Media Dinamika Global

Rabu, 24 Juni 2026

Pemkab Bima segera Ambil Langkah Cepat Terkait Persoalan Krisis Air Bersih yang di Alami Warga Dusun Ndanondere Kecamatan Soromandi


Bima, Media Dinamika Global.id.-- Akses air bersih adalah hak dasar setiap warga negara. Karena itu, saya meminta Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat Desa Bajo, khususnya di Dusun Ndanondere dan Dusun Rasabou yang berdampak pada 299 kepala keluarga atau sekitar 779 jiwa.

Penanganan darurat harus segera dilakukan melalui distribusi air bersih yang tepat sasaran, disertai perbaikan menyeluruh terhadap infrastruktur pompa dan jaringan distribusi. Ke depan, diperlukan sistem pemeliharaan yang berkelanjutan serta pemetaan wilayah rawan krisis air sebagai dasar penyusunan solusi jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Bima. Berikut rekomendasi saya, semoga berkenan.


Pemprov Lampung Dorong Kebangkitan Pertanian Mesuji Melalui Teknologi dan Inovasi.


Mesuji - Mediadinamikaglobal.Id || Gubernur Rahmat Mirzani Djausal melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mesuji dalam rangka meluncurkan bantuan Pengering Gabah (Bed Dryer) Tahun Anggaran 2026, di Desa Tanjung Mas Makmur, Kecamatan Mesuji Timur, Rabu 24 Juni 2026.

Selain meluncurkan fasilitas tersebut, Gubernur didampingi Bupati Mesuji, Hj. Elfianah Khamami turut menyaksikan langsung proses produksi gabah hingga siap kemas menjadi beras.

​Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengikis ketertinggalan infrastruktur dan ekonomi di Kabupaten Mesuji.

Ia menyatakan bahwa Mesuji merupakan daerah strategis pertanian yang menempati peringkat keempat dengan luas tanam tertinggi di Provinsi Lampung, yakni mencapai 56.000 hektar.

​"Saya ingat betul pesan yang pernah saya sampaikan beberapa waktu yang lalu. Mesuji sudah capek ketinggalan. Sudah capek tertinggal dari daerah-daerah lain yang ada di Provinsi Lampung. Hari ini, saya kembali hadir untuk memastikan bahwa kemajuan itu benar-benar hadir di Kabupaten Mesuji," tegas Gubernur.

​Gubernur memaparkan langkah strategis pembenahan sektor pertanian dari hulu ke hilir. Pada sektor hulu, Pemprov Lampung menginstruksikan pendistribusian bibit varietas unggul seperti IPB 9G dan IPB 3S yang dinilai adaptif dan mampu mendongkrak produktivitas hingga di atas 8 ton per hektar.

Di sisi lain, kelancaran distribusi pupuk di era kepemimpinan Presiden Prabowo terbukti mampu menaikkan produktivitas pertanian Mesuji hingga hampir 30 persen pada tahun sebelumnya.

​Guna memperkuat capaian tersebut, Pemprov Lampung menggulirkan program fasilitas produksi pupuk hayati cair gratis di tiap desa. 

"Kita siapkan di setiap desa di Kabupaten Mesuji ini fasilitas pupuk organik cair atau pupuk hayati cair secara gratis. Kami sudah coba tahun 2025 kemarin di 500 desa se-Provinsi Lampung, kenaikan produktivitasnya paling kecil 15 persen dan paling besar mencapai 30 persen," jelasnya.

​Untuk sektor hilir, peluncuran teknologi bed dryer di 500 desa diharap menjadi jawaban konkret atas persoalan klasik jatuhnya harga gabah akibat pengeringan tradisional yang memakan waktu lama.

Sektor permodalan agribisnis juga diperkuat lewat kerja sama dengan Bank Lampung melalui skema pinjaman Kredit Usaha Alsintan (KUA) dengan suku bunga ringan sebesar 3 persen bagi para petani milenial dan generasi muda.

​Pada kesempatan yang sama, Gubernur turut menyerahkan sejumlah bantuan stimulan guna meningkatkan kesejahteraan sosial dan diversifikasi komoditas masyarakat Mesuji.

Bantuan yang diserahkan meliputi 1.000 paket sembako bagi warga, 250 kilogram belerang untuk sektor pengamanan lahan, bantuan bibit kakao guna pengembangan perkebunan seluas 1.500 hektar, serta penyaluran Kredit Usaha Alsintan (KUA) senilai Rp562 juta.

​Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh elemen pemerintahan di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk berkolaborasi tanpa lelah mendampingi para petani. 

"Saya titipkan satu kepada seluruh jajaran pemerintah yang hadir di sini, jangan pernah kita lelah memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Teruslah bersemangat karena hari ini Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan terutama Pemerintah Pusat akan hadir untuk mendampingi segala kesusahan para petani," pungkasnya.

Bupati Mesuji Hj. Elfianah Khamami memaparkan bahwa Mesuji saat ini memiliki Luas Baku Sawah (LBS) yang dilindungi oleh Peraturan Daerah tentang Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 28.671 hektar.

Sektor potensial ini dipastikan kian menggeliat dengan adanya bantuan sarana prasarana pascapanen modern seperti bed dryer berkapasitas 20 ton yang diserahkan kepada Gapoktan Mekar Jaya Abadi.

​Menurut Elfianah, bantuan teknologi pengeringan ini memiliki nilai strategis guna memutus ketergantungan petani terhadap cuaca saat musim rendeng (penghujan). Lewat optimalisasi alat ini, kualitas gabah dapat dipertahankan dan posisi tawar petani di hadapan para tengkulak semakin kuat.

​Bupati Mesuji mengungkapkan rencana strategis Pemkab Mesuji untuk mereaktivasi program lumbung pangan di setiap desa menggunakan stimulus mesin pengering baru tersebut. Program yang mengadopsi iuran keswadayaan gabah 10 kg per hektar dari petani pasca panen ini sempat mati suri akibat terkendala teknis pengeringan manual.

​"Maka tadi saya langsung terpikirkan ketika ada bed dryer ini di setiap desa bahkan mungkin empat desa tadi Pak Gub sampaikan, ini lumbung pangan ini bisa berjalan kembali Pak Gub. Insyaallah dengan adanya bantuan bed dryer ini program ini bisa berkelanjutan," terangnya optimistis.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Mesuji juga secara khusus mengapresiasi dimulainya proyek pengerjaan infrastruktur jalan provinsi yang menghubungkan ruas Brabasan hingga Wiralaga sepanjang 8,8 kilometer.

​"Pembangunan ruas jalan ini merupakan harapan besar bagi masyarakat Kabupaten Mesuji, karena sudah lama dinanti-nanti oleh masyarakat. Dengan semakin baiknya kondisi jalan, kami yakin mobilitas masyarakat akan semakin lancar, biaya transportasi juga menjadi efisien, serta distribusi hasil pertanian semakin mudah," pungkasnya. 

​Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan pembuatan pupuk hayati cair dilanjutkan dengan simulasi penyemprotan lahan persawahan berbasis teknologi pesawat tanpa awak (drone) di Desa Pangkal Mas Mesuji Timur.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Mekar Jaya Abadi, Hj. Atun, yang mewakili seluruh petani di Mesuji Timur, menyampaikan apresiasi atas kepedulian nyata Pemerintah Provinsi Lampung. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran teknologi bed dryer menjadi solusi konkret atas permasalahan pasca panen yang selama ini dihadapi para petani.

​"Dengan anane dryer, program desaku maju, pupuk mah wis yes, ngono ae, (Dengan adanya dryer, program desaku maju, pupuk mah sudah oke, gitu aja)," ujarnya dengan logat khas yang disambut riuh tepuk tangan warga.

​Ia kemudian menceritakan bagaimana kondisi sebelum adanya mesin pengering ini, dimana para petani sangat bergantung pada cuaca dan membutuhkan waktu hingga satu minggu penuh untuk menjemur padi. Akibatnya, kualitas gabah sering menurun dan dihargai rendah.

​"Petani Tanjung Mas Makmur biasane njemur pitung dino nembe garing, gabahi rusak, parine digiling elek. Anane bed dryer alhamdulillah mau wis dicoba, berase apik, parine yo apik. Dadi, enek nilai juale di sini, Pak (Petani Tanjung Mas Makmur biasanya menjemur tujuh hari baru kering, gabahnya rusak, padinya digiling jelek. Adanya bed dryer alhamdulillah tadi sudah dicoba, berasnya bagus, padinya ya bagus. Jadi, ada nilai jualnya di sini, Pak)," tambahnya.

​Selain mengapresiasi bantuan pengering padi dan program Pupuk Organik Cair (POC) yang diyakini mampu mendongkrak hasil panen hingga dua kali lipat, Gapoktan Mekar Jaya Abadi juga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan sejumlah aspirasi langsung kepada Gubernur. Di antaranya adalah permohonan peremajaan mesin penggilingan padi, konversi bahan bakar mesin dari solar ke jaringan listrik PLN guna efisiensi, hingga pengelolaan rantai pasok. ( Fs/Red) 

Buka Musda II IKAPI, Bunda Literasi Lampung Tegaskan Literasi sebagai Pilar Kemajuan Daerah.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung sekaligus Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) II Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Lampung yang dirangkaikan dengan Talkshow IKAPI Lampung di Nuwa Baca Zaenal Abidin Pagar Alam, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Rabu 24 Juni 2026.

Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan fondasi utama kemajuan peradaban serta kunci menciptakan masyarakat yang mampu berpikir kritis dan bijaksana dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Literasi bukan hanya berbicara tentang membaca dan menulis, tetapi merupakan jendela peradaban, fondasi utama kemajuan bangsa, serta kunci membangun masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan literasi menjadi kebutuhan utama agar masyarakat mampu memilah informasi, memahami berbagai perkembangan, serta menggunakan pengetahuan secara tepat dan bermanfaat.

Menurutnya, budaya literasi harus terus diasah oleh semua kalangan, tidak hanya anak-anak sekolah maupun generasi muda. Sebagai Bunda Literasi, ia juga mengaku terus berupaya meningkatkan kegemaran membaca dan menulis sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat.

“Literasi bukan hanya untuk anak sekolah, tetapi kita semua sampai kapan pun harus terus belajar dan mengasah kemampuan membaca serta menulis,” katanya.

Wulan Sari Mirza juga mengapresiasi peran IKAPI dan para penerbit yang terus berkontribusi dalam memperkuat ekosistem literasi di Provinsi Lampung. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, penerbit, penulis, editor, dunia pendidikan, serta masyarakat dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dan memperkenalkan kekayaan daerah.

“Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung dan berterima kasih atas konsistensi rekan-rekan penerbit dalam mengawal kemajuan literasi. Buku-buku yang diterbitkan nantinya tidak hanya dinikmati masyarakat Lampung, tetapi juga menjadi warisan ilmu bagi generasi mendatang,” ungkapnya.

Ia turut mengapresiasi inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang menarik bagi masyarakat. Perpustakaan, kata dia, kini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan rekreasi keluarga.

Wulan Sari Mirza juga mengungkapkan rencana penerbitan buku kumpulan cerita rakyat dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat konten lokal.

“Insya Allah akan diterbitkan buku cerita daerah yang menghimpun 15 cerita rakyat dari kabupaten/kota di Lampung. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan literasi berbasis kekayaan budaya daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IKAPI Arif Hilman Nugraha menyampaikan bahwa Musda II IKAPI Lampung merupakan bagian dari amanat organisasi untuk memperkuat jaringan penerbitan di daerah.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri perbukuan. Dengan jumlah sekitar 2.800 penerbit, Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekosistem penerbitan terbesar di kawasan Asia Tenggara.

“Kalau berbicara pusat keunggulan perbukuan di Asia Tenggara, ada di Indonesia. Kekayaan budaya, bahasa, dan keberagaman daerah menjadi kekuatan besar yang memiliki nilai bagi dunia,” kata Arif.

Ia mendorong penerbit di Lampung untuk mengangkat konten lokal agar dapat dikenal lebih luas, bahkan berpeluang masuk ke pasar internasional melalui kerja sama pertukaran hak cipta dan penerjemahan.

Menurutnya, tren membaca buku saat ini kembali mengalami peningkatan, terutama di kalangan generasi muda. Perpustakaan mulai kembali menjadi ruang yang diminati masyarakat karena buku tetap memiliki peran penting sebagai sumber pengetahuan.

“Buku adalah warisan berharga, ilmu sebagai sumber kebaikan. Literasi bukan sekadar bisa membaca, tetapi bagaimana seseorang mampu memahami dan menggunakan apa yang dibacanya untuk memberikan manfaat,” ujarnya.

Ketua IKAPI Provinsi Lampung Ikhsanuddin berharap Musda II IKAPI dapat menjadi momentum memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem literasi di Lampung.

Ia menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan layanan perpustakaan daerah di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, serta berharap kolaborasi antara IKAPI, pemerintah, dan berbagai pihak dapat meningkatkan indeks literasi masyarakat.

“Harapan kami, program-program seperti pelatihan penulis, editor, penerbit, dan pengelola penerbitan dapat hadir di Lampung sehingga mampu melahirkan kader-kader baru dalam dunia literasi,” katanya.

Kegiatan Musda II IKAPI Lampung tersebut dilanjutkan dengan talkshow literasi dan penerbitan buku dengan tema “Buku sebagai Warisan Berharga, Ilmu sebagai Sumber Kebaikan”, yang dipandu moderator sekaligus Koordinator Relima Natan Yoga Pratama.
(Fs/Red) 

Jalan Rawa Jitu - Umbul Mesir Dibangun, Distribusi Hasil Pertanian Semakin Lancar.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Gubernur Rahmat Mirzani Djausal, melakukan peninjauan langsung terhadap progres pengerjaan infrastruktur jalan pada ruas Rawa Jitu - Umbul Mesir, Kabupaten Tulang Bawang, Rabu (24/6/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target demi mempercepat konektivitas antar daerah.

​Dalam peninjauan tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa kondisi jalan sepanjang 5,6 kilometer ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan beberapa bulan lalu. Saat ini, jalur tersebut sedang dalam tahap pelapisan sebelum nantinya akan ditingkatkan menjadi jalan beton (rigid pavement).

​"Alhamdulillah hari ini sudah mulai baik. Ya, tinggal asphalt, layer concrete setelah itu baru di-rigid. Insyaallah bulan September, paling lama Oktober sudah bisa selesai," ujar Gubernur di lokasi peninjauan.

​Perbaikan infrastruktur ini terbukti memberikan dampak instan dan masif bagi mobilitas masyarakat sekitar. Berdasarkan laporan kepala deaa setempat, waktu tempuh dari Sumber Agung menuju Aji Mesir yang semula memakan waktu hingga satu jam akibat rusak parah, kini dapat dipangkas secara drastis.

​"Yang tadinya satu jam dari Sumber Agung, Kampung Sumber, sampai Aji Mesir sini, sekarang lima menit sudah nyampe," ungkapnya kepada Gubernur. 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur menyambut dengan optimis, 

"Lima menit sudah sampai, ya. Padahal belum di-rigid ini. Belum rigid, ini masih base ini, belum rilis total ini," ujar Gubernur. 

​Selain mempermudah mobilitas, peningkatan kualitas jalan ini memicu geliat ekonomi yang luar biasa di kawasan Tulang Bawang. Harga komoditas tanah di sepanjang koridor jalan dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat. Tidak hanya itu, sektor pertanian yang menjadi penopang utama kawasan tersebut turut merasakan dampak positif berupa kenaikan harga gabah basah di tingkat petani yang kini menyentuh angka Rp7.000 per kilogram.

​Gubernur Mirza menegaskan, pemerintah daerah tidak akan berhenti pada pembangunan jalan saja. Guna memaksimalkan potensi pertanian pasca perbaikan infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung berencana mengintegrasikan bantuan teknologi pertanian berupa mesin pengering (dryer).

​"Besok kita kasih dryer, naik lagi jadi Rp8.500," tegas Gubernur sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian lokal.

​Melalui konektivitas jalan yang semakin mantap ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap distribusi logistik hasil pertanian dapat berjalan optimal, menekan biaya transportasi, serta bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang dan sekitarnya. ( Fs/Red) 

Kapolsek Bolo Pimpin Bongkar Jaringan Narkoba, DPO Bersama Rekanya Diamankan

Dua Terduga Pelaku saat diamankan di Mapolsek Bolo, (Ist/Surya)

Kabupaten Bima, Media Dinamika Global - Kepolisian Sektor Bolo Polres Bima Kabupaten Polda NTB mengungkap dugaan tindak pidana narkotika jenis sabu-sabu di Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Rabu (24/6/26) sekitar pukul 15.00 Wita.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan dua orang pria masing-masing berinisial MY alias Yan (28) dan RA (20). Keduanya merupakan warga Desa Tambe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Kapolres Bima, Muh. Anton Bhayangkara Gaisar S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Bolo, Iptu M. Sofyan Hidayat, S.Sos., menyampaikan bahwa pengungkapan itu berawal dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas mencurigakan di salah satu rumah di Desa Tambe.

“Awalnya kami menerima informasi dari masyarakat bahwa di salah satu rumah di Desa Tambe terdapat aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan transaksi narkoba dan sudah meresahkan warga sekitar,” ungkap Kapolsek Bolo.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek Bolo bersama anggota langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian perkara, petugas masuk ke dalam rumah dan menemukan dua orang berada di salah satu kamar.

Setelah memastikan situasi aman dan kedua terduga berhasil diamankan, petugas kemudian memanggil masyarakat umum untuk menyaksikan proses penggeledahan.

“Penggeledahan disaksikan warga setempat. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 23 klip transparan berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu-sabu siap diedar serta sejumlah barang bukti lainnya,” jelasnya.

Adapun barang bukti yang diamankan antara lain, 23 klip transparan berisi kristal bening diduga sabu, satu buah bong, 69 lembar klip kosong, uang tunai Rp346.000, tiga sendok pipet, dua bungkus rokok, serta dua unit telepon genggam.

Di hadapan petugas salah satu terduga disebut mengakui bahwa barang bukti tersebut merupakan miliknya. Selanjutnya, sekitar pukul 15.30 Wita, kedua terduga bersama barang bukti diamankan ke Mako Polsek Bolo untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Bolo juga telah berkoordinasi dengan Kasat Resnarkoba Polres Bima guna dilakukan penyerahan dan penyidikan lanjutan,” tegas Iptu Muh. Sofyan Hidayat.

Menurut pihak kepolisian, aktivitas terduga selama ini cukup meresahkan masyarakat karena berada di lingkungan perkampungan. Polisi pun mengapresiasi peran warga yang berani memberikan informasi sehingga pengungkapan dapat dilakukan dengan cepat.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu kepolisian dengan memberikan informasi. Peran aktif warga sangat penting dalam memberantas peredaran gelap narkoba, terutama di lingkungan permukiman,” tambahnya.

Kapolres Bima juga mengimbau masyarakat agar tidak takut melapor apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan yang mengarah pada penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.

“Jangan ragu melapor. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti. Polres Bima dan jajaran berkomitmen memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya demi menyelamatkan generasi muda,” imbuhnya.

Sebagai informasi terduga pelaku berinisial MY alias YAN merupakan Bandar yang lolos saat dilakukan penangkapan bersama dua rekanya pada 2 Agustus 2025 lalu. Kedua rekanya hingga saat ini masih menjalankan hukuman.

"MY merupakan DPO kasus peredaran narkoba dan diduga kuat sebagai Bandar," ujarnya.

Kapolsek kembali menjelaskan proses lanjutan dan pengembangan kasus tersebut akan di serahkan ke Satuan Reserse narkoba.

"Kedua terduga pelaku dan sejumlah barang bukti ini akan kami serahkan ke penyidik Satresnarkoba untuk menjalani pemeriksaan dan diproses hukum," tutupnya.

Redaksi |

DPR RI Terus Mengawal Anggaran MBG


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah dievaluasi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan dan efisiensi anggaran. DPR RI mengawal proses tersebut melalui rapat dengan Badan Gizi Nasional (BGN) serta memastikan setiap langkah perbaikan dilakukan secara terukur.

#SobatParlemen, pembahasan mencakup penyesuaian operasional MBG, penyusunan ulang pagu anggaran 2027, penyisiran penerima manfaat, serta prioritas pelaksanaan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). DPR RI juga menegaskan bahwa anggaran MBG harus dikelola secara efisien tanpa mengurangi kualitas layanan dan tidak mengganggu kebutuhan dasar pendidikan lainnya.

DPR RI akan terus mengawasi tindak lanjut evaluasi dan penyusunan anggaran agar program berjalan lebih tepat sasaran, akuntabel, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Geser sampai akhir untuk melihat hasil evaluasi MBG, langkah efisiensi yang dibahas DPR RI bersama BGN, serta pandangan para pimpinan DPR terkait penguatan tata kelola program.(Sekjend MDG)


Wagub Jihan Nurlela Terima Kunjungan Kerja Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Bahas Penguatan Sinergi Pemerintah Pusat Dan Daerah.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menerima kunjungan kerja Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Tamsil Linrung, di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Bandarlampung, Rabu 24 Juni 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Jihan menegaskan bahwa kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. 

Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah membutuhkan dukungan, koordinasi, dan pengawalan bersama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPD RI sebagai representasi daerah di tingkat nasional.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Jihan, terus berupaya mengakselerasi pelaksanaan berbagai program strategis, baik yang menjadi prioritas daerah maupun program nasional. Dukungan DPD RI dinilai sangat penting untuk memperjuangkan berbagai kebutuhan serta aspirasi masyarakat Lampung.

Saat ini, sejumlah program prioritas nasional hadir di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di antaranya penguatan ekonomi kerakyatan melalui pembentukan Koperasi Merah Putih, peningkatan akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui program rumah subsidi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, termasuk hadirnya program Sekolah Rakyat.

Selain membahas program pembangunan, Jihan juga memaparkan potensi Lampung yang menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah. Di sektor pariwisata, Lampung dikenal memiliki kekayaan destinasi bahari yang menjadi daya tarik wisatawan, seperti Pulau Pahawang dan Teluk Kiluan.

Di sektor pertanian dan perkebunan, Lampung juga memiliki sejumlah komoditas unggulan yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional seperti padi, jagung, ubi kayu, dan kopi.

Jihan berharap sinergi dan koordinasi yang telah terjalin antara Pemerintah Provinsi Lampung dan DPD RI dapat terus ditingkatkan. 

Melalui kolaborasi yang harmonis antara pemerintah pusat dan daerah, Pemerintah Provinsi Lampung meyakini berbagai program pembangunan yang tengah berjalan akan memberikan dampak yang lebih luas, tidak hanya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
(Fs/Red) 

Selasa, 23 Juni 2026

Dukung Target Nasional Eliminasi TBC Tahun 2030 Sesuai Arahan Presiden Prabowo Subianto, Wagub Jihan Nurlela Pimpin Rakor Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis.


Bandar Lampung - Mediadinamikaglobal.Id || Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Lampung Selatan secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Bandarlampung, Rabu 24 Juni 2026.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan dalam rangka mempercepat upaya eliminasi tuberkulosis (TBC) di Provinsi Lampung sekaligus mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030 sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan bahwa Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu daerah prioritas penanganan karena menyumbang sekitar 11 persen dari total kasus TBC di Provinsi Lampung.

Berdasarkan hasil evaluasi, pada triwulan pertama tahun 2026 capaian penemuan kasus TBC di Kabupaten Lampung Selatan baru mencapai sekitar 1.247 kasus dari target sebanyak 3.275 kasus. Sementara itu, capaian enrollment TBC sensitif obat (SO) dan resisten obat (RO), serta tingkat keberhasilan pengobatan (success rate), telah memenuhi target yang ditetapkan. Adapun beberapa indikator yang masih perlu ditingkatkan, antara lain pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), notifikasi kasus, dan investigasi kontak yang belum mencapai target.

Selain itu, implementasi integrasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) juga belum berjalan optimal. Dari 7.321 terduga TBC yang tercatat, baru tiga pasien yang berhasil terintegrasi dalam sistem. Pada Dashboard Kebijakan TBC Nasional, Kabupaten Lampung Selatan juga tercatat belum mengunggah kebijakan Desa Siaga TBC.

Dalam upaya mempercepat penemuan kasus, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) tengah mengembangkan website Peduli TBC Lampung. Platform tersebut dilengkapi fitur skrining mandiri dengan kategori risiko berwarna hijau, kuning, merah, dan biru, sehingga diharapkan dapat mendukung pelacakan kasus secara lebih terarah dan spesifik.

Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur memberikan sejumlah arahan dan rekomendasi untuk mempercepat pencapaian target eliminasi TBC. Di antaranya melalui pelaksanaan tracing TBC yang terintegrasi dengan program CKG dengan memanfaatkan 166 titik layanan mesin X-Ray portabel, optimalisasi program voucher X-Ray, serta pemantauan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) secara mingguan melalui rapat virtual yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga didorong untuk memperkuat koordinasi dengan Bappeda guna mempercepat pengunggahan Surat Keputusan Desa Siaga TBC ke Dashboard Kebijakan TBC Nasional.

Jihan menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, TP PKK, akademisi, hingga dunia usaha.

"Percepatan eliminasi TBC harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi perlu menggandeng Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, TP PKK, akademisi, dan dunia usaha agar upaya yang dilakukan semakin efektif dan berkelanjutan," ujar Jihan.

Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan, diharapkan upaya percepatan penanggulangan TBC di Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan lebih optimal guna meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat serta mendukung tercapainya target eliminasi TBC tahun 2030.
(Fs/Red) 

Fakultas Teknik & Ilmu Komputer UM Bima Kembali Gelar Kuliah Tamu


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) kembali memperkuat atmosfer akademik melalui kegiatan kuliah tamu yang melibatkan dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Rabu (24/6/2026) pukul 09.00 WITA di Aula Kampus II UM Bima.

Kuliah tamu tersebut mengangkat tema “Mengelola Potensi Geologi Menuju Nilai Tambah Daerah: Perspektif Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan di Era Industri 4.0 dan Society 5.0”, yang dinilai relevan dengan tantangan pembangunan daerah berbasis sumber daya alam dan transformasi digital di era modern.

Kegiatan ini akan menghadirkan dua narasumber kompeten dari kalangan akademisi dan pemerintahan. Narasumber pertama adalah Prof. Dr. rer. nat. Ir. Arifudin Idrus, S.T., M.T., IPU, yang akan menyampaikan materi berjudul “Peran Ahli Teknik dalam Rekayasa Industri Bahan Galian pada Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0.” Dalam pemaparannya, ia akan menekankan kontribusi tenaga ahli teknik dalam pengembangan serta pengelolaan industri bahan galian yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Sementara itu, narasumber kedua, Hariman, S.E., M.Si., selaku Kepala BAPPEDA Kabupaten Bima, akan membawakan materi bertajuk “Dari Potensi Geologi Menuju Nilai Tambah Daerah: Kolaborasi Rekayasa Teknik, Teknologi Digital, dan Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan di Era Industri 4.0 dan Society 5.0.” Materi ini diharapkan memberikan pemahaman mengenai pentingnya sinergi antara potensi sumber daya geologi, teknologi digital, dan perencanaan pembangunan dalam mendorong pertumbuhan daerah yang berkelanjutan.

Rektor UM Bima, H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan budaya akademik sekaligus peningkatan kapasitas intelektual sivitas akademika.

“Kami mengundang seluruh dosen dan karyawan untuk hadir dalam kegiatan ini. Kuliah tamu ini diharapkan menjadi ruang pengayaan wawasan, khususnya terkait pembangunan berkelanjutan dan dinamika era digital,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum ilmiah, tetapi juga sarana penguatan jejaring akademik dan peningkatan kualitas keilmuan di lingkungan kampus.

Wakil Rektor I UM Bima, Dr. Syamsuddin, S.H., M.H., menilai kuliah tamu ini sebagai bagian dari rutinitas akademik yang penting untuk menjaga mutu dan wawasan dosen.

“Kegiatan ini merupakan rutinitas akademik yang terus kami jaga untuk memastikan mutu dan wawasan dosen tetap berkembang. Forum seperti ini penting agar sivitas akademika selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan tantangan pembangunan,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa tema yang diangkat sangat strategis karena berkaitan langsung dengan isu pengelolaan potensi daerah dan transformasi digital global.

Melalui kegiatan ini, UM Bima berharap dapat memperkuat kontribusi akademik dalam mendorong pembangunan daerah yang berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan keberlanjutan di era Industri 4.0 dan Society 5.0. (Sekjend MDG)

Dikpora NTB : Menpora Erick Thohir bersama Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menunjukan SK Penetapan Tuan Rumah PON 2028


Jakarta, Media Dinamika Global.id.-- Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga resmi berkolaborasi dengan Pemprov NTB, NTT dan DKI Jakarta dalam penyelenggaraan PON XXII 2028.

Kepastian tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) penetapan tuan rumah oleh Menpora Erick Thohir kepada tiga kepala daerah di Gedung Graha Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/6).

”Kita ingin memastikan PON ini berjalan baik. Baik tidak hanya penyelenggaraan, tetapi juga baik secara administratif. Dan tentu kita memastikan direktif Bapak Presiden juga kita laksanakan,” ujar Erick dalam konferensi pers yang dihadiri JawaPos.com di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/6).

”Kita ingin memastikan PON ini berjalan baik. Baik tidak hanya penyelenggaraan, tetapi juga baik secara administratif. Dan tentu kita memastikan direktif Bapak Presiden juga kita laksanakan,” ujar Erick dalam konferensi pers yang dihadiri JawaPos.com di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (23/6).

Erick mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar penyelenggaraan PON 2028 menggunakan anggaran secara efektif. Maka itu, pemerintah tidak akan menyiapkan pembangunan venue baru, melainkan memaksimalkan fasilitas yang ada.

”Sesuai arahan bapak Presiden tidak menginginkan adanya pembangunan venue baru. Bukan berarti beliau tidak peduli, tetapi memang realitanya banyak sekali venue-venue setelah PON itu tidak maksimal penggunaannya, bahkan mangkrak,” terang Erick.

Koordinasi dengan sejumlah kementerian akan dilakukan untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan sesuai rencana. Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri akan ikut mengawal persiapan PON XXII 2028.(Sekjend MDG)