Pelatihan Relawan SPPG 3T di Kecamatan Sape dan Lambu Sukses Digelar
Sape, Bima, NTB – Pelatihan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di Kecamatan Sape dan Lambu sukses digelar pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Sape ini bertujuan meningkatkan kapasitas relawan, khususnya dalam pengelolaan program dan keamanan makanan siap saji.
Pelatihan tersebut diikuti oleh enam SPPG, yakni SPPG Bajo Pulo, SPPG Lambu, SPPG Nggelu, SPPG Sumi Dusun Baku, SPPG Mangge, dan SPPG Hidi Rasa. Para peserta mendapatkan pembekalan melalui Kursus Penjamah Makanan Siap Saji dengan menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bima dan Puskesmas Sape.
Materi yang diberikan mencakup standar kebersihan, keamanan pangan, serta prosedur pengolahan makanan layak konsumsi. Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kualitas makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat agar tetap aman dan memenuhi standar kesehatan.
Empat narasumber hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ibnu Zubair, S.Kep., Ns yang membahas cemaran pangan, penyakit bawaan pangan, dan higiene perorangan. Ilyas, SKM menyampaikan materi terkait pemeliharaan lingkungan kerja serta pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit. Sementara itu, Nurwahyuni, S.KM memaparkan pembersihan dan sanitasi peralatan serta tahapan produksi pangan siap saji, dan Muhlisan, S.KM menjelaskan kebijakan keamanan pangan siap saji.
Perwakilan Yayasan/Mitra SPPG 3T, Arif Rahman, SH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan yang mengikuti pelatihan. Ia berharap peserta dapat mengikuti kegiatan hingga tuntas serta memahami seluruh materi yang diberikan. Ia juga menegaskan bahwa relawan SPPG yang baru diwajibkan memiliki sertifikat pelatihan penjamah makanan siap saji sebelum mulai bertugas sebagai jaminan standar keamanan dan kualitas layanan kepada masyarakat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para relawan SPPG di wilayah 3T mampu meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam penyediaan makanan yang sehat, higienis, dan aman.
Sementara itu, Tenaga Ahli Menko Pangan, Dr. H. Muhammad Syafrudin, ST, MM, saat dikonfirmasi wartawan menekankan pentingnya kinerja maksimal para relawan dalam memberikan pelayanan. Ia menyebut bahwa SPPG 3T memiliki karakteristik berbeda dengan dapur mandiri, baik dari segi lokasi, penyajian, maupun pelayanan.
Ia juga mengimbau para relawan untuk terus berkoordinasi dengan Kepala SPPG, yayasan, serta sesama relawan dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan agar solusi dapat segera ditemukan tanpa berlarut-larut.
Secara keseluruhan, kegiatan pelatihan relawan SPPG 3T di Kecamatan Sape dan Lambu berlangsung lancar, tertib, dan sukses. (Team.MDG.03)

















