Media Dinamika Global

Selasa, 09 Juni 2026

Babinsa Lanta Barat Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Imbau Warga Jaga Kamtibmas dan Hindari Miras


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id,Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengantisipasi perkembangan situasi wilayah, Babinsa Desa Lanta Barat, Serka Sahlan bersama satu orang anggota Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan Patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) pada Selasa (9/6/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 20.10 WITA tersebut melibatkan dua personel Koramil, tiga aparat desa, serta enam orang masyarakat. Patroli difokuskan pada pemukiman warga dan sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda di wilayah Kecamatan Lambu dan Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Pada pukul 20.15 WITA, tim patroli bergerak menuju Desa Lanta Barat, Kecamatan Lambu. Lima menit kemudian, rombongan tiba di lokasi dan langsung melakukan pemantauan situasi wilayah guna memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.

Dalam kesempatan tersebut, anggota Koramil 1608-03/Sape juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan masing-masing. Warga diminta menghindari perselisihan yang dapat memicu pertengkaran maupun konflik antarwarga.



Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjauhi konsumsi minuman keras yang sering menjadi pemicu hilangnya kontrol emosi di kalangan anak muda hingga berujung pada perkelahian. Pengendara kendaraan bermotor juga diimbau agar tidak ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Setelah melakukan pemantauan lanjutan di wilayah desa binaan, seluruh rangkaian kegiatan Patroli Siskamling berakhir pada pukul 21.15 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Melalui kegiatan patroli rutin tersebut, Koramil 1608-03/Sape berharap terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang tetap terjaga, serta meningkatnya kesadaran warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan yang aman dan nyaman.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Intensifkan Patroli Kongkow-Kongkow, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Jauhi Narkoba


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Sejumlah Bintara Pembina Desa (Babinsa) dari Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan patroli dan komunikasi sosial melalui program “Kongkow-Kongkow” bersama masyarakat di desa binaan masing-masing pada Selasa (9/6/2026) malam. Kegiatan tersebut bertujuan mempererat silaturahmi dengan warga sekaligus memberikan edukasi dan imbauan terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Pada pukul 19.20 WITA, Babinsa Desa Sari, Serda Junaidin, melaksanakan patroli Kongkow-Kongkow bersama warga desa binaannya. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak masyarakat untuk selalu menjaga situasi kamtibmas, mempererat hubungan silaturahmi antarwarga, serta menghindari konsumsi barang-barang terlarang seperti narkoba jenis sabu-sabu dan minuman beralkohol yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Selanjutnya, pada pukul 19.45 WITA, Babinsa Desa Naru, Sertu Syarif Hidayat, juga melaksanakan patroli serupa di wilayah binaannya. Ia mengimbau warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban lingkungan, khususnya dalam mengawasi generasi muda agar tidak terpengaruh oleh perilaku negatif seperti penyalahgunaan minuman keras, narkoba, dan sejenisnya yang dapat berdampak buruk bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

Pada pukul 20.00 WITA, Babinsa Desa Sumi, Serka Ridwan, melaksanakan patroli Kongkow-Kongkow dengan memberikan pesan kepada masyarakat agar lebih aktif mengawasi putra-putri mereka sehingga tidak terjerumus ke dalam pergaulan negatif. Selain itu, ia juga mengajak warga untuk menjaga kebersihan lingkungan guna menciptakan suasana yang aman, sehat, dan nyaman.



Sementara itu, pada pukul 20.20 WITA, Babinsa Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Serka Abdul Hafit, melaksanakan kegiatan Kongkow-Kongkow bersama warga binaannya. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga hubungan dan komunikasi yang baik antarwarga serta menghindari perbuatan yang melanggar hukum. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan permasalahan secara sendiri-sendiri dan segera melaporkannya kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat serta mencegah munculnya persoalan yang berkepanjangan.

Melalui kegiatan Kongkow-Kongkow tersebut, para Babinsa Koramil 1608-03/Sape berharap terjalin hubungan yang semakin harmonis antara aparat teritorial dan masyarakat, sekaligus terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah binaan masing-masing.(Team.MDG.03)

69 Jembatan Tuntas, Brimob Polda Riau berikan akses masyarakat kian mudah dan aman


Pekanbaru - Dalam rangka mendukung program pemerintah terkait percepatan pembangunan infrastruktur serta tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia, Kapolri, dan Kapolda Riau mengenai pembangunan jembatan bagi masyarakat pedesaan, Satgas Darurat Pembangunan / Renovasi Jembatan Tahap II Polda Riau terus melaksanakan kegiatan pembangunan dan renovasi jembatan di berbagai wilayah hukum Polda Riau. Selasa (09/06/2026)

Personel Satbrimob Polda Riau, Ditsamapta Polda Riau, dan Ditpolairud Polda Riau melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Riau. 


Hingga saat ini, Satgas Darurat Pembangunan Jembatan Polda Riau telah berhasil menyelesaikan pembangunan dan renovasi sebanyak 69 jembatan. Jembatan-jembatan tersebut telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai akses penghubung menuju sekolah, lahan pertanian, perkebunan, tempat ibadah, pemukiman warga, serta pusat kegiatan ekonomi. 


Keberhasilan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di Provinsi Riau.


Selain jembatan yang telah selesai dibangun, saat ini terdapat 11 jembatan yang masih dalam tahap pengerjaan dengan progres yang terus mengalami peningkatan dan 3 jembatan tahap persiapan pembangunan. Beberapa lokasi pembangunan telah memasuki tahap akhir berupa pekerjaan finishing, pengecatan, pemasangan pagar pengaman, hingga penyambungan badan jalan menuju jembatan.


Program pembangunan jembatan ini tidak hanya bertujuan membangun sarana fisik semata, namun juga menjadi upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kemudahan akses transportasi, peningkatan keselamatan pengguna jalan, mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak di daerah, serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Dansat Brimob Polda Riau, Kombes Pol. I Ketut Gede Adi Wibawa, S.I.K., menyampaikan bahwa program pembangunan dan renovasi jembatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu mengatasi keterbatasan akses transportasi yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat pedesaan.


Beliau menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak, memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat, mempermudah akses menuju fasilitas kesehatan, serta memperkuat konektivitas antarwilayah. Melalui program ini, Polri hadir untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.


“Keberhasilan pembangunan jembatan ini merupakan hasil kerja sama dan gotong royong seluruh pihak. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi wujud pengabdian Polri kepada bangsa dan negara,” ujar Kombes Pol. I Ketut. 

Kapolsek Terara Bantu Penyandang Disabilitas di Desa Lando, Warga Sambut Haru


Lombok Timur, Media Dinamika Global – Wujud kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu terus ditunjukkan jajaran Polsek Terara. Pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 14.30 WITA, Kapolsek Terara IPTU Rofi'i Suriadi, S.H., bersama anggota Polsek Terara menyalurkan bantuan sosial kepada warga di Dusun Kertasari, Desa Lando, Kecamatan Terara, Kabupaten Lombok Timur.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Terara sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat, sekaligus membantu meringankan beban ekonomi warga yang membutuhkan.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan sosial diberikan kepada dua warga Dusun Kertasari, yakni Amaq Masrun dan Inaq Sahnim. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok sehari-hari serta uang saku untuk cucu Amaq Masrun yang saat ini sedang menempuh pendidikan di SD Negeri 3 Lando.

Berdasarkan keterangan Kepala Wilayah Dusun Kertasari, Amaq Masrun merupakan penyandang disabilitas sejak lahir yang mengalami kelumpuhan total. Kondisi tersebut menyebabkan seluruh anggota tubuhnya tidak dapat digerakkan sehingga ia tidak mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara mandiri dan sepenuhnya bergantung pada bantuan keluarga.

Dengan keterbatasan yang dialaminya, Amaq Masrun masuk dalam kategori warga yang membutuhkan perhatian khusus serta dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Kapolsek Terara IPTU Rofi'i Suriadi mengatakan bahwa kegiatan bantuan sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang mengalami keterbatasan fisik dan kondisi ekonomi yang sulit.

Selain memberikan bantuan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan masyarakat sehingga kehadiran Polri dapat dirasakan secara langsung oleh warga.

Diketahui, kondisi Amaq Masrun belakangan ini menjadi perhatian publik setelah kisah hidupnya viral di media sosial. Pemerintah Desa Lando juga telah lama mengusulkan bantuan bagi yang bersangkutan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, Amaq Masrun direncanakan akan segera mendapatkan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Penyaluran bantuan sosial berlangsung aman, lancar, dan mendapat sambutan positif dari penerima maupun masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan serta menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama.

Redaksi |

Camat Wawo dan Kepala Desa Kombo Kawal Gotong Royong Pengecoran Jalan Lahan Pertanian, Didukung Anggaran Program Selasa Menyapa



BIMA,Mediadinamikaglobal.id – Pemerintah Kecamatan Wawo bersama Pemerintah Desa Kombo mengawal langsung kegiatan gotong royong pengecoran jalan penghubung lahan pertanian di Dusun Rasabou,Desa Kombo, Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dilaksanakan oleh warga setempat. Kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan anggaran yang bersumber dari program unggulan Kabupaten Bima, yaitu Selasa Menyapa.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini diikuti oleh puluhan warga secara sukarela. Mereka bekerja bahu-membahu menyiapkan material, meratakan adukan semen, hingga memadatkan permukaan jalan agar kuat dan awet. Kehadiran Camat Wawo dan Kepala Desa Kombo di lokasi memberikan semangat tersendiri bagi warga yang terlibat.

Camat Wawo, Syarifudin Bahsyar,S.Sos, dalam keterangannya menyampaikan bahwa Program Selasa Menyapa merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Bima yang bertujuan menjembatani komunikasi langsung antara pemerintah dan warga. 
"Program ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata komitmen pemerintah untuk mendekatkan pelayanan, menyerap aspirasi, serta memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung di lapangan," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa salah satunya untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat sekaligus memberikan bantuan nyata bagi pembangunan yang menjadi kebutuhan utama warga. 

“Anggaran yang disalurkan digunakan untuk membeli semen, pasir, batu, dan peralatan kerja. Sementara tenaga pelaksana bersumber dari swadaya gotong royong warga. Ini adalah bentuk sinergi yang baik antara pemerintah dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kombo, Bunyamin,S.Pd mengapresiasi perhatian pemerintah Kabupaten Bima. Ia menyatakan bahwa jalan yang diperbaiki ini sangat vital bagi petani untuk mengangkut hasil panen dan juga merupakan akses menuju Lapangan Moni dan kuburan dusun Rasabou serta akses lokasi Pertanian ini dilalui bukan hanya warga Desa Kombo saja, akan tetapi diakses oleh warga Desa Kambilo dan warga Desa Pesa. 

“Selama ini jalan sering tergenang dan rusak saat hujan, menyulitkan akses. Berkat dukungan program ini, akses pertanian menjadi lebih baik dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya saat diwawancarai langsung awak media ini dilokasi, Selasa (9/6). 

Kegiatan ini ditargetkan selesai dalam waktu lebih kurang 3 hari. Pemerintah desa berkomitmen untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan tersebut bersama-sama dengan seluruh warga agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.(MDG05) 

Senin, 08 Juni 2026

Pimpin Patroli di Wilayah Teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, Serma Samsurizal Dan Anggota Himbau Warga


Kota Bima. Media Dinamika Global.id. BabinsaBabinsa Kelurahan Tanjung Serma Samsurizal pimpin apel pengecekan dalam rangka melaksanakan patroli Cipta Kondisi di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae, yang bertempat di bertempat di Posramil Rasanae Timur Kelurahan Kumbe Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Senin, (08/06/26).

Adapun personil yang terlibat patroli sebanyak 5 orang Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, dengan Sasaran patroli.


1.  Kelurahan Kumbe

2.  Kelurahan Rabangodu utara

3.  Kelurahan Penaraga

4.  Kelurahan Pena toi

5.  Kelurahan Manggemaci 

6.  Kelurahan Dara


Kegitan dimulai pada Pukul 21.00 Wita, personil patroli melaksanakan apel pengecekan. Kemudian Pukul 21.10 Wita selururuh personil patroli  melaksanakan patroli keliling Star dari Kel Kumbe menuju sepanjang jalan Sukarno Hatta dengan menggunakan kendaraan Roda dua.


Pada Pukul 21.15 Wita' Anggota patroli tiba di lokasi dan menghimbau kepada masyarakat terutama anak anakmuda atau para remaja untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan, salah satu bentuknya adalah tidak menggunakan atau memasang knalpot racing/Brong pada kendaraan bermotor, karena dapat menimbulkan kebisingan, mengganggu kenyamanan warga, serta berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.


Tak hanya sekesar menghimbau, Pukul 21.35 Wita, Anggota patroli juga melaksanakan pemeriksaan salah satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot resing sekaligus menegur dan mengingatkan agar knalpot resing di copot, dan tidsk digunakan kembali,  juga diharapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah Kota Bima.


Pukul 21.45 Wita' Anggota patroli tiba di Kantor Koramil-01  Rasanae dan kegiatan patroli Cipta Kondisi selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)

Digitalisasi Aset: Kunci Menutup Kebocoran PAD dan Membangun NTB yang Lebih Transparan

Dokumen Istimewa

Opini: 
Suaeb Qury, S.Hi., M.Ag.(Komisioner Komisi Informasi NTB)

Mataram, Media Dinamika Global - Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang mengungkap berbagai persoalan aset daerah di Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan sekadar catatan administratif yang berakhir di meja birokrasi. Temuan tersebut sesungguhnya merupakan alarm yang mengingatkan bahwa pengelolaan aset daerah masih menyimpan celah yang berpotensi menimbulkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ketika aset tidak terdata dengan baik, status hukumnya tidak jelas, atau pemanfaatannya tidak terpantau secara optimal, maka daerah sesungguhnya sedang kehilangan peluang pendapatan yang dapat digunakan untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di era digital, persoalan aset tidak lagi dapat diselesaikan dengan cara-cara konvensional. Pemerintah daerah dituntut bertransformasi menuju tata kelola berbasis data dan teknologi. Digitalisasi aset bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Melalui sistem informasi aset yang terintegrasi, pemerintah dapat mengetahui secara pasti jumlah, lokasi, nilai, kondisi, dan status pemanfaatan seluruh aset daerah secara cepat dan akurat.

Peter F. Drucker dalam bukunya Management: Tasks, Responsibilities, Practices menyatakan, “What gets measured gets managed” (apa yang dapat diukur akan dapat dikelola). Kutipan ini sangat relevan dengan kondisi pengelolaan aset daerah. Sulit mengharapkan aset dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD jika pemerintah sendiri belum memiliki data yang akurat mengenai aset yang dimilikinya. Pendataan yang lemah akan berujung pada pengawasan yang lemah, dan pengawasan yang lemah membuka ruang bagi inefisiensi maupun kebocoran pendapatan.

Persoalan aset sesungguhnya bukan hanya soal administrasi, tetapi juga soal tata kelola pemerintahan. Dalam bukunya Reinventing Government, David Osborne dan Ted Gaebler menegaskan bahwa pemerintahan modern harus berorientasi pada hasil (result-oriented government), bukan sekadar menjalankan prosedur. Dalam konteks NTB, ukuran keberhasilan pengelolaan aset tidak cukup hanya pada tertibnya dokumen, tetapi sejauh mana aset tersebut mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Digitalisasi aset menawarkan banyak keuntungan. Pertama, meningkatkan akurasi data melalui pencatatan elektronik yang terintegrasi. Kedua, memperkuat pengawasan karena setiap perubahan status aset dapat terlacak secara digital. Ketiga, mendorong transparansi sehingga DPRD, auditor, maupun masyarakat dapat mengawasi pengelolaan aset secara lebih efektif. Keempat, membuka peluang optimalisasi aset yang selama ini belum produktif menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah.

Lebih jauh lagi, digitalisasi dapat menjadi instrumen penting dalam mencegah kebocoran PAD. Banyak daerah di Indonesia mengalami kehilangan potensi pendapatan bukan karena minimnya aset, melainkan karena lemahnya informasi dan pengawasan terhadap aset yang dimiliki. Tanah yang belum bersertifikat, bangunan yang tidak tercatat, atau aset yang digunakan pihak lain tanpa kontribusi yang jelas kepada daerah merupakan contoh nyata bagaimana PAD dapat bocor secara perlahan tanpa disadari.

Dalam perspektif ekonomi publik, pengelolaan aset yang baik merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi sektor publik. Joseph E. Stiglitz dalam Economics of the Public Sector menjelaskan bahwa salah satu fungsi utama pemerintah adalah mengelola sumber daya publik secara efektif agar menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap aset daerah yang tidak termanfaatkan secara optimal sesungguhnya merupakan biaya peluang (opportunity cost) yang harus ditanggung oleh masyarakat.

Sorotan DPRD NTB terhadap temuan BPK patut diapresiasi sebagai bentuk fungsi pengawasan yang sehat. Namun, pengawasan saja tidak cukup. Diperlukan langkah konkret berupa percepatan digitalisasi aset, pembenahan administrasi pertanahan, peningkatan kapasitas aparatur, serta komitmen politik yang kuat untuk mewujudkan tata kelola aset yang transparan dan akuntabel.

NTB memiliki potensi besar untuk menjadi contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan teknologi dalam pengelolaan aset daerah. Jika seluruh aset dapat terinventarisasi secara digital, dipetakan secara akurat, dan dimanfaatkan secara produktif, maka kebocoran PAD dapat ditekan sekaligus membuka sumber-sumber pendapatan baru yang selama ini belum tergarap.

Sebagaimana dikatakan Robert Kaplan dan David Norton dalam The Balanced Scorecard, “You can't improve what you can't measure.” Daerah tidak akan mampu mengoptimalkan asetnya jika tidak memiliki data yang lengkap dan terukur. Karena itu, digitalisasi aset harus dipandang sebagai investasi strategis, bukan sekadar proyek teknologi.

Solusi dan Rekomendasi

Agar digitalisasi aset tidak berhenti pada slogan, Pemerintah Provinsi NTB perlu mengambil langkah nyata dan terukur.

Pertama, melakukan inventarisasi ulang seluruh aset daerah melalui sensus aset berbasis digital. Setiap aset harus memiliki identitas yang jelas, titik koordinat geografis, dokumen legalitas, dan nilai ekonominya.

Kedua, mempercepat sertifikasi aset daerah bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Banyak kebocoran dan sengketa aset terjadi karena lemahnya kepastian hukum atas kepemilikan aset pemerintah.

Ketiga, membangun Sistem Informasi Manajemen Aset Daerah (SIMAD) yang terintegrasi dengan sistem keuangan daerah, Bapenda, Inspektorat, dan BPKAD. Integrasi data akan memudahkan pengawasan sekaligus mengidentifikasi potensi pendapatan yang belum tergarap.

Keempat, menerapkan teknologi geospasial dan QR Code pada aset-aset strategis. Dengan cara ini, keberadaan dan status pemanfaatan aset dapat dipantau secara real time sehingga meminimalkan manipulasi data maupun kehilangan aset.

Kelima, melakukan audit pemanfaatan aset secara berkala untuk memastikan seluruh aset produktif memberikan kontribusi terhadap PAD. Aset yang menganggur perlu dievaluasi untuk dikerjasamakan, disewakan, atau dioptimalkan penggunaannya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Keenam, membuka ruang transparansi publik melalui dashboard informasi aset tertentu yang dapat diakses masyarakat. Transparansi akan memperkuat kontrol sosial dan mempersempit peluang penyalahgunaan kewenangan.

Pada akhirnya, upaya menutup kebocoran PAD tidak selalu harus dimulai dengan mencari sumber pendapatan baru. 

Terkadang, langkah paling efektif adalah memastikan bahwa aset yang sudah dimiliki daerah dikelola secara profesional, transparan, dan berbasis teknologi. Jika NTB mampu mewujudkan digitalisasi aset secara menyeluruh, maka daerah tidak hanya akan meningkatkan PAD, tetapi juga membangun fondasi pemerintahan yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Sebab aset daerah bukan sekadar kekayaan pemerintah, melainkan modal pembangunan yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran masyarakat NTB.

Penulis: Suaeb Qury, S.Hi., M.Ag.(Komisioner Komisi Informasi NTB)


Babinsa Desa Sumi Koramil 1608-03/Sape Imbau Pemuda Jauhi Perilaku Negatif dan Pelanggaran Hukum


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Babinsa Desa Sumi, Kecamatan Lambu, Serka Ridwan, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama para pemuda di wilayah binaannya pada Selasa (9/6/2026) pukul 09.55 Wita.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Ridwan memberikan berbagai imbauan kepada para pemuda agar menghindari perbuatan dan aktivitas negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat. Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya penggunaan knalpot racing, konsumsi minuman keras (miras), serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Menurutnya, perilaku tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat, tetapi juga dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, masa depan, dan kehidupan sosial para pemuda.

“Penggunaan knalpot racing, mengonsumsi minuman keras, serta penyalahgunaan obat-obatan terlarang merupakan tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Selain itu, perbuatan tersebut juga termasuk pelanggaran hukum yang dapat berakibat pada sanksi hukum bagi pelakunya,” tegas Serka Ridwan.

Melalui kegiatan Komsos ini, Babinsa berharap para pemuda dapat lebih bijak dalam bergaul, menjaga ketertiban lingkungan, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Desa Sumi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan teritorial yang dilakukan Babinsa untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja dan perilaku yang bertentangan dengan hukum.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Hidirasa Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Waspadai Pergaulan Bebas dan Penyalahgunaan Narkoba


Lambu.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Pada Selasa (9/6/2026) pukul 10.05 Wita, Babinsa Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu, Serka Abdul Hafit, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (Komsos) bersama warga binaannya.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Abdul Hafit menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak remaja yang masih bersekolah agar tidak terpengaruh pergaulan bebas. Ia juga mengingatkan masyarakat mengenai maraknya peredaran dan penggunaan narkoba yang dapat merusak generasi muda.


“Orang tua diharapkan lebih memperhatikan anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba. Kita harus bersama-sama menjaga generasi muda agar menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Selain itu, Babinsa juga mengimbau warga agar segera melaporkan kepada pihak terkait seperti RT/RW maupun Babinsa apabila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan permasalahan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan Komsos ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan, khususnya dalam mencegah pengaruh negatif terhadap generasi muda.(Team.MDG.03)

Babinsa Desa Naru Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Lindungi Generasi Muda dari Pengaruh Negatif


Sape.Bima.NTB.Media Dinamika Global.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Babinsa Desa Naru, Sertu Syarif Hidayat, anggota Koramil 1608-03/Sape, melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) di wilayah binaannya, Desa Naru, Kecamatan Sape, pada Selasa (9/6/2026) pukul 08.50 WITA.

Pada kegiatan tersebut, Sertu Syarif Hidayat memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Ia juga mengajak warga untuk terus mempererat hubungan silaturahmi dan menjaga kerukunan antar sesama demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.


Selain itu, perhatian khusus diberikan kepada para remaja agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai hal negatif yang dapat merusak masa depan. Sertu Syarif Hidayat mengingatkan pentingnya menjauhi perilaku menyimpang seperti mengonsumsi minuman keras (miras), penyalahgunaan narkoba, serta tindakan negatif lainnya yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat.

Menurutnya, peran aktif orang tua, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga sangat diperlukan dalam membimbing generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan Komsos ini, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat, serta terwujud sinergi yang kuat antara aparat teritorial dan warga dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Desa Naru.(Team.MDG.03)