Media Dinamika Global

Sabtu, 14 Februari 2026

SEMMI Cabang Bima Kecam Sikap Kapolda NTB, Desak Evaluasi Total atas Penunjukan PLH Kapolres Bima Kota


Ketua SEMMI Cabang Bima, Hairul.

Bima, Media Dinamika Glibal.Id_Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bima dengan tegas mengecam sikap Kapolda NTB yang dinilai tidak sensitif terhadap krisis kepercayaan publik akibat mencuatnya persoalan yang menyeret Pelaksana Harian (PLH) Kapolres Bima Kota.

Ketua SEMMI Cabang Bima, Hairul, yang akrab disapa Bung Irul, menegaskan bahwa penunjukan seorang pejabat yang memiliki rekam jejak bermasalah—sebagaimana diberitakan oleh sejumlah media terkait kasus narkoba saat yang bersangkutan bertugas sebagai Kasat Narkoba di Ternate—merupakan bentuk pengabaian terhadap prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas dalam tubuh institusi kepolisian.

“Kami menilai Kapolda NTB harus bertanggung jawab secara moral dan institusional atas penunjukan PLH Kapolres Bima Kota. Publik berhak bertanya: bagaimana mungkin seseorang yang memiliki sejarah kelam dalam isu narkoba justru diberi kepercayaan menduduki jabatan strategis di daerah yang sedang berjuang keras melawan peredaran narkotika?” tegas Bung Irul.pada siaran persnya pada hari sabtu (14/02/26).

Menurut SEMMI Cabang Bima, persoalan ini bukan sekadar isu personal, melainkan menyangkut marwah institusi dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Dalam banyak pemberitaan nasional, kita menyaksikan bagaimana kasus narkoba kerap melibatkan oknum aparat. Hal ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pimpinan kepolisian untuk lebih selektif, transparan, dan bertanggung jawab dalam menempatkan pejabat di posisi strategis.

“Kalau penunjukan pejabat saja tidak mempertimbangkan rekam jejak secara serius, lalu bagaimana masyarakat bisa percaya bahwa perang melawan narkoba benar-benar dijalankan dengan tulus? Jangan sampai komitmen pemberantasan narkoba hanya menjadi slogan kosong tanpa keberanian membersihkan institusi dari dalam,” lanjut Bung Irul.

SEMMI Cabang Bima juga menilai bahwa sikap Kapolda NTB yang terkesan membiarkan polemik ini berlarut-larut justru memperkuat kesan adanya pembiaran dan krisis kepemimpinan. Dalam negara hukum, setiap pejabat publik harus siap dievaluasi, terlebih ketika muncul kontroversi yang menyangkut integritas dan rekam jejak.

“Kami tidak sedang menghakimi, tetapi kami menuntut evaluasi terbuka dan objektif. Jika memang tidak ada masalah, buktikan secara transparan kepada publik. Namun jika ada catatan buruk di masa lalu, maka sudah sepatutnya Kapolda NTB segera mencabut penunjukan tersebut dan melakukan pembenahan serius,” tegasnya.

Lebih jauh, SEMMI Cabang Bima mengingatkan bahwa wilayah Bima dan NTB secara umum masih menghadapi ancaman serius peredaran narkoba. Dalam kondisi seperti ini, kepolisian seharusnya dipimpin oleh figur yang bersih, kredibel, dan tidak meninggalkan ruang sedikit pun bagi keraguan publik.

“Kami tidak ingin penegakan hukum di daerah ini dipimpin oleh sosok yang justru menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Ini soal masa depan generasi muda, ini soal keselamatan sosial, dan ini soal kepercayaan publik terhadap negara,” ujar Bung Irul.

Atas dasar itu, SEMMI Cabang Bima menyampaikan tuntutan sebagai berikut:

1. Mendesak Kapolda NTB segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penunjukan PLH Kapolres Bima Kota.

2. Menuntut transparansi kepada publik terkait rekam jejak dan proses penunjukan pejabat tersebut.

3. Meminta Kapolda NTB menunjukkan komitmen nyata dalam pemberantasan narkoba dengan memastikan hanya figur berintegritas yang menduduki jabatan strategis.

4. Mengingatkan bahwa apabila tuntutan ini diabaikan, SEMMI Cabang Bima siap menggalang konsolidasi gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil untuk menuntut akuntabilitas lebih lanjut.

“Jangan korbankan kepercayaan publik hanya demi melindungi segelintir orang. Institusi kepolisian harus dibersihkan dari bayang-bayang masa lalu yang kelam, jika benar-benar ingin dipercaya memimpin perang melawan narkoba,” tutup Bung Irul.(*)

Sambut Ramadhan 1447 H, Dapur MBG UD Lilis Cake & Bakery Sape Gelar Doa Bersama


Sape, Bima, NTB.Media Dinamika Global.id Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dapur MBG UD Lilis Cake & Bakery  yang berlokasi di Desa Naru Kecamatan Sape Kabupaten Bima,NTB menggelar doa bersama pada Sabtu (14/02/2026).

Kegiatan ini digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar seluruh rangkaian ibadah di bulan Ramadhan nanti dapat berjalan lancar dan penuh berkah.

Acara doa bersama ini diikuti oleh pemilik Dapur, serta seluruh karyawan. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, mencerminkan semangat kekeluargaan yang selama ini terjalin di lingkungan kerja.

Turut Hadir juga dalam acara Do,a ini Camat Sape Bapak Muhamad Akbar,SP.M.Si, petugas SPPG UD Lilis Cake & Bakery, serta warga sekitar dapur yang berlokasi di Desa Naru, Sape.



Kehadiran para tamu semakin menambah semarak dan kehangatan doa bersama ini, Selain sebagai momen spiritual, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarpegawai. Manajemen berharap, melalui doa bersama ini, Dapur MBG UD Lilis Cake & Bakery dapat terus maju, diberikan kelancaran usaha, serta mampu menghadirkan pelayanan dan produk terbaik kepada masyarakat. 

Dengan kegiatan ini, seluruh karyawan diharapkan dapat menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, semangat baru, dan komitmen untuk meningkatkan kualitas kerja serta pelayanan.

(Team.MDG.03)

Mahasiswa Universitas Nggusuwaru Ikuti Seminar Nasional “Menjadi Mahasiswa Berprestasi” di STKIP Taman Siswa Bima



Bima. Media Dinamika Global.Id_Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Taman Siswa Bima menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Menjadi Mahasiswa Berprestasi” yang dilaksanakan pada Senin–Selasa, 9–10 Februari 2026 bertempat di Gedung Auditorium Sudirman, STKIP Taman Siswa Bima 

Kegiatan ini menghadirkan Dr. Caraka Putra Bhakti, S.Pd., M.Pd., Reviewer Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk bidang Organisasi Kemahasiswaan serta Reviewer Mahasiswa Berprestasi. Seminar nasional ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa dan dosen pembimbing akademik mengenai strategi pengembangan prestasi akademik maupun non-akademik, sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan kemahasiswaan di lingkungan perguruan tinggi swasta wilayah Bima–Dompu.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Nggusuwaru mengutus lima (5) orang mahasiswa untuk mengikuti sesi mahasiswa pada Selasa, 10 Februari 2026, yang didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Akademik, Anggar Putra, S.H., M.H., C.LA. Kehadiran delegasi Universitas Nggusuwaru merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendorong budaya prestasi, kompetisi sehat, serta penguatan kapasitas mahasiswa sebagai insan akademik yang unggul dan berdaya saing.

Selain mahasiswa, seminar ini juga diikuti oleh para Dosen Pembimbing Akademik (PA) dari berbagai perguruan tinggi swasta se-Bima dan Dompu pada sesi khusus dosen yang dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026. Sinergi antara dosen PA dan mahasiswa diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembinaan prestasi yang berkelanjutan dan terukur.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa peserta memperoleh wawasan strategis mengenai peta prestasi nasional, mekanisme seleksi mahasiswa berprestasi, serta penguatan soft skills dan kepemimpinan. Sementara itu, dosen pembimbing akademik diharapkan dapat mengoptimalkan peran pendampingan secara sistematis dan berorientasi pada capaian prestasi mahasiswa.

STKIP Taman Siswa Bima sebagai tuan rumah menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh perguruan tinggi undangan, termasuk Universitas Nggusuwaru, serta berharap kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan dalam peningkatan mutu kemahasiswaan di wilayah Bima dan Dompu.(Ady/Mdg)

Babinsa Nggelu Kec.Lambu Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Putus Akibat Hujan Deras


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 14 Februari 2026 – Anggota Posramil Lambu Koramil 1608-03/Sape Kodim 1608/Bima, Babinsa Desa Nggelu melaksanakan kegiatan gotong royong bersama masyarakat untuk memperbaiki jalan yang terputus akibat hujan deras, Sabtu (14/2/2026) pagi.




Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 Wita tersebut dilaksanakan di Jalan Lintas Desa Sumi dan Desa Nggelu, tepatnya di So oi Fo'o, Desa Nggelu, Kecamatan Lambu. Aksi gotong royong ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap kerusakan jalan yang menghambat akses transportasi warga.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Desa Nggelu, Babinsa Desa Nggelu, Ketua BPD beserta anggota, para kepala dusun Desa Nggelu, Ketua RT/RW, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, dan seluruh masyarakat Desa Nggelu.

Babinsa Desa Nggelu dari Koramil 1608-03/Sape menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong ini merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mengatasi kesulitan warga di wilayah binaan, khususnya dalam menjaga akses jalan tetap dapat digunakan.

“Melalui gotong royong ini, diharapkan akses transportasi warga kembali lancar sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Perbaikan jalan dilakukan secara manual dengan membersihkan material longsoran serta menimbun bagian jalan yang tergerus air hujan. Kegiatan berakhir pada pukul 11.20 Wita dalam keadaan aman, lancar, dan tertib.

Kegiatan ini juga dilaporkan kepada Komando Atas sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas, dengan tembusan kepada Kasdim 1608/Bima dan para Pasi Dim 1608/Bima.

(Team.MDG.03)

BEM UM Bima Tolak Plh Kapolres Bima Kota, Soroti Rekam Jejaknya.

   Ketua BEM UM Bima, Mufti Alhikmatiar


Kota Bima, Media Dinamika Glibal.Id_ Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima (BEM UM Bima) secara terbuka menyatakan penolakan terhadap penunjukan AKBP Catur Erwin Setiawan sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kapolres Bima Kota. Penunjukan tersebut dilakukan oleh Polda Nusa Tenggara Barat dan menuai polemik di tengah masyarakat.

Ketua BEM UM Bima, Mufti Alhikmatiar, menegaskan bahwa keputusan tersebut dinilai tidak sensitif terhadap situasi sosial di Bima yang saat ini tengah menghadapi persoalan serius terkait peredaran narkotika. Menurutnya, figur pimpinan kepolisian di daerah seharusnya memiliki rekam jejak yang bersih dan mampu memulihkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

“Di tengah maraknya kasus keterlibatan oknum aparat dalam peredaran narkoba di wilayah Bima, penunjukan ini justru memperbesar mosi tidak percaya masyarakat,” tegas Mufti.

BEM UM Bima menyoroti adanya riwayat pelanggaran disiplin yang pernah dikaitkan dengan dugaan penyalahgunaan narkoba. Mereka menilai, meskipun setiap individu memiliki hak untuk memperbaiki diri, jabatan strategis seperti Kapolres menuntut standar integritas yang tinggi dan tanpa catatan kontroversial.

Menurut BEM, kebijakan ini memunculkan tanda tanya besar di ruang publik: apakah penunjukan tersebut akan membawa pembenahan institusi atau justru memperkeruh situasi? Mereka menilai, narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi muda dan menjadi musuh bersama bangsa. Karena itu, figur yang memimpin penegakan hukum di wilayah Bima harus menjadi simbol ketegasan dan keteladanan.

Secara tegas, BEM UM Bima mendesak Polda Nusa Tenggara Barat untuk mengevaluasi dan mencopot AKBP Catur Erwin Setiawan dari jabatan Plh Kapolres Bima Kota. Mereka juga meminta adanya keterbukaan informasi kepada publik terkait proses penunjukan tersebut.

“Kepercayaan publik adalah fondasi utama institusi penegak hukum. Jika sejak awal sudah menuai penolakan luas, maka evaluasi adalah langkah bijak,” tutup Mufti.(*)

Dua Anggota TNI Koramil 1608-03/Sape Ikut Gabung Pencarian Korban Hanyut Banjir di Desa Hidirasa


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global .id – Dua anggota TNI dari Koramil 1608-03/Sape turut bergabung dalam tim pencarian korban hanyut akibat banjir di Sungai Wadu Na’e, Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Upaya pencarian yang memasuki hari ketiga itu akhirnya membuahkan hasil setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (14/2/2026).

Korban diketahui bernama Weli (70), seorang petani yang merupakan warga RT 01/RW 01 Dusun Mangge Dalam, Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Ia dilaporkan hanyut terseret arus sungai pada Kamis (12/2/2026) saat debit air meningkat.




Proses pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI sebanyak 2 personel, Polri 3 personel, Basarnas Kabupaten Bima 6 personel, Tagana 12 personel, Damkar 5 personel, Satpol PP 2 personel, BPBD 4 personel, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.

Pencarian dimulai kembali pada pukul 07.30 WITA dengan menyisir area hulu sungai hingga Dam Sumi menggunakan dua unit perahu karet milik Basarnas Kabupaten Bima. Sekitar pukul 10.30 WITA, tim gabungan berhasil menemukan korban di area bendungan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah kemudian dievakuasi pada pukul 10.50 WITA menggunakan mobil Basarnas menuju rumah duka di Dusun Mangge Dalam. Pada pukul 11.10 WITA, jenazah tiba dan disambut oleh pihak keluarga.

Hingga pukul 12.00 WITA, situasi di Desa Hidirasa terpantau aman dan kondusif. Jenazah telah disemayamkan di rumah duka dan direncanakan dimakamkan pada sore hari.

Keterlibatan dua anggota TNI Koramil 1608-03/Sape dalam operasi pencarian ini menjadi bagian dari wujud sinergitas TNI bersama instansi terkait dan masyarakat dalam misi kemanusiaan. Pihak terkait juga mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di musim hujan atau ketika debit air meningkat, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

(Team.MDG.03)

Workshop Tata Kelola Jurnal Ilmiah Bahas Strategi Persiapan Akreditasi SINTA



Kota Bima. Media Dinamika Global.Id.- Upaya peningkatan mutu pengelolaan jurnal ilmiah terus diperkuat melalui kegiatan Workshop Tata Kelola Jurnal: Penyiapan Akreditasi Jurnal ke SINTA yang digelar pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 14.00 WIB dan diikuti oleh pengelola jurnal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penerbitan di Indonesia.

Workshop menghadirkan dua narasumber nasional, yakni Prof. Ismail Suardi Wekke, Ph.D., dan Dr. Muh. Barid Nizarudin Wajdi. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis bagi para dosen dan pengelola jurnal dalam menghadapi tantangan akreditasi SINTA yang kian kompetitif.

Dalam pemaparannya, Dr. Muh. Barid Nizarudin Wajdi menekankan bahwa pengelolaan jurnal ilmiah harus dilakukan secara profesional dan berbasis keilmuan yang jelas. Menurutnya, susunan editor dan pengelola jurnal wajib berasal dari bidang keahlian yang relevan dengan fokus dan ruang lingkup jurnal. Selain itu, jurnal juga perlu memiliki personal branding yang kuat agar mudah dikenali dan dipercaya oleh komunitas akademik.

Ia menjelaskan bahwa filosofi akreditasi jurnal bertumpu pada tiga pilar utama, yakni legalitas dan diversitas, kualitas substansi artikel, serta manajemen workflow jurnal. “Fokus jurnal harus satu dan konsisten. Di samping itu, jurnal perlu memiliki ekosistem yang utuh, mulai dari penulis, editor, mitra bestari, hingga rekam jejak korespondensi dan revisi artikel melalui sistem OJS,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Ismail Suardi Wekke dalam sambutan pembuka menyampaikan bahwa workshop ini dirancang sebagai agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap hari Jumat. Ia menilai kegiatan semacam ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga menjadi sarana pendampingan konkret bagi para pengelola jurnal dalam meningkatkan peringkat akreditasi.

Menurut Prof. Ismail, tantangan akreditasi SINTA ke depan semakin tinggi dan menuntut pengelolaan jurnal yang lebih profesional. Hal tersebut mencakup pengelolaan OJS yang tertib, kepemilikan DOI yang aktif, serta keberagaman dan kualitas mitra bestari. Oleh karena itu, persiapan yang matang sangat diperlukan, khususnya bagi dosen dan pengelola jurnal ilmiah di perguruan tinggi.

Workshop ini dipandu oleh moderator Kiki Afriani Putri, mahasiswi Program Magister UIN Raden Mas Said Surakarta, yang mengarahkan diskusi secara interaktif dan sistematis.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sejumlah kampus dan lembaga mitra, antara lain STIT Al-Chaeriyah Mamuju, STIT Sunan Giri Bima, IAI Rawa Aopa Konawe, STEBI Al-Muhsin Yogyakarta, Unismuh Barru, UNAIM Yapis Wamena, STAI Nusantara Aceh, STAI DDI Maros, STAI DDI Pangkep, STAI Kuala Kapuas, Universitas Ma'arif Lampung, STIU Darul Hikmah, IAIDU Asahan, STES Tunas Kelapa, Maestro Academy, ATHA Publishing Globalindo, Malaqbi, Al Asri Publisher, Rumakayoe, serta STEBI Yogyakarta.

Melalui workshop ini, para peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tata kelola jurnal ilmiah serta kesiapan teknis dan strategis dalam menghadapi proses akreditasi SINTA secara berkelanjutan.

Sempat Hilang Terseret Arus, Warga Desa Hidirasa Kec.Lambu Ditemukan Meninggal Dunia


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Sabtu 14 Februari 2026 Kabar duka menyelimuti warga Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima. Seorang warga yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret arus banjir pada Jumat (13/02) akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim gabungan.

Korban dilaporkan hilang setelah terseret arus sungai saat debit air meningkat akibat cuaca ekstrem. Operasi pencarian besar-besaran langsung dilakukan sejak pukul 09.00 WITA hingga sore hari, namun pada hari pertama pencarian belum membuahkan hasil.




Tim gabungan yang terdiri dari personel Basarnas Kabupaten Bima, aparat TNI-Polri, serta didampingi Camat Lambu, terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai hingga akhirnya korban berhasil ditemukan pada hari berikutnya.

Berikut fakta-fakta proses pencarian :

- Lokasi Penemuan: Jasad korban ditemukan oleh personel Polisi Airud dan Basarnas sekitar 1 kilometer dari titik awal lokasi kejadian (TKP) terseret arus.

- Proses Evakuasi: Setelah ditemukan, korban segera dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

- Pemakaman: Korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Hidirasa.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama ketika curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem melanda. Warga setempat turut menyampaikan doa dan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi musibah ini.(Team.MDG.03)

TEROR RUMAH WARTAWAN NANDA SAPUTRA GULO: PENASIHAT HUKUM MENUNTUT KAPOLRES KAMPAR USUT TUNTAS KASUS

Kampar, Riau - Saya, Sapala Sibarani, SH, sebagai penasihat hukum Nando Saputra Gulo, menyatakan bahwa klien kami merasa terancam dan intimidasi atas tindakan orang (Lidik) yang datang malam hari dengan cara yang tidak wajar dan tidak manusiawi, sehingga membuat kenyamanan dan keamanan klien kami terancam.


Kami menilai tindakan ini sebagai upaya untuk membungkam kebebasan pers dan mengganggu kerja jurnalistik klien kami. Kami tidak dapat menerima tindakan yang mengganggu kemerdekaan dan kenyamanan setiap orang, apalagi jika itu terkait dengan pekerjaan jurnalistik klien kami.


Terlepas dari pemberitaan tentang gudang minyak atau SPBU, kami berharap agar pihak kepolisian dapat fokus pada kasus ini dan memberikan perlindungan kepada klien kami. Kami menuntut agar Bapak Kapolres Kampar segera mengusut tuntas kasus ini, mencari pelaku, dan memberikan sanksi yang setimpal.


Kami juga mengingatkan bahwa kebebasan pers adalah hak asasi manusia yang harus dihormati dan dilindungi oleh negara. Kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan untuk melindungi hak-hak klien kami.


Kami telah melaporkan kejadian ini ke Polres Kampar dengan nomor LP/B/61/11/2026/SPKT/polres Kampar/Polda Riau tanggal 13 Februari 2026.


Kami berharap Bapak Kapolres Kampar dapat segera mengambil tindakan yang tegas dan profesional dalam menangani kasus ini, sehingga klien kami dapat merasa aman dan terlindungi.


Sapala Sibarani, SH

Penasihat Hukum Nando Saputra Gulo

Gigitan HPR Berujung Maut, Pemkot Bima Perketat Pengendalian Anjing Liar

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, Muhammad Hasyim

KOTA BIMA,Mediadinamikaglobal.id - Seorang warga asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang tinggal sementara di Kota Bima meninggal dunia setelah terinfeksi virus rabies akibat gigitan hewan penular rabies (HPR). Korban bernama Linus (36 tahun) meninggal di RSUD Kota Bima pada Kamis (12/2/2026) setelah menjalani perawatan intensif.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima, Muhammad Hasyim, mengungkapkan bahwa kasus gigitan HPR di Kota Bima hingga 13 Februari 2026 tercatat sebanyak 25 kasus, dengan satu kasus berujung fatal ini. Sedangkan sepanjang tahun 2025, terdapat 145 kasus gigitan anjing namun tidak ada yang mengarah pada penyakit rabies.

"Korban berasal dari Sumba NTT yang berdomisili di Kelurahan Jatibaru Timur, sementara alamat KTP-nya berada di Kelurahan Rabangodu Kecamatan Raba. Ia hanya numpang tinggal di Kota Bima," jelas Hasyim pada Sabtu (14/02/2026).

Menurut Plt Lurah Jatibaru Timur, Didi Yardian Syah, Linus pertama kali digigit anjing liar di sekitar tempat tinggalnya di RT 19 Lingkungan Renggenggapi pada 18 Januari 2026. Saat itu ia dibawa ke Puskesmas Jatibaru, namun menolak rawat inap dan vaksinasi anti-rabies yang ditawarkan pihak kesehatan serta Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Bima.

Karena kondisi yang semakin memburuk, Linus akhirnya dibawa ke RSUD Kota Bima, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Warga setempat mengaku bahwa ini bukan kasus pertama korban meninggal akibat gigitan anjing liar di kompleks perumahan relokasi Jatibaru Timur, sebelumnya pada tahun 2024 juga terjadi kasus serupa.

Menanggapi peristiwa ini, Pemkot Bima melalui Dinas Pertanian Kota Bima akan memperketat pengendalian anjing liar dan meningkatkan upaya pencegahan, antara lain dengan vaksinasi rabies massal serta melakukan pemantauan secara berkala. Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang memiliki hewan peliharaan seperti anjing, kucing, dan kera untuk segera membawa hewannya ke sentra layanan vaksinasi rabies di Dinas Pertanian Kota Bima.

"Bagi masyarakat yang tergigit HPR, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, kemudian olesi alkohol 70% atau povidone iodine sebelum mencari pertolongan medis," pungkas Hasyim.

Selain itu, pemerintah juga mengajak para Camat, Lurah, RT, dan RW untuk mengintensifkan pengawasan serta pendataan terhadap warga dari luar Kota Bima untuk keperluan administrasi kependudukan.