Media Dinamika Global

Rabu, 16 September 2026

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Gelar Patroli Siskamling, Imbau Warga Jaga Keamanan


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Koramil 1608-03/Sape melaksanakan patroli Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di wilayah Desa Lanta, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Rabu (16/9/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.10 Wita tersebut dipimpin Serka Khairudin selaku Babinsa Desa Lanta bersama satu orang anggota Koramil. Patroli dilakukan untuk memantau situasi wilayah sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan perkembangan situasi keamanan di wilayah Kecamatan Sape dan Kecamatan Lambu.

Dalam kegiatan tersebut, turut terlibat empat orang aparat desa dan enam orang masyarakat. Patroli menyasar sejumlah titik yang dinilai perlu mendapat perhatian, terutama kawasan permukiman warga serta tempat-tempat yang menjadi lokasi tongkrongan anak muda.

Setibanya di Desa Lanta sekitar pukul 20.20 Wita, personel Koramil langsung melakukan pemantauan situasi lingkungan. Selain memantau kondisi wilayah, petugas juga berdialog dengan warga dan menyampaikan sejumlah imbauan terkait pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.


Babinsa mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keamanan di lingkungan masing-masing serta menghindari perselisihan yang dapat berujung pada pertengkaran.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kalangan anak muda. Warga diingatkan agar menghindari konsumsi minuman keras yang dapat memicu hilangnya kontrol emosi dan berpotensi menimbulkan perkelahian.

Selain itu, masyarakat, khususnya pengendara kendaraan bermotor, diimbau tidak mengendarai kendaraan secara ugal-ugalan di jalan raya karena dapat membahayakan diri sendiri maupun mengganggu pengguna jalan lainnya.

Setelah memberikan imbauan dan melakukan pemantauan, personel Koramil 1608-03/Sape melanjutkan patroli di wilayah desa binaan hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 21.20 Wita.

Patroli Siskamling tersebut berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana bagi aparat kewilayahan untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat serta mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan warga.(Team.MDG.03)

Babinsa Koramil 1608-03/Sape Ajak Warga Jaga Kamtibmas Melalui Kongkow-Kongkow


BIMA.NTB.Media Dinamika Global.id— Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1608-03/Sape melaksanakan kegiatan kongkow-kongkow bersama masyarakat di sejumlah desa binaan, Rabu (16/9/2026) malam. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat komunikasi dengan warga sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

Di Desa Naru, Kecamatan Sape, Sertu Syarif Hidayat selaku Babinsa melaksanakan patroli dan kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 20.00 Wita. Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban di lingkungan tempat tinggal.




Warga juga diminta tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun orang lain. Sertu Syarif Hidayat mengingatkan masyarakat untuk menjauhi tindakan yang melanggar hukum serta mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan apabila terjadi persoalan di tengah masyarakat.

Kegiatan serupa dilakukan Serka Khairuddin, Babinsa Desa Lanta, Kecamatan Lambu, sekitar pukul 20.30 Wita. Ia mengajak warga untuk memperhatikan kondisi lingkungan, termasuk keberadaan orang baru yang datang ke wilayah tersebut.

Serka Khairuddin juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama sehingga setiap persoalan yang muncul sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah secara kekeluargaan.

Sementara itu, di Desa Mangge, Kecamatan Lambu, Koptu Makmun melaksanakan kongkow-kongkow bersama warga sekitar pukul 20.45 Wita. Dalam pertemuan tersebut, Babinsa mengajak masyarakat menjaga hubungan dan komunikasi yang baik serta menghindari berbagai bentuk perbuatan yang melanggar hukum.

Warga juga diingatkan agar tidak mengambil tindakan sendiri apabila menghadapi suatu persoalan. Setiap permasalahan diharapkan segera dilaporkan kepada pihak terkait agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Kemudian, sekitar pukul 21.10 Wita, Serda Aladin, Babinsa Desa Parangina, Kecamatan Sape, melaksanakan patroli kongkow-kongkow bersama Bhabinkamtibmas dan warga desa binaan.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak bersama-sama menjaga stabilitas Kamtibmas demi menciptakan keamanan dan kenyamanan di lingkungan desa. Warga juga diminta segera memberikan informasi kepada aparat desa, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas apabila menemukan adanya gangguan keamanan.

Kegiatan kongkow-kongkow yang dilaksanakan para Babinsa tersebut menjadi salah satu sarana komunikasi langsung antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Melalui komunikasi yang terjalin secara rutin, berbagai persoalan di lingkungan masyarakat diharapkan dapat diketahui dan ditangani sejak dini sehingga situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga.

(Team.MDG.03)

Pemprov Lampung Perluas Tim Inisiatif Karbon, Bidik Ekonomi Blue-Green.

Bandar Lampung - Mediadinamikaglonal.Id || Pemerintah Provinsi Lampung mulai mengubah arah kerja Tim Koordinasi Inisiatif Karbon dengan memperluas cakupannya dari semula berfokus pada karbon hutan menjadi pengembangan ekosistem karbon yang mencakup sektor daratan dan pesisir. Langkah ini diarahkan untuk menjadikan perdagangan karbon sebagai peluang investasi sekaligus sumber manfaat ekonomi bagi masyarakat Lampung, Rabu 16 September 2026.

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo mengatakan tim tersebut harus bekerja secara nyata dan tidak berhenti sebagai tim yang hanya dibentuk melalui keputusan gubernur.

"Esensinya adalah bagaimana tim yang dibentuk ini bukan sekadar SK Gubernur, bukan sebuah dokumen, tapi benar-benar tim ini bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing," kata Sekda dalam rapat Tim Koordinasi Inisiatif Karbon Provinsi Lampung.

Pembahasan mengenai penguatan tim dan roadmap karbon tersebut dilakukan Pemerintah Provinsi Lampung bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) dan Tim Inisiatif Karbon. Dalam rapat itu disepakati bahwa pelaksanaan program mulai didorong pada 2026, tidak menunggu hingga 2027 seperti rancangan awal.

Ketua Harian Tim Inisiatif Karbon Lampung Anshori Djausal mengatakan perubahan cakupan diperlukan karena peluang ekonomi karbon tidak hanya terdapat di kawasan hutan. Potensi juga terdapat pada pesisir, mangrove, limbah pertanian, agroforestri, hingga berbagai aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan pengelolaan ekosistem.

"Jadi kita akan memperluas scope-nya. Bukan hanya hutan," ujar Anshori. Perluasan tersebut mencakup kawasan di dalam dan luar hutan, termasuk pesisir dan limbah pertanian.

Dalam roadmap yang dibahas, lanskap karbon Lampung dikelompokkan ke dalam sejumlah ekosistem. Green carbon mencakup hutan, kebun, agroforestri dan biodiversitas, sedangkan blue carbon mencakup mangrove, rawa dan sungai.

Ada pula konsep silvofishery yang menggabungkan konservasi ekosistem dengan kegiatan budidaya seperti kepiting dan kerang serta pengembangan pariwisata.

Konsep tersebut kemudian dikembangkan melalui gagasan "repong karbon ekonomi" yang mengadopsi kearifan lokal Lampung. Pengelolaan mangrove, misalnya, tidak hanya diarahkan pada penanaman, tetapi juga pemeliharaan ekosistem dan pengembangan kegiatan ekonomi masyarakat seperti kepiting bakau serta pariwisata.

Pemprov Lampung juga menyiapkan pemetaan potensi melalui lima koridor. Koridor Lampung bagian barat antara lain diarahkan pada damar, kopi, agroforestri, hutan dan daerah aliran sungai, sedangkan Pesawaran memiliki potensi mangrove, silvofishery, kepiting bakau dan wisata berbasis karbon. Pesisir Timur juga dinilai memiliki potensi blue carbon dan silvofishery.

Sekda mengatakan pemetaan menjadi pekerjaan awal sebelum masuk ke tahap perdagangan karbon. Pemerintah ingin mengetahui secara rinci potensi yang sudah berjalan, kegiatan yang tinggal dihitung karbonnya, serta potensi baru yang dapat dikembangkan bersama masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota.

Salah satu potensi yang disoroti adalah repong damar di Pesisir Barat. Dalam rapat disebutkan terdapat sekitar 15.000 hektar repong damar dengan pohon yang telah berumur puluhan tahun. Potensi tersebut dinilai perlu dihitung dan diregistrasikan agar manfaat ekonominya dapat dikembangkan tanpa menghilangkan fungsi ekosistem.

Potensi lain berada di luar kawasan hutan, termasuk limbah pertanian. Tim menilai pengelolaan limbah batang singkong dapat menjadi bagian dari skema karbon, sehingga aktivitas ekonomi yang selama ini menghasilkan limbah dapat diarahkan menjadi bagian dari pengembangan ekonomi rendah emisi.

Untuk memperkuat basis data, Sekda meminta dibangun sistem database yang memuat lokasi, potensi dan aktivitas karbon di lima koridor. Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk proses pemetaan, penghitungan, registrasi dan menjadi dasar bagi pengembangan kerja sama bisnis melalui badan usaha milik daerah (BUMD).

Pemerintah juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui kelompok atau kelembagaan yang memiliki dasar legalitas. Model ini diperlukan agar masyarakat tidak hanya menjadi objek kegiatan konservasi, tetapi dapat terlibat dalam pengelolaan ekosistem sekaligus memperoleh manfaat dari skema ekonomi karbon.

Pengembangan karbon juga akan diintegrasikan dengan program prioritas Pemprov Lampung, termasuk Desaku Maju serta agenda ekonomi biru dan ekonomi hijau. Salah satu gagasan yang dibahas adalah pemanfaatan ruang terbuka hijau desa sebagai bagian dari pengembangan hutan desa yang dapat masuk dalam skema karbon.

Dari sisi kerja sama, Pemprov Lampung membuka peluang kolaborasi dengan pemerintah pusat, akademisi, masyarakat, lembaga nonpemerintah dan pihak swasta. Tim juga tengah menjajaki sinergi dengan proyek Satu Karsa Kementerian Kehutanan melalui Imperative Global Project, termasuk inventarisasi dan identifikasi potensi karbon di Tulang Bawang yang pada tahap awal mencakup sekitar 20.000 hektar.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Lampung menilai tata kelola dan registrasi menjadi bagian penting agar potensi yang sudah ada dapat masuk ke dalam skema perdagangan karbon sesuai regulasi. Sekda juga meminta penyusunan SOP sehingga pihak yang ingin bekerja sama memiliki mekanisme dan pintu masuk yang jelas, mulai dari pemetaan hingga kerja sama perdagangan karbon.

Sekda menekankan program tersebut harus mulai bergerak pada 2026 dengan koordinasi lintas-OPD yang dilakukan secara berkala dan terukur. "Harapannya tadi di tahun 2026 ini, program ini bisa berjalan," ujarnya menutup rapat.

Dengan perluasan tersebut, inisiatif karbon Lampung tidak hanya diarahkan pada konservasi hutan, tetapi menjadi bagian dari pengembangan ekonomi blue-green. Pemerintah berharap pengelolaan hutan, pesisir, mangrove, pertanian dan sumber daya alam lainnya dapat menghasilkan nilai ekonomi baru, sekaligus menjaga ekosistem dan membuka manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat Lampung. ( Fs/Red) 

Sekda Kota Bima Pimpin Rapat Tekankan Kesiapan Pelayanan dalam Rapat Koordinasi RSUD


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menghadiri rapat koordinasi bersama Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) RSUD Kota Bima, di RSUD Kota Bima, Rabu (16/09/2026).

Rapat yang dihadiri Direktur RSUD Kota Bima, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, Sekretaris Dinas Kesehatan, serta dokter spesialis dan DPJP tersebut membahas kesiapan pelayanan RSUD Kota Bima.

Satlantas Polres Bima Kota Edukasi Warga tentang Helm SNI dan Kelengkapan Kendaraan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas, Unit Kamsel Satlantas Polres Bima Kota melaksanakan sosialisasi keselamatan berlalu lintas sekaligus membagikan brosur pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, (10/9/2026), sekitar pukul 08.00 Wita, bertempat di Kelurahan Rabadompu Timur, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas IPTU Pulung Anggara Surya Putra, S.Tr.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan langkah edukatif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Dalam kegiatan tersebut, personel Unit Kamsel memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menggunakan helm berstandar SNI, melengkapi kelengkapan kendaraan sebelum berkendara, serta tidak menggunakan knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis kendaraan.

Selain memberikan edukasi keselamatan, personel juga membagikan brosur mengenai pembuatan dan perpanjangan SIM C bagi pengendara sepeda motor.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Penggunaan helm SNI, kelengkapan kendaraan, serta kepemilikan SIM merupakan bagian penting dalam mewujudkan keselamatan saat berkendara.

Melalui pembagian brosur SIM tersebut, masyarakat diharapkan mengetahui prosedur pembuatan maupun perpanjangan SIM sehingga dapat mengurusnya secara resmi dan tidak menggunakan jasa perantara yang tidak bertanggung jawab.

Satlantas Polres Bima Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas dengan selalu mematuhi peraturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjaga etika dan ketertiban selama berada di jalan raya.

Satlantas Polres Bima Kota akan terus meningkatkan kegiatan edukasi dan sosialisasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Bima Kota.(Sekjend MDG)

Patroli Blue Light Satlantas Polres Bima Kota Sasar Jalur Protokol dan Titik Rawan


Kota Bima, Media Dinamika Global.id.-- Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bima Kota terus meningkatkan kegiatan preventif dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Patroli Blue Light yang dilaksanakan pada Kamis, (10/9/2026) mulai pukul 20.00 Wita.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satlantas Polres Bima Kota melaksanakan patroli dengan menyasar sejumlah jalur protokol dan titik-titik yang dianggap rawan di wilayah hukum Polres Bima Kota.

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto, S.I.K., M.M., melalui Kasat Lantas IPTU Pulung Anggara Surya Putra, S.Tr.K., menjelaskan bahwa kegiatan Patroli Blue Light merupakan langkah preventif kepolisian untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan kondusif, khususnya pada malam hari.

Patroli ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas, sekaligus mencegah berbagai bentuk pelanggaran maupun potensi gangguan keamanan.

Selain mengantisipasi pelanggaran lalu lintas, patroli tersebut juga difokuskan untuk mencegah aksi balap liar serta kecelakaan lalu lintas yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

Keberadaan personel Satlantas di sejumlah lokasi juga menjadi bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Dengan menyalakan lampu biru kendaraan patroli, personel menunjukkan kehadiran Polri sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang masih beraktivitas maupun warga yang sedang beristirahat.

Kasat Lantas menambahkan, kegiatan patroli akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya preventif dan preemtif kepolisian dalam menciptakan situasi Kamseltibcarlantas yang kondusif di Wilayah Hukum Polres Bima Kota.

Satlantas Polres Bima Kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas.(Sekjend MDG)