH) Universitas Indonesia (UI) menjadi bahan refleksi dan introspeksi bagi institusi pendidikan lainnya dalam membangun lingkungan yang aman, inklusif, berkeadilan, dan  bermartabat," harap TM Luthfi Yazi.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional kami dalam menjaga supremasi hukum, keadilan, serta perlindungan hak asasi manusia di Indonesia.

Redaksi |

Benteng Tangguh Di Hari Minggu, Sat Samapta Polres Tulang Bawang Tebar Ancaman Bagi Pelaku Kriminal, Hadirkan Rasa Aman Dan Nyaman.


Tulang Bawang, Lampung – Mediadinamikaglobal.Id || Di bawah terik matahari yang menyengat, personil Sat Samapta Polres Tulang Bawang menunjukkan taringnya sebagai garda terdepan penjaga keamanan.

 Dipimpin langsung oleh dedikasi tanpa batas, Tim Patroli Kota Presisi menyisir setiap sudut rawan guna memastikan wilayah hukum tetap kondusif dan steril dari segala bentuk gangguan Kamtibmas, Minggu 19 April 2026.

Langkah preventif berskala tinggi ini menyasar titik-titik krusial, mulai dari keindahan Wisata Cakat Raya Menggala hingga urat nadi transportasi di Jalan Lintas Rawapitu, Kampung Bawang Sakti Jaya.

Kehadiran Korps Sabhara ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa negara hadir di tengah masyarakat!
Aksi Nyata di Lapangan
Enam personil pilihan, dipimpin oleh Aiptu Irwanto, S.H., bergerak lincah melakukan manuver pengamanan.

Tidak hanya sekadar berkeliling, petugas melakukan dialog intensif dengan warga, membangun "pagar betis" sosial melalui edukasi dan imbauan waspada kriminalitas.

"Kami tidak memberikan ruang sekecil apa pun bagi niat jahat pelaku kriminal. Setiap jengkal wilayah Menggala dan sekitarnya berada dalam pantauan radar keamanan kami," tegas salah satu personil di lapangan.

Mewakili Kapolres Tulang Bawang, Kasat Samapta Iptu I Ketut Suwardi Artono, S.H., M.M., memberikan pernyataan resmi terkait aksi heroik personilnya:

"Sesuai dengan instruksi pimpinan dan semangat Polri Presisi, kegiatan patroli preventif ini adalah harga mati untuk menjaga stabilitas keamanan dan mencegah konflik sosial. Kami bergerak dengan hati, namun tetap tegas dalam bertindak.

Kami mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjadi polisi bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar. Jangan beri celah pada kejahatan, karena kehadiran kami adalah untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang, nyaman, dan damai."

Hingga berita ini diturunkan, situasi di wilayah hukum Polsek Menggala terpantau Aman, Terkendali, dan Kondusif.

Sat Samapta Polres Tulang Bawang berkomitmen akan terus melipatgandakan kekuatan patroli demi mewujudkan wilayah yang bebas dari rasa takut.(Fs/Red) 

GELOMBANG KRITIK DI MEDSOS: KEBIJAKAN BUPATI BIMA DISOROT, WARGA DONGGO–SOROMANDI MERASA “DIKOSONGKAN”


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Pendukung Lama Merasa Tersisih, Surat Terbuka untuk Bupati dan Wakil Bupati Bima Viral, Sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati dan Wakil Bupati Bima beredar luas di media sosial dan memicu perbincangan publik. 

Surat tersebut ditulis oleh seorang warga bernama Idham Ham, yang menyuarakan kekecewaan terhadap arah kebijakan dan sikap kepemimpinan pasca kontestasi politik.

Dalam tulisannya, Idham menyampaikan bahwa ada jarak yang mulai terasa antara pemimpin daerah dan para pendukung lama yang sebelumnya berada di garis depan perjuangan politik. 

Ia mengingatkan bahwa kemenangan yang diraih tidak lepas dari pengorbanan banyak pihak yang rela menghadapi tekanan, konflik sosial, hingga kondisi sulit di lapangan.

“Dulu yang berdiri di belakang Bapak bukanlah mereka yang hari ini diprioritaskan,” tulisnya dalam surat tersebut, Minggu, 19 April 2026.

Ia juga menyoroti perubahan situasi yang dinilai menyakitkan bagi sebagian pendukung. 

Menurutnya, pihak-pihak yang sebelumnya menolak bahkan mencaci kini justru mendapatkan ruang dan perhatian, sementara loyalis lama mulai merasa asing di “rumah sendiri”.

Surat ini bukan hanya berisi kritik, tetapi juga menjadi refleksi tentang pentingnya menjaga komitmen, ingatan politik, dan keadilan dalam merangkul semua pihak, terutama mereka yang telah berkontribusi sejak awal.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Bupati maupun Wakil Bupati Bima terkait isi surat tersebut.

Fenomena ini memperlihatkan dinamika klasik pasca pemilihan, di mana ekspektasi pendukung sering kali berbenturan dengan realitas kebijakan pemerintahan. (Redaksi Sekjend MDG)

Penerima Peserta Didik Baru tahun Ajaran 2026/2027 Langkah Kecil Menuju Mimpi Besar Dimulai Hari Ini!


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Setiap perjalanan besar dimulai dari satu langkah sederhana. Di SDN 49 Rabangodu Selatan, kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi unik yang siap untuk diasah dan dikembangkan. Kami bukan sekadar institusi pendidikan, melainkan rumah kedua tempat kreativitas, karakter, dan kecerdasan tumbuh bersama.

Tahun ajaran 2026/2027 segera tiba! Inilah saatnya bagi Ayah & Bunda untuk memberikan fondasi pendidikan terbaik bagi sang buah hati. Mari bergabung menjadi bagian dari keluarga besar kami dan melangkah bersama menuju masa depan yang cerah. 

Keunggulan Kami:

✅Kurikulum yang adaptif dan inovatif.

✅Fasilitas belajar yang modern dan nyaman.

✅Tenaga pendidik yang berpengalaman dan penuh kasih.

✅Lingkungan sekolah yang aman dan religius.

Jangan lewatkan kesempatan ini!

Terungkap! Kronologi 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Begini Awalnya


Purwakarta, Media Dinamika Global.id.-- Kasus yang melibatkan sembilan siswa di SMAN 1 Purwakarta menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan tindakan tidak pantas terhadap guru beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, para siswa terlihat mengacungkan jari tengah ke arah guru, sebuah tindakan yang dinilai mencerminkan menurunnya etika dan rasa hormat di lingkungan pendidikan.

Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa ini bermula saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung di dalam kelas. Guru yang bersangkutan diketahui tengah memberikan arahan dan teguran kepada sejumlah siswa yang diduga tidak mengikuti aturan dengan baik. Namun, respons yang muncul justru di luar dugaan.

Alih-alih menunjukkan sikap menghargai, beberapa siswa justru memperlihatkan gestur tidak sopan, termasuk mengacungkan jari tengah. Aksi tersebut kemudian direkam dan menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, memicu reaksi keras dari masyarakat.

Banyak pihak menyayangkan kejadian ini, karena guru selama ini dikenal sebagai sosok yang harus dihormati dan dijunjung tinggi. Peristiwa ini pun kembali memunculkan kekhawatiran akan menurunnya nilai sopan santun serta karakter peserta didik di era saat ini.

Pihak sekolah dikabarkan langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan pemanggilan terhadap siswa yang terlibat beserta orang tua mereka. Selain itu, pembinaan dan penanganan secara internal juga dilakukan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kasus ini menjadi pengingat bagi semua pihak, baik sekolah maupun orang tua, akan pentingnya pendidikan karakter sejak dini. Tidak hanya kecerdasan akademik, nilai moral dan etika juga perlu ditanamkan secara konsisten agar generasi muda tumbuh dengan sikap yang baik dan bertanggung jawab.

Hingga saat ini, perkembangan lebih lanjut terkait penanganan kasus tersebut masih terus dinantikan oleh publik.

Sakitnya menjadi guru ketika sulit mengajarkan karakter kepada siswa.(Redaksi Sekjend MDG)

SOROTAN PEDAS BIMA DAE CA’A: MUTASI DI KABUPATEN BIMA DINILAI TAK UBAHNYA POLA LAMA


Kabupaten Bima, Media Dinamika Global.id.– Kebijakan mutasi pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Bima kembali menuai sorotan publik. Kali ini, kritik keras datang dari akun media sosial Bima Dae Ca’a yang menilai rotasi jabatan tersebut jauh dari semangat perubahan yang dulu dijanjikan.

Dalam pernyataannya, Bima Dae Ca’a mengaku pernah berada di barisan pendukung perubahan, bahkan ikut menggalang kekuatan untuk melawan praktik kekuasaan lama yang dianggap sarat kepentingan jabatan.

Namun kini, ia justru melihat pola yang sama kembali terulang.

“Dulu kita lawan karena rakus jabatan dan kekuasaan. Sekarang tidak jauh beda,” tulisnya di Facebook, Sabtu, 19 April 2026.

Ia juga menyoroti proses pelantikan pejabat yang disebut dilakukan pada malam hari, walau sah secara aturan, tapi menjadi sesuatu yang dinilainya janggal dan menimbulkan tanda tanya publik terkait transparansi serta urgensinya.

Tak berhenti di situ, kritik diarahkan langsung kepada pasangan kepala daerah Ady–Irfan. Ia mempertanyakan arah “perubahan” yang selama ini digaungkan.

“Perubahan untuk siapa? Untuk rakyat atau hanya lingkaran sendiri?” sindirnya.

Lebih tajam lagi, ia menyinggung nasib para pendukung yang sebelumnya berjuang dengan tenaga, pikiran, bahkan materi untuk memenangkan pasangan tersebut, namun kini merasa ditinggalkan.

Unggahan tersebut langsung memicu beragam reaksi. Sebagian publik menganggap kritik itu sebagai bentuk kekecewaan yang wajar, sementara lainnya menilai mutasi merupakan hak prerogatif kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Bima terkait kritik yang beredar luas di media sosial.

#Catatan Metromini: Mutasi jabatan seharusnya menjadi instrumen pembenahan birokrasi, bukan sekadar rotasi kekuasaan. Jika pola lama tetap dipertahankan, maka “perubahan” hanya akan menjadi slogan tanpa makna. (Redaksi Sekjend MDG)

Telah di Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Akbid Surya Mandiri Bima tahun Ajaran 2026/2027


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- PMB "Penerimaan Mahasiswa Baru" sudah Dibuka..!!

Masuk kuliah gampang, keluarnya susah (Eh Susah Ninggalin Temen Maksud nya)🤗🤗

Daftar yuk, GRATIS Lo Pendaftaran nya.

Untuk Calon MABA,di  KAMPUS Surya Mandiri Bima  ini, dosennya ramah, tugasnya ringan... eh, bohong! Tapi serius lo, kalau kamu daftar sekarang, besok kamu udah bisa tidur nyenyak sambil mimpi jadi bidan yang profesional  lo... yuk Buruan, jangan nunggu dompet tipis!


Siap Di BANTU untuk mendapatkan Beasiswa Jalur KIP dan beasiswa2 lainnya.

Dosen Akbid Surya Mandiri Bima Meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dari Kemdiktisaintek


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Alhamdulillah, selamat dan apresiasi kepada Bapak/Ibu Dosen yang berhasil meraih Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat KemdiktiSaintek Tahun 2026.

Capaian ini menjadi kebanggaan bersama dan bukti komitmen kita dalam meningkatkan kualitas tridharma perguruan tinggi. Semoga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu dan masyarakat.

Terima kasih atas dukungan Yayasan, pimpinan, dan seluruh civitas akademika.(Redaksi Sekjend MDG)

KONSOLIDASI HMI SEBAGAI INKUBATOR GERAKAN PERUBAHAN


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bima akan menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-1 sebagai forum tertinggi dalam struktur organisasi. Acara bersejarah ini mengangkat tema besar "Konsolidasi HMI Sebagai Inkubator Gerakan Perubahan.

Konfercab ini bukan sekadar rutinitas pergantian kepengurusan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat pondasi organisasi, menyatukan visi, dan mempersiapkan kader-kader unggul yang siap menjadi motor perubahan di tengah masyarakat.

MAKNA TEMA: DARI KONSOLIDASI MENUJU TRANSFORMASI.

Konsolidasi: Memperkokoh Persatuan

Sebagai organisasi yang baru terbentuk atau memasuki fase baru, konsolidasi menjadi kunci utama. HMI Cabang Kabupaten Bima bertekad menyatukan barisan, mempererat ukhuwah, dan membangun sinergi yang kuat antar kader dari berbagai komisariat. Hanya dengan kekuatan persatuan, organisasi dapat bergerak efektif dan berdaya guna.

Inkubator Gerakan Perubahan

HMI sejak awal didirikan dikenal sebagai tempat pembibitan (inkubator) intelektual muslim yang kritis dan progresif. Melalui proses kaderisasi yang berbasis pada nilai-nilai Islam dan keilmuan, HMI berkomitmen melahirkan kader yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian untuk mengubah keadaan menjadi lebih baik.

HMI hadir bukan hanya sebagai penonton sejarah, tetapi sebagai aktor utama yang menciptakan perubahan positif di Kabupaten Bima, khususnya dalam bidang sosial, politik, dan keumatan.


Dengan semangat Iman-Ilmu-Amal, HMI Cabang Kabupaten Bima siap melangkah maju, menjadi kekuatan yang membawa harapan baru bagi Bumi Maja Labo Dahu.(Redaksi Sekjend MDG)

Kapolda Lampung Pimpin Ratusan Personel dan Bhayangkari Polda Lampung Ikuti Kemala Run 2026.

Gianyar, Bali — Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf bersama jajaran mengikuti kegiatan Kemala Run 2026 yang digelar di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, Minggu 19 April 2026.

Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kegiatan positif yang memadukan olahraga, kebersamaan, serta kepedulian sosial.

Dalam kegiatan tersebut, kontingen Polda Lampung berjumlah 108 orang peserta, terdiri dari Kapolda Lampung, Wakapolda Lampung, personel Polda Lampung, personel Polres jajaran, serta Bhayangkari. Kehadiran kontingen Polda Lampung menambah semarak pelaksanaan Kemala Run 2026 yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah.

Partisipasi Kapolda Lampung beserta jajaran dalam ajang tersebut mencerminkan komitmen untuk terus menumbuhkan budaya hidup sehat, memperkuat soliditas internal, serta membangun semangat kebersamaan di lingkungan Polri. 

Selain menjadi ajang olahraga, Kemala Run 2026 juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi dan kebersamaan antarpeserta dalam suasana penuh semangat, sportivitas, dan kekeluargaan.

Helfi menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan olahraga seperti Kemala Run 2026 merupakan bagian dari upaya untuk membangun semangat positif, menjaga kebugaran fisik, serta mempererat hubungan kebersamaan di lingkungan kepolisian.

“Kemala Run 2026 ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, soliditas, dan semangat hidup sehat. Kehadiran kami bersama seluruh kontingen Polda Lampung adalah bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang mampu membangun energi kebersamaan, baik di internal Polri maupun bersama masyarakat. 

Kami berharap semangat ini terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya kerja serta pengabdian kami sehari-hari,” ujar Helfi.

Lebih lanjut, Helfi menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas anggota Polri. Dengan kondisi fisik yang prima dan semangat yang terjaga, personel diharapkan mampu melaksanakan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat secara optimal.

Keikutsertaan kontingen Polda Lampung dalam Kemala Run 2026 juga menjadi wujud kebersamaan antara pimpinan, personel, Polres jajaran, dan Bhayangkari dalam mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan, kekompakan, dan semangat persatuan.

Suasana penuh antusiasme yang tercipta selama kegiatan berlangsung menjadi gambaran kuat bahwa olahraga dapat menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan emosional, meningkatkan solidaritas, serta membangun semangat kolektif.

Melalui momentum ini, Polda Lampung berharap nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, kekompakan, dan pola hidup sehat dapat terus ditanamkan serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Polda Lampung berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat soliditas internal, meningkatkan kualitas kesehatan personel, serta membangun kedekatan yang harmonis dengan masyarakat.
(Fs/Red)