Media Dinamika Global

Kamis, 06 Agustus 2026

SPPG Bima Sape Naru.UD.Lilis Sajikan Menu Bergizi untuk Dukung Kesehatan dan Aktivitas Masyarakat



Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Jumat 7 Agustus 2026 — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Naru melalui program Dapur Ud Lilis kembali menghadirkan menu makanan bergizi bagi masyarakat. Penyajian menu harian ini menjadi bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi serta memberikan energi bagi penerima manfaat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menu yang disiapkan pada Jumat (7/8/2026) terdiri dari nasi putih sebagai sumber karbohidrat, udang asam manis sebagai sumber protein, kering tempe yang kaya akan nutrisi, sayur santan sebagai pelengkap kebutuhan serat dan gizi, serta buah anggur sebagai sumber vitamin.

Pihak SPPG Bima Sape Naru berharap menu bergizi tersebut dapat memberikan manfaat, meningkatkan semangat, dan membantu menjaga kesehatan masyarakat.

“Semoga menu hari ini memberikan manfaat, energi, dan semangat untuk menjalani aktivitas sepanjang hari,” demikian disampaikan dalam pesan program SPPG Bima Sape Naru.

Kegiatan penyediaan makanan bergizi ini mendapat perhatian dan dukungan dari masyarakat sebagai bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kesadaran akan pentingnya konsumsi makanan sehat dan seimbang.

SPPG Bima Sape Naru — Menu Harian Bergizi untuk Masyarakat Sehat.(Team.MDG.03)

Dapur Adiba SPPG Bima Sape Parangina Hadirkan Menu Bergizi, Wujud Kepedulian Penuhi Kebutuhan Masyarakat



Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, Jumat 7 Agustus 2026 — Dapur Adiba yang berada di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina kembali menghadirkan sajian makanan bergizi bagi masyarakat. Menu yang disiapkan pada Jumat (07/08/2026) menjadi bentuk komitmen dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan sehat dan seimbang.

Beragam menu bergizi disajikan dalam hidangan kali ini, mulai dari nasi putih sebagai sumber energi, telur ceplok sebagai sumber protein hewani, tahu goreng sebagai tambahan protein nabati, serta bakwan sayur sebagai pelengkap asupan gizi.

Selain itu, menu tersebut juga dilengkapi dengan sambal, timun, dan buah apel Fuji yang kaya vitamin. Kombinasi berbagai jenis makanan ini diharapkan mampu memberikan asupan gizi yang lebih lengkap serta mendukung kesehatan para penerima manfaat.

Penyediaan makanan bergizi melalui Dapur Adiba SPPG Bima Sape Parangina merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan pangan yang berkualitas bagi masyarakat. Setiap menu disusun dengan memperhatikan keseimbangan antara karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan.

Pihak Dapur Adiba berharap sajian yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh penerima. Kehadiran program ini menjadi wujud kepedulian dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bima Sape Parangina.(Team.MDG.03)

Di Grebek Saat Hendak Bertransaksi, Pria Di Tulang Bawang Diamankan Polisi! Satu Rekannya Kabur Ke Perkebunan Karet.


Tulang Bawang - Mediadinamikaglobal.Id || Upaya peredaran narkotika yang diduga akan berlangsung di Kabupaten Tulang Bawang berhasil digagalkan aparat Satresnarkoba Polres Tulang Bawang. Seorang pria berinisial H diamankan setelah diduga hendak melakukan transaksi narkotika jenis sabu di sebuah rumah di Kampung Agung Dalem, Kecamatan Banjar Margo.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang diterima polisi pada 1 Agustus 2026. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengawasan di lokasi yang dicurigai menjadi tempat aktivitas peredaran narkotika.

Puncaknya, pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, petugas mendapati seorang pria mengenakan baju kuning yang diduga sedang melakukan transaksi sabu. Polisi segera bergerak melakukan pengamanan. H berhasil diamankan, sementara seorang pria lainnya berhasil melarikan diri ke arah perkebunan karet dan kini masih dalam pengejaran.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu bungkus plastik klip yang berisi tujuh paket plastik klip diduga narkotika jenis sabu, serta satu unit telepon genggam Samsung Galaxy berwarna hitam yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Dalam pemeriksaan awal, H mengakui barang bukti tersebut merupakan miliknya. Ia juga mengungkapkan bahwa pada malam sebelumnya diduga telah terjadi sejumlah transaksi narkotika, termasuk kepada seseorang yang disebut berinisial B. Berdasarkan pengakuan itu, polisi langsung melakukan pengembangan untuk menelusuri jaringan yang diduga terlibat.

Kasus ini kini ditangani Satresnarkoba Polres Tulang Bawang dengan dugaan pelanggaran Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika beserta ketentuan hukum yang berlaku.

Polres Tulang Bawang menyatakan penyidikan masih terus berlanjut. Selain memburu pelaku yang melarikan diri, penyidik juga tengah mengembangkan perkara guna mengungkap jaringan pemasok, mengirim barang bukti ke laboratorium forensik, serta melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum.

Kasus ini menjadi peringatan bahwa aparat kepolisian terus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran narkotika di wilayah Tulang Bawang. Polisi memastikan pengembangan kasus akan terus dilakukan hingga seluruh pihak yang diduga terlibat dapat diungkap sesuai proses hukum yang berlaku. (Fs/Red) 

SPPG Bima Sape Dapur Sangia Ambarata Kembali Hadirkan Menu Bergizi bagi Penerima MBG



Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 7 Agustus 2026 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape melalui Dapur Sangia Ambarata kembali menyediakan menu bergizi bagi para penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (7/8/2026). Penyediaan menu bergizi ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi peserta didik melalui makanan yang sehat, aman, dan seimbang.

Pada hari ini, menu yang disajikan terdiri atas nasi putih, semur daging, tempe krispi, acar timun dan wortel, serta buah salak. Menu tersebut disusun dengan memperhatikan keseimbangan kandungan gizi, meliputi sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, vitamin, mineral, serta serat yang dibutuhkan tubuh.

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SPPG Bima Sape tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik. Dengan asupan gizi yang baik, diharapkan para penerima manfaat memiliki energi yang cukup untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Dapur Sangia Ambarata terus berupaya menghadirkan variasi menu yang sehat, bergizi, dan sesuai dengan standar pemenuhan gizi yang telah ditetapkan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

Melalui kolaborasi seluruh pihak, SPPG Bima Sape berharap pelaksanaan Program MBG dapat terus berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik serta masyarakat di wilayah Kecamatan Sape dan sekitarnya.(Team.MDG.03)

Ayam Bumbu Bali hingga Kelengkeng, Menu MBG Dapur Istiqomah SPPG Bima Sape Parangina 2 Hari Ini Penuhi Gizi Seimbang


Bima.NTB.Media Dinamika Global.id, 7 Agustus 2026 – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bima Sape Parangina 2 melalui Dapur Istiqomah kembali menyajikan menu bergizi bagi peserta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (7/8/2026). Menu yang disiapkan merupakan bagian dari upaya memenuhi kebutuhan gizi seimbang guna mendukung kesehatan dan aktivitas belajar peserta didik.

Adapun menu MBG hari ini terdiri atas nasi putih, ayam bumbu Bali, capcay, tahu kecap, dan buah kelengkeng. Kombinasi tersebut menghadirkan sumber karbohidrat, protein hewani, protein nabati, vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang pertumbuhan serta menjaga daya tahan tubuh.

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi peserta didik. Melalui penyediaan makanan bergizi secara rutin, program ini diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi belajar, menjaga kesehatan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

SPPG Bima Sape Parangina 2 melalui Dapur Istiqomah terus berkomitmen menghadirkan menu yang bervariasi, sehat, dan memenuhi standar keamanan pangan. Variasi menu yang disajikan setiap hari diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus memberikan pengalaman konsumsi makanan yang beragam bagi para peserta.

Dengan terselenggaranya Program Makan Bergizi Gratis secara berkelanjutan, SPPG Bima Sape Parangina 2 berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai investasi bagi masa depan Kabupaten Bima.(Team.MDG.03)

Penitipan Tahanan Mantan Kapolres Bima Menjadi Timbul Pertanyaan Publik


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Penitipan tahanan terhadap mantan Kapolres Bima Kota oleh Kejaksaan Negeri Raba Bima di Markas Komando Brimob menimbulkan perhatian publik karena berbeda dengan perlakuan terhadap terdakwa lain yang memiliki keterkaitan dalam rangkaian perkara yang sama. Berdasarkan surat dakwaan yang telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Raba Bima, perkara tersebut juga melibatkan terdakwa A.N. Malaungi (Nomor 183/Pid.Sus/2026/PN Rbi), A.N. Koko Erwin (Nomor 197/Pid.Sus/2026/PN Rbi), A.N. Ais Setiawan (Nomor 208/Pid.Sus/2026/PN Rbi), serta A.N. Abd. Hamid/Boy (Nomor 209/Pid.Sus/2026/PN Rbi). Akan tetapi, dari seluruh terdakwa tersebut hanya mantan Kapolres Bima Kota yang dititipkan di Mako Brimob, sedangkan terdakwa lainnya tetap menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan).

Persoalan yang kemudian muncul bukan semata-mata mengenai lokasi penitipan tahanan, melainkan mengenai batas penggunaan subjektivitas oleh Penuntut Umum. Apakah perbedaan perlakuan tersebut merupakan bentuk penggunaan diskresi yang sah menurut hukum, atau justru menunjukkan penerapan pertimbangan subjektif yang belum sepenuhnya didukung oleh parameter objektif.(Sekjend MDG)

Lurah Penana'e Tinjau dan Monitoring Irigasi Pengairan di So Kambu Nggarolo Kota Bima


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.— Warga di lingkungan nggarolo, Kelurahan Penana'e, Kecamatan Mpunda, menggelar kegiatan kerja bakti massal pada Kamis (6/8/2026) pagi. Giat kebersihan air di so kambu nggarolo ini mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Kelurahan Penana'e kota Bima melalui peninjauan langsung di lapangan.

Kegiatan kerja bakti tersebut dipantau langsung melalui giat monitoring oleh lurah, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Kelurahan Penana'e, bersama Kepala Seksi Pemerintahan, Keduanya turun langsung ke area so kambu nggarolo warga untuk memastikan kegiatan berjalan dengan lancar dan terkoordinasi dengan baik.

Kehadiran jajaran kelurahan dalam giat kerja bakti ini memiliki sejumlah agenda utama. Tujuannya adalah untuk meninjau secara langsung kondisi infrastruktur lingkungan setempat, memastikan kelancaran fungsi saluran air (drainase) sebagai langkah antisipasi genangan, serta memberikan dukungan penuh atas inisiatif warga dalam merawat lingkungannya.

"Monitoring ini kami lakukan untuk melihat langsung kondisi saluran air dan infrastruktur yang ada di so kambu, sekaligus memberikan apresiasi atas semangat kerja bakti warga. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat," ujar pihak Kelurahan Penana'e di lokasi kegiatan.

Melalui giat kerja bakti ini, warga bersama jajaran kelurahan saling bahu-membahu membersihkan sampah yang menyumbat selokan, merapikan fasilitas umum, dan membenahi area yang rawan kumuh.

Kolaborasi aktif antara warga dan aparatur kelurahan Penana'e kota Bima ini diharapkan dapat terus berlanjut menjadi agenda rutin. Dengan infrastruktur yang terawat dan saluran air yang lancar berkat kerja bakti, wilayah so kambu nggarolo Kelurahan Penana'e. diyakini akan semakin nyaman, asri, dan terhindar dari potensi banjir.(Sekjend MDG)

NTB Perkuat Ekosistem UMKM melalui Pembiayaan, Legalitas, dan Akses Pasar


Mataram, Media Dinamika Global -  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat ekosistem pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui berbagai langkah strategis, mulai dari perluasan akses pembiayaan, peningkatan kualitas produk, kemudahan memperoleh legalitas, hingga pembukaan akses pasar nasional dan internasional.

Data yang dihimpun Dinas Kominfotik Kamis, (6/8/2026) dari sejumlah perangkat daerah Pemprov NTB menyebutkan, berbagai program tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM naik kelas sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan investasi dan perekonomian daerah.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat akses pembiayaan melalui kerja sama Pemerintah Provinsi NTB dengan sektor perbankan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank NTB Syariah. Kerja sama tersebut telah diimplementasikan sejak Juli 2026 melalui penandatanganan perjanjian kerja sama, sehingga seluruh jaringan bank yang terlibat kini telah membuka akses penyaluran KUR bagi pelaku UMKM di NTB.

Dalam implementasinya, perbankan memanfaatkan data transaksi digital berbasis QRIS sebagai dasar pemetaan sekaligus screening calon penerima KUR. Melalui data tersebut, bank dapat menilai aktivitas usaha pelaku UMKM secara lebih objektif sehingga proses penyaluran pembiayaan menjadi lebih cepat, akurat, dan tepat sasaran.

Saat ini sekitar 13 ribu pelaku UMKM di NTB telah menggunakan QRIS dan menjadi bagian dari basis data transaksi digital. Data tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk memperluas akses pembiayaan, terutama bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum terjangkau layanan perbankan.

Sebagai contoh, salah satu pelaku UMKM di Lombok mampu mencatat hingga 746 transaksi QRIS dalam satu bulan. Frekuensi transaksi tersebut menunjukkan aktivitas usaha yang sehat dan menjadi salah satu indikator kelayakan bagi bank untuk memperoleh fasilitas KUR.

Pada tahap awal, penyaluran difokuskan pada segmen KUR Super Mikro dengan plafon pembiayaan di atas Rp10 juta hingga Rp15 juta. Selanjutnya tersedia pula skema KUR Mikro dengan plafon pembiayaan yang lebih besar sesuai ketentuan pemerintah.

Selain memperluas akses pembiayaan, Pemerintah Provinsi NTB terus memperkuat daya saing produk UMKM melalui peningkatan kualitas produk, perluasan akses pasar, serta penguatan jejaring kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, pemerintah mengembangkan program pendampingan Desa Ekspor bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Program ini difokuskan pada peningkatan kapasitas pelaku usaha, standardisasi mutu produk, hingga konsolidasi produk sejenis agar mampu memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

Konsolidasi pelaku usaha menjadi salah satu strategi utama. Pemerintah menghimpun UMKM yang menghasilkan produk sejenis agar kapasitas produksi meningkat secara kolektif dan pasokan tersedia sepanjang tahun. Langkah ini diharapkan mampu mengatasi produksi yang selama ini masih bersifat sporadis sehingga kontinuitas pasokan lebih terjamin ketika permintaan pasar meningkat.

Di sisi pemasaran, Pemerintah Provinsi NTB terus membuka berbagai kanal promosi produk lokal melalui kerja sama dengan pelaku ritel modern, termasuk Uniqlo, serta pengembangan ruang promosi di berbagai lokasi strategis seperti bandara, kawasan ekonomi khusus, dan kawasan pariwisata.

Penguatan perdagangan antardaerah juga terus dilakukan melalui penyelenggaraan pasar lelang yang telah mencatat nilai transaksi hampir Rp1 miliar dalam satu hari pelaksanaan. Berbagai kerja sama perdagangan regional terus diperluas guna membuka peluang pasar baru bagi produk unggulan NTB.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Sinta M. Iqbal, menyampaikan bahwa pembinaan UMKM kini diarahkan pada pengembangan sentra-sentra produksi berbasis komunitas. Pendekatan tersebut dilakukan agar pelaku usaha tidak berkembang sendiri-sendiri, tetapi mampu membangun ekosistem produksi yang saling mendukung dengan standar kualitas yang seragam.

Menurutnya, bantuan pemerintah diprioritaskan kepada kelompok usaha yang telah menunjukkan konsistensi produksi, memiliki pasar, dan mampu menjalankan usahanya secara berkelanjutan. Setelah usaha berkembang dan permintaan pasar meningkat, pemerintah akan membantu memenuhi kebutuhan peralatan produksi maupun dukungan lainnya guna meningkatkan kapasitas usaha.

Melalui pendekatan tersebut diharapkan pelaku usaha yang telah berkembang dapat mendorong lahirnya pelaku usaha baru di lingkungan sekitarnya sehingga terbentuk sentra-sentra produksi yang mampu memenuhi permintaan pasar dalam skala besar.

Pemerintah optimistis berbagai langkah tersebut mampu mendorong realisasi investasi sektor UMKM hingga mencapai target Rp1 triliun pada akhir tahun 2026.

Di sektor industri, Pemerintah Provinsi NTB juga melanjutkan pengembangan kawasan industri yang telah direncanakan sebelumnya. Fokus saat ini adalah percepatan penetapan pengelola kawasan agar pengembangannya segera berjalan sesuai rencana. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pengelola sumber daya bahan baku guna mempercepat realisasi investasi di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB menjelaskan bahwa pembinaan UMKM dilaksanakan secara berkelanjutan melalui Balai Latihan Koperasi (Balaikop) maupun Unit Pelaksana Teknis pemerintah daerah. Berbagai pelatihan terus diselenggarakan, mulai dari kewirausahaan, peningkatan kapasitas koperasi, hingga keterampilan pengolahan produk pangan dan pembuatan aneka kue.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, saat ini terdapat sekitar 324 ribu unit UMKM yang tersebar di seluruh wilayah NTB. Pemerintah terus melakukan pendampingan agar pelaku usaha mampu meningkatkan kapasitas, kualitas produk, dan daya saing usahanya.

Meski demikian, pemerintah mengakui pelaksanaan program pembinaan tahun ini masih menghadapi tantangan akibat keterbatasan anggaran. Kondisi tersebut berdampak pada ruang gerak pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, namun pembinaan UMKM tetap menjadi prioritas.

Selain pengembangan UMKM, Dinas Koperasi dan UKM juga terus memperkuat pembinaan koperasi syariah melalui pembentukan tim khusus yang bertugas melakukan pendampingan agar koperasi berkembang secara sehat, profesional, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

Pembinaan diarahkan untuk memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan kapasitas pengurus, serta memastikan koperasi menjalankan prinsip-prinsip syariah secara konsisten. Pemerintah juga melakukan verifikasi terhadap koperasi yang memenuhi persyaratan untuk memperoleh dukungan pengembangan sesuai ketentuan.

Perkembangan koperasi syariah di NTB menunjukkan tren positif yang tercermin dari meningkatnya kepatuhan dalam pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT), semakin baiknya administrasi kelembagaan, serta meningkatnya tingkat kesehatan koperasi.

Di sisi lain, Dinas Koperasi dan UKM juga tengah mempersiapkan penguatan kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sesuai mekanisme yang ditetapkan, pada dua tahun pertama operasional pembinaan dan pendampingan akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UKM sebelum pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada desa atau pengurus koperasi.

Sebagai bagian dari proses tersebut, pemerintah sedang menyusun mekanisme pelatihan bagi para manajer KDKMP melalui Balaikop. Pelatihan ini diharapkan membekali para pengelola dengan kompetensi manajerial, tata kelola koperasi, serta kemampuan mengembangkan usaha secara profesional.

Sementara itu, Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) turut memperkuat pendampingan legalitas produk pangan bagi UMKM. Sepanjang tahun 2025 diterbitkan sekitar 202 Nomor Izin Edar (NIE), sedangkan hingga pertengahan tahun 2026 telah terbit 46 izin baru sehingga total penerbitan selama periode 2025–2026 mencapai sekitar 246 Nomor Izin Edar.

Khusus produk kopi khas NTB, sejak tahun 2025 hingga Semester I 2026 telah diterbitkan lima Nomor Izin Edar. Selain itu, Balai POM juga mendampingi berbagai produk pangan khas NTB, seperti ayam taliwang dalam kemasan siap bawa, agar memenuhi persyaratan legalitas dan dapat dipasarkan lebih luas.

Balai POM menegaskan seluruh proses pendampingan dilakukan secara gratis. Pelaku usaha hanya dikenakan biaya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekitar Rp350 ribu pada tahap akhir penerbitan Nomor Izin Edar dan biaya tersebut dibayarkan langsung ke kas negara.

Untuk mempermudah pelayanan, Balai POM juga menghadirkan inovasi layanan digital sehingga pelaku usaha dapat mengurus seluruh proses pendampingan tanpa harus datang ke kantor. Ke depan, sistem tersebut akan diintegrasikan dengan berbagai dashboard layanan pemerintah, termasuk sistem PNBP, e-commerce, dan pemantauan aktivitas produksi pangan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, Dekranasda, Balai POM, dunia usaha, serta berbagai kementerian dan lembaga, Pemerintah Provinsi NTB optimistis ekosistem UMKM akan semakin kuat. Integrasi layanan pembiayaan, legalitas, digitalisasi transaksi, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan akses pasar diharapkan mampu melahirkan lebih banyak UMKM yang naik kelas, berdaya saing tinggi, serta memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap pertumbuhan investasi dan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Redaksi |

NTB Selangkah Lagi Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN


Jakarta, Media Dinamika Global - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) selangkah lagi menerapkan Sistem Manajemen Talenta sebagai dasar pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN). Kesiapan tersebut mendapat apresiasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI setelah Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB, serta Tim Manajemen Talenta BKD NTB memaparkan pembangunan Sistem Manajemen Talenta Pemerintah Provinsi NTB di hadapan jajaran BKN RI di Kantor BKN RI, Jakarta, Kamis (6/8).

Ekspose tersebut dipimpin Deputi Bidang Penyelenggaraan Manajemen Aparatur Sipil Negara BKN RI, Dr. Herman, M.Si., yang mewakili Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. Turut hadir dalam forum tersebut jajaran lengkap BKN RI, yakni Sekretaris Utama BKN, Deputi Bidang Sistem Informasi Manajemen ASN, Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Manajemen ASN, Deputi Bidang Penyelenggaraan Layanan Manajemen ASN, Pejabat Fungsional Ahli Utama, Deputi Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Manajemen ASN, Kepala Kantor Regional X BKN (Wilayah Bali Nusra), serta Direktorat Pengembangan Talenta dan Karier ASN. Kehadiran tim lengkap tersebut merupakan bagian dari proses klarifikasi, konfirmasi, dan validasi terhadap kesiapan Pemerintah Provinsi NTB dalam menyelenggarakan Sistem Manajemen Talenta.

Dalam paparannya, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa transformasi birokrasi harus dimulai dari pembenahan sistem pengelolaan sumber daya manusia aparatur. Menurutnya, pengembangan karier ASN tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat, tetapi harus dibangun melalui sistem yang objektif, transparan, dan berbasis kinerja serta potensi.

"Pengembangan karier ASN tidak boleh lagi bergantung pada kontestasi sesaat. Ke depan, karier aparatur harus dipandu oleh Manajemen Talenta ASN berbasis kinerja dan potensi sehingga adil bagi ASN dan menguntungkan organisasi," tegas Gubernur.

Gubernur Miq Iqbal menjelaskan bahwa pembangunan Sistem Manajemen Talenta merupakan bagian dari implementasi visi Bangkit Bersama Menuju NTB Provinsi Kepulauan yang Makmur Mendunia, khususnya Misi Ketujuh yang menitikberatkan pada percepatan transformasi birokrasi menuju tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, dan kolaboratif. Saat ini Pemerintah Provinsi NTB mengelola 27.850 ASN, sehingga membutuhkan sistem pengelolaan karier yang modern, profesional, objektif, dan berbasis data. 

Menurut Miq Iqbal, keberhasilan Triple Agenda Pembangunan Daerah, yakni pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, dan menjadikan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia, hanya dapat diwujudkan apabila didukung ASN yang kompeten, profesional, dan ditempatkan sesuai talenta terbaiknya. Karena itu, pembangunan Sistem Manajemen Talenta menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung keberhasilan agenda pembangunan daerah tersebut. 

Dalam forum yang berlangsung sekitar 90 menit itu, Gubernur Miq Iqbal memaparkan secara komprehensif pembangunan Sistem Manajemen Talenta di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Paparan tersebut mencakup identifikasi jabatan strategis yang kosong maupun yang akan kosong, pemetaan talenta ASN melalui talent mapping, penyusunan rencana suksesi (succession planning), pengembangan kompetensi melalui Individual Development Plan (IDP), strategi retensi talenta, hingga simulasi pengisian jabatan berbasis data menggunakan aplikasi SIMATA BKN. Seluruh instrumen tersebut disiapkan sebagai fondasi pengembangan karier ASN yang objektif, terukur, transparan, dan berkelanjutan.  

Setelah melalui proses klarifikasi, konfirmasi, dan validasi terhadap seluruh materi yang dipaparkan, Deputi Bidang Penyelenggaraan Manajemen Aparatur Sipil Negara BKN RI, Dr. Herman, M.Si., menyampaikan apresiasi atas kesiapan Pemerintah Provinsi NTB. Menurutnya, pembangunan Sistem Manajemen Talenta di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB telah menunjukkan kesiapan yang sangat baik dan telah siap untuk memasuki tahapan penetapan oleh Kepala BKN RI.

"Kesiapan Pemerintah Provinsi NTB sangat baik dan sudah siap. Selanjutnya akan kami dalami sehingga mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama rekomendasi Kepala BKN RI dapat segera keluar," tegas Dr. Herman.

Ia menjelaskan, tahapan berikutnya adalah pendalaman terhadap dokumen dan implementasi Sistem Manajemen Talenta yang telah dipaparkan Pemerintah Provinsi NTB. Apabila seluruh persyaratan telah dinyatakan terpenuhi, Kepala BKN RI akan menerbitkan rekomendasi penetapan penyelenggaraan Sistem Manajemen Talenta bagi Pemerintah Provinsi NTB.

Terbitnya rekomendasi tersebut akan menjadi tonggak penting dalam reformasi manajemen ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama tidak lagi semata-mata mengandalkan mekanisme seleksi terbuka melalui Tim Seleksi, tetapi mengacu pada Sistem Manajemen Talenta yang menempatkan rekam jejak, kompetensi, kinerja, potensi, dan kesiapan suksesi sebagai dasar utama pengembangan karier ASN.

Melalui sistem tersebut, setiap ASN memperoleh kesempatan yang sama untuk  organisasi memiliki talent pool yang telah dipersiapkan secara sistematis sehingga proses pengisian jabatan dapat berlangsung lebih cepat, objektif, transparan, dan berkesinambungan.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, penerapan Sistem Manajemen Talenta bukan sekadar memenuhi kebijakan reformasi birokrasi nasional, tetapi merupakan langkah strategis membangun birokrasi yang profesional, adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Redaksi |

Perkuat Sinergi Antarlembaga, Jajaran Pemkab dan Forkopimda SBD Hadiri Jamuan Makan Malam Kejati NTT


WAIKABUBAK, Media Dinamika Global.id.— Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Ratu Ngadu B. Wulla, S.T., bersama Wakil Bupati Dominikus Alphawan R. Kaka, S.P., menghadiri undangan jamuan makan malam bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) / Kejaksaan Negeri (Kejari) Nusa Tenggara Timur. Kegiatan bertempat di Rumah Jabatan Bupati Sumba Barat, Waikabubak, pada Rabu malam (5/8/2026).

Dalam rombongan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya, turut hadir Ketua DPRD Kabupaten SBD Rudolf Radu Holo, Wakapolres SBD Kompol Marthinus Ardjon, S.H., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBD, Paulina K. Maghu, S.Pt.

Jamuan makan malam ini berlangsung hangat dan penuh keakraban, berfungsi sebagai sarana mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergitas antara pemerintah daerah, jajaran Forkopimda, serta aparat penegak hukum di wilayah Pulau Sumba.

Bupati SBD, Ratu Ngadu B. Wulla, S.T., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas undangan dan ruang komunikasi yang terbangun. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis antara jajaran eksekutif, legislatif, kepolisian, dan kejaksaan sangat krusial untuk mendukung kelancaran pembangunan serta penegakan hukum yang berkeadilan di Sumba Barat Daya.

Acara yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan diskusi santai terkait langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas serta memajukan pembangunan di daerah daratan Sumba.(Sekjend MDG)