Jumat, 20 Maret 2026
Direktur Reserse Narkoba Polda NTB Berserta Staf dan Bayangkari Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / 2026 M
Kapolres Bima dan Ketua Bayangkari Cabang Bima Mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H / 2026 M
Kamis, 19 Maret 2026
Lebaran di Tengah Kenyataan Pahit Ekonomi Yang dialami saat ini.
LEBARAN sejatinya adalah momentum kemenangan spiritual yang sarat makna kebersamaan.MediaDinamikaGlobal.id Ia bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga peristiwa sosial yang mengikat kembali hubungan keluarga, memperkuat solidaritas, dan merekatkan nilai-nilai kemanusiaan. Namun, realitas yang dihadapi masyarakat tahun ini menunjukkan bahwa makna sakral tersebut sedang diuji oleh tekanan ekonomi yang kian terasa.
Fenomena ini bukan sekadar persepsi, melainkan cerminan dari dinamika ekonomi makro dan mikro yang saling berkelindan. Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia harus menghadapi kenyataan pahit, keinginan untuk mudik dan berkumpul dengan keluarga besar tidak lagi semata ditentukan oleh kerinduan, melainkan oleh kemampuan finansial yang semakin terbatas.
Salah satu faktor utama yang menjadi pemicu adalah ketidakseimbangan antara kenaikan harga kebutuhan pokok dengan peningkatan pendapatan. Dalam teori ekonomi, kondisi ini dikenal sebagai penurunan daya beli riil masyarakat.
Ketika harga bahan pangan, energi, dan kebutuhan dasar lainnya terus meningkat tanpa diimbangi kenaikan penghasilan, maka rumah tangga dipaksa melakukan penyesuaian anggaran secara ketat.
Dalam konteks Lebaran, penyesuaian ini menjadi sangat terasa. Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk biaya perjalanan mudik, baik tiket transportasi maupun bahan bakar, harus berbagi dengan kebutuhan dapur yang mendesak. Akibatnya, prioritas pun bergeser, dari konsumsi sosial menuju konsumsi survival.
Lebih jauh, fluktuasi harga minyak mentah dunia turut memberikan efek domino terhadap biaya transportasi. Kenaikan harga avtur berdampak langsung pada tarif penerbangan, sementara peningkatan harga BBM non-subsidi memengaruhi ongkos perjalanan darat.
Dalam kerangka ekonomi global, kondisi ini merupakan konsekuensi dari ketergantungan terhadap pasar energi internasional yang rentan terhadap gejolak geopolitik dan ketidakpastian produksi.
Tidak berhenti di situ, tingginya angka pengangguran juga memperparah situasi. Dalam perspektif ekonomi pembangunan, pengangguran yang tidak terkendali bukan hanya mengurangi pendapatan individu, tetapi juga menekan konsumsi agregat.
Dampaknya, roda ekonomi melambat dan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas sosial, termasuk mudik, menjadi terbatas.
Fenomena “mudik hemat” yang kini marak menjadi indikator nyata dari perubahan perilaku masyarakat. Bahkan, tidak sedikit yang memilih untuk menunda perjalanan demi menjaga stabilitas keuangan keluarga.
Keputusan ini, meskipun rasional secara ekonomi, menyisakan ironi dalam konteks sosial, tradisi yang seharusnya menjadi ajang kebahagiaan justru dibayangi oleh kecemasan finansial.
Pemerintah memang tidak tinggal diam. Program mudik gratis yang disediakan melalui berbagai moda transportasi seperti bus, kereta api, dan kapal laut merupakan bentuk intervensi kebijakan yang patut diapresiasi. Program ini secara teoritis dapat mengurangi beban biaya bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Namun demikian, kebijakan tersebut belum sepenuhnya menjangkau kelompok kelas menengah yang justru berada dalam posisi dilematis.
Mereka tidak cukup miskin untuk mendapatkan bantuan, tetapi juga tidak cukup kuat secara finansial untuk menanggung kenaikan biaya secara signifikan.
Dalam literatur ekonomi, kelompok ini sering disebut sebagai vulnerable middle class, kelas menengah rentan yang sangat sensitif terhadap guncangan ekonomi.
Di sinilah pentingnya peran negara untuk hadir secara lebih komprehensif. Kebijakan publik tidak boleh hanya bersifat reaktif dan jangka pendek, tetapi harus mampu mengantisipasi potensi krisis di masa depan. Stabilitas harga, pengendalian inflasi, penciptaan lapangan kerja, serta distribusi kesejahteraan yang merata harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik juga menjadi kunci. Setiap kebijakan yang diambil harus benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat luas, bukan hanya kelompok tertentu.
Negara harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat.
Lebaran seharusnya tidak menjadi beban tambahan bagi masyarakat. Ia harus tetap menjadi ruang kebahagiaan, refleksi, dan kebersamaan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara kebijakan yang tepat, stabilitas ekonomi, dan kepedulian sosial untuk menjaga agar nilai-nilai luhur Lebaran tetap terjaga di tengah tantangan zaman.
Pada akhirnya, kondisi yang terjadi tahun ini harus menjadi pelajaran berharga. Bahwa di balik gemerlap perayaan, ada realitas yang tidak boleh diabaikan. Dan bahwa tanggung jawab untuk memperbaiki keadaan tidak hanya berada di pundak individu, tetapi juga di tangan negara sebagai pengelola amanah rakyat.
Jika tidak diantisipasi dengan serius, maka bukan tidak mungkin fenomena serupa akan terus berulang di tahun-tahun mendatang.
Namun, dengan kebijakan yang tepat dan komitmen yang kuat, harapan untuk menghadirkan Lebaran yang lebih sejahtera dan bermakna tetap terbuka lebar. (Umar.MDG)
Lebaran Lebih Cepat di Desa Doridungga Kecamatan Donggo Jemaah Naqsabandiyah Salat Id Hari Ini Kec, Donggo
Donggo NTB, Media Dinamika Global.id.-- Sebagian warga di Kecamatan donggo, Nusa Tenggara Barat (NTB), lebih dulu merayakan Idul Fitri 1447 H. Jemaah Tarekat Qadariyah Wa Naqsyabandiyah di lapangan suka maju, Kecamatan Donggo, Kabupaten Bima menggelar salat Id, pagi ini, saat mayoritas umat Islam masih menunggu penetapan resmi Lebaran dari pemerintah.
Di lapangan suka maju, salat Idul Fitri dipusatkan di lapangan suka maju. Pantauan media Dinamika global Jumat (20/3/2026), salat Idul Fitri dimulai sekitar pukul 07.30 Wita dengan imam Ustad Ifdal dan khatib Ustad H. Syamsudin Ahz.
Salat Id selesai sekitar pukul 08.30 Wita dan dilanjutkan dengan ramah tamah (salam-salaman) antarjemaah.
Dalam sambutannya, khatib H. Syamsudin Ahz S.pdi, mengajak para jemaah salat Id untuk terus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, yakni melaksanakan perintah dan menjauhi segala larangan.
“Momentum berakhirnya Ramadan harus ditandai dengan mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” katanya.
Selain itu, khatib juga menyampaikan pesan kepada para jemaah agar selalu berbakti dan berlaku baik kepada orang tua, mencintai suami, istri, anak, dan keluarga. Termasuk menghargai tetangga dan sesama warga.
“Idul Fitri ini adalah momentum untuk saling memaafkan. Seperti anak meminta maaf kepada orang tuanya, istri kepada suaminya, dan kembali rukun dengan tetangga,” ujar H. Syamsudin.
Ikuti Penetapan Tarekat
Diketahui, tiap tahun sebagian warga desa Doridungga kecamatan Donggo melaksanakan salat Id lebih awal. Mereka mengikuti penetapan H. Syamsudin, pemimpin Tarekat Qadariyah Wa Naqsyabandiyah.
H. Syamsudin menggunakan metode hisab bin nadariyah dan dzuhuriyah yang tertuang dalam kitab Muinul Mubin dalam menentukan awal puasa Ramadan, salat Idul Fitri, dan Iduladha. Penetapan tersebut tidak diumumkan secara luas.
Selain di Doridungga, salat Id pada Jum'at ini juga digelar sebagian Mpili dan manggekompo kecamatan donggo. Mereka melaksanakan salat Id di lapangan suka maju desa Doridungga kecamatan Donggo, kabupaten bima.
Salat Id. dipimpin oleh imam sekaligus khatib ustadz H. Syamsudin Ahz S.pdi. Informasinya, mereka menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jum'at, 20 Maret 2026, mengikuti rukyatul hilal global.(Sekjend MDG)
Beri Kenyamanan Warga Saat Beribadah, Anggota Koramil 1608-01/Rasanae Lakukan Pengamanan
Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jemaah yang sedang melaksanakan ibadah Sholat, Serka Yosep Gaina Babinsa Kel. Pane Anggota Koramil 1608-01/Rasanae melaksanakam Pengamanan di seputaran Masjid Agung Almuwahidin Kota Bima. Kamis, (19/03/26)
Ditegaskan oleh Serka Yosep Gaina Babinsa Kel. Pane, kami selaku jajaran TNI akan terus melakukan pengamanan kepada Warga yang melaksanakan Ibadah Sholat berjamaah, guna memastikan kenyamanan, keamanan, dan kekhusyukan jamaah dalam melaksanakan ibadah sholat berjamaah.
Seperti pada momen ini, dimana di setiap Masjid maupun Musholla Warga melaksanakan ibadah Sholat lima waktu secara berjamaah.
Disamping itu. Serka Yosep Gaina Babinsa Kelurahan Pane membantu pengaturan situasi di sekitar area Masjid dan memastikan ketertiban selama ibadah berlangsung.
Selain pengamanan, Serka Yosep juga memberikan himbauan agar warga tetap menjaga ketertiban, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap barang bawaan, termasuk sepeda motor, agar di simpan di tempat yang dapat dijangkau, guna mengantisipasi potensi tindak kriminalitas.
Semoga dengan pengamanan yang intensif dan humanis, dilakukan oleh Serka Yosep Gaina Babinsa Kelurahan Pane diharapkan dapat memberikan situasi kamtibmas yang aman dan nyaman serta kondusif bagi Warga yang melaksanakan sholat tarawih selama Bulan Suci Ramadhan. .
Kegiatan pengamanan berjalan dengan aman, lancar dan kondusif (Koramil-01/Tim MDG).
Anggota Koramil 1608-01/Rasanae, Gencar Patri Cipkon, Antisipasi Gangguan Keamanan
Kota Bima. Media Dinamika Global.id. Babinsa Kelurahan Tanjung Serma Samsurijal melaksanakan Patroli Rutin Cipta Kondisi bersama dengan beberapa 6 orang Anggota di wilayah teritorial Koramil 1608-01/Rasanae. Rabu, (18/03/26).
Sementara Wilayah yang menjadi Pusat kegiatan patroli terdapat di enam Kelurahan.
1. Kelurahan Kumbe
2. Kelurahan Rabangodu Utara
3. Kelurahan Penaraga
4. Kelurahan Penatoi
5. Kelurahan Manggemaci
6. Kelurahan Dara
Usai Apel pengecekan, tepat pada Pukul 21.52 Wita, anggota personil melaksanakan patroli keliling Star dari Posramil Rasanae Timur Kel. Kumbe menuju sepanjang Jln. Sukarno Hatta Kota Bima dan finis akhir di Kantor Koramil 1608-01/Rasanae dengan menggunakan kendaraan Roda dua.
Dalam rangka menciptakan Kamtibmas yang kondusif, Anggota patroli menghimbau kepada masyarakat terutama anak-anak muda dan remaja untuk bersama-sama menjaga keamanan di bulan puasa, dengan tidak mengunakan Motor berkenalpot brong sehingg bisa menganggu warga masyarakat yang sedang istirahat tidur di malam hari serta bisa membahayakan keselamatan pengguna jalan lain.
Selang beberapa waktu, Anggota patroli melaksanakan pemeriksaan salah satu warga yang menggunakan sepeda motor knalpot brong resing sekaligus memberikan himbauan agar knalpot resing di copot dan di harapkan kepada masyarakat agar dapat mematuhi aturan lalu lintas yang berlaku dan mendukung terciptanya situasi wilayah yang aman tertib dan kondusif di wilayah Kota Bima
Dengan adanya kegiatan Patroli yang dilakukan oleh Jajaran Koramil-01 Rasanae, diharapkan masyarakat lebih khusus anak-anak muda memiliki kesadaran dan pemahaman baik demi terciptanya situasi Kamtibmas yang Kondusif.
Pukul 21.48 Wita, Anggota patroli tiba di Kantor Koramil 1608- 01/Rasanae dan melaksanakan Apel pengecekan akhir di depan Kantor Koramil 1608- 01/Rasanae
Kegiatan patroli rutin Cipta Kondisi, selesai dalam keadaan aman tertib dan lancar. (Koramil-01/Tim MDG)
















