Media Dinamika Global

Kamis, 09 April 2026

Menanti Nyali Pemda dan Pemprov Melegalisasi Keringat Rakyat di Pulau Obi Oleh: [Halek Munui Amd.T.S.H/Pemerhati Masalah Sosial dan Hukum]



Pulau Obi tidak hanya sekadar hamparan nikel yang menggiurkan bagi korporasi raksasa. Di sana, ada ribuan pasang tangan warga lokal yang menggantungkan hidup dari lubang-lubang tambang tradisional. Sayangnya, hingga hari ini, keringat mereka masih berstatus "ilegal". Penyebabnya klasik: lambannya Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menuntaskan administrasi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).


Birokrasi yang "Alergi" pada Rakyat Kecil?Sudah menjadi rahasia umum bahwa pengurusan izin tambang skala besar seringkali berjalan mulus di karpet merah kekuasaan. Namun, ketika bicara soal WPR yang merupakan mandat undang-undang untuk memberikan ruang bagi ekonomi rakyat—ritme kerja pemerintah mendadak berubah menjadi siput.


Ada kesan kuat bahwa Pemkab dan Pemprov saling lempar tanggung jawab (pingpong birokrasi). Pemkab merasa sudah mengusulkan, sementara Pemprov berkutat pada alasan sinkronisasi tata ruang yang tak kunjung usai. Padahal, setiap hari keterlambatan ini adalah risiko pidana bagi masyarakat yang hanya ingin mencari makan di tanah kelahirannya sendiri.


Ironi di Balik Status "Ilegal"Mengapa percepatan WPR ini mendesak? Karena tanpa legalitas, masyarakat lingkar tambang terjepit di antara dua batu besar:

Kriminalisasi: Rakyat terus dihantui rasa takut akan penertiban aparat karena dianggap melakukan penambangan tanpa izin (PETI).

Kerusakan Lingkungan Tanpa Kendali: Tanpa WPR, pemerintah tidak punya wewenang formal untuk melakukan pembinaan lingkungan. Akibatnya, praktik tambang rakyat berjalan tanpa standar keamanan dan ekologi yang jelas.

Jika Pemda dan Pemprov serius dengan retorika "mensejahterakan rakyat", seharusnya dokumen teknis dan koordinasi dengan Kementerian ESDM menjadi prioritas utama, bukan sekadar agenda sampingan yang dibahas saat aksi demonstrasi pecah.


Gugatan untuk Komitmen Penguasa Lambatnya penerbitan WPR di Pulau Obi adalah bukti nyata pengabaian hak ekonomi warga lokal. Pemerintah seolah membiarkan rakyatnya "mencuri" di rumah sendiri, sementara pintu belakang dibuka lebar-lebar untuk investasi asing dengan segala kemudahannya.


Masyarakat Obi tidak butuh janji manis di atas kertas atau kunjungan kerja yang hanya berujung pada sesi foto. Yang mereka butuhkan adalah:

Kejelasan Pemetaan: Pastikan wilayah kelola rakyat tidak tumpang tindih dengan konsesi perusahaan secara sepihak.

Transparansi Progres: Sejauh mana dokumen usulan itu berjalan? Di meja siapa dokumen itu tertahan?


Kesimpulan Jangan biarkan Pulau Obi menjadi contoh nyata dari teori "Paradoks Kelimpahan", di mana daerahnya kaya raya, namun rakyatnya tetap miskin dan terpinggirkan secara hukum. Pemda Halsel dan Pemprov Maluku Utara harus punya "nyali" politik untuk segera menerbitkan WPR. Melegalisasi tambang rakyat bukan hanya soal izin, tapi soal memanusiakan warga yang selama ini dianaktirikan oleh birokrasi mereka sendiri.

Sudah saatnya pemerintah berhenti menjadi penonton atas penderitaan rakyatnya.

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli “Kongkow-Kongkow” untuk Jaga Kamtibmas Desa Binaan


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Para Babinsa dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli malam bertajuk “kongkow-kongkow” di desa binaan masing-masing pada Kamis (9/4/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat komunikasi dengan masyarakat sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan (kamtibmas).

Kegiatan pertama dilaksanakan oleh Serka Sahlan, Babinsa Desa Lanta Barat, anggota Posramil Lambu. Pada pukul 19.30 WITA, ia melaksanakan patroli sambil berdialog dengan warga. Dalam kesempatan tersebut, Serka Sahlan memberikan pemahaman terkait pentingnya menjaga kamtibmas serta mengimbau warga agar rutin melakukan patroli keliling kampung pada malam hari guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, seperti peredaran narkoba. Ia juga menekankan agar setiap permasalahan segera dilaporkan kepada pihak berwenang.

Selanjutnya, pada pukul 20.00 WITA, Serda Irfan, Babinsa Desa Bugis, Kecamatan Sape, turut melaksanakan patroli serupa bersama warga. Ia mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga situasi tetap aman dan kondusif serta tidak mengambil tindakan sendiri apabila terjadi masalah, melainkan segera melapor kepada aparat.



Kegiatan serupa juga dilakukan oleh Serda Abdul Hafid, Babinsa Desa Rasabou, pada pukul 20.30 WITA. Dalam patrolinya, ia mengajak warga untuk terus menjaga keamanan lingkungan dan menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan ketertiban.

Sementara itu, pada pukul 20.45 WITA, Serka Jamaluddin, Babinsa Desa Sangga dari Posramil Lambu, melaksanakan patroli bersama warga dengan memberikan penekanan khusus terkait bahaya penyalahgunaan narkoba, minuman keras, dan obat-obatan terlarang lainnya. Ia mengingatkan bahwa tindakan tersebut tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merugikan diri sendiri dan keluarga.

Secara keseluruhan, kegiatan patroli “kongkow-kongkow” ini mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan serta mempererat hubungan antara aparat dan warga. (Team.MDG.03)

Klarifikasi Dugaan Gudang BBM Ilegal di Tenayan Raya: Lokasi Dipastikan Kosong, Tidak Ada Aktivitas

 


Pekanbaru – Menyikapi pemberitaan sebelumnya terkait dugaan aktivitas gudang bahan bakar minyak (BBM) ilegal di kawasan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, awak media melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang dimaksud, tepatnya di seberang Kantor Camat Tenayan Raya.

Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan secara langsung, tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan seperti yang sempat diinformasikan sebelumnya. Saat tim tiba di lokasi, bangunan gudang yang disebut-sebut dalam pemberitaan tersebut terlihat dalam kondisi kosong dan tidak menunjukkan tanda-tanda adanya kegiatan penyimpanan maupun distribusi BBM.

Pantauan di sekitar area juga memperlihatkan situasi yang relatif normal. Tidak terlihat adanya keluar masuk kendaraan tangki, baik berukuran besar maupun “baby tanki”, yang biasanya menjadi indikator aktivitas distribusi bahan bakar.

Keterangan serupa juga disampaikan oleh salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan identitasnya. Ia memastikan bahwa gudang tersebut memang tidak beroperasi.

“Iya benar, gudang itu kosong,” ujarnya singkat.

Dengan hasil temuan ini, dapat disimpulkan bahwa hingga saat ini belum terdapat bukti kuat yang mengarah pada adanya praktik ilegal sebagaimana dugaan yang sempat beredar di tengah masyarakat.

Meski demikian, awak media tetap menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi, khususnya yang belum terverifikasi secara menyeluruh, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan publik.

Di sisi lain, pemantauan terhadap lokasi tersebut akan terus dilakukan sebagai bentuk kontrol sosial dan komitmen terhadap penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait isu tersebut. Redaksi tetap membuka ruang konfirmasi dan klarifikasi dari semua pihak guna memastikan transparansi informasi.

Catatan Redaksi:

Pemberitaan ini merupakan bagian dari upaya klarifikasi atas informasi yang sebelumnya beredar. Redaksi menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah, serta membuka hak jawab bagi pihak-pihak terkait apabila terdapat keberatan atau tambahan informasi.

Babinsa Rasabou Koramil 1608-03/Sape Laksanakan Patroli Siskamling, Situasi Wilayah Terpantau Aman dan Kondusif


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Desa Rasabou, Serda Abdul Hafid bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli siskamling pada Kamis malam (9/4) sekitar pukul 19.50 WITA. Kegiatan ini dilakukan untuk memantau situasi wilayah serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu.

Patroli tersebut turut melibatkan unsur masyarakat, terdiri dari dua anggota Koramil, dua aparat desa, serta delapan orang warga. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga stabilitas lingkungan.



Adapun sasaran patroli meliputi pemukiman warga serta lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak muda. Kegiatan diawali dengan keberangkatan tim menuju Desa Rasabou pada pukul 20.00 WITA dan tiba sepuluh menit kemudian untuk langsung melakukan pemantauan situasi.

Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat. Warga diminta untuk selalu menjaga kedamaian dan keharmonisan lingkungan serta menghindari perselisihan yang dapat memicu konflik. Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada generasi muda agar mampu mengendalikan emosi, menjauhi minuman keras, narkoba, serta pergaulan bebas yang berpotensi merusak masa depan.

Petugas juga mengingatkan pentingnya tertib berlalu lintas, seperti membawa identitas diri terutama SIM saat berkendara serta menghindari perilaku ugal-ugalan di jalan raya demi keselamatan bersama.

Kegiatan patroli dilanjutkan dengan pemantauan di desa binaan hingga berakhir pada pukul 21.10 WITA. Secara keseluruhan, rangkaian patroli berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan aparat kewilayahan dalam menciptakan rasa aman serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. (Team.MDG.03)

Kapolda NTB Terima Kunjungan Polisi Federal Australia, Bahas Pencegahan Eksploitasi Anak dan Perdagangan Orang

Kapolda NTB, Irjen Pol. Edy Murbowo saat menerima kunjungan
perwakilan Australian Federal Police (AFP), (Ist/Surya)

Mataram, Media Dinamika Global – Upaya memperkuat kerja sama internasional dalam penanganan kejahatan lintas negara terus dilakukan Polda NTB. Kali ini, Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K. menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi dari perwakilan Australian Federal Police (AFP) diruang kerjanya, Rabu (08/04/2026).

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga membahas isu strategis terkait tindak pidana eksploitasi anak dan perdagangan orang, khususnya di wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid, S.I.K. menjelaskan kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pencegahan serta penanganan kejahatan yang berdampak langsung pada masyarakat.

“Pertemuan ini tentu memberikan dampak positif, khususnya dalam upaya mencegah terjadinya eksploitasi anak maupun tindak pidana perdagangan orang yang dapat menimpa masyarakat NTB,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, turut dibahas perkembangan tren kejahatan lintas negara, termasuk modus baru penyelundupan manusia yang melibatkan jaringan internasional. Diketahui, praktik tersebut kini kerap difasilitasi oleh warga negara asing dari negara asal para pelaku, sehingga membutuhkan sinergi lintas negara dalam penanganannya.

Kerja sama antara Polda NTB dan AFP ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem deteksi dini serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kejahatan transnasional yang semakin kompleks.

“Kami berharap pertemuan ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi tindak pidana tersebut,” tutup Kombes Kholid.

Melalui kolaborasi ini, Polda NTB, menegaskan komitmennya untuk terus melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan lintas negara, sekaligus memperkuat jaringan kerja sama internasional dalam menjaga keamanan wilayah,” tandasnya.

Redaksi |

Sistem Penerimaan Siswa Baru SMKN 2 Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Gelombang 1 : 10 Maret sampai 31 maret 2026

A.Ekstrakurikuler 

1. Bola foli 

2. Sepak bola 

3. PMR 

4. Pramuka 

5. Paskib

6. Marawis 

Gelombang 2 : 1 April sampai dengan 29 April 2026.

B. Fasilitas 

1. Perpustakaan 

2. Lab. Komputer 

3. Lapangan voli 

4. Bengkel 

5. Lapangan basket 

6. Gedung aula 

7. Kantin 

8. Mushola

9. Hutan sekolah 

10. Ruang kelas 


Gelombang 2 dan Gelombang 3

C. Syarat pendaftaran 

1. Foto copy raport semester 1-5

2. FC, akte kelahiran 

3. FC, kartu keluarga 

4. FC kartu Indonesia pintar program keluarga harapan (PKH) jika ada 

5. Surat keterangan peserta didik sekolah asal (di SMP)

6. Surat keterangan bebas narkoba (di SMKN 2 Kota Bima)


Gelombang 2 dan Gelombang 3 

D. Kompetensi keahlian 

1. Teknik kendaraan ringan 

2. Teknik ototronik 

3. Teknik sepeda motor 

4. Teknik pengelasan 

5. Desain pemodelan dan informasi bangunan 

6. Teknik kontruksi properti 

7. Teknik elektronika 

8. Teknik instalasi tenaga listrik 

9. Teknik pendingin pemanas tata udara 

10. Teknik kimia industri 

              (Jurnalis MDG)

Polda Lampung Gelar Bakti Kesehatan Operasi Katarak dan Pterigium Gratis, Ini Jadwalnya.

 
Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Polda Lampung melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) menggelar bakti kesehatan berupa pelayanan operasi mata katarak dan pterigium secara gratis bagi masyarakat.

Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026.

Program sosial tersebut dibuka untuk umum dengan tujuan membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan mata namun terkendala biaya.

Kegiatan akan dilaksanakan di RS Bhayangkara Tingkat III Biddokkes Polda Lampung.

Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas penglihatan warga.

“Melalui bakti kesehatan ini, Polda Lampung ingin memberikan akses layanan operasi mata secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan, sebagai wujud pengabdian Polri dalam momentum Hari Bhayangkara,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Adapun tahapan kegiatan meliputi:
• Pendaftaran: 10 Februari hingga 21 Mei 2026
• Skrining atau seleksi pasien: 21–22 Mei 2026
• Pelaksanaan operasi: 6 Juni 2026

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di RS Bhayangkara TK III Biddokkes Polda Lampung.

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi panitia melalui kontak yang telah disediakan, yakni Romauli (081379201596), Endang Suhendra (081532403372), dan Ranty (082289781101).

Selain itu, informasi juga dapat diakses melalui media sosial resmi RS Bhayangkara Ruwajurai dan Biddokkes Polda Lampung.

Yuni mengimbau masyarakat yang memiliki gangguan penglihatan akibat katarak atau pterigium agar memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya.

“Kami mengajak masyarakat untuk segera mendaftar dan mengikuti tahapan skrining, sehingga bisa mendapatkan pelayanan operasi secara gratis,” tambahnya.( Fs/Red) 

Antisipasi Lonjakan Angkutan Ternak Jelang Idul Adha, Pemprov NTB Tambah Dermaga dan Buffer Zone


Mataram, Media Dinamika Global – Menjelang Idul Adha pada Mei mendatang, Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi lonjakan angkutan ternak yang diperkirakan kembali memadati jalur penyeberangan Pelabuhan Kayangan–Pelabuhan Poto Tano. Selain membentuk satuan tugas, pemerintah juga menyiapkan perluasan area parkir penyangga dan mengusulkan penambahan dermaga operasional.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ervan Anwar, mengatakan langkah tersebut diambil untuk mencegah penumpukan truk pengangkut ternak yang setiap tahun terjadi menjelang Hari Raya Kurban.

“Satgas dibentuk agar pengaturan di lapangan berjalan lebih optimal. Kami sudah berkoordinasi dengan asosiasi peternak dan instansi terkait agar distribusi ternak berlangsung lancar dan terukur,” kata Ervan di Mataram, Rabu, 8 April 2026.

Menurut dia, Dishub NTB telah menyiapkan perluasan buffer zone atau area penyangga parkir di sekitar pelabuhan. Area tersebut akan digunakan untuk menampung kendaraan pengangkut ternak sebelum masuk ke kawasan pelabuhan, sehingga antrean tidak meluas ke jalan utama.

“Buffer zone kami perluas agar kendaraan tidak menumpuk di dalam pelabuhan. Ini menjadi bagian dari mitigasi kemacetan yang hampir selalu terjadi menjelang Idul Adha,” ujarnya.

Pengaturan distribusi juga dilakukan sejak dari daerah asal ternak. Dishub NTB menggandeng Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mengatur jadwal keberangkatan ternak dari wilayah sentra, terutama Bima dan Sumbawa Besar.

“Kalau pengiriman sudah diatur dari hulunya, maka kepadatan di pelabuhan bisa dikendalikan. Jadi pengaturan tidak hanya dilakukan di pelabuhan, tetapi sejak ternak diberangkatkan dari daerah asal,” kata Ervan.

Selain itu, Dishub NTB mengusulkan penambahan dermaga operasional di lintasan penyeberangan Kayangan–Poto Tano. Saat ini, lintasan tersebut dilayani dua dermaga. Pemerintah daerah mengusulkan agar jumlahnya ditambah menjadi tiga untuk mengantisipasi peningkatan arus orang, kendaraan, dan ternak.

Usulan itu telah disampaikan kepada PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola pelabuhan.

“Penambahan dermaga masih dalam proses usulan ke ASDP. Dari dua dermaga yang ada sekarang, kami usulkan menjadi tiga agar kapasitas layanan meningkat,” ujar Ervan.

Dishub NTB juga menyiapkan alternatif pengangkutan melalui program tol laut. Jalur ini dinilai dapat mengurangi beban penyeberangan di pelabuhan sekaligus mempercepat distribusi ternak ke Pulau Jawa.

Kapal tol laut yang disiapkan memiliki kapasitas hingga 500 ekor ternak dalam satu kali pelayaran. Selain itu, rute pengiriman juga diubah. Bila sebelumnya kapal berlayar dari Bima menuju Pelabuhan Tanjung Priok, kini diarahkan ke Pelabuhan Tanjung Perak.

“Perubahan rute ini diharapkan mempercepat perpindahan ternak dari NTB ke Pulau Jawa karena waktu tempuh menjadi lebih singkat,” katanya.

Dishub NTB juga telah berkoordinasi dengan pemilik kapal dan pemerintah pusat untuk memastikan kesiapan armada. Salah satu yang dibahas ialah perpanjangan masa docking kapal khusus ternak agar tetap dapat beroperasi selama masa puncak pengiriman.

Pemerintah Provinsi NTB juga menyatakan siap mengajukan surat resmi kepada kementerian terkait apabila diperlukan, terutama untuk mendukung regulasi dan memperkuat sosialisasi kepada pelaku usaha angkutan ternak.

Redaksi |

DPD Partai PAN Gelar Muscab Ke-VI tahun 2026 Momen Melahirkan Pemimpin Cabang Yang Berintegritas dan Visioner


Bima NTB, Media Dinamika Global.id.-- Muscab VI PAN Kabupaten Bima, Momentum Lahirkan Pemimpin Visioner dan Memperkuat Struktur Partai di Tingkat Akar Rumput

Muscab PAN-VI Kabupaten Bima 

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bima resmi menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VI tahun 2026. Agenda ini menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi internal sekaligus melahirkan pemimpin cabang yang berintegritas dan visioner.

Pelaksanaan Muscab VI diawali dengan kegiatan konsolidasi dan penyamaan visi bagi calon formatur Dewan Pimpinan Cabang (DPC) se-kabupaten bima. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Paruga Na,e Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Ketua DPD PAN Kabupaten Bima, Muhammad Aditya Ardin menegaskan bahwa proses konsolidasi menjadi tahapan krusial dalam menentukan kualitas kepemimpinan di tingkat cabang se-kabupaten bima.

“Kami ingin memastikan calon ketua DPC memiliki integritas, visi, dan komitmen yang jelas untuk membesarkan PAN di kabupaten bima” ujar Aditya Ardin, Kamis (9/4/2026).

Ia menambahkan, Muscab VI bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan bagian dari upaya strategis untuk memperkuat struktur partai di tingkat akar rumput.

“Melalui Muscab ini, kami berharap lahir pemimpin cabang yang membawa energi baru serta mampu memperkuat soliditas partai,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, DPD PAN Kabupaten Bima menunjuk sejumlah tokoh sebagai tim penguji. Mereka terdiri dari Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MPP).

Sementara itu, Ketua BPOK Muscab VI, Hamdan SH, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai instrumen untuk memastikan proses berjalan transparan dan akuntabel. Salah satunya adalah formulir fakta integritas yang wajib ditandatangani seluruh calon formatur DPC.

“Formulir ini menjadi komitmen tertulis agar para calon menjalankan amanah sesuai aturan partai dan menjaga marwah organisasi,” kata pria yang biasa disapa Dagon.

Dengan persiapan yang matang dan keterlibatan aktif seluruh pengurus, Muscab VI DPD PAN Kabupaten Bima diharapkan menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi.

“Tak hanya memperkuat konsolidasi internal, agenda ini juga diharapkan mampu meneguhkan komitmen PAN sebagai partai yang dekat dengan masyarakat serta responsif terhadap dinamika daerah,” tegasnya.(Sekjend MDG)

Babinsa Oi Maci Koramil 1608-03/Sape Kawal Pembelian Gabah Petani oleh Bulog


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Babinsa Desa Oi Maci, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, Serka Sahrul, melaksanakan kegiatan pengawalan dan pendampingan pembelian gabah petani oleh Bulog, Kamis (9/4/2026) pukul 14.35 Wita.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kelompok Tani So Lano, Desa Oi Maci, dengan harga pembelian gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Dalam kegiatan ini, total gabah yang berhasil diserap mencapai 8.105,95 kilogram.



Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Gudang Bulog, Babinsa Desa Oi Maci, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Oi Maci, serta anggota Kelompok Tani So Lano.

Pendampingan yang dilakukan Babinsa bertujuan memastikan proses pembelian gabah berjalan tertib, transparan, dan aman, serta memberikan kepastian harga bagi para petani.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan dalam kondisi aman. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penyerapan hasil panen petani sekaligus memperkuat sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat di wilayah Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

(Team.MDG.03)